
Ini seperti mimpi dalam tidur yang panjang, dan Harumi berharap akan segera sadar dari mimpi buruk ini.
Bangkit dan melawan, hanya dua kata itu yang tersirat berulang kali di kepalanya saat ini.
Dia menelan rasa perih di dadanya. Tapi, Harumi tidak takut atau lemah. Bukan seperti dirinya yang dulu, Harumi yang dulu selalu pasrah, dan menerima semua hal yang menyakitkan dalam diam.
Harumi menatap wajah Anton, suami yang sudah menamparnya di hadapan orang-orang ini. Tatapan wanita itu keras, tidak ada kata-kata yang terlontar dari bibirnya. Walaupun ia sadar ini sangat menyakitkan, tapi apa itu rasa sakit ? Harumi sudah terbiasa dengan kesedihan. Setidaknya dia ingin menjadi wanita yang tangguh bukan untuk orang lain, tapi demi mengembalikan harga dirinya.
Dengan sorotan penuh tekad ke arah suaminya, Harumi pun mencodongkan tubuhnya "Apa kau sudah puas ?"
Napas Anton memburu dan wanita itu melihat kilau sinis yang sekarang sudah familiar kembali ke matanya "Kita pulang sekarang !!!" pria itu menarik lengan Harumi dengan kasar, ia menyeret istrinya paksa padahal Harumi berulang kali menolak dan berusaha melepaskan cengkeraman tangan Anton.
"Lepaskan ! Its HURT !" teriak nya tapi kekuatan Anton lebih besar dari wanita itu, cengkeraman tangan Anton jika dibiarkan saja mungkin akan meremukkan lengan ramping Harumi.
Perlawanannya sia-sia, Harumi mengikuti Anton dengan langkah yang terhuyung-huyung sambil pria itu terus menarik-narik tubuhnya. Kedua lutut Harumi bergetar, ia tidak lagi merasakan kedua kakinya berpijak di lantai. Wanita itu menahan sakit tidak hanya di dalam hati dan pikirannya melainkan tubuh mungilnya.
Anton benar-benar memperlihatkan sosok dirinya yang tidak pernah dilihat Harumi sebelumnya, ini bukan Anton yang dikenalnya dulu.
"Kumohon, Anton. Lepaskan !! Ini sakit sekali." suara parau Harumi sama sekali tidak dihiraukan Anton yang tetap berjalan di depannya. Wanita itu melihat lengannya yang mulai memerah dan mati rasa. Amarah Pria itu benar-benar sangat mengerikan.
Cathy yang merasa tidak tega melihat mereka, terutama Harumi. Awalnya ia ingin menolongnya, tapi dalam sekejap Anton melepaskan tatapan tajam ke arahnya, seolah ia memberi kode agar Cathy tidak mencampuri urusan mereka.
Dan bodohnya, Cathy hanya bisa menurut dan itu hal yang paling disesalinya karena ia tidak mampu berbuat apapun untuk menolong sahabatnya. Karena Cathy sadar jika ia memaksakan dirinya, maka itu akan semakin menyakiti Harumi.
Tidak ada satu pun di antara para tamu tersebut bergerak untuk membantu menyelesaikan masalah pasangan tersebut, bahkan setidaknya melerai. Wajah-wajah mereka seolah tidak perduli dan justru seperti melemparkan tatapan ejekan yang masam.
Beda halnya dengan seseorang yang tak luput menyaksikan kejadian tersebut.
Mata nya gelap nyaris hitam, tubuhnya terbakar oleh api kemarahan yang berkobar hebat ketika Anton melayangkan tamparan keras di wajah Harumi.
Liam berdiri dari duduknya, dengan pundak menegang dan sorotan matanya yang mengeras. Iblis jahat seakan merasuki Pria itu, bahkan tatapan itu bukan lagi seperti seorang manusia, melainkan...
Seorang Iblis Pembunuh.
Liam melangkah tegas dan tidak melepaskan pandangannya ke arah Harumi dan Anton yang berjalan di antara barisan para tamu.
Awan gelap mengitari tubuhnya saat itu, ketika ia menyaksikan dengan kedua matanya bagaimana Harumi diperlakukan kasar dan itu cukup membuatnya mampu melakukan hal paling mengerikan kepada Anton.
Hanya tinggal beberapa langkah lagi, tiba seseorang menghentikannya. Liam berhenti ketika orang tersebut meraih pundaknya.
__ADS_1
"Jangan lakukan itu ! Jangan campuri urusan mereka. Ingatlah posisimu, di pesta ini semua tamu mengenalmu" ucap pelan seseorang dari balik punggung Liam
Liam langsung berbalik, dan ia melihat Dr. Zac Morton sahabatnya.
Mata Liam dingin "Kau tidak bisa menghalangiku" emosi dalam suaranya jelas mengisyaratkan agar Zac menyingkir.
"Liam, sadarlah !"
Liam menarik napas dalam-dalam "Besok kau harus ke Bristol, Lakukan sesuai rencana" suara nya terdengar menusuk
Zac mengernyit "Secepat itu ? Bagaimana dengan pekerjaanku..."
