Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 124 Run To You


__ADS_3

Liam menggeram rendah "Dia menyembunyikannya dari Harumi agar dia bebas melempar kesalahan dengannya." tersenyum sinis, pria itu memanas "dengan begitu ia akan terus merantai Harumi yang disebutnya sebagai Pernikahan padahal tidak ada bedanya dengan Penyiksaan"


Tampak terkejut Zac masih merangkum berbagai dugaan yang membuatnya semakin menemukan banyak pertanyaan "Bagaimana kau mengetahui itu semua ?"


Liam menolehkan kepalanya perlahan, alisnya terangkat "Seriously ? Kau mempertanyakan hal itu ?! "


Sambil sedikit mengangkat tangan, dan seringai tipis, Zac sebenarnya sangat mengenal Liam "Ok..Ok Aku paham. Apa hal yang tidak bisa kau ketahui dari masalah orang lain, I Know Bro ! Tapi, intinya adalah apa sebegitu seriusnya kah kau harus mencampuri urusan rumah tangga mereka ?!"


Liam diam sejenak sebelum menjawab, ia menarik napas panjang sampai keyakinan yang begitu besar mewarnai raut wajahnya "Harumi is My Whole Life, I Love Her "


"W-Why...?" Zac menatapnya, tidak mengerti, dan menelan ludah kuat-kuat "Listen Bro, Aku memperingatkanmu bukan tidak mendukungmu But You is My Friend. I Care. Wanita itu masih belum mengetahui siapa kau sebenarnya, dan jika dia mengetahui kebenarannya. Apa Kau yakin ia akan memaafkanmu ? Apa dia akan menerimamu apa adanya ? Kau sudah menghancurkan sebagian hidupnya, merenggut nyawa calon bayi dalam kandungannya ? Bahkan kau akan dianggap sebagai Penjahat yang lari dari Tanggung Jawab ?! Kau YAKIN sudah memikirkan itu semua ?! SHE IS NOT FOR YOU, MAN ! Please, Pikirkan Baik-baik sebelum kau melangkah lebih jauh !"


Liam memalingkan wajah, hawa panas membakar wajahnya.


Pria itu tertegun oleh pernyataan Zac dan masih berusaha memahami implikasinya, Liam mengerutkan kening. Ia menghela napas dalam-dalam.


Ekspresi Liam tiba-tiba suram, ia mengepal tangan dengan kuat di dalam sakunya. Berusaha menahan emosinya yang dia sendiri pun bingung harus melampiaskannya kemana.


Liam Seymour tidak pernah merasakan dalam situasi DILEMA seperti ini selama hidupnya.


Dulu, Kehidupannya hanya selalu diwarnai dengan segala kemudahan, Melimpahnya kekayaan, Kekuasaan, Ketenaran, Pesta-Pesta, Para Wanita, Hubungan tidak serius dengan berbagai wanita, dan Padatnya jadwal Pekerjaan serta Bisnis-bisnis dari semua Perusahaan yang di milikinya.


Oh Tuhan, Yah tentu saja setelah ia bertemu Harumi seorang wanita sederhana, dia bak wanita yang memiliki kekuatan super mampu menundukkan Liam hanya dalam waktu singkat.


Kekuatan Super ? Thats Right. Mungkin saja. Karena Liam tidak pernah sekalipun serius dengan satu wanita selama hidupnya, bahkan ia tidak percaya dengan Relationship atau apapun itu apalagi Pernikahan. Baginya dulu, satu-satunya hubungan dengan wanita adalah bagaimana interaksi mereka saat di atas tempat tidur. Its All Only About ***. But Not Now.


Tapi, Harumi Nayaka Whiston. She is Different, Liam bahkan tak perlu pikir panjang jika harus menukarkan semua kekayaan, kekuasaan, popularitas dan Reputasinya demi menjalani hidup bersama dengan Wanita itu.


Liam banyak mengalami perubahan, Tidak ada keegoisan lagi di dalam dirinya Zac bisa merasakan itu dengan baik bagaimana Liam kini mulai lebih sensitif, perhatian yang berlebih, protektif dan tentu saja untuk pertama kalinya sebagai sahabat baiknya.


Zac mendengar Liam mengucapkan hal tentang Cinta.


Mungkin bagi orang awam, Cinta hal biasa. Bahkan, mungkin saja ada yang menganggapnya sebagai lelucon yang menggelikan. Tapi, tidak bagi Liam karena Pria itu tidak sekalipun mengucapkan hal yang berhubungan dengan Cinta apalagi Perasaan.


Dulu, Itu hal paling memuakkan baginya.

__ADS_1


Tapi, sekarang tidak ada lagi kata memuakkan dalam Cinta di matanya. Harumi adalah bentuk Perasaan tulus yang sebenar-benarnya. Dan ia ingin memperjuangkannya.


"I need your help !" nada suara Liam terdengar kaku


Mata Zac tampak waspada "Apa yang sedang kau rencanakan ?! "


Liam menarik napas dalam-dalam, menatap nya tajam "Kau memiliki saham di Arsitecture Seymour Company. Benarkan ?"


"Yah, benar. Ayahku dan ayahmu memang rekan bisnis, dan ayahku memiliki 10% saham di sana dan memberikannya atas namaku. And Why ?"


