Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 139 Charity Party Part 4 ( The Boss )


__ADS_3

Melemparkan pandangan dingin, Harumi tidak ingin menjadi wanita yang mudah dikendalikan olehnya "Dansa bukanlah keahlianku, sebaiknya anda mencari partner lain yang lebih pandai dalam hal itu. Dan sepertinya itu lebih mudah untuk anda" Harumi menatap dengan raut mencemooh sekaligus menantang.


Liam mengangkat alis "Oh, benarkah ?"


Wanita itu merasakan jantungnya berdebar kencang saat mata coklat itu menatapnya tajam. Ia bisa merasakan pipinya semakin panas setiap menitnya "Yah, lagipula anda pasti tidak ingin jika aku menginjak kaki anda, bukan ?!"


Liam menyeringai "Menginjak kaki ? sepertinya itu akan jadi sesuatu yang menyenangkan" sahut pria itu tanpa diduga.


"Tapi..." Harumi melempar pandangan gugup ke arah Anton berharap suaminya tersebut berada di pihaknya


Tapi, ternyata dugaan wanita itu salah.


"Rumi wanita yang pendiam dan sedikit pemalu. Kuharap anda bisa memahaminya." Anton memberi sedikit pengertian walaupun itu sama sekali tidak berpengaruh apapun bagi Liam.


Anton melirik Istrinya tersebut dan mengangkat alisnya "Tapi, tidak ada salahnya kau menerima ajakan Mr. Seymour, karena dia sudah sangat baik pada kita."


Senyumnya membeku di bibir saat getaran mulai merayapi kulitnya. Sepertinya tidak penting jika Harumi masih kesal dengan pria itu. Liam sepertinya mampu menciptakan reaksi hebat hanya dengan berada di ruangan yang sama.


Jika pria itu menatapnya seperti itu, Harumi bisa merasakan kulitnya tersengat sebagai respons.


Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menatap pasang mata itu. Sorotannya hampir-hampir ingin menelan Harumi saat itu juga "Baiklah, ini sebagai ucapan terimakasih karena kebaikan anda."


Terlepas dari tekadnya untuk menentang Liam, Harumi malah ragu karena yang ia lihat di mata pria itu adalah perasaan yang sama dengan yang sekarang berdebar di dadanya.


Terkadang Harumi merasakan ada perasaan bersalah dan ketakutan jika ia harus menatap ke wajah Anton. Guratan cemas sesekali tergambar di wajah Harumi, bila ia membayangkan Anton mengetahui hal yang sebenarnya.


Tapi, dorongan rasa bersalah itu seolah terkalahkan oleh perasaan yang begitu kuat menguasai hatinya saat ini. Dan wanita itu tidak ingin terus-terusan larut dalam hubungan yang tidak berujung pada kebahagiaan.


Harumi melihat jauh ke dalam mata Liam, dan ia bisa merasakan bahwa pria itu memiliki perasaan yang tulus padanya. Walaupun terkadang Harumi sadar antara perasaan cinta dan kebohongan sangat tipis perbandingannya.


Harumi menyambut tangan Pria itu, ketika ia mengajaknya berjalan bersama menuju ke lantai dansa.


Ini untuk pertama kalinya, mereka tampil bersama dihadapan semua orang bahkan bergandengan tangan dengan santai tanpa harus sembunyi-sembunyi.


Sentuhan Liam yang lembut seperti kerinduan yang terbayarkan secara perlahan-lahan. Dorongan akal sehatnya harus menolak ini. Tentu saja harus, karena Liam mampu membuatnya ingin melakukan hal-hal yang tidak ingin ia pikirkan.


Liam mampu membuatnya merasakan hal-hal mampu ia rasakan namun ingin Harumi lupakan seperti kenikmatan dan gairah, dan kerinduan yang begitu murni serta liar. Liam sepertinya memiliki tanda bahaya di keningnya dengan huruf merah besar-besar.


Liam tersenyum. Ia senang melihat keraguan wanita itu. Sangat senang "Nikmati malam ini, sayang" bisiknya menyunggingkan bibirnya menatap Harumi dengan tatapan pesona eksotis yang membara.

__ADS_1


Dan Harumi diam sejenak, matanya melebar. Kata-kata Pria itu mampu melumpuhkan semua saraf-saraf di tubuhnya, dan jika ia tidak berpegangan padanya mungkin Harumi membayangkan dirinya terjatuh.


Wanita itu menggelengkan kepalanya dengan cepat, karena imajinasi konyol itu harus segera dimusnahkan dimuka bumi ini.


Harumi tidak akan kalah darinya.


Sekilas Wanita itu menoleh ke belakang, dan ia mendapati Anton yang berdiri menatap mereka dengan tersenyum tipis sambil meminum segelas champagne.


Entah, apa yang sedang dipikirkan nya saat ini.


Keduanya melangkah menuju lantai dansa, melewati para tamu yang berdiri di antara mereka.


