Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 72 Rahasia Kelam Bersama


__ADS_3

Pria itu tak melepas pandangannya dari sosok Harumi, melangkah semakin dekat. Tapi, dengan sigap Liam langsung menghadang, menyembunyikan wanitanya di balik punggungnya “sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan di luar” sorot matanya menusuk.


Bibir paman tersebut menyeringai “ Kenapa kau sangat cemas, Liam ? aku hanya ingin mengenal wanita yang sedang bersamamu sekarang karena seingatku kau tidak pernah membawa wanita manapun ke Penthouse ini”


“Aku tidak ingin membahasnya !” Mulut Liam melekuk membentuk senyuman sinis dan segala sesuatu di wajahnya tiba-tiba terlihat sangat keras, rahangnya agresif, kilatan di matanya dan ketegangan di pundaknya.


“Oke…oke baik…aku akan pergi..” dengan sedikit merentangkan kedua tangannya menyetujui keinginan sang keponakan, sekilas ia melirik keheranan mengernyitkan dahinya menatap wajah Harumi yang berdiri di belakang Liam. Sesuatu tiba-tiba tercetus dalam pikirannya seolah ia tidak asing dengan wajah wanita itu.


“Wajahmu seperti tidak asing, apa kita pernah bertemu sebelumnya ?”


“Aku Luciano…Paman dari anak bodoh ini” tambahnya tampak rileks dan terkendali, wajahnya tidak menunjukkan secercah emosi pun, dan Harumi mengamati dengan heran.


Setelah pria paruh baya itu meninggalkan mereka di ruang makan, Liam berbalik memberitahu Harumi “Pergilah ke kamar, aku akan menyusul”


Lalu mengikuti Luciano menuju pintu, Liam terdiam mengamati pamannya dari belakang. Baginya, lelaki ini memegang masa lalu Ayahnya di tangannya dan pada saat ini masa depan Liam tampak berada di ujung tanduk.


Saat ini Liam berusaha mengabaikan pembicaraan mereka sebelumnya, berpikir hal itu merupakan konsekuensi alami dari kekayaan serta kekuasaan, tetapi sekarang ia menyadari bahwa ini sesuatu yang sama sekali berbeda, sesuatu yang berkaitan dengan jati diri Liam sesungguhnya.


Liam Seymour nama belakang yang selalu melekat di dirinya sejak lahir, sekarang terasa sangat berbeda dan asing.


“Pikirkan baik-baik tentang pembicaraan kita sebelumnya, aku tidak peduli mengenai ketidakpercayaanmu. Kau pasti bisa menemukan buktinya sendiri, aku yakin itu” Sebelum meraih gagang pintu, Luciano berbalik melemparkan tatapan tajam.


Liam menahan dorongan alamiahnya untuk mengonfrontasi Luciano dengan informasi yang ia miliki dan menuntaskan pertemuan tersebut secepat mungkin “Berharaplah bukti itu ada”


“Masa Lalu Roberto tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupanmu sekarang, dia tetaplah ayahmu, Anita maupun Roseanne keduanya adalah sosok ibumu. Jangan berpikiran buruk tentang mereka !” Luciano menepuk pelan bahu keponakannya.

__ADS_1


Ia mengerti, Liam akan menderita merasakan kekhawatiran serta ketidakpastian dalam alur kehidupannya yang baru setelah mengetahui informasi menyakitkan tersebut.


Masa Lalu gelap itu berputar di ceruk pikirannya tetapi Liam menyingkirkannya dengan penuh tekad, dan sebagai gantinya, mengarahkan kemarahan itu secara penuh kepada Luciano.


“Pergilah, aku tidak ingin membahasnya lagi”


Luciano menjaga nada suaranya tetap netral “Baiklah….Oh ya, Selamat untuk pembukaan Gallery Seni ibumu, aku harap semua berjalan baik, bagaimana pun aku tetap menyayangimu Liam.” Pria paruh baya itu berjalan keluar dari pintu tempat tinggal keponakannya dengan sejuta rahasia dan pertanyaan yang masih menghantui Liam.


Rahasia kelam, keji dan mematikan, menyelinap ke otak Liam lagi dan kali ini tiada yang membendungnya.


Sekonyong-konyong Liam berumur delapan tahun lagi. Delapan tahun dan benar-benar sendirian, Kelaparan. Ketakutan. Tersesat dalam kegelapan, dikelilingi suara-suara mengancam dan asing yang semuanya berarti berbahaya. Keringat dingin membasahi tubuhnya dan Liam berjalan ke jendela, berjuang membebaskan diri dari tentakel-tentakel gelap masa lalu ayahnya.


