
Mata Anton menyipit penuh bahaya, tetapi suaranya tetap tenang. "Aku masih bisa mengenali siapa didepanku sekarang, walau aku di bawah pengaruh alkohol sekalipun"
Cathy membuka mulut.
"Aku serius, ini bukan waktu yang tepat. Apa kau sadar bagaimana jika ada yang mengetahui keberadaanmu sekarang ?"
Sambil mengangkat tangannya, pria itu menggelengkan kepala "Terserah, Aku tidak akan menghakimi siapapun"
Cathy tidak bereaksi dan tidak menjadi lebih tenang mendengar kata-kata itu.
"Sebaiknya kau kembali pulang, ini tidak benar"
Bibir Anton berkedut "Tidak"
"Kau benar-benar tidak waras, aku tidak ingin hanya karena dirimu yang sedang mabuk, ini akan berakhir buruk untukku"
Pria itu menyeringai miring lalu mendorong pintu melangkah memasuki apartemen itu walaupun Cathy terlihat kesal. Anton sama sekali tidak memperdulikannya.
Wanita itu tersentak "Anton, Kumohon. Kau harus pergi sekarang."
Anton yang masih menyimbangkan langkahnya bisa tersenyum lebar, dan untuk beberapa alasan, membuat pria itu tampak lebih menakutkan "Apartemen ini yang ku belikan untukmu dan bahkan aku rutin mengirimkan uang kepadamu. Jangan lupakan itu, Cathy. Jadi, tentu saja aku berhak kapanpun aku ingin ke sini"
Cathy mulai menutup pintu, otot di punggung wanita itu melemas."Kau luar biasa" salah satu sudut bibirnya terangkat "aku tidak akan pernah melupakan itu, tapi aku bukan wanita simpananmu. Kita tetap saling berhubungan hanya karena satu alasan. Dan itu sudah cukup, bukan berarti kau bisa mengendalikan hidupku juga"
Cathy menatap Anton ngeri ketika sesuatu terbetik di benaknya. Sampai kapan ini akan berakhir ?
Tiba-tiba kepingan-kepingan itu mulai menyatu seperti jigsaw dan gambar hitam serta keruh yang muncul membuatnya mual.
__ADS_1
Seolah perkataan Cathy hanya angin lalu, Anton melangkah menuju ruang tengah dan menghempaskan tubuhnya di sofa. "Aku akan menginap di sini malam ini"
Cathy menggeleng, terlalu kaget dan mati rasa "You Lose your Mind !!!! Ini sudah kelewatan Anton. Aku tidak akan mengizinkanmu di sini lebih lama"
Dengan ngeri dan panik, Cathy berjalan melangkah berdiri dihadapan Anton yang tengah duduk di sofa "Aku sudah cukup bersalah dengan apa yang kulakukan di masa lalu. Dan aku tidak akan mengulanginya lagi, aku sangat menyayangi Harumi. Dia sudah cukup menderita, jangan sampai ini akan membuatnya sampai terpuruk jika ia mengetahui kebenarannya. Aku belum siap melihat reaksi Harumi"
Seharusnya dia terbuka dan jujur terhadap Harumi. Tapi, jika ia melihat reaksi Harumi saat ini dan kebenaran ini terungkap. Cathy tidak akan bisa membayangkan bagaimana hancurnya Harumi. Itu selalu menghantui Cathy selama ini, perasaan bersalah, tersiksa dengan rahasia kelam masa lalunya bersama Anton yang adalah suami dari sahabat baiknya. Beribu-ribu kata maaf yang terucap tidak akan bisa membayar ini semua.
Dan ia masih tidak bisa mempercayai apa yang menghadangnya. Dia terhuyung sedikit, kemudian merasakan tangan pria itu yang kuat di lengannya saat Anton memaksanya duduk.
"Duduklah" kata Anton kasar "Asal kau tahu, Ibunya Harumi sudah mengetahui kebenaran ini"
Cathy menjilat bibirnya yang kering, berusaha keras berpikir jernih. Karena sudah cukup ia menerima kejutan-kejutan mengerikan malam ini, dan sekarang wanita itu harus mendengar pernyataan Anton bak semburan petir tepat di atas kepalanya "What !!! K-kau berbohong...aku pasti salah mendengar. Benarkan ? itu hanya kebohongan. KATAKAN ANTON, itu bohong kan"
Tidak bersedia menerima apa yang pria itu katakan, Cathy mencari penjelasan alternatif dan tidak menemukan apapun.
Cathy hampir menertawakan keironisan situasi itu. Sungguh ironis bahwa entah sudah seberapa besar ia berperang di dalam dirinya untuk menutupi atau mengungkapkan kebenaran ini. Karena, tidak mengerti siapa yang harusnya bertanggung jawab.