Punggung Liam menegang "Aku sebagai Pemegang saham terbesar berhak mengganti Direktur Utamanya. Dan aku ingin kau menggantikan Anton di cabang Bristol"


Mulut Zac menganga, matanya melebar. Ia tampak terkejut sekaligus Heran dengan pemikiran sahabatnya tersebut "Ini sudah kelewatan. Kau sudah keterlaluan Bro ! Ini TIDAK MASUK AKAL " nada tinggi terdengar jelas di telinga Liam.


Zac meraih tepi pundak Liam, meremasnya dengan kuat "Heiii, JANGAN BERTINDAK KEJAM. Ingat Liam, Iam a Doctor. Bukan Pebisnis Sepertimu. Kau ingin menghancurkan Karier Pria itu hanya karena seorang Wanita. Ini tindakan seorang Pengecut"


Rasa panas di tengkuk Liam semakin membakar "Hanya Sementara Waktu, Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran. Dia selalu membiayai wanita simpanan itu dan anak nya dengan uang yang dikirimkannya setiap bulan. Sebagai uang tutup mulut. Sedangkan ia memperlakukan Harumi justru sebaliknya. Perlahan-lahan akan kubuat dia merangkak lagi dari bawah. Dan Aku yakin akan ada gesekan di antara mereka, terutama dengan wanita simpanannya"


Zac berharap Liam berhenti dengan semua rencana gilanya, karena itu membuatnya ingin meninju leher seseorang "TIDAK BISA, Kali ini aku tidak ingin membantumu. Aku tidak mau terlibat dengan urusan kalian semua."


"Bro, cuma sekali ini saja. Satu tahun. Hanya Setahun dan semua akan kembali normal. Aku berjanji tidak akan memintamu melakukan hal gila seperti ini lagi. I Promise Ok!"


Dengan menyeringai puas, ketegangan sedikit berkurang di wajahnya " Deal."


"Dengar Liam, aku tidak mengerti tentang masalah Bisnis apalagi dibidang Arsitektur dan Properti. Aku Dokter Spesialis Bedah. You Know That. " suara Zac merendah


Liam terkekeh "Itulah kenapa aku meminta bantuanmu, karena kau orang yang kupercaya. Tenanglah, aku akan membantumu."


Zac mengusap-usap wajahnya, kini gilirannya yang mulai tampak frustasi "Apa yang sudah kulakukan, seharusnya aku menyadarkanmu. tapi, aku justru masuk dalam permainanmu. Ini benar-benar sudah Gila"


Mata Liam menyipit penuh bahaya, tetapi suaranya tetap tenang "Aku akan menghancurkannya perlahan-lahan. Dan disaat ia sudah Jatuh, aku akan merebut Harumi dari sisinya."


Sambil mengangkat tangannya, Zac menggelengkan kepala " Terserah. Jika kau pikir ini adalah ide yang bagus, lakukan saja. Aku tidak akan menghakimi. Tapi, kau harus tetap ingat Bro. Harumi bukan wanita yang bodoh, ia juga memiliki Hak untuk memilih dengan siapa pada akhirnya ia akan menjalani hidupnya."


Liam menatap sambil sedikit mengangkat wajahnya "Yah, Aku tahu. Semua akan kembali di tangan Harumi. Yang ingin kulakukan sekarang adalah berusaha melepaskan rantai yang mengikatnya dengan Anton. Agar Harumi bisa terbebas"

__ADS_1


"Tapi, satu hal yang paling penting. Ingatanmu harus segera kembali, agar semuanya Jelas. Dan Kita bisa mengembalikan semua ke tempat yang seharusnya."


***


Selepas beberapa jam pertemuan mereka, Liam keluar dari Ruang Kerja Zac.


Dia langsung disambut oleh Sekretaris Will yang sudah sedari tadi menunggunya di luar ruangan.


Pria paruh baya itu melangkah mengiringi langkah kaki Liam yang cepat "Maaf Tuan Liam, saya beberapa kali menerima panggilan dari Nyonya Anita Seymour. Beliau ingin membicarakan hal penting dengan Anda."


Liam dengan santai meraih ponsel miliknya dari tangan Sekretaris kepercayaannya tersebut "Bukankah dua hari lalu aku sudah bertemu dengannya, apakah ancaman itu belum cukup menyadarkannya !" dia menyeringai penuh arogansi


Sekretaris Will hanya terdiam, ia tahu bahwa tidak sepantasnya ia mengomentari segala sesuatu yang bukan ranah lingkupnya.


Sebelum melewati pintu keluar Rumah sakit, Liam menghubungi seseorang lewat ponselnya.


Terdengar percakapan yang santai dalam bahasa Itali.


Lalu, Pria itu mulai memasuki mobil mewahnya yang sudah terparkir tepat di depan rumah sakit.


Tampak Sopir pribadinya membukakan pintu untuknya.


Disusul Sekretaris Will yang duduk di samping Sopir Pribadi Liam.


Liam masih fokus berbicara membahas perihal penting dengan seseorang dengan bahasa Itali yang tidak dimengerti oleh Sekretarisnya.


Setelah beberapa menit berlalu, Di tengah perjalanan, "Tuan Liam, beberapa hari lagi akan ada undangan Acara Amal yang pernah saya bicarakan kepada anda sebelumnya. Acara Amal yang selalu anda hadiri setiap tahunnya. Bagaimana ..."


Liam yang fokus menatap layar ponselnya, tetiba memotong "Aku ingin mampir ke Butik Pakaian Wanita"


Sekretaris Will heran "Maksud Anda Butik Khusus Pakaian Wanita ?"


Liam mengangkat wajahnya "Yah."


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2