
Disambut Pagi yang cerah hari ini, waktu sudah menunjukkan jam 6 pagi. Ternyata aku kesiangan, bergegas bangun dari sofa yang tadi malam menjadi tempat tidurku.
Kulihat dari balik jendela, mobil Anton ada di garasi. Dia pulang tadi malam sedangkan aku tidak menyadarinya.
Menuju kamar mandi untuk mencuci muka, aku buru-buru ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk suamiku.
Tidak kusangka kulihat Pie Daging yang kumasak tadi malam, seperempat bagian ada yang memakannya. Pasti Anton yang memakannya, perasaanku bercampur aduk ada rasa bahagia karena ia masih mau makan masakanku, adapun rasa sedih karena aku tidak bisa menemaninya makan malam.
"Padahal aku ingin melihat ia makan dengan lahap tadi malam, semoga ia tidur pulas dengan perut yang kenyang" batinku dan tak kusadari mendarat senyum bahagia di wajahku.
Aku coba memanaskan Pie daging itu dengan mengolahnya menjadi isian untuk Roti lapis.
Anton mulai menuruni anak tangga, ia sudah berpakaian rapi dengan setelan jas kerjanya.
"Sayaaaaang, sudah mau berangkat ? Tunggu sebentar lagi ya, aku siapkan bekal untuk sarapanmu" teriakku dari balik dinding dapur.
Tidak ada jawaban dari suamiku.
Bergegas aku berlari sambil membawa sepiring Roti Lapis isi daging yang kuolah secepat kilat. Agar ia sempat memakannya sebelum bekerja.
"Makanlah sedikit" kuberikan Roti Lapis tersebut ke hadapan Anton yang sudah berdiri di depan pintu.
"aku tidak lapar, sebaiknya jangan memasak yang terlalu berlebihan pasti tidak akan habis termakan, ujung-ujungnya dibuang" jawabnya yang tidak sedikit pun menoleh kepadaku.
"Setidaknya bawalah ke kantor"
Tak lupa kusiapkan juga Roti Lapis yang sudah dibungkus untuk dibawa Anton ke Kantor. Saat Anton berjalan membuka pintu mobil, dengan cepat kuletakkan bekalnya di jok belakang.
"Makanlah yang banyak, Selamat Bekerja sayang"
Suamiku tetap fokus dengan menyalakan mesin mobilnya, sekilas ia menatapku seolah ingin mengucapkan sesuatu tetiba diurungkannya.
Akhirnya ia pun berlalu pergi.
Aku masih berdiri terdiam menatap Mobil suamiku yang semakin menjauh, satu kata yang tetap terngiang dipikiranku.
"Kesempatan....iyaa satu kata itu yang buatku masih ingin mempertahankannya, aku hanya ingin memberikan kesempatan pada Pernikahan kita, itu saja sayang" batinku
Nami Florist
__ADS_1
Pukul 09.15 am
"Selamat Pagi Bu Harumi, Maaf aku terlambat" sapa Beatrix yang datang dengan wajah kusam
"ada apa Beatrix ? ada yang tidak beres hingga wajahmu terlihat kusut seperti itu"
Mengawali hari dengan wajah kusut Beatrix, membuatku bertanya-tanya. Ia terlihat kurang semangat padahal Gadis ini selalu ceria, apa yang membuatnya tampak berbeda hari ini.
"Christian menolakku !!!" keluh Beatrix yang terduduk di sampingku
"Di tolak ? Apa kau menyatakan perasaanmu padanya ? hmmmm...kau memang pemberani, tapi harus Sabar yaa Beatrix, mungkin ada pria lain yang lebih baik buatmu. Jangan terlalu dipikirkan" sedikit nasihatku tapi tetap tidak bisa menghiburnya.
Beatrix sudah lama sekali menyukai Christian pria yang tinggal bersebelahan rumah dengannya. Tapi dari ceritanya, Christian pria yang sangat cuek dan seolah menganggap Beatrix hanya sebagai adiknya.
Sambil menghembuskan nafasnya, Beatrix mulai bangun dari duduknya. Si Gadis muda ini tampak lesu dengan mata yang sembab, ia pasti menangis semalaman.
"Aku mual jika mengingat ia menolakku tadi malam, dasar Pria tidak tau diri, merasa paling tampan sedunia, ia rugi sudah menolakku. Akan kubuat dirinya menyesaaaal" geram Beatrix
Kutatap sambil tersenyum padanya bukan bermaksud untuk mengejeknya, tapi wujud rasa kagum padanya yang tetap Tegar.
