Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 140 Charity Party Part 5 ( The Secret )


__ADS_3

Sambil menatap dari kejauhan, Anton berdiri dalam diam. Tentu saja, ia bisa merasakan ada perasaan asing yang mulai muncul di dalam dirinya ketika menyaksikan Harumi bersama Liam.


Dan itu, membuatnya sedikit gusar. Walaupun ia berusaha menetralkan perasaan itu. Karena bagi Pria itu, ini semua adalah tentang Bisnis belaka. Urusan Perusahaan dan Karirnya itu yang utama untuk sekarang.


Tak jauh ia mendengar suara seseorang.


"Wah, kau benar-benar suami yang luar biasa" sapa seorang wanita yang mendekati Anton dan berdiri tepat di sebelahnya sambil memegang segelas wine


Mendengar suara wanita itu, Anton pun langsung menoleh. Dan benar saja, ia merasa tidak asing dengan suara tersebut walaupun wanita itu sedang mengenakan topeng.


Salah sudut bibirnya terangkat "Tidak kuduga akan melihatmu di Pesta ini"


Wanita itu meneguk wine sesaat ia memperlihatkan senyuman masam di wajahnya "Tentu saja, jangan menganggapku rendah, Anton. Aku pun bisa hadir di acara berkelas seperti ini"


Anton membuang napas dengan cepat "Oh benar sekali, Bukankah ini kesempatanmu berburu Pria kaya yang bisa kau manfaatkan kekayaannya. Itu keahlianmu, bukan ?!"


Wanita itu mengedikkan bahu "sebaiknya bukan aku yang harus kau pedulikan sekarang, aku bisa mengatur kehidupanku. Bukankah seharusnya kau lebih peduli dengan Harumi"


Tatapan Anton dingin sedingin bongkahan es besar yang menguasai emosinya "Kau tidak perlu mengatur kehidupan ku dengan Harumi " pria itu membalikkan tubuhnya "Kalau bukan karena kecerobohanmu, Harumi tidak akan mengetahui tentang kita secepat ini." ujar Anton kasar


Wanita itu menoleh lalu melihat mata gelap tersebut terpaku padanya, dan itu hampir menggoyahkannya "Aku sudah kehilangan kepercayaan dari sahabat baikku, Harumi membenciku. Dan asal kau tahu, ini semua tidak semata-mata karena kesalahanku. Kau juga ikut terlibat, Jangan Lupakan itu "


Anton bisa mendengar suara wanita itu yang bergetar "Yah, aku tahu dan sekarang hubunganku dengannya benar-benar sudah berantakan. Pernikahan kami sudah berada di ujung tanduk. Kau harus ikut bertanggung jawab, Cathy"


Tatapan keduanya beradu dan Cathy tidak perlu merasakan debar jantungnya yang tidak teratur untuk mengetahui mereka sedang saling emosi. "Tentu saja, aku akan berusaha memperoleh kepercayaan Harumi kembali. Aku tidak ingin kehilangan sahabatku. "


Anton tertawa miris, sedikit lagi ia akan memecahkan gelas yang ada di tangannya "Betapa bodohnya aku pernah mengenal Wanita seperti mu"


"Tentu saja, justru hal yang paling bodoh adalah kau membiarkan Harumi bersama Pria sekelas Liam, saling bermesraan di hadapan matamu. Dan kau hanya diam menyaksikan mereka saling beradegan mesra" tukas Cathy tegas

__ADS_1


Anton menatap wanita itu dengan emosi "TUTUP MULUTMU !" menahan nada bicaranya, agar tidak menjadi pusat perhatian, pria itu menunjuk-nunjuk ke wajah Cathy mengintimidasinya


"Apa kau tidak sadar atau kau benar-benar sangat Bodoh, Pria yang sedang bersama Harumi sekarang adalah Liam Seymour. Kau mengenal baik pria itu, dia memiliki segalanya, pesona ketampanan, kekayaan, bahkan ia bisa dengan mudah menaklukkan wanita manapun yang diinginkannya. Tidak terkecuali dengan Harumi." kata Cathy sambil bergidik


Anton langsung mencengkeram lengan Cathy begitu kuat, bahkan jemarinya mampu meremukkan lengan ramping wanita itu "DIAM ! Hentikan Omong kosong mu. Harumi tidak seperti dirimu. Dia bukan Wanita Murahan yang bisa tergoda dengan Uang."


