Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 166 Lost in Time


__ADS_3

"Oh Mom, bagaimana mungkin ide itu sampai terlintas dalam pikiranmu ? bagaimana jika Liam mengetahui hal yang sebenarnya ?" Ameera cukup lama menatap kedua mata sang ibu yang termenung tak berdaya mengingat apa yang telah dilakukannya dimasa lalu akan berdampak sangat besar bagi semua orang


Elena merasakan jantungnya berdetak begitu kencang, kesedihan yang tidak berkesudahan adalah dampak dari konsekuensi yang harus dijalaninya saat ini "Aku merasa ikut terpukul melihat apa yang dialami Anita saat itu, aku bisa merasakan bagaimana menyakitkannya kehilangan seorang anak yang begitu diharapkannya. Seorang bayi perempuan yang cantik merupakan harapan hidup baginya, kebahagiaan terbesar Anita. Hanya sekejap, Tuhan memiliki Rencana lain dan semua sirna."


Tidak mampu merespon apapun karena bagi Ameera ia sangat mengerti apa yang dialami Elena dan Anita di saat itu, Ameera juga seorang ibu dan tidak bisa dibayangkan olehnya bagaimana hidupnya akan hancur jika ia harus merasakan kehilangan Putera Puterinya.


Tangan Elena gemetar mencengkeram tepi selimut, ketika ia mulai membuka bibirnya kembali "A-aku...bagaikan duri bagi kehidupan Anita, semua memang benar. Apapun yang dikatakan Anita memanglah benar, aku adalah awal dari kekejaman Anita selama ini."


"Mom, thats enough. Kau sudah cukup merasa bersalah selama ini, hidupmu pun sudah terbayarkan dengan perasaan bersalah yang selalu menghantui, Mom, Please. Kau juga harus bisa memaafkan dirimu."


"Aku bukanlah ibu yang baik, dengan rela menyerahkan bayiku sendiri kepada orang lain. Berharap bahwa itu akan mengembalikan harapan hidup Anita, tapi justru sebaliknya. Aku menciptakan sisi Anita yang lain"


"What you mean ?" sela Ameera


Elena menoleh kepada Ameera dan tatapannya dingin "Anita menjadi sangat Posesif kepada Liam dan juga Roberto. Terkadang ia bisa marah meledak-ledak, lalu dengan cepat berubah menjadi sosok yang sangat baik bahkan ia tidak jarang mengekang Liam agar tidak ada yang boleh menemuinya. Roberto berusaha mengubah kebiasaannya, tapi Anita semakin menjadi-jadi. Perubahan Anita sangat mengerikan, aku pikir ia akan menjadi ibu yang sempurna untuk Puteraku. Tapi aku salah. Anita menyayangi Liam dengan cara yang salah, memang tidak mudah baginya. Karena ia harus membesarkan seorang anak, hasil Perselingkuhan suaminya dengan wanita lain." bibir Elena tersungging, tersenyum miris membayangkan kisah hidupnya yang menyakitkan


Publik mengenal nama Liam Seymour tetapi didalam keluarga, Ayahnya memberinya nama William Xaverio Seymour yang merupakan Putera satu-satunya yang diakui oleh Keluarga Besar Seymour dan semua orang sebagai Putera dari Roberto dan Anita.


Publik seolah menutup mata dan bungkam mengenai asal usul Liam. Walaupun itu sudah menjadi rahasia umum bahwa ia adalah anak dari Roberto dengan wanita lain.


Tapi, Anita tidak memperdulikan gunjingan negatif mengenai suaminya. Bagi wanita itu sekarang ini, kehidupannya telah lengkap karena ia telah memiliki Liam dan suaminya Roberto serta kekayaan, popularitas, kedudukan yang prestisius.


Awalnya Roberto sangat menentang keras mengenai ide Elena yang ingin memberikan bayinya kepada Anita. Walaupun pria itu mengerti maksud dari Elena untuk menebus kesalahannya.


Sebagai sesama wanita, Elena atau Roseanne dan juga Anita memiliki latar belakang kehidupan yang begitu menyedihkan. Dan harapan satu-satunya Elena adalah ingin mereka memiliki masa depan yang lebih baik, tapi...


semua tidak ada yang bisa mengatur masa depan.


"Ibu harus segera menyelesaikan permasalahan ini, Meera. Aku harus segera menemui Liam dan membawa Harumi kembali." Tatapan menusuk tergambar jelas di kedua sorot mata Elena saat itu


Ameera hanya diam, tapi ia tidak berusaha melawan keinginan ibunya "Tapi...bagaimana jika itu memang atas dasar keinginan Harumi sendiri ?"


Kening Elena mengernyit "Apa maksudmu, Meera ?"


"Mom, ini bukan penculikan. Harumi dan Liam mereka pergi bersama pasti atas keinginan mereka sendiri. Jika Mom menemui Liam, dan meminta Harumi kembali. Itu tidakkan mudah, aku hanya merasa ada permasalahan Rumah Tangga antara Harumi dan Anton. Dan.."


