Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 101 Its Getting Hurt


__ADS_3


Harumi tidak akan pernah melupakan malam itu seumur hidupnya, apalagi menghapusnya dalam memorinya, terutama hari ini tentu saja dimana semua peristiwa yang tak terduga terjadi sekaligus menimpa mereka hanya dalam sehari.


Tidak akan Mungkin.


Bagaimana semua yang sudah mereka alami bersama begitu nyata. Walaupun sebelumnya Harumi berusaha untuk bangkit dan mengakhirinya tapi mungkin memang benar, ini terlalu sulit, terlalu menyakitkan untuknya.


Menjalani hubungan yang mereka jalani sekarang tidak akan pernah bisa berjalan dengan mulus, segala yang menyakitkan, hal-hal yang berbahaya sudah menunggu mereka di depan.


Harumi menyadari bahwa meninggalkan Liam, menghapus semua yang sudah mereka lalui bersama tidak akan membuatnya jauh merasa lebih baik.


Yah memang benar apa yang dikatakannya, Tidak akan membuat Tidur Harumi akan terasa lebih pulas jika Dia tidak ada lagi disisinya.


Tapi...


Ini harus segera diakhiri sebelum semuanya lebih hancur dan sebelum mereka akhirnya akan menyakiti semua orang yang ada disisi mereka.


Harumi tahu bahwa hatinya kini sudah jadi miliknya. Milik seseorang yang kini bersamanya. Seseorang yang selalu menggenggam tangannya, memeluk tubuhnya dengan erat, seseorang yang sudah melindungi dirinya dari kematian, dan semua benar-benar mengguncang hidup Harumi karena Dia tahu....semua ini benar-benar Nyata.


Aku Mencintaimu.


***


Bristol Airport, British


"Semoga perjalanan Anda lancar sampai ke New York" ucap ramah Daniel mengantarkan keberangkatan Anton


Anton berdiri dengan ekspresi dingin, lalu menyunggingkan sudut bibirnya dengan kaku.


Wajah penuh tekanan menghiasi jelas di rona senyuman Pria itu dengan segala keraguan yang menghujani dirinya mengenai keberangkatannya saat ini.


Di lubuk hatinya, dia sangat merindukan Harumi. Ingin segera memeluk istrinya dengan segala kehangatan dan kerinduan itu. Menyentuh pipinya, membelai tiap helaian rambut indahnya.


Tapi, keraguan itu membesar ketika segala dugaan itu muncul bagaimana jika Harumi tidak ingin bertemu dengannya.


Bagaimana jika Dia masih marah, masih membencinya ? Anton bertekad ingin mempertahankan Harumi dengan segala kekuatan yang masih tersisa dalam dirinya.


Walaupun itu tidak akan pernah mudah mengingat semua yang menyakitkan terlalu sering ia lakukan kepada Harumi. Tak akan mudah bagi Harumi untuk memaafkannya.


Bahkan kini Ibu Mertuanya sudah menentang Pernikahan Mereka, tapi Anton sudah mengambil keputusan bulat untuk tidak akan menyerah.


Ia tidak akan pernah menceraikan Harumi.


Anton ingin berubah menjadi sosok yang lebih baik, walaupun sudah terlambat tapi ia yakin Harumi masih mencintainya.


Anton ingin membuktikannya karena ini kesempatan terakhirnya untuk membawa Harumi kembali ke sisinya.

__ADS_1


Setelah Daniel meninggalkan Anton, Pria itu berjalan menuju Lounge.


Saat pelayan mengantarkan Kopi panas pesanan Anton, Pria itu mengambil sebuah kotak kecil dari balik saku jasnya.


Sebuah kotak berwarna Merah berbahan kulit begitu cantik dan mewah, dengan wajah tersenyum samar-samar Anton membuka kotak itu.



Sebuah kilau indah terpancar begitu menawan, keluar dari sebuah benda kecil di dalam kotak merah itu setelah Anton membukanya.


Yah, tampak Sebuah cincin bermata berlian, terlihat sangat mahal mengisi kotak kecil merah tersebut.


Anton menatap lama cincin tersebut, ada keyakinan yang begitu kuat muncul menghapus semua keraguan-keraguan itu seketika.


Inilah saat baginya untuk maju, ia berniat melamar Harumi kembali seperti dulu. Memulai semuanya lagi dari nol, Anton ingin mengakui semua Rahasia yang disembunyikannya selama ini, meminta maaf atas semuanya dan mengukuhkan Janji akan menjalani Pernikahan mereka lebih baik. Dan itu tampak tulus keluar dari hatinya.


