Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 161 You and Your Story


__ADS_3

Aku memahami bagaimana situasi yang sedang kuhadapi sekarang, berada di sebuah persimpangan dengan pilihan-pilihan yang rumit dengan segala konsekuensi yang ada.


Tidak mudah bagiku, menyakiti orang-orang yang kucintai akan menjadi penderitaan yang besar di dalam hidupku. Demi mendapatkan kebahagiaanku semata, aku akan kehilangan keluargaku, teman-temanku, dan semua yang selama ini menyayangiku. Hujatan demi hujatan, image buruk, cacian, itu semua akan kuterima selama hidupku begitu juga dengan keluargaku. Mereka pun akan mengalami hal yang sama, menerima akibat dari pilihanku.


Apakah itu akan setimpal dengan apa yang sedang kujalani sekarang ? demi bahagia bersamanya. Begitu pula dengan pria yang menggenggam erat tanganku sekarang, akankah dia juga akan kehilangan segalanya demi memilih bersamaku ?


Harumi diam, dia hanya tertegun memandangi bayangan dirinya yang terpantul dari pintu lift. Wanita itu berdiri disamping Liam dan tangan pria itu tidak sedetik pun terlepas darinya.


Harumi sadar, Liam berusaha menguatkannya. Memberinya rasa aman dan nyaman, tapi guratan kecemasan, rasa bersalah masih menghantui Harumi.


Sesekali Liam berbalik menatap Harumi dengan ekspresi cemas, yah tentu saja pria itu sangat mencemaskan kondisi Harumi yang tidak banyak bicara dan terkadang dengan perasaan yang labil.


Harumi yang menyadari Liam tengah menatapnya, pipinya mulai memerah "What ?" balasnya datar


Liam tersenyum simpul "Why you so beautiful ? Apa kau sudah menyihirku selama ini ?"


"Jangan melantur" ucap Harumi berusaha menyembunyikan perasaannya dan ia memegang pipi kirinya.


Melihat tingkah Harumi, membuat Liam ingin memeluknya dan tidak akan melepaskan wanita itu. Senyuman terulas di wajahnya ketika ia menyadari betapa menggemaskannya Harumi bak gadis kecil yang menggelayut manja.


Sekretaris Will yang berdiri di depan mereka, sekilas ia tersenyum. Mendengar percakapan kedua sejoli itu.


Karena ini pertama kalinya, ia melihat majikannya tersebut begitu bahagia dengan seorang wanita.


Tak lama pintu lift terbuka, Sekretaris Will mempersilakan mereka keluar lebih dulu kemudian diikuti olehnya.


Saat mereka akan keluar menuju pintu gedung, seseorang menghampiri Liam.


"How are you, Liam ?" sapa seorang pria berpakaian formal dengan setelan jas abu-abu


Pria itu sengaja menghampiri Liam, seolah ia sudah mengetahui akan bertemu dengannya.


Langkah Liam terhenti, begitu halnya dengan Harumi dan juga Sekretaris Will.


Ekspresi Liam berubah dingin, walaupun ia belum melihat sosok pria tersebut. Hanya dengan mendengar suaranya, Liam sudah bisa mengenalinya. "Apa yang kauinginkan, Noah ?"


Yah, Pria itu adalah Noah Wals, sahabat lama Liam ketika mereka sama-sama kuliah. Hubungan mereka beberapa tahun belakang ini kurang baik, Liam tidak menyukai kebiasaan buruk Noah yang sering berpesta, bermain dengan wanita-wanita malam padahal ia sudah menikah, berjudi dan hal buruk lainnya.


Dulunya Liam tidak berbeda jauh dengan Noah, tapi ia ingin berubah karena Liam sadar Noah hanya akan memberikan pengaruh yang buruk.


Karena itulah, Liam berusaha menjauhi sahabat-sahabatnya di masa lalu yaitu Noah dan Simon.


