Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 207 Eyes On You


__ADS_3

Seorang pria berpakaian serba hitam menghampiri mobil mewah tersebut, lalu membukakan pintu.


Kilatan cahaya kamera masih tidak henti-hentinya menyoroti karena kedatangannya sudah dinantikan sejak tadi.


Liam Seymour keluar lebih dulu dari mobil dengan gagahnya dan kilatan cahaya kamera semakin intens seolah tidak ingin tertinggal satu moment pun.


Penampilan Liam malam itu tentu saja menarik perhatian banyak para tamu undangan dan semua yang hadir di pesta, dia benar-benar pria yang sangat berkelas, tuxedo serba hitam dengan aksen dasi kupu-kupu warna senada dilengkapi kemeja putih tampak menserasikan penampilannya yang begitu tampan dan mahal.


Dengan dagu terangkat, satu tangan masuk ke dalam saku celananya, Liam berjalan menghampiri arah yang berbeda.


Pria itu berdiri sejenak memberikan lengannya pada seorang wanita, menunggunya keluar dari mobil.


Tentu saja, wanita itu adalah Harumi.


Harumi menyambut tangan Liam, kemudian ia keluar dengan sangat anggun.


Semua mata yang melihat pun seakan langsung tersihir dan terpana dengan kecantikan Harumi.


Harumi begitu menawan, mempesona walau dengan makeup yang tipis dan juga dengan semua yang melekat di tubuhnya malam itu.


Gaun indah berwarna Navy dengan potongan yang membentuk lekuk tubuhnya, membuat Harumi terlihat sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.


Tidak ada ornamen apapun di gaunnya, gaun yang tampak sederhana dengan lengan panjang berbahan beludru justru tidak mengurangi pesona kecantikannya.


Yang tampak spesial, pada bagian belakang gaun tersebut sedikit terbuka yang memperlihatkan punggung indahnya.


Tapi tidak hanya itu saja, yang menjadi sorotan lainnya tentu saja adalah kilauan perhiasan yang dikenakan Harumi.


Terutama kalung berlian yang melingkar indah di lehernya, menurut dugaan itu adalah desain langka satu-satunya dari pengrajin Berlian berkelas di Italia yang dibuat khusus untuknya.


Tidak perlu mengira-ngira harga yang harus dikeluarkan untuk memiliki kalung langka tersebut.


Dan Harumi satu-satunya wanita yang paling beruntung memilikinya.


Harumi berdiri tepat di samping Liam, pasangan ini terlihat sangat serasi. Bahkan ketika mereka berjalan di atas karpet merah Ia tidak melepaskan genggaman tangan Liam.



Dan tentu saja, moment itu langsung di abadikan oleh banyaknya kilatan kamera yang menyinari malam itu.


Semua wartawan berlomba-lomba mengambil angle terbaik, beberapa wartawan yang lain berusaha mendekat untuk mewawancarai Harumi.


Tapi, para Bodyguard Liam sudah lebih dulu menghalau mereka. Mereka membuat barisan, agar keduanya dapat leluasa memasuki Gedung Galery.


Liam bersikap santai karena ia sudah terbiasa dengan semua sorotan tersebut pandangannya ke depan. Berbeda halnya dengan Harumi, wanita itu berusaha untuk tampak santai dengan sesekali tersenyum kecil ke arah kamera. Tapi, tentu saja jauh dilubuk hatinya Harumi masih tampak kaku terutama dihadapan semua sorotan kamera. Ini pertama kali untuknya.


Saat itu cahaya kamera menyilaukan pandangannya, ia hampir kehilangan keseimbangannya.


Liam tentu saja menyadarinya, ia langsung melingkarkan tangannya pada pinggul Harumi.

__ADS_1


Sedari awal Liam pun tahu bahwa Harumi saat itu sangat gugup dan tidak mudah bagi wanita itu untuk tampil bersama sosok Pria seperti Liam Seymour apalagi dengan semua pemberitaan di media.


Itu cukup menyiksa Harumi.


"Tenanglah, its Fine" bisik Liam


Memanglah tidak mudah bagi keduanya terutama Harumi.


Bahkan sejam sebelumnya, mereka sempat bertengkar kecil karena Harumi berubah pikiran berencana untuk datang sepuluh menit setelah Liam tiba di Pesta.


Harumi tidak siap untuk datang bersama. Pemberitaan akan semakin memanas jika mereka datang bersama. Akan banyak spekulasi yang semakin menyudutkan mereka.


Walaupun dengan hati yang berat, Harumi mengalah dan menuruti kemauan Liam.


"Bukankah tamu pasangan yang baru tiba itu, Harumi dan Liam ?" mata Ameera menyoroti dari kejauhan


Ia berbalik melihat reaksi Elena.


Wanita paruh baya itu tentu saja sudah bisa mengenali mereka dari kejauhan. Ia terdiam, ia mematung. Guratan kekesalan tergambar jelas di wajahnya. Udara memompa dadanya dengan kencang.


Elena geram.


Ia mengepal kuat kedua tangannya, sembari memandangi Harumi dan Liam yang tampil dengan senyuman di depan publik tanpa rasa bersalah.


"Mom ?" tegur Ameera "Mom..." panggilnya lagi dengan suara yang lebih keras


"Berani-beraninya Wanita itu tersenyum bahagia setelah melakukan hal terkutuk pada Pernikahan dengan suaminya, Puteraku. Wajah polosnya dengan santai memperlihatkan kemenangan atas Perzinahannya Selama ini. Wanita Terkutuk !!!!" Elena sudah tersulut emosi, suaranya gemetar menahan kobaran di dadanya.


Arah matanya tidak berhenti menyoroti keduanya, mengikuti sampai mereka memasuki Ruang Pesta.