"And What ?!!! Apa Jika ada masalah dalam Pernikahan lalu Harumi bisa seenaknya berselingkuh dengan pria lain dan KABUR BEGITU SAJA !!" nada bicaranya meninggi dan emosi mulai meledak, Gelombang ketegangan semakin terasa di pundak Elena


Ameera sontak terkejut, ia tidak menyangka ibunya bisa seemosi itu "Kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak, Harumi pasti memiliki alasan sampai berbuat nekat seperti itu."


Elena menggeleng dengan tatapan tidak percaya "Dengan Alasan apapun itu, PERSELINGKUHAN tidak akan pernah dibenarkan. Harumi harus kembali dan menyelesaikan semuanya dengan Anton. Aku tidak akan membiarkan ia menyakiti Puteraku dengan cara seperti ini."


"Mom, Liam is Your Son too. Bagaimana jika Liam tidak akan membiarkan Harumi kembali kepada Anton. Bagaimana jika Liam juga mencintai Harumi. Yang jadi permasalahannya sekarang. Mom, Kau harus menghadapi Kedua Puteramu sendiri yang saling memperebutkan wanita yang sama. Dan sekarang, siapa yang benar-benar akan kau bela ?! Liam ? Anton ?"


Sontak pernyataan Ameera, membungkam Elena dengan sangat cepat. Wanita paruh baya itu yang sempat diselimuti amarah, meredam seketika dalam keheningan dan pemikirannya sendiri.


Seluruh tubuhnya terasa dingin dan wajahnya memucat. Mendengar kedua nama Puteranya, itu membuat Elena melemah. Ia sadar, kedua pria yang merupakan darah dagingnya tersebut adalah Harta dan kebahagiaan terbesarnya.Walaupun, sebagian besar hidupnya dihabiskan bersama Anton dibandingkan Liam yang tidak pernah merasakan kasih sayang dan perhatiannya. Tapi, jauh di dalam hatinya.

__ADS_1


Liam adalah permata hidupnya.


***


Setelah melewati perjalanan yang cukup lama, Harumi dan Liam tiba di sebuah tempat Hunian yang super mewah.


Tepatnya di Atherton, California.


Sebuah hunian bak Istana super megah dengan Luas Tanah berhektar-hektar, dan sangat private jauh dari lingkungan rumah-rumah umum lainnya.


Tempat itu sudah dipersiapkan Liam cukup lama, segala interior modern dan serba putih dan abu-abu sangat mencerminkan suasana Hunian yang nyaman dan tenang.


Sebagian besar spot divariasikan dengan dinding-dinding yang terbuat dari kaca sehingga cahaya matahari mampu menembus ke dalam rumah.


Sekitaran rumah didominasi dengan hamparan rumput hijau dan pepohonan yang rindang dan begitu segar. Dan Kolam renang yang terbentang di halaman.


Ruangan-ruangan di dalamnya sudah diatur sedemikian rupa dengan arsitektur berkelas dengan menyesuaikan Luas Rumah yang begitu besar.



"Kau suka ?" ucap Liam sambil meraih tangan Harumi memasuki Rumah tersebut pertama kalinya


Harumi yang masih terdiam, entah ia bingung atau harus bungkam dengan semua pemandangan mengagumkan tersebut.


Ini Aset Hunian Liam yang ketiga, yang Harumi ketahui selain Mansionnya di Bristol, Penthouse di Manhattan dan sekarang sebuah Rumah Mewah di Atherton.


"I-ini terlalu berlebihan.." ucapnya terbata-bata sambil menatap Liam


Kening Liam berkerut "Berlebihan ? Bukankah wajar, seorang pria memberikan sesuatu yang mahal sebagai bentuk komitmennya kepada wanita yang dicintainya" alis pria itu terangkat membalas tatapan Harumi


"T-tapi..." Harumi berbalik menoleh ke sekeliling ruangan yang merupakan sebuah Ruang tamu yang sekarang dimana mereka sedang berdiri


Harumi heran, yang mencuri perhatiannya adalah tidak terlalu banyak furniture di dalam rumah tersebut. Bahkan sofa di ruang tamu pun tidak ada.


"Kau pasti bingung, kenapa tidak terlalu banyak barang di dalamnya." Liam berjalan ke tengah, lalu berbalik menatap Harumi yang berdiri tepat beberapa kaki dihadapannya.


Liam menyadari ada pertanyaan itu di pikiran Harumi. Dan itu memang benar, "why ?"


