Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 32 Menolak Masa Lalu


__ADS_3

Noah dan Simon, kedua sahabat Liam menunggu di Ruang Kerjanya. Mereka fokus menatap layar handphonenya masing-masing duduk di sofa tamu.


Tak lama Liam masuk ke ruang tersebut, ia tampak santai dengan kedatangan kedua sahabatnya.


Mendengar langkah kaki Liam, awalnya fokus dengan handphone kini pandangan mata kedua nya teralihkan ke arah Liam. Mereka tertawa senang.


"Heyyyy,, Bro!" sapa Simon berjalan mendekati Liam dan memeluk akrab sahabatnya itu, ia menepuk-nepuk punggung Liam.


Sangat jarang mereka bertiga bertemu di karenakan urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka masing-masing.


"Naah, ini dia Si "Pria Lajang Termahal Abad ini" " sambung Noah yang masih duduk memandangi kedua sahabatnya itu.


Simon Hall adalah Pengacara Perceraian yang terkenal Eksentrik di California, ia selalu menyelesaikan setiap kasus-kasus tentang Perkawinan Perceraian dengan Metode tidak lazim.


Penampilannya sangat berbeda, ia senang berpakaian berwarna terang seperti Shock Pink, Blue Frozen, Violet dan warna-warna cerah lainnya bahkan bisa membuat orang lain sakit mata melihatnya.


Warna rambutnya pum selalu bergonta ganti cat sesuai dengan moodnya untuk sekarang rambutnya berwarna Merah berkilau, ia memang paling mencolok diantara mereka bertiga.


Simon seusia dengan Liam berbeda dengan Noah yang lebih muda setahun, ia pernah menikah selama 5tahun hingga akhirnya bercerai 3tahun lalu. Simon memiliki dua orang Putera yang sekarang sedang diasuh oleh mantan Istrinya.


"hmmm" jawab singkat Liam yang malas melihat tingkah Simon.


"untuk apa kalian di sini ?" Sambung Liam serius menatap tajam kedua sahabatnya.


"Heyyy, rileks Bro. Kita sudah lama tidak bertemu dan berkumpul hampir setahun. Kau biasanya senang berpesta, ke Bar dan Club sampai pagi, sekarang kau menghilang begitu saja. Kami hanya bisa melihatmu di Tv dan Majalah-majalah Bisnis, memang wajahmu sering menjadi sampul majalah Bisnis Dunia. Tapi, kami merasa kau sangat berubah" Komentar Noah yang menatap serius Liam.


Noah Wals bekerja sebagai seorang Dokter Spesialis Jantung dan Penyakit Dalam. Orang tuanya adalah pemilik sebuah Rumah Sakit Terkenal di San Fransisco, tapi walaupun begitu Noah lebih memilih bekerja di Rumah Sakit California dan membuka tempat Prakteknya sendiri.


Ia tidak ingin menumpang hidup dengan kedua orangtuanya yang kaya. Ia lebih senang hidup mandiri dan meniti kariernya sendiri tanpa bayang-bayang nama besar kedua Orang tuanya.


Noah sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri Cantik berusia 7tahun. Kehidupan Noah tampak sempurna, tapi itu semua tidak menjamin karena ia masih memiliki kebiasaan buruk yaitu senang berjudi dan bermain perempuan di Bar dan Club hampir setiap malam.

__ADS_1


Penampilan Noah lebih normal dibanding Simon, rambutnya hitam kecoklatan, matanya abu-abu, kulitnya putih bersih, tampan dan tinggi 176cm, ia selalu berpakaian rapi dengan setelan warna-warna Warm seperti Abu, Mocca dan hitam.


Mereka bersahabat sejak kuliah, memiliki latar belakang keluarga yang sama-sama bermasalah akhirnya mereka pun berteman dan selalu pergi bersenang-senang. Gemerlap dunia malam sudah menjadi rutinitas kehidupan mereka sejak dulu.


Liam lalu duduk bersama mereka, ia menyandarkan tubuhnya di sofa. Kedua pria tersebut pun juga duduk saling berhadapan.


Noah menuangkan wiski ke gelas mereka masing-masing yang sudah ada di meja sedari tadi.


"bagaimana malam ni kita ke Boulevard's Bar n Club, Jhonny menghubungiku. Ada Private party malam ini, ia mengadakannya di sana" sahut Simon yang tampak antusias ingin bersenang-senang.


"ayolah Liam, sudah lama kita tidak berpesta bersama" tambah Noah seraya meneguk wiski dari gelasnya.


Liam hanya diam mendengarkan ajakan kedua sahabatnya. Ia tak merespon apapun, ekspresinya datar dan tak ada keinginannya sama sekali untuk kembali seperti dirinya yang dulu.