Elena menarik tangan Ameera untuk segera menyusul memasuki gedung.


Yang lebih memuncak, sesaat ia sudah memasuki ruangan utama.


Elena terkejut, dadanya memanas seketika melihat sosok Anita menghampiri Harumi dan Liam.


Dan Anita langsung menyambut Harumi dengan pelukan.


"Ya Tuhan, Calon menantuku benar-benar sangat Cantik." puji Anita sambil mengusap bahu Harumi. "I like your neckless dan satu lagi, aku suka hasil kerjamu. Pesta ini menjadi sangat indah" kedipan mata Anita membuat Harumi tersenyum


Mereka sangat akrab, Anita menyambut Harumi dan Puteranya dengan senyum sumringah.


Bahkan terdengar, Anita terus memuji-muji kecantikan Harumi.


Hanya berjarak beberapa kaki, Elena menyaksikan moment itu dengan perasaan penuh amarah.


Ameera berusaha menenangkan ibunya tapi sia-sia.


Elena sudah tersulut emosi yang makin memuncak.

__ADS_1


Ia berjalan cepat mendekati mereka.


"DASAR WANITA TERKUTUK !!!" teriak Elena memecah kemeriahan pesta. Wanita itu tidak segan menunjuk-nunjuk wajah Harumi.


Harumi yang mendengar itu sontak terkejut, kedua matanya terbuka lebar ketika ia melihat sosok sang ibu mertuanya berjalan mendekatinya.


Para tamu yang hadir pun ikut shock mendengar teriakan Elena.


"Perempuan tidak tahu diri, berzinah di belakang Suamimu kauanggap itu adalah sebuah kebanggaan. Kau pikir kemenanganmu sekarang, karena sudah mendapatkan segalanya bisa membuatmu bahagia !!! Kau tidak lebih hanya seorang Perempuan murahan " bola mata Elena panas oleh amarah yang sudah membakarnya "Kau mengkhianati Puteraku, suami yang sudah berkorban untukmu. Hanya Demi UANG !!!!"


Gaungan kemarahan dan makian Elena, hampir membuat Harumi tumbang. Dadanya sangat perih, napasnya sesak tubuhnya kaku tidak bergerak. Sorotan matanya kabur oleh air mata yang tidak sadar sebegitu cepat mengalir dipipinya "K-kumohon hentikan" suaranya gemetar.


Liam yang menyaksikan kejadian itu, tentu saja ia tidak tinggal diam. Pria itu memberi kode pada Sekretaris Will untuk segera membawa Harumi ke tempat yang berbeda.


Sebelum Liam melangkah mendekati Elena, Anita selangkah lebih dulu di depan puteranya.


"Apa yang kau lakukan di sini ?!!!" tanya Anita geram "Kenapa kau membuat keonaran di Pestaku ?!!!!!!"


"Jangan pura-pura bodoh, Anita. Kau sendiri yang mengundangku ke Pesta ini" seringai miring tampak diwajah Elena.


Anita tertawa sumbang "Mengundangmu ? Untuk apa aku repot-repot mengundang wanita sepertimu di Pestaku. Kau bukan sekelas Kami, Roseanne."


"Cukuuuup ! Sejak dulu Kau puas menghinaku, aku tetap diam. Tapi sekarang aku akan melawanmu. Aku tidak akan diam saja."


"Harga dirimu benar-benar sangat tinggi Roseanne bahkan untuk ukuran seorang wanita Pelac** sepertimu. kau cukup tangguh. Tapi, kau tidak akan pernah bisa hidup tenang karena kau tidak bisa menerima kesalahan yang sudah kau perbuat pada Rumah Tanggaku."


Anita kembali berteriak lebih lantang, kali ini ia menghadap ke arah semua tamu yang sudah mengamati dan berbisik sejak tadi "DENGARKAN BAIK-BAIK Tamu-tamu yang terhormat, WANITA YANG SEDANG DIHADAPANKU SAAT INI, WANITA YANG MERASA DIRINYA PALING SUCI ADALAH PELAC** SIMPANAN SUAMIKU. Yah, DIA ADALAH WANITA YANG BERTAHUN-TAHUN MENJADI DURI DALAM RUMAH TANGGAKU DAN SEKARANG INI HADIR MEMPOSISIKAN DIRINYA BAK MALAIKAT DAN MENGHINA CALON ISTRI PUTERAKU !!!!!!"


"Enough !!!" Liam melempar pandangan dingin pada Anita


Anita terkejut dengan reaksi Liam "What ? Dia pantas menerimanya Liam, wanita jala** ini pantas di hina. Apa kau tidak terganggu dengan perkataan nya pada Harumi ? Ibu yang mendengarkannya pun geram. Apa dia pikir masa lalunya lebih baik"


Merasa keadaan semakin sulit terkendali, Liam kembali meminta Sekretaris Will untuk mengakhiri pesta dan mengarahkan semua tamu untuk pulang.


Cathy yang juga berada di antara kerumunan tamu, menghampiri Harumi yang masih mematung.


"Mr. Seymour, biar aku saja yang membawa Harumi ke ruangan lain. Agar ia lebih tenang."


Liam menyetujuinya.


Cathy pun meraih lengan Harumi dan menemaninya meninggalkan ruang pesta.


"Rumi, bertahan lah. Aku akan menemanimu" kecemasan Cathy beralasan karena melihat kondisi Harumi yang melemah.


Tapi, disaat bersamaan Cathy yang membawa Harumi menuju ke ruangan yang berbeda, tampak tangan satunya Cathy sedang mengetik pesan singkat di ponselnya.


Aku bersama Harumi, temui aku sekarang. Jika kau memang menginginkannya.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like dan Komen


Thank you 🥰


__ADS_2