"This is your Home, Our Home. Jadi, aku ingin semua Furniturenya adalah Pilihanmu. Kau bisa memilih sesukamu. Apapun yang kau inginkan untuk rumah ini. "


"W-what ?" kedua mata Harumi melebar tidak berkedip


Belum selesai sampai disitu, "Mulai besok, kau bisa pergi berbelanja semua kebutuhan rumah ini. Kau bisa mengisinya dengan apapun yang kauinginkan, aku tidak bermaksud membuatmu jadi memiliki banyak pekerjaan. Tapi, kau adalah bagian dari rumah ini."


Bagian dari Rumah ini ? Ya Tuhan, Harumi merasakan getaran asing yang menjalar diseluruh tubuhnya. Tidak pernah terbayangkan, ini akan terjadi begitu cepat.


Memutuskan untuk Hidup Bersama, merupakan salah satu komitmen yang tidak bisa di remehkan. Memilih menghabiskan kehidupan bersama dengan seseorang walaupun belum terikat dalam komitmen pernikahan, akan menjadi konsekuensi dan polemik yang cukup intens bagi pandangan orang lain mengingat status Harumi yang masih terikat pernikahan dengan Anton.

__ADS_1


Tidak ada keputusan yang akan berjalan sesuai atas keinginan, akan banyak konflik dari berbagai pihak yang menekan kuat sebagai bentuk protes dari sebuah keputusan yang telah mereka ambil.


Dan itu Harumi sadari sebelum ia mengambil keputusan ini.


***


Kediaman Keluarga Whiston, Bristol


"Honey, what happened ?" Nami Tomoeda, ibu Harumi tampak cemas memandangi suaminya yang baru pulang dari tempat kerjanya


Wajahnya tampak gusar dan penuh tekanan. Pria paruh baya itu berjalan terhuyung-huyung menuju sofa dengan tubuh yang gemetar.


Nami yang melihat kondisi suaminya dengan sigap membantu menuntun tangan Harry berjalan menuju sofa "ada apa ? k-kenapa ?"


Wajah Harry seperti seseorang yang sedang diselimuti ketakutan, Nami belum pernah sekalipun melihat suaminya dalam keadaan seperti itu "Se-seorang datang..." ucapnya gemetar


"Siapa ?" guratan wajah Nami semakin cemas hampir-hampir membuatnya tegang hingga tidak merasakan panas tubuhnya lagi.


Wanita itu duduk disamping suaminya. Sambil menatap tidak sabar.


"Seorang Pria dan bersama sekelompok pria asing datang mengamuk dan menghancurkan semuanya..." suara Harry tampak bergetar


Nami terkejut hebat "Bagaimana mungkin, apa maksudnya ?" ia menggenggam erat tangan suaminya. Membantu menguatkannya.


Wajah Harry menegang, napasnya seolah tersendat didalam tenggorokan "Suruhan dari pemilik mobil yang sudah kuperbaiki tadi pagi datang dan mengatakan mobilnya mengalami kerusakan dan bos mereka kecelakaan akibat ulahku. Mereka mengatakan aku tidak benar memperbaiki mobil itu, sehingga beberapa mesin rusak dan mengakibatkan kecelakaan hingga Boss mereka luka parah di Rumah Sakit. Dan mereka mununtut ganti rugi. Mereka datang marah besar dan menghancurkan bengkel. Dan mengancam akan berbuat lebih gila lagi dari ini jika aku tidak bisa membayar kerugian mereka."


Jantung Nami seakan berdetak ribuan kali lipat, ia meringis merasakan pedih luar biasa di dadanya ketika mendengar pengakuan suaminya "Oh Tuhan, Kenapa ini harus terjadi. Sudah bertahun-tahun kau menjadi Mekanik, aku tahu kau selalu bekerja dengan hati-hati. Tidak pernah terjadi hal seperti ini. Kenapa...Kenapa ..Ya Tuhan." Tangisan mewarnai malam itu. Nami memeluk sang suami.


Harry yang diam penuh tekanan hebat, masalah ini tidak pernah terbayangkan akan terjadi di dalam keluarga mereka. Sebuah masalah yang akan bergelinding menjadi bola api besar yang siap membakar mereka kapanpun, karena orang-orang yang sedang mereka hadapi bukanlah orang sembarangan.


Bola panas itu cepat atau lambat akan menghampiri mereka dengan pukulan yang lebih mengerikan, Harry dan Nami hanya bisa saling menguatkan. Dan menjaga keluarga mereka dari cengkeraman orang-orang asing tersebut.


"Apa yang harus kita lakukan ? berapa mereka menuntut ganti rugi ?"


"60,000 poundsterling"


"Oh...God..."


"Dan jika kita tidak bisa menggantinya, mereka akan melaporkan ini ke jalur hukum dan mengambil semua yang kita miliki. Dan aku akan di penjara dalam waktu yang lama."


Yah, Dunia seakan memberikan tamparan hebat dengan langit yang seakan runtuh. Semua terasa terguncang dengan ombak yang besar menghantam.


Itulah yang kini dirasakan oleh kedua orang tua Harumi saat ini.


# Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, koment dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2