Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 59 Malam Pesta Part 3


__ADS_3

Seolah tak ingin mengganggu aktivitas mereka yang tengah asik melemparkan godaan-godaan nakal oleh ketiganya, Harumi memilih untuk menjauhi mereka. Berjalan kembali melihat-lihat berbagai lukisan yang di perhatikan sebelumnya.


Tak lama berselang, beberapa tamu yang berdiri tadi lalu berjalan menuju pintu masuk. Beberapa lagi, ada yang berbisik dari kejauhan seakan melihat sesuatu yang menjadi pusat perhatian di tengah acara tersebut. Seseorang yang seakan sudah ditunggu-tunggu oleh para Tamu sedari tadi.


Para tamu wanita berpakaian sangat anggun mulai berkumpul, berbisik melemparkan senyuman melirik ke satu arah yang sama. Harumi sedikit penasaran apa yang sedang di perhatikan mereka semua saat itu.


Gara-gara sedikit penasaran Melangkahkan kakinya, Harumi tak sengaja menabrak seorang Wanita Muda yang tiba-tiba lewat dihadapannya.


Wanita cantik berpakaian Rose Gold dress Mini dengan renda silver di bagian lengannya, bak boneka Barbie rupawan itu langsung menoleh menatap sinis kepada Harumi. Matanya terbelalak, bibirnya terbuka lebar melihat gaun indahnya kini ternodai oleh percikan wine.


Yeap tentu saja ia melemparkan pandangan kesal dan penuh amarah karena ketidak sengajaan Harumi yang sudah membuat wine di tangan wanita itu tumpah di gaun indahnya.


“Ya Tuhan...Maafkan aku” Harumi langsung merendahkan pandangannya dan mengambil saputangan di tas, berusaha membersihkan percikan bekas tumpahan wine di bagian dada wanita tersebut.


Wanita itu langsung menangkis dengan keras tangan Harumi yang ingin membantunya.


“ Heiiiii,,,apa kau meninggalkan otak dan kedua matamu di bawah tempat tidurmu, sampai tak bisa membedakan arah jalan. ****..!!! F*ck…” Ia langsung mengumpat ke wajah Harumi, semua mata tamu kini mulai tertuju kepada kedua wanita tersebut.


Suara tinggi wanita tersebut mencuri perhatian para Tamu. Ia merasa jijik melihat perbuatan Harumi.


"Maafkan aku, Maaf" Harumi mulai tampak kebingungan, ia tak tahu harus melakukan apa lagi untuk meredam amarah wanita itu.


Apalagi kini ia mulai jadi pusat perhatian sebagian tamu di sekitar mereka. Harumi sangat malu dengan kejadian itu, bahkan ia tak sanggup mengangkat wajahnya sendiri.


Seorang pelayan pria datang menghampiri mereka berusaha melerai "Ada yang bisa saya bantu Nona ?"


"Apa yang bisa diperbuat jika gaun mahalku akan seperti ini jadinya ? Apa kau mampu menggantinya!!" balas wanita itu yang menunjuk nunjuk ke arah pelayan tersebut.


Dengan tangan bergetar, Harumi berusaha sekali lagi menenangkan wanita itu.


"Cukuuupp !!!..Jangan sekali-sekali menyentuhku dengan tangan kotormu" Untuk kedua kalinya wanita berambut Grey sebahu itu menangkis kuat tangan Harumi. Hingga membuatnya sedikit terdorong ke samping.

__ADS_1


Harumi sangat malu, bulumata indahnya kini menunduk ke bawah menyembunyikan wajahnya , jantungnya berdegup sangat kencang, nafasnya tak beraturan. Pandangan orang-orang di sekitar seolah mulai menghakiminya atas perbuatan yang sebenarnya hanyalah kecelakaan kecil biasa.


Harga diri Harumi seolah terombang ambing setelah mendengar kata-kata "tangan Kotor" terucap nyaring dari bibir wanita cantik tersebut. Bagaikan terhimpit tak mampu bergerak dengan situasi yang sama sekali tidak diharapkannya malam ini.


Harumi menggenggam sangat kuat tas tangan miliknya. Hal paling dibenci Harumi adalah saat ia harus berada di situasi yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Entah apa ia harus marah memberontak atau hanya diam di permalukan seperti ini.


Samar-samar dari pendengaran Harumi, beberapa wanita berbisik "Bukankah wanita itu, Anak dari seorang Menteri..." bisik beberapa tamu wanita yang tetiba terhenti setelah seseorang berdiri menyela kejadian tersebut.


