
Waktu menunjukkan tepat jam 7 malam, suasana di kediaman Keluarga Ameera cukup ramai karena semua keluarga berkumpul.
Sudah sejam berlalu Anton hanya duduk di Sofa ruang tengah mengenakan Tuxedo Hitam dengan dasi kupu-kupu, sepatu dengan warna senada tampak berkilat, aroma parfum vanila dan cinnamon yang tercium jelas dari aroma tubuhnya, rambut gelap Anton ditarik ke belakang sangat rapi dan wajahnya baru dicukur.
Malam itu, penampilan Anton sangat berbeda. Ia terlihat sangat tampan, dengan tubuhnya yang tinggi. Yah, tentu saja Malam ini adalah Malam Pesta Amal yang selalu diadakan setiap tahunnya dengan dihadiri oleh para tamu undangan khusus.
Dan salah satu diantara undanganya adalah Anton dan Harumi.
Anton tidak ingin melewatkan kesempatan baik ini, karena Pesta ini akan menjadi jembatan untuknya bertemu dengan orang-orang penting dalam dunia bisnis. Tentu saja, tujuan Anton ingin menjalin banyak relasi dengan berbagai kalangan untuk menunjang Karirnya.
Ekspresi wajah Anton terlihat mulai gelisah, itu bisa terlihat dari cara ia mengetukkan ibu jarinya di tepi sofa dan kakinya yang tak berhenti menghentakkan di permukaan lantai.
Sesekali pria itu menatap arloji di tangannya, untuk memastikan waktu pada saat itu.
"Sebentar lagi dia akan turun, bersabarlah !" sapa Elena sambil menepuk bahu Puteranya tersebut.
Elena yang mengenakan sweater berbahan wol menunjukkan wajah yang masih tampak pucat. Walaupun ia berusaha menutupinya dengan selalu tersenyum dihadapan Puteranya.
Wanita itu duduk tepat di sebelahnya "Wanita butuh waktu lama untuk berdandan, Mama yakin Harumi akan tampak sangat cantik apalagi Ameera sedang membantunya berhias diri"
Anton menunggu lalu ia menghembuskan napas dengan berat "Dia sudah berdandan selama tiga jam."
Kedua sudut bibir Elena melengkung "Kau tidak akan pernah mengerti tentang Wanita."
Anton menatap ibunya sementara keningnya berkerut "Apa semua vitamin dan obat-obat sudah diminum ?"
Kekhawatiran tampak jelas di wajah Anton ketika ia memperhatikan wajah ibunya, tapi Elena tidak akan menampakkan kondisi yang sebenarnya. Wanita itu hanya mengangguk "Sudah, kau tidak perlu cemas"
Alis Pria itu terangkat "Your face still looks Pale"
Elena tersenyum sambil menyusurkan tangannya ke lengan Puteranya tersebut dengan lembut "Its Ok, son. Iam Good"
Rasa lega sedikit mengurangi kecemasan Anton di saat melihat ibunya tersebut tampak baik-baik saja, walaupun itu tidak sepenuhnya membuat Anton tenang.
Semenit kemudian, terdengar suara langkah kaki dari lantai atas yang sedang melangkah menuruni anak tangga.
__ADS_1
Mendengar suara itu, Anton langsung bergerak berdiri dari duduknya disusul oleh Elena. Ia mengangkat wajahnya.
Pria itu tampak tidak sabar memandangi tangga, hingga akhirnya...
Oh God, Reaksi Pria itu berubah, Anton langsung berdiri mematung. Kedua mata pria itu terbelalak, nadi nya berdenyut di beberapa titik sekujur tubuhnya ketika sosok yang mencuri perhatiannya kini berada di hadapannya sedang menuruni anak tangga secara perlahan.
Ia seakan melihat sosok yang sangat asing sekaligus dipenuhi dengan keindahan dan mempesona tergambar jelas dari sorot matanya yang tak henti-henti memandanginya.
Bahkan Pria itu hampir-hampir membuka bibirnya ketika ia tanpa sadar mengagumi sosok tersebut.
"H-Harumi ?" gumam pria itu bingung sekaligus terpesona dengan semua yang terbalut didiri wanita itu, bahkan ia berkata tanpa mengalihkan tatapannya dari Harumi.
Harumi menuruni setiap anak tangga dengan anggun, sambil salah tangannya berpegangan pada tepi tangga. Ia berjalan dengan tenang, sesekali ia menatap ke arah Anton lalu beralih kepada Elena.
Memang benar, apapun yang kini sedang dilihat oleh Anton mampu membuat Pria itu bungkam seketika.