"Kau yakin Harumi belum mengetahuinya ?"
"Yah, tentu saja. Karena ibunya sendiri yang mengatakannya padaku sebelum keberangkatan ku ke sini."
Cathy tidak pernah membuat dalih untuk diri sendiri dan ia tidak berniat untuk memulainya sekarang. Fakta bahwa dirinya tidak bersalah secara langsung, tetapi itu tidak membebaskannya dari tanggung jawab. Memang ini terjadi di masa lalu mereka sebelum Anton bertemu Harumi.
Tapi, kesalahan terbesar Cathy karena dengan sadar menyembunyikan rahasia ini dari sahabatnya sendiri "Kau masih bisa bersikap setenang ini, Anton ?"
Anton tersenyum santai "Lalu apa lagi yang bisa kita lakukan, karena cepat atau lambat Harumi pasti akan mengetahuinya, tapi...tidak akan semudah itu kubiarkan pernikahan kami hancur, walaupun ia terus meminta untuk bercerai."
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, apa kau masih belum sadar dengan semua Ego dan ambisimu sudah menyiksa Harumi selama ini !!"
Pria itu mengernyit lalu memusatkan perhatian pada Cathy "Ego dan ambisi ?" Anton tersenyum merendahkan "bukankah wajar bagi sebagian besar Pria Sejati memiliki kedua hal itu. Dan Harumi tidak pernah memahaminya, aku hanya ingin membuatnya paham dengan posisinya sebagai Istri yang HARUS PATUH. Lihatlah akibatnya, bagaimana kecerobohan yang dilakukannya berakibat fatal"
Cathy berdiri dengan cepat "Harumi kurang patuh apa kepadamu. Bahkan ia tidak pernah menuntut apapun darimu, aku sangat mengenalnya. Harumi wanita yang polos dan jangan pernah mempermainkan perasaannya"
Anton masih mendapat kesan bahwa Cathy tidak mendengar apapun ia katakan dan ia menyadari kulit wanita itu memucat "Dengar baik-baik. Sebelum kejadian malam itu, aku sudah memperingatkan dia untuk tidak keluar malam. Apalagi di saat kondisinya sedang hamil, tapi lihatlah yang dilakukannya. Dia tetap tidak patuh, dan dia sadar akibat dari kecerobohannya sudah berakibat buruk tidak hanya untuknya tapi semua orang"
Sorot mata Cathy tajam, geram amarah memuncak di dadanya "Lalu kau menganggap Harumi yang bersalah !!! Ini sudah kelewatan, kau tahu Anton ambisimu pada Karir dan pekerjaanmu lah yang membuat kejadian malam itu terjadi. Harumi keluar sebab ingin membeli obat dari resep yang sudah diberikan dokter karena merasakan keram di perutnya di saat itu. Apa kau tahu itu !! Tidak kan."
Tidak ada suara apapun setelah itu, keheningan melanda seketika setelah pernyataan Cathy yang membuat nya mulai sedikit terpukul.
"Kau selalu pulang larut malam bahkan sampai pagi, aku benar-benar prihatin di saat Harumi sedang mengandung, seharusnya ia mendapat perhatian darimu. Tapi, justru sebaliknya."
Tatapannya membeku, napasnya seakan tergantung di tenggorokan hingga membuat Kepala Pria itu terasa berat dan tertunduk lalu ditopang dengan kedua tangannya. Yang awalnya ia begitu percaya diri, semua berubah dalam sekejap. Harumi tidak pernah menceritakan apapun tentang semua ini padanya.
Pikiran Anton mulai sedikit terbuka walaupun ada rasa yang berputar-putar di dalam otaknya, tapi itu bukan karena alkohol. Pria itu sadar selama ini ia tidak pernah memberikan kesempatan pada Harumi untuk meluruskan, memang benar apa yang dikatakan Cathy. Ego besar menguasainya, sehingga membuatnya Buta, dan melemparkan semua kesalahan kepada istrinya.
"sebenarnya tiga tahun lalu, aku ke Bristol ingin bertemu Harumi dan mengungkapkan semua kebenaran ini kepadanya." Cathy sempat menarik napas sejenak, memejamkan matanya lalu berusaha berbicara dengan tenang walaupun ia tahu bahwa di dalam dirinya sekarang ini sedang bergejolak hebat antara rasa bersalah dan penghakiman atas dirinya "tapi, kecelakaan di malam itu terjadi di luar dugaan"
Anton mengangkat wajahnya, tatapannya tajam "tiga tahun lalu kau ke Bristol ?"
"Yah...tepat di malam Kecelakaan itu"
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment, dan Vote
__ADS_1
Thank you ❤