Sejenak dia bergeming, menenangkan napas sebelum berbalik menuju kamar pribadinya.


Luciano Seymour adalah satu-satunya Saudara tertua dari Roberto, Keluarga besar Seymour dari Kakek dan Nenek Liam memiliki dua anak laki-laki yang menjadi kebanggaan dan sangat diandalkan dalam menjalankan bisnis dan semua Perusahaan Keluarga yang sangat tersohor.


Luciano lebih memilih berkonsentrasi untuk menjalankan bisnis Empat Kasino terbesar di Las Vegas, berbeda halnya dengan Roberto yang beruntung dalam hal Asmara, Luciano lebih dingin dalam urusan wanita. Ia memutuskan untuk memilih hidup sendiri dibanding membangun komitmen seperti Pernikahan yang menurutnya itu Hal paling Konyol mengingat bagaimana Kehidupan Pernikahan Adiknya yang berjalan tak semulus yang diberitakan di media elektronik.


Adiknya sangat mempercayai Luciano, masa lalu paling kelam sekalipun tak luput dari sepengetahuannya. Bahkan bagaimana rahasia terbesar seperti Liam yang bukanlah anak kandung dari Anita pun kini akhirnya terungkap juga. Luciano Seymour memang pria yang Brilian, berbahaya sekaligus Bejat, tetapi dalam hal menjaga Reputasi keluarga ia mampu menjaganya dengan terampil selama bertahun-tahun.


***


Kini Liam yang menuruni anak tangga sudah mengenakan setelan jas kerja serba hitam, fokus menatap Harumi di dapur membuat adonan Pancake untuk sarapan mereka pagi ini, pemandangan indah paling sensual yang tidak pernah disaksikannya selain semalam bahkan keseksian itu bisa tercipta dengan paripurna di dapur yang tak pernah sekalipun dijamah Liam selain mengambil botol mineral di lemari es.


Postur tubuh mungil wanitanya dengan kaki ramping berkulit putih sangat kontras dengan kemeja abu-abu yang tampak kebesaran masih membaluti tubuhnya, rambut hitam panjangnya di gulung rendah ke belakang dengan beberapa helaian ikal keluar menutupi kedua bagian pipi Harumi.

__ADS_1


Sesekali Harumi menyesap segelas kopi sambil melakukan aktivitas masak memasaknya, tampak jelas wanita itu sangat mudah beradaptasi dengan kehidupan Liam dan lingkungan di sekitarnya.


Dengan lihainya Harumi mengobrak abrik seisi dapur di Penthouse tersebut, suara mendesis dan letupan minyak daging Bacon yang dimasak mengingatkannya pada apa yang pasti terjadi di sel otaknya semalam walaupun kejadian itu tak sepenuhnya sempurna bagi mereka berdua.


Sorot mata Liam tak ingin berkedip sedikit pun berjalan mendekati wanitanya, saat dia melangkah ke belakang Harumi sementara Harumi berdiri di depan bak cuci piring, dia merasa senang.


Setelah meletakkan tangannya ke pinggul Harumi, dia menarik boko*g wanitanya sampai menekan tubuh nya sendiri sementara dia menunduk, menyusuri wajahnya di sisi leher Harumi. Dia tersenyum saat wanita itu bergetar lalu mendongak kepala, memberinya lebih banyak akses.


“Berat meninggalkanmu sedetik pun”


Tangan Harumi mendarat di lengannya dan kuku-kukunya yang kecil menekan kain berbahan kaku itu “Kau harus bekerja”


Liam terkekeh “Berat untuk melangkah menuju pintu, jika melihatmu seperti ini setiap hari. Kau pintar mengusikku dengan kemeja itu di tubuhmu”


Sambil membalikkan kepalanya, Harumi merengut “Aku tidak memiliki pakaian selain baju tidur terbuka, gaun pesta tadi malam dan kemeja ini. Semua pakaianku di Apartment Cathy”


“Sekretaris Will sudah menyiapkan semua pakaian dan kebutuhanmu lainnya, sebentar lagi ia akan membawakannya, selama aku pergi ada Scarlett yang akan menemani dan membantumu.”


“Scarlett ? siapa ?”


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you 🥰

__ADS_1


__ADS_2