Mulut Liam menegang "Aku tidak ingin membahas apapun denganmu sekarang"
Pandangan Liam terang-terangan tidak ada kelembutan, ekspresi di mata Pria itu sekeras nada suaranya.
Zac terdiam, ia tidak lagi merespon. Liam Seymour adalah Pria keras kepala yang tegas dengan pendiriannya, dan Dia mampu melakukan hal-hal gila diluar akal sehat.
Dan Zac tidak asing dengan semua hal tersebut dari sahabatnya.
Liam mengambil ponsel dari saku celananya, dan ia menghubungi seseorang "Lakukan Sekarang sesuai yang kuperintahkan !"
Sekretaris Will berlari kecil tiba-tiba menghampiri Liam, orang kepercayaannya tersebut seolah mengerti kapan waktu yang tepat.
Sekretaris Will dengan sigap menjalankan perintah atasannya tersebut tanpa pertanyaan apapun.
***
"Anton, LEPASKAN !!" entah sudah berulang kali, Harumi berteriak meminta Anton untuk berhenti menyeret dirinya.
Pria itu berbalik "Sungguh memalukan !! Apa yang sebenarnya kau pikirkan hingga berteriak-teriak dengan semua ocehan itu. Apa kau sadar kita sedang berada dimana !!!" Anton menatapnya dengan rasa muak yang suram
Dengan bibir yang bergetar, Harumi hampir kehilangan suaranya "Tapi, itu kenyataannya, bukan ?!! Aku tidak mengatakan omong kosong, ITU BENAR !!!'
"DIAAAAMMM !!!!" sekali lagi Anton ingin melayangkan satu tamparan ke wajah Harumi
Harumi yang sadar akan hal itu pasti terjadi lagi, ia tidak gentar sedikitpun bahkan Harumi semakin mencodongkan wajahnya dihadapan Anton "AYO, SILAHKAN !!!! TAMPAR LAGI, TAMPAR SAMPAI KAU PUAAASS !! "
Anton menghentikan dirinya, ia menatap kedua mata istrinya yang sudah tak berdaya dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
"Kenapa kau berhenti ? AYO LAKUKAN LAGI, KAU MALU MEMILIKI ISTRI PEMBANGKANG SEPERTIKU , KAN !!"
Dia merasakan Harumi menegang dalam pegangannya, kemudian wanita itu menarik diri darinya dan menengadah untuk menatapnya.
Sesuatu bersinar di mata wanita itu. Air mata ? Kemarahan ? Anton tidak yakin.
"SADARLAH, SUDAH BERAPA KALI KAU MENYAKITIKU. BEGITU BANYAK KAU GORESKAN LUKA !" suaranya serak, sarat oleh rasa terluka dan penderitaan
Anton bungkam seketika, dan seolah ia baru tersadar. Apa yang sudah dilakukannya pada Harumi.
"H-harumi... M-maaf.." sebelum ia menyelesaikan perkataannya, datang dua orang berseragam serba hitam menghampirinya.
Salah satu pria itu, menyentuh bahu Anton dengan keras "Anda harus ikut kami !!"
"Siapa kalian ?" dengan wajah keheranan, Anton langsung menepisnya
Kedua Pria misterius itupun tidak menjawab, ia hanya terus menarik tubuh Anton dengan paksa.
Sampai akhirnya Anton merasa kesal dengan sikap mereka, lalu ia memukul wajah salah satu pria tersebut dengan kuat. Dan ia terjatuh, lalu pria yang lainnya bersikap sama.
Kali ini, teman si Pria misterius itu melayangkan pukulan lebih dulu ke bagian perut Anton, dan itu cukup membuatnya merasakan pedih begitu hebat hingga Anton tertunduk sambil memegang perutnya.
Tapi Anton tidak ingin menyerah, ia menyeimbangkan tubuhnya lalu ketika akan membalas pukulannya. Pria Misterius tersebut memiliki gerakan lebih cepat, dan ia memukul wajah Anton. Hingga Anton tumbang dengan hidung yang mengeluarkan darah.
Harumi yang menyaksikan kejadian tersebut shock, matanya terbelalak melihat Anton yang tersungkur di rerumputan.
Harumi mendekat untuk menolongnya, tapi berhenti ketika ia mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke arahnya. Suara langkah kaki itu tepat dibelakang Harumi.
Yah, ada seseorang lagi yang datang. Harumi mulai ketakutan, guratan kecemasan memuncak. Dadanya naik turun saat ia menarik udara ke paru-parunya.
Harumi menatap Kedua Pria Misterius itupun langsung memberi hormat, dan itu semakin membuat Harumi heran.
Siapa sebenarnya yang berada di belakang Harumi ?
"Itulah akibat karena sudah menyakiti, WANITAKU"
Harumi merasa tidak asing dengan suara ini, ia mengenalnya.
#Jangan Lupa Vote
__ADS_1
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
Thank You 🥰