Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 71 When The Love Falls


__ADS_3

Sempat tersekat dalam tenggorokan Liam saat mendengar pernyataan Pamannya. Matanya tampak tertegun, sejenak menatap ke bawah lalu mengangkat kembali wajahnya.


Dia mengerti situasi yang akan dihadapinya nanti jikalau wanita yang bernama Roseanne itu bertatap muka dengannya dan Anita.


Tentu saja, Anita sang ibu tidak akan mau bertemu apalagi memaafkan Roseanne yang sudah bertahun-tahun menjadi duri dalam hubungan rumah tangganya dengan Roberto.


Entah dorongan apa yang begitu kuat merasuki Liam hingga ia berupaya keras menemukan sosok wanita tersebut.


Seraya menghirup udara memasuki tenggorokannya dan mencari pembenaran, Liam berusaha meyakinkan pamannya "aku hanya ingin bertemu dengannya."


"Untuk apa ? dia sudah memiliki kehidupannya sendiri. Sebaiknya kau urungkan niatmu !" titah sang paman melemparkan tatapan mengunci pada keponakannya itu.


Sempat ingin membalas, Liam memutuskan diam. Pamannya adalah saksi bahkan orang yang paling dipercaya Roberto dari semua Rahasia kelam semasa hidupnya.


"Paman tidak ingin kau mengetahui suatu Kebenaran yang akan mengubah seluruh hidupmu, Liam" tambahnya


Pundak Liam tetiba menegang, dagunya terangkat, matanya berubah gelap. Dia berdiri dengan ketegangan tinggi "Kebenaran apalagi ? Rahasia apalagi yang di sembunyikan Ayahku ?"


Pria paruh baya itu berdiri tenang dari duduknya, posturnya yang tinggi kurus mengenakan setelan jas rapi dengan santai mendekati keponakan lelaki satu-satunya itu.


Kedua tangannya di selipkan ke saku celana, ada aura tidak nyaman menyelimutinya "Jangan pernah menemukan Roseanne, kau akan menyesal jika mengetahui siapa dia sebenarnya ?" matanya berkilat, menusuk dan ingin mengakhiri perdebatannya dengan Liam.


Liam bukanlah Pria yang mudah menyerah, keras kepala yah itulah sifat yang selalu ditunjukkannya kepada keluarganya, semakin adanya larangan dan peringatan keras justru membuat adrenalinnya terpacu untuk lebih dan lebih lagi berupaya menemukan wanita itu.


Salah satu Sudut bibir Liam naik "Ehmmm, ayahku memang Luar biasa bahkan setelah tiada pun ia masih menyusahkan semua orang."


Seraya meletakkan kedua tangannya di pinggang, dengan pundak bidangnya ia mencodongkan tubuhnya mengisyaratkan menantang sang Paman "Aku pasti akan menemukannya" tambahnya


Menyadari bahwa Pria paruh baya itu tidak mungkin angkat kaki dari tempat tinggalnya selama belum meyakinkan keponakannya itu agar berhenti dengan Upaya Bodohnya menemukan Roseanne.


Tubuh Liam berpaling, mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan ruangan tersebut beserta Pria itu yang ia sebut sebagai Pamannya.

__ADS_1


Liam berpikir tidak akan ada penyelesaian yang berarti jika ia terus berdebat dengan pamannya. Dia tahu, bahwa sang Paman mengetahui persis dimana Roseanne itu berada. Tapi bertahun-tahun juga ia menyembunyikan identitasnya.


Seringai perlahan muncul di wajah Pria paruh baya itu, sementara ia mengatur nafasnya "Roseanne....adalah IBUMU !!"


Bibir Harumi menganga pada detik yang bersamaan dengan Liam. Seakan Guntur dan Petir menggelegar menghantam Pagi cerah itu seketika berubah kelam.


Tampak ekspresi wajah Liam beku, pucat pasi. Dibawah matanya gelap, tubuhnya seakan terperosok jauh ke dalam atmosfer ketakutan yang diciptakan pamannya.


Hanya dalam hitungan detik, kehidupan Liam seolah berbalik 180 derajat.


Dalam pikirannya merangkum membayangkan semasa hidupnya selama 33tahun, ini adalah pukulan terberat. Mengingat kembali bagaimana mungkin Anita wanita yang selama ini dipanggilnya dengan sebutan "Mama" berubah seketika menjadi wanita Asing dalam hidupnya.


Liam berusaha memilah-milah setiap pembenaran yang harus dicernanya dengan baik, tak ingin langsung mempercayai pernyataan paman yang sudah lama tidak pernah ditemuinya itu datang begitu saja dan dengan santainya menyebut wanita yang bernama Roseanne itu adalah Ibunya.


Seringai kecil mendarat di wajah Liam membawa alur pembicaraan mereka hanya menjadi sebuah lelucon "Jangan bercanda !! jika hanya itu saja caramu menahanku untuk berhenti, itu adalah alasan paling menyedihkan dan bodoh." ia berbalik membalas dengan tatapan tajam


Liam melangkah mundur dan hanya setengah bagian dari tubuhnya tampak terlihat oleh Harumi.