"Come on Man... ada apa denganmu ?" Simon tampak bingung memandangi Liam yang hanya diam tak semangat untuk merespon mereka.


"aku ingin istirahat, kalian bisa pergi" ketus Liam berdiri dan akan segera meninggalkan mereka.


"Heiii...kami ke sini bukan untuk bertengkar denganmu. Kami mencemaskanmu, jika kau tidak ingin berpesta. Baiklah, its Ok. Setidaknya kita bisa duduk bersama di sini. Ayolah, Liam. Kami hanya ingin tau kabarmu, sebentar saja." ajak Noah berusaha membujuk Liam


"Bro, ini mungkin kalimat paling menjijikan untuk di ucapkan. Sebenarnya kami Merindukanmu" tambah Simon dengan ekspresi memohon.


Pandangan sinis Liam sedikit berubah, ia diam tapi perlahan mau mengikuti keinginan kedua pria itu.


Liam kembali melangkah duduk di tempatnya tadi. Ia masih tetap diam, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Hanya bola matanya saja yang bergerak bergantian menatap kedua sahabatnya itu.


"kami mengetahui kepulanganmu dari Pak Will, Simon yang menghubunginya. Kau sangat sulit di temui, bahkan penjagaanmu sangat ketat, jadwal pekerjaanmu luar biasa padat. Sebenarnya aku dan Simon sering menghubungimu lewat Pak Will, tapi ia selalu mengatakan kau tidak bisa di temui. Kau juga selalu menolak panggilan kami. Ada apa denganmu Liam ?" ucap Noah duduk di sebelah Liam, ia tampak penasaran.


Liam tidak langsung menjawab pertanyaan Noah, ia masih diam. Sampai akhirnya ia mau bicara kembali.


"Semua baik, aku hanya tidak ingin berurusan dengan kebiasaanku di masa lalu" jawab singkat Liam.

__ADS_1


"Bro, kau benar-benar berubah. Kami tau semenjak kepergian Ayahmu, kau perlahan menjauh dari kami dan gemerlap dunia malam karena beban tanggung jawabmu terhadap semua perusahaan yang kini bertambah. Tidak masalah, kami selalu mendukungmu. Tapi, sikapmu sekarang yang membuat kami khawatir. Kau lebih pendiam, bahkan kau tidak pernah terdengar lagi ada skandal dengan wanita. Kau.... " komentar Simon.


"Normal....itu yang ingin kau katakan. Tidak ada lagi Dunia malam, Bar, Club, Skandal, Kekerasan, Perkelahian. Aku ingin hidup Normal, menjadi Manusia yang lebih baik." potong Liam tegas


Simon dan Noah langsung tertegun, terlihat mata mereka membesar karena sangat terkejut dengan semua yang diucapkan Liam.


Noah tanpa ragu langsung merespon


"Siapa Gadis itu ? Jangan berbohong, pasti ada pengaruh besar dari seseorang di belakangmu, aku yakin ada sosok Wanita yang sekarang membuatmu Tunduk." Respon Noah dengan cepat. Ia menatap tajam ke arah Liam, seolah ia bisa membaca apa yang ada di pikirannya.


"Sudah cukup, terserah kalian kalau ingin tetap di sini. Aku ingin istirahat" Liam semakin malas menjawab pertanyaan Noah yang ingin ikut campur dengan urusan pribadinya. Liam sangat mengenal sifat Noah, Noah bisa menjadi teman baik sekaligus teman yang bisa menusuknya dari belakang.


Ketika Liam hendak berdiri, handphone nya bergetar ada pesan masuk, ia mencoba mengambilnya di atas meja. Dengan sigap Simon berdiri mengambil duluan handphone Liam.


Simon menatap layar handphone tersebut, ada notifikasi pesan Masuk dari Harumi.


"Flower's Girl ? waaaah siapa dia ?" goda Simon tersenyum mengejek Liam.


"Cukup Simon!!" bentak Liam semakin geram dengan tingkah konyol Simon


"Tenang, Bro. Simon kembalikan! " Noah memberi kode kepada Simon agar mengembalikan Handphone Liam. Ia berusaha menenangkan Liam yang mulai marah.


Sambil tertawa Simon melempar handphone itu ke arah Liam, ia langsung menangkapnya dengan cepat. Liam tak henti menatap penuh amarah kepada Simon.


Mereka sekarang berdiri saling berhadapan, Liam, Noah dan Simon yang berdiri di belakang Noah.


"Tebakanku tidak salah, pasti wanita ini, benarkan ?" tanya Noah tersenyum


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank You ❤


__ADS_2