Semua mata tertuju pada keduanya, Harumi bisa merasakan pandangan-pandangan penuh tanya yang mengarah padanya. Ia bisa melihat sebagian tamu wanita yang hadir di ruangan itu saling berbisik sambil tetap melemparkan pandangan dingin pada Harumi.


Tapi, di Pesta ini Harumi memiliki kedudukan yang sama dengan mereka. Ia juga tamu dan diundang resmi untuk menghadiri acara ini.


Jadi, itu membuatnya tidak memperdulikan berbagai kesan negatif kepadanya.


Liam membawa Harumi tepat di tengah-tengah para pasangan lainnya.


Tangan pria itu menyusuri pinggul ramping Harumi, dan tentu saja wanita itu bisa merasakan ada sengatan luar biasa yang mengalir di setiap inci bagian tubuhnya ketika Liam menarik tubuh Harumi lebih dekat kepadanya.


Jemari Liam mencengkeram pinggul Harumi, dan ia bisa merasakan lekukan tubuh wanita itu yang begitu indah semakin intens. Di saat itulah sesuatu yang terasa asing meledak dalam diri Harumi.


Harumi seolah mengikuti arus yang diciptakan Liam begitu mudahnya, ia merasakan begitu nyaman berada di dekatnya. Wanita itu melingkarkan kedua tangannya di tengkuk Pria itu dengan lembut. Dan...


Harumi bisa mencium aroma hangat tubuh Liam saat ia mendekatkan dirinya tepat di saat wanita itu mengangkat wajahnya menatap Liam yang juga membalas tatapan itu dengan rasa yang hampir membunuh keduanya. Liam ingin sekali segera membawa wanita itu pergi dari sini, menyembunyikannya di dalam genggamannya agar tidak ada lagi jarak pemisah di antara keduanya.


Disibukkan dengan pikirannya, Harumi nyaris tidak memperhatikan langkah kakinya dan hampir kehilangan keseimbangannya.


Tapi, Liam menyadari hal itu dengan cepat "Rileks, biarkan aku yang membimbingmu. Ikuti langkah kakiku, maka kau akan mudah melewatinya"


Wanita itu menggangguk pelan, dan ia berusaha menutupi rona merah di pipinya. Karena ia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri jika sampai ia terpental di lantai dansa.


Liam mendekatkan wajahnya kepada Harumi "Apa kau marah padaku ?"


"Maksudmu ?"ujarnya pelan


"Kau tampak sinis"

__ADS_1


"Nothing, mungkin hanya perasaanmu saja" Harumi menahan jawaban spontannya, menepisnya tidak terduga dengan nada seseorang yang bertekad mengganti topik pembicaraan.


Liam mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu, dan ia merasakan napas Liam yang menghanyutkan "bagiku kau terlihat seperti seseorang yang sedang cemburu"


Tentu saja, orang yang berkuasa seperti Liam, dia akan selalu tahu lebih banyak tentang dirimu lebih dari yang kau ketahui tentang dirinya.


"Jangan terlalu percaya diri." ia mengangkat wajahnya lalu melemparkan sorotan mata kekesalan yang dimata Liam tampak Harumi semakin menggemaskan


"Apa kau cemburu pada wanita yang bersamaku tadi ?" tukas Liam, senyuman terbentuk di sudut bibirnya "aku senang melihatmu bersikap seperti itu"


"Jika kau membahasnya lagi, aku akan berhenti sekarang."


Liam menatap langsung mata Harumi "She is Kimberly, My old Friend. Teman semasa kecilku"


tegasnya


Mata Harumi menyipit "Aku tidak perlu penjelasan apapun darimu"


"Kami tidak sengaja bertemu disini, sudah dua tahun kami tidak saling berkomunikasi. Dia sudah bertunangan. Jadi, kau tidak perlu khawatir."


Harumi tersenyum masam "bertunangan ? sepertinya kau hanya mengarang-ngarang cerita."


Liam mencengkeram pinggul Wanita itu lebih kuat, dan itu membuat Harumi terkejut. "aku tidak berbohong."


Pria itu mencodongkan tubuh, bibirnya hampir-hampir menyentuh pipi Harumi dan wanita itu merasakan hawa panas merayap di dalam tubuhnya "I Miss you"


Mendengar kalimat manis itu, jantung Harumi berdebar hebat. Liam menatapnya dengan ekspresi yang membuat tubuhnya menggelenyar oleh rasa panas yang nikmat.


Liam tidak memperdulikan keadaan apapun yang sedang menantinya nanti, tatapan semua orang yang tertuju pada mereka tidak ada arti baginya. Yang sekarang di pedulikannya adalah wanita cantik bertubuh mungil yang kini berada di dekatnya, pria itu menarik Harumi ke dalam pelukannya.


Dan membisikkan sesuatu di telinga wanitanya itu "Setelah ini, temui aku."


"What ?!" Harumi kaget dan cemas bercampur aduk di dadanya


"Di taman" tegasnya


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2