"Lupakan dia, Buktikan padanya bahwa ia sudah Rugi menolak Gadis Hebat dan Pekerja keras sepertimu" sedikit semangat dariku semoga bisa mengurangi kesedihannya.
Aku pun mulai menatap layar laptopku, di meja kerjaku tak lupa secangkir kopi panas yang selalu menemaniku. Mulai membalas chat para pelangganku dan memenuhi pesanan Rangkaian Bunga hari ini.
Termasuk pesanan Bunga untuk Liam.
Di dalam Mobil
Sebuah Mobil Mewah berwarna hitam melintasi di jalan raya Bristol, terlihat Supir, Sekretaris Will dan Liam Seymour berada di dalamnya.
"Tuan Liam, ini beberapa Laporan Keuangan dan Hasil Kinerja Perusahaan, beserta beberapa email dari Para Direksi" lapor Sekretaris Will sambil menyerahkan Map yang berisi beberapa lembar kertas dan sebuah I Pad kepada Liam yang duduk di jok belakang.
Liam fokus membaca lembar per lembar kertas tersebut.
"Bagaimana dengan permintaanku kemarin Pak Will ?" tanya Liam yang masih tetap tertuju pada lembaran kertas.
"Maksud Tuan Liam mengenai Nona Pemilik Nami Florist ?"
Liam hanya mendengarkan pertanyaan Sekretarisnya, ia lebih memilih tetap fokus menatap layar Ipad.
__ADS_1
"Dari informasi yang saya temukan Pemilik Nami Florist adalah Nona Harumi Nayaka Whiston, ia keturunan Jepang dan Inggris. Putri pertama dari Ibunya Nami Tomoeda dan ayahnya Harry Whiston. Ia memiliki dua adik laki-laki Takeru dan Ben." jawab Sekretaris Will yang sesekali melihat ke layar Handphonenya
Ia diam sejenak dan melanjutkan laporannya kembali kepada Tuannya.
"Nona Harumi sudah menikah selama 4 tahun, Ia adalah istri dari Anton Riandra..."
"Anton ? Direktur Anton Riandra ?" potong Liam yang mulai membuyarkan konsentrasinya
"Benar Tuan, Direktur Anton adalah suami dari Nona Harumi, dari hasil laporan yang saya terima ada rumor yang mengatakan Pernikahan mereka tidak berjalan harmonis. Suaminya sering pulang kerja larut malam dan berangkat lebih awal, mereka belum memiliki anak. Dan....."
"Cukup" potong Liam
"sisanya aku akan mencaritahunya sendiri" Lanjut Liam yang berhenti membaca dan menatap ke jendela mobilnya.
Sekretaris Will hanya bisa menuruti semua permintaan Tuannya, ia pun berhenti memberikan informasi tentang Harumi.
"apakah tuan akan tetap ke Toko Bunga itu hari ini ?"
"iya...kita ke sana sekarang, aku ingin sedikit bersenang-senang hari ini" titah Liam yang menyandarkan tubuh dan menutup kedua mata dengan satu lengannya.
"Baik Tuan"
Sekretaris Will adalah orang kepercayaannya yang sangat mengetahui hampir seluruh kegiatan Liam. Selain bekerja dan mengurus seluruh Perusahaannya, ia jarang sekali bersenang-senang selama setahun ini setelah ayahnya meninggal.
Sebelumnya, Liam sangat senang berfoya-foya dan menghabiskan waktunya untuk pergi ke Bar, mengadakan Pesta dengan seluruh teman-temannya hampir setiap malam.
Bersenang-senang dengan wanita-wanita Cantik, Model dan Para selebriti. Liam sangat dikenal oleh orang-orang kalangan Atas sebagai Pebisnis Muda yang kaya raya dan tentunya Playboy kelas Kakap.
Sekarang ini, semua berubah setelah ayahnya meninggal dunia. Tanggung Jawab Liam semakin besar, hingga membuatnya bahkan untuk bersenang senang pun hampir tidak pernah. Ia lebih memilih menyendiri dan menghabiskan waktu luangnya dengan berolahraga.
Liam Seymour
#Jangan lupa vote ya
Dukung Author dengan Like, Vote dan Koment
Thank You ❤
__ADS_1