Penampilan Harumi malam itu, bak seorang Ratu dengan semua yang membaluti tubuhnya.
Gaun malam berwarna silver yang dikenakannya sangat sesuai dengan ukuran setiap lekukan tubuh Harumi. Postur tubuh Harumi memang tidak setinggi para Model, tapi gaun itu mampu membuatnya anggun dan terlihat jenjang. Cutting bagian atasnya berbentuk V, banyak manik-manik batu berkilat memantulkan cahaya mewarnai bagian depan gaunnya.
Bagian bawah gaun ada sedikit belahan yang menampakkan sisi lain dari penampilan wanita itu, dan itu membuat Harumi terlihat ...
Yah, terlihat seksi. Ia mengenakan heels cantik agar membuat postur tubuh Harumi lebih menunjang dengan gaun yang dikenakannya.
Rambut hitamnya yang panjang di gelung ke atas tengkuk dan ikal-ikal lembut jatuh ke segala arah. Hairpiece silver menghiasi tatanan rambutnya, tampak serasi dengan manik-manik gaunnya. Helai-helai rambut halus membingkai wajahnya yang merona.
Wajah Harumi memang sudah sangat cantik walau tidak menggunakan makeup sekalipun, tapi malam itu Harumi lebih memilih menggunakan makeup yang lebih glamour dengan lipstik yang sedikit lebih terang. Tapi, tetap saja itu tidak membuat kecantikan nya tertutupi.
Harumi tampil sangat berbeda, itu sontak membuat Anton terkesima. Karena Pria itu tidak pernah sekalipun melihat istrinya berpenampilan seperti ini.
Saat menatap istrinya, yang paling mengejutkannya ketika ia memperhatikan sesuatu yang melingkar di leher Harumi. Tentu saja, sesuatu yang berkilau indah terpantul di matanya.
Itu adalah sebuah kalung berlian.
Tetiba, pikiran Anton semakin penuh dengan banyak pertanyaan. Ia sontak bingung dan keheranan dengan semua kejutan yang ditampilkan Harumi malam ini.
__ADS_1
Alisnya menyatu ketika matanya beralih kepada kedua anting yang serasi dengan kalung tersebut. Sepasang anting berhiaskan berlian berbentuk sayap.
Anton bukanlah Pria bodoh yang tidak tahu tentang perhiasan mahal, bahkan jika diperhatikan sekilas pun ia sudah bisa menyadari bahwa perhiasan yang kini dikenakan istrinya bukanlah barang yang murah.
Dan Anton tidak akan percaya dengan apapun alasan yang dilontarkan Harumi jika ia mengajukan pertanyaan mengenai perhiasan tersebut karena kalau pun Harumi mengatakan perhiasan itu adalah milik Ameera. Pria itu lebih mengenal Ameera, dan Robert tidak akan mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk membeli perhiasan.
"Hei" tegur Harumi melihat tingkah suaminya yang hanya terdiam beberapa saat
Pandangan pria itu mengarah kembali ke wajah istrinya "You're ready ?! Kita pergi sekarang"
Anton mengurungkan niatnya untuk mengajukan pertanyaan dengan banyak perihal yang membuat dirinya merasa janggal karena ini bukan waktu yang tepat membahas kalung dan perhiasan mahal apapun dihadapan ibunya yang masih tampak pucat.
"Bagaimana ? dia sangat cantik kan ?" sahut Ameera dengan antusiasnya menghampiri mereka dari lantai atas
"Mom, looks. Harumi so Beautiful and of course she is so Sexy" tambahnya tersenyum puas
Semenjak melihat penampilan Harumi, Elena tidak berkomentar apapun. Pandangannya sangat berbeda jika dibandingkan dengan Ameera dan Anton, wanita paruh baya itu hanya diam bahkan tidak ada guratan senyuman sedikitpun di wajahnya.
Ameera merasakan ketegangan di wajah ibunya seperti menyembunyikan sesuatu.
"Kau sangat cantik, Rumi. Mama berharap kau bisa menikmati Pestanya dengan Anton. Kau juga Anton, jagalah Harumi karena Mama yakin wanita secantik dirinya akan menjadi pusat perhatian di Pesta nanti, terutama bagi para Pria." pandangan mata Elena begitu dingin, ia berjalan mendekati menantunya tersebut sambil ia merapikan satu helai rambut Harumi yang menempel di pipinya.
Pipi Harumi merona dan dia pun mengangguk seraya menggumamkan ucapan terimakasih.
Tapi....
Harumi sadar bahwa Ibu mertuanya tersebut seolah mengisyaratkan sesuatu.
Sesuatu yang disembunyikan.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1