"Teriakan mu sungguh mengganggu,...seharusnya kau malu berteriak seperti itu, aku akan menggantinya....So shut Up your Mouth !" sahut seorang pria dengan suara serak berdiri tepat di belakang Harumi.


Pandangan tajamnya seakan ingin memotong lidah wanita itu hanya dengan sekali tebasan.


Semua tamu langsung terdiam, suara pria itu mampu menaklukkan dengan cepat dan membungkam mulut wanita tersebut.


Harumi masih berdiri tak bergeser sedikit pun dari posisinya.


Sepintas Harumi melihat reaksi Wanita itu dan ekspresinya sangat terkejut.


Punggung Harumi langsung tegang ketika Nama itu terdengar jelas di telinganya.


Mendengar nama itu kembali, nama yang seharusnya dihindari Harumi, nama yang tidak seharusnya ia dengar lagi untuk selamanya, nama yang sebenarnya sudah sangat...


sangat dirindukannya.


Malam ini, nama itu menggema sangat kuat di kedua indera pendengarannya. Dan lebih mengejutkan, kini ia berdiri begitu dekat dengan dirinya.


"Liam ? benarkah Liam yang dia maksud ? kumohon jangan pertemukan kami kembali, Tuhan" batin Harumi.


"Ada apa ini ?" Anita langsung menghampiri mereka, dengan pelan ia menenangkan wanita berambut grey tersebut.


Anita mendatanginya, merangkul wanita itu dengan hangat "Olivia, dengarkan aku, Liam hanya sedikit emosi. Jangan dianggap serius."

__ADS_1


"Tapi tante.." jawab Olivia yang masih shock dengan reaksi Liam kepadanya.


Olivia James itulah nama wanita angkuh tersebut, seorang wanita Cantik bertubuh ramping tinggi bak model majalah Mode, Rambutnya sebahu, profesinya sebagai Dokter Spesialis Kecantikan di Rumah Sakit Terpandang di Manhattan, Puteri bungsu dari seorang Menteri di Amerika yang akan dijodohkan kepada Liam oleh sang ibu.


Inilah Wanita pilihan Anita yang ia maksud sangat sempurna akan menjadi pendamping Liam ke depannya.


Saat menggandeng Olivia dan mengelus bahu nya, Sekilas Anita melirik sinis ke arah Harumi, sambil berjalan melewatinya begitu saja. Bagaikan hanya sekelibat bayangan hitam tak berharga sedikit pun, itulah arti pandangan Anita kepada Harumi saat itu.


Harumi masih merendahkan pandangannya, ia tak mengatakan sepatah katapun. Ia tertunduk dan berdiri membeku.


Liam seolah menganggap kejadian itu tak berarti apa-apa baginya. Ia sama sekali tak memperdulikan Olivia maupun Anita yang menghampirinya.


"Liam, ini Olivia, Olivia James" Anita memperkenalkan Olivia dihadapan Liam.


Tak ada daya tarik sama sekali dimata Liam, melirik pun tidak. Ia hanya berjalan melewati mereka begitu saja.


Dan postur tinggi Liam melibas perlahan melewati Harumi di sampingnya.


Seketika jantung Harumi semakin bedetak kencang, seluruh organ tubuhnya seakan tak berfungsi dengan normal, desiran dingin merambat perlahan di sekujur tubuhnya.


Pria usil yang selalu menggodanya dengan kata-kata nakal, menghubunginya setiap hari, selalu membantunya tanpa imbalan, memberi kejutan tak terduga kepada Harumi dan tentu saja Pria yang sudah pernah menciumnya waktu itu.


Bahkan tak sedikit pun Liam menyadari sosok wanita berambut hitam panjang dengan anggunnya mengenakan Gaun hitam yang berdiri sangat dekat membelakanginya tadi adalah Harumi Nayaka, satu-satunya Manusia di muka bumi ini yang sangat ingin ditemuinya.


Wanita yang mampu membuat pikirannya sekacau sekarang, sekaligus Obat penenang yang dibutuhkannya adalah Harumi, Hanya Harumi seorang.


Sekretaris Will tiba-tiba menghampiri Liam, "Tuan Leonardo dan Tuan Hans ingin menemui anda dan semua tamu sudah berkumpul untuk bertemu anda dan Nyonya Anita"


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you 💋


__ADS_2