Noah menyeringai miring "Hanya ingin menyapamu, bukankah kita dulunya adalah sahabat. Sewajarnya jika aku ingin menemuimu"


Kedua pasang mata pria itu saling bertemu "Aku tidak ada urusan apapun denganmu" Liam memalingkan wajahnya dan segera memilih untuk meninggalkan pria yang dianggapnya sangat licik itu.


Tapi, tetiba Noah melirik ke arah Harumi dengan tatapan mencurigakan "She is beautiful, Apakah wanita ini yang kau sebut sebagai Flower Girl ?"


Harumi perlahan berbalik menatap pria itu, dan ia melihat Noah melemparkan seringai aneh padanya.


"Dia sangat mirip dengannya, bukankah sangat mirip dengan Laura" tambahnya dengan nada tinggi hingga sampai juga ke telinga Liam

__ADS_1


Liam menoleh dengan cepat pada Noah, wajahnya masam. "TUTUP MULUTMU, NOAH !!!"


Dengan geram, Liam melepaskan tangan Harumi dan menghampiri Noah. Dengan kuat Liam menarik kerah jas pria itu hingga membuatnya terangkat.


Tapi, respon Noah begitu santai dan ia hanya tertawa "Bukankah mereka begitu mirip, tentu saja kau belum bisa melupakan Laura dan bagaimana kematiannya ?"


Napas Liam memburu, wajahnya memanas ketika Noah berulang kali mengucapkan nama wanita itu.


Laura.


Liam mengangkat kedua alisnya "Ini tidak ada hubungannya dengan apapun di masa lalu"


"Ooh, benarkah ? Apa dia sudah mengetahuinya ? tentang masa lalumu, tentang Laura dan kematiannya akibat KEBODOHANMU !!" Noah kembali menatap Harumi yang berdiri di belakang Liam


Sejak awal, Liam sudah menahan-nahan emosinya. Tapi, Noah terus menggelindingkan bola panas kearahnya, yang membuat Liam tidak mampu lagi menahan amarahnya akibat ucapan-ucapan pria itu.


Noah seolah memang dengan sengaja memancing amarah Liam.


Liam melepaskan cengkeramannya lalu dengan cepat ia meninju wajah Noah dengan sangat keras. Hingga membuat pria itu langsung terjatuh ke lantai.


Harumi yang melihatnya sontak terkejut, ia tampak syok.


Tapi, tidak hanya sampai disitu saja. Liam masih melampiaskan amarahnya, dengan melayangkan tinjuan kembali ke wajah Noah berulang kali. Liam menarik kerah baju Noah, lalu meninjunya semakin kuat.


Sampai membuat wajah pria itu berdarah, di bagian hidung dan bibirnya.


"KAU LAH YANG SUDAH MENYAKITINYA, SEHARUSNYA KAU YANG MATI BUKAN DIA !!!" ucap Liam tegas


Bugh !!


Bugh !!


"Cukup, Tuan !!" Sekretaris itu menarik tangan Liam ketika hendak memukul lagi ke arah Noah


Awalnya, Liam menolak. Sampai akhirnya "Kumohon, Liam. Hentikan" Harumi memanggil dengan suara gemetar dan suara wanita itu menyadarkannya.


Liam terhenti, ia pun tersadar. Emosi yang berapi-api membuatnya lupa dengan sekelilingnya.


Liam berdiri, lalu berbalik menatap Harumi yang memperlihatkan raut sedih. Liam terkejut. Pria itu menarik napas dalam, lalu menghampiri Harumi.


Ia memeluk Wanitanya yang terlihat gemetar dan ketakutan. "Maafkan aku" ucap pelan Liam


"K-kumohon ..."


Liam mengusap-usap lembut bahu Harumi, menenangkannya. Tampak tangan Liam ada noda darah Noah yang masih menempel.


Kedua mata Liam yang awalnya bagai pembunuh, berubah seketika melebur setelah ia menatap Harumi.