Keadaan kembali hening. "Aku tidak akan percaya begitu saja denganmu, tak ada bukti apapun" Perasaan Terkejut masih menjalar ditubuh Liam.


"Perset*n dengan ketidak percayaanmu. Roseanne ibu kandungmu, itu adalah kenyataan yang harus kau terima. Dan Anita mengetahui kebenaran itu sejak awal. Aku muak dengan segala Tingkah Bodoh Roberto semasa hidupnya, maka sudah sepatutnya kau mengetahui segalanya" deru suara serak terdengar nyaring dari bibir Pria itu.


Saat berdiri di sana, mendengarkan hal-hal yang seharusnya tidak dia dengar. Harumi merasakan....sesuatu yang intens bangkit di dalam dirinya bersama desakan ingin memeluk Liam. Dia ingin segera membantu menenangkan hati pria itu, Harumi yakin bahwa dalam diri Liam pasti sangat hancur mendengar kenyataan pahit itu setelah bertahun-tahun.


Wanita yang selama ini membesarkannya dan dipanggilnya "Mama" dalam kenyataannya ia bukanlah sosok ibu yang sebenarnya. Sakit, hancur, merasa dibohongi, semua itu pasti sedang bergemuruh di dalam diri Liam, tapi pria itu menutupinya dengan tegar.


Oh Tuhan, Darah dengan cepat terkuras dari wajah Liam. Dinding-dinding terasa bergerak, menghimpitnya. Langit-langit pasti telah jatuh beberapa kaki, karena dia merasa tidak bisa berdiri tegak. Tekanan mendesak di dalam dadanya. Apakah dia terkena serangan jantung ? Oh tidak, ini adalah sesuatu yang lebih parah.


Tubuh Harumi seolah terkoneksi dengan kondisi Liam saat itu. Ia ikut merasakan kesedihan Pria itu dan keterpurukannya. Tapi, dia mengerti pembicaraan kedua pria tersebut adalah urusan internal mereka yang sangat sensitif yang tidak bisa membuat Harumi melakukan tindakan apapun untuk membantunya.


Saat Harumi ingin bergeser melangkahkan kakinya kembali ke kamar, keheningan itu pecah juga saat sesuatu yang berbahan kaca kristal tak sengaja jatuh di sampingnya, akibat sikut tangan Harumi tak sengaja menyentuhnya.

__ADS_1


Prang...!!!


Kedua mata Harumi membesar bibirnya terbuka, sebuah pajangan miniatur Menara Eiffle berbahan Kristal di atas rak jatuh dan pecah di lantai marmer penthouse tersebut.


Jantung nya bedebar sangat kencang memompa laju aliran pembuluh darahnya seakan segera meledak. Harumi terkejut sekaligus ketakutan apabila kedua pria itu mendengar hasil tindakan cerobohnya.


Yang paling membuatnya malu, pada kenyataannya Harumi sedari tadi berdiri mendengarkan pembicaraan mereka diam-diam, dan itu paling tidak bisa dimaafkan.


Bola mata pria paruh baya itu seketika bergerak ke arah ruang makan "sepertinya aku terlalu lama mengganggumu, ternyata kau memilik tamu lain"


Wajah Liam tampak sangat cemas, ia sudah tak memperdulikan apapun yang diucapkan pamannya lagi, ia langsung bergerak menuju ruang makan tempat sumber suara itu berasal.


Sedetik Liam terkejut melihat wanitanya itu tertunduk di samping serpihan pecahan yang berserakan di lantai, Harumi berusaha membersihkan hasil kekacauan yang sudah diperbuatnya.


Liam menunduk mendekati Harumi, meraih tangannya "sudah...tidak usah di bersihkan. Biar aku saja, nanti tanganmu luka"


Mata Harumi yang awalnya tertegun dan takut sekaligus malu, Bulumatanya bergerak melihat ke arah Liam "Jangan..biar aku saja. Aku memang sangat ceroboh"


Pria itu tanpa pikir panjang, menarik dan menggenggam kedua tangan Harumi membantunya berdiri.


"Aku tidak ingin ada luka sedikit pun di tubuhmu. Ok" suara seraknya dengan seringai manis keluar dari wajah Liam. Ia mengusap pelan telapak tangan Harumi.


Jantung Harumi kini berdebar menusuk dadanya kembali dengan artian yang berbeda dari sebelumnya. Seharusnya Harumi yang lebih mengkhawatirkan Liam dengan kondisinya sekarang, bukan sebaliknya.


Tetapi Atmosfir romantis itu tetiba berubah, saat pria paruh baya itu masuk ke ruang makan menghampiri mereka "wah, kenapa kau tidak bilang dari tadi sedang bersama seseorang di sini Liam ?" ia tersenyum memperlihatkan semua kerutan di wajah nya.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you 💋

__ADS_1


__ADS_2