Aku tidak pernah bermaksud menyembunyikannya darimu, Rumi


Aku benar-benar menyesal tidak pernah memperlakukan dirimu dengan baik.


Berkata kasar, melemparkan kesalahan itu kepadamu. Aku benar-benar minta maaf, Semua yang terjadi pada kita, aku akan memperbaikinya.


Aku berjanji akan membawamu kembali ke sisiku.


Memulai semuanya lagi dari awal, aku ingin mengubah diriku.


I Love you.


Anton meletakkan bolpiont hitam setelah ia selesai menuliskan sesuatu dalam secarik kertas memo. Melipatnya menjadi sebuah lipatan kecil lalu meletakkannya di dalam kotak merah tersebut.


Sudut-sudut bibirnya melengkung ketika ia mengingat kembali kenangan itu, kenangan dimana ia melamar Harumi. Persis seperti yang dilakukannya sekarang.


Tepat beberapa tahun lalu, kilatan memory indah itu tergambar jelas dalam ingatan Anton. Betapa bahagianya moment itu, mengingat ekspresi Harumi yang terkejut saat Anton memberikan sebuah kotak berisi cincin kecil sederhana yang ia beli di sebuah toko perhiasan kecil di pinggir jalan kota New York , pemilik Toko perhiasan itu bahkan hampir menutup tokonya.


Anton sekilas tersenyum mengingat bagaimana ia memohon-mohon kepada seorang Wanita paruh baya pemilik Toko tersebut agar mau memberinya kesempatan untuk membuka Tokonya sebentar.


Malam itu, menjadi malam yang sangat diingat Anton, ia melamar Harumi tepat di depan sebuah kedai kopi tak jauh dari Toko perhiasan itu.


Saat itu, secarik kertas berisi kan kata indah di temukan Harumi di dalam kotak cincin itu. Dan Harumi benar-benar terkejut ketika membaca satu per satu kata yang terlampir dalam sebuah kalimat indah yang sangat berarti baginya.


Will You Marry Me ?


Kalimat itu begitu indah, seindah perasaan yang mengalir dihati keduanya saat itu, Harumi tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah ketika ia menerima Anton di dalam kehidupannya.


Malam indah itu, menjadikan keduanya tampak begitu bahagia. Dari situlah, mereka memulai kehidupan mereka dari titik awal hingga saat ini.


Dan Anton ingin mengulang moment itu lagi, mengambil kesempatan itu untuk memperbaiki semuanya. Menjadi dirinya yang lebih baik.

__ADS_1


I wish I never Hurt You


***


PRAAAAANG !!!!


Suara gelas berisi wine tehempas keras, mengakibatkan pecahan kaca tercecer dilantai .


Suara hujan deras menghujami malam pekat, membelah keheningan malam di sebuah jalan sunyi.



Semua tampak sangat samar, tiba-tiba ada sorotan cahaya begitu terang semakin mendekat. Hingga mengoyak kegelapan malam itu menjadi sebuah JERITAN SESEORANG.


"Please, Help Me !" jerit samar-samar seorang Wanita


BUUUGHHH !!!


Pukulan Keras melayang dari belakang membuat seseorang terjatuh.


Jantung Liam bergemuruh bahkan ia tak bisa membedakan antara kenyataan atau bayangan.


Tidurnya gelisah, ia beringsut dalam keadaan tidak sadar.


Membuat Harumi membuka mata, dia terkejut melihat Liam yang kesulitan mengatur napasnya.


"Liam ?" Harumi menyentuh wajah Liam berusaha membangunkannya. "Liam..." panggilnya kembali.


Liam masih tampak gelisah dalam tidurnya. Tubuh dan wajahnya penuh keringat dingin.


Dia terus bergerak lalu terbangun membuka kedua matanya. Sorot matanya melebar, bahkan dalam beberapa detik ia tidak mengedipkan matanya.


Tubuhnya gemetar, matanya kemudian beralih menatap Harumi di sampingnya.


Liam mengatur kembali ritme napasnya, sebelumnya Dadanya mengembang dengan cepat.


"Are you Oke ?" Harumi menatap terkejut bercampur cemas, Wanita itu seperti melihat ketakutan begitu besar di mata Liam, dan itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Ini pertama kali bagi Harumi, melihat Liam begitu Ketakutan.


Harumi menenangkannya sambil mengusap wajah Liam dengan lembut. Menatapnya hingga kedua pasang mata itu saling bertemu "Ada apa , Liam ? Kau bermimpi buruk ?"


Liam menatap lama, lalu menarik tubuh Harumi dalam dekapannya. Memeluk Wanita itu dengan sangat erat.


"Don't Leave Me"


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank You ❤


__ADS_2