Noah yang sudah terkujur kaku di lantai keramik yang dingin, mengusap bibir dan hidungnya yang berdarah, tidak ada ekspresi kesakitan di wajah pria licik tersebut.


Dia justru tertawa melihat Liam dan semua pukulan yang sudah diterimanya "Dengarlah, Liam. Aku akan segera membalas semua perbuatan yang kau lakukan padaku. Membalas kematian Laura, Ingatlah baik-baik. Pembalasanku tidak akan Lama lagi. Kau akan KEHILANGAN SEGALANYA.TERMASUK KEHILANGAN KEKASIHMU"

__ADS_1


Liam tidak merespon apapun lagi dari semua kata-kata Noah. Dia tidak ingin terpengaruh, baginya yang terpenting sekarang adalah membuat Harumi merasa tenang dan nyaman disisinya.


Liam segera memberi kode kepada Sekretaris Will untuk segera membereskannya.


Harumi yang sekilas kembali melihat ke arah Noah, dan berbagai pertanyaan mulai bermunculan dibenaknya.


Siapa sebenarnya Laura ? Ada hubungan apa ia dengan Liam ? Kematian ? Apa maksudnya Kematian Laura akibat dari ulah Liam ? Apa hubungan Laura dengan pria yang bernama Noah ? Siapa Noah sebenarnya ?


Harumi berusaha menepis pikiran itu, ia sudah cukup banyak masalah yang dihadapi. Dan sekarang, apalagi ini.


Harumi menggeleng kecil, menghilangkan pikiran negatif di dalam otaknya.


Liam melingkarkan tangannya di bahu Harumi dan membawanya menuju mobil.


Sopir membawa mereka segera meninggalkan gedung tersebut.


Harumi duduk dalam keheningan di sebelah Liam.


Ia ingin membahas mengenai Laura dan Noah dan apapun yang terjadi di masa lalu Liam. Karena selama ini, Harumi tidak pernah mengetahui tentang masa lalu pria itu.


Liam memang hampir tidak pernah menceritakan tentang keluarganya bahkan masa lalunya.


Sejenak Harumi melirik, ia mendapati Liam yang tengah duduk dengan sorotan matanya mengarah ke jendela mobil.


Liam juga memilih diam, Harumi tidak berani mengajukan pertanyaan lebih dulu. Walaupun rasa penasaran sangat memuncak di dirinya.


"Laura Gamble adalah adik tiri Noah." Liam akhirnya yang memulai angkat bicara.


Liam memejamkan matanya, walaupun ia tidak ingin membahas masa lalunya.


Mendengar pengakuan itu, kening Harumi berkerut "Adik tiri ?"


Liam membuka matanya kembali, perasaannya bercampur aduk "Aku hanya menganggap Laura, sebagai adik. Tapi, kenyataannya Laura memiliki perasaan yang berbeda, ia justru sebaliknya. Dan itu, membuat Noah marah."


Dia menatap nanar Harumi, pengakuan Liam membuat wanita itu sadar bahwa sebenarnya Liam menyembunyikan ini agar tidak ingin menyakitiku ataupun Noah.


"Sebenarnya Noah memiliki perasaan dengan Laura, karena itulah dia sangat cemburu."


"B-bagaimana mungkin Noah memiliki perasaan pada adiknya sendiri ?!" mata Harumi menyipit


"Laura tidak memiliki hubungan darah dengan Noah, Kedua orang tua Noah sangat ingin memiliki seorang anak perempuan, tapi karena ada satu dan lain hal. Mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan."


"Bagaimana...dengan kematiannya ?"


Liam meraih tangan Harumi di pipinya, menggenggamnya lembut "Semua yang kau dengar dari Noah, itu sama sekali tidak benar. Kematian Laura tidak ada hubungannya denganku, tapi Noah selalu mengaitkannya. Karena ia masih belum bisa menerima kenyataan itu."


# Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank You 🥰

__ADS_1


__ADS_2