Cathy bisa merasakan cengkeraman kuat pria itu, hingga membuat tubuhnya bergetar, dan ia melihat jelas emosi berapi-api dimata Anton dari balik topeng yang dikenakannya "Aku hanya berusaha memperingatkanmu, JANGAN SAMPAI KAU MENYESAL !"


"Pikirkan saja urusanmu dan juga anak yang sedang kau besarkan, Jangan pernah ikut campur dengan sesuatu yang bukan urusanmu." Anton melepaskan cengkeramannya, ia berbalik meminum champagne dan menatap ke arah Harumi dan Liam dari tepi gelas


Cathy menelan ludah, kulitnya seakan tertusuk-tusuk karena emosi pria itu "aku yakin kau sudah menyadari dengan perubahan sikap Harumi. Hanya saja kau tidak ingin mengakuinya, karena sebenarnya kau takut akan kebenaran. Kebenaran yang Menyakitkan."


Anton tidak merespon, ia hanya diam membiarkan wanita itu terus berbicara. Karena pada kenyataannya apa yang dikatakan Cathy semua adalah benar. Hanya saja, Anton tidak ingin mengakuinya.


"Kita pernah memiliki masa lalu, tapi aku berharap itu akan menjadi pelajaran untuk kita. Aku hanya ingin Harumi bahagia, mungkin aku sudah berbohong padanya. Tapi, aku tidak pernah berniat menyakitinya." Cathy menatap mata Anton yang berkilat emosi.


Cathy pun memilih untuk meninggalkan pria itu, dan ia masih melihat ketegangan di pundaknya saat Anton mengarahkan pandangannya kembali pada sosok istrinya.


"Mohon maaf mengganggu anda, tapi Mrs.Anita ingin bertemu anda. Beliau barusan tiba dua puluh menit yang lalu" sapa Sekretaris Will yang menghampiri Liam sesaat alunan musik berhenti


Harumi menoleh dari balik punggung Liam dan melihat ke arah pria paruh baya terebut "Sekretaris Will, apa kabar ?" wanita itu menyapanya dengan hormat


Dengan tenang Sekretaris kepercayaan Liam tersebut membalas dengan senyuman "Baik Mrs. Harumi."


Liam merespon dan menatap ke arah Sekretarisnya "Baiklah, kau bisa pergi sekarang."


Sekretaris itu pun memberi hormat lalu pergi meninggalkan keduanya.


Harumi tersenyum kaku "Sebaiknya kau temui Ibumu."

__ADS_1


"Entah apa lagi yang diinginkan Wanita itu, benar-benar mengganggu !" ucap kasarnya sambil guratan kekesalan tergambar di wajahnya


Harumi tidak menyangka, Liam akan merespon seperti itu tentang ibunya. Bahkan, ia tidak menduga bahwa hubungan Liam dengan keluarganya seburuk itu.


Banyak hal yang tidak diketahui Harumi tentang Liam, pria tu memiliki banyak rahasia dan kehidupan pribadinya yang begitu misterius.


Entah apapun itu, Harumi ingin Liam bisa berbagi dengannya. Wanita itu sangat tertarik dengan kehidupan Liam yang sebenarnya.


"Aku akan menemuinya sebentar, setelah itu aku akan menunggumu di taman." tegasnya manatap mata Harumi


Jemari Harumi memainkan liontin berlian yang tergantung di lehernya "tapi, bagaimana aku bisa menemuimu. Anton sedang bersamaku sekarang." Kata wanita itu tampak bingung.


"Kau tidak perlu mencemaskan hal itu, aku bisa mengaturnya. Kau hanya perlu menemuiku."


Harumi merapatkan bibir agar berhenti gemetar dan butuh waktu sejenak sebelum ia merasa cukup tenang untuk bicara "Baiklah"


"Aku benci melihatmu selalu di sisi Pria itu dan satu hal, Jangan pernah membuatku Cemburu, Rumi"


Harumi merasakan kesadaran yang membara, seolah setiap ujung sarafnya menjadi tegang dan terbuka oleh tatapan pria itu yang tajam. Dan yang lebih berbahaya adalah rasa panas yang melebur jauh di dalam perutnya.


Liam melepaskan tangannya dari tubuh Harumi, dan pria itu pun meninggalkannya di lantai dansa seorang diri.


Harumi masih tetap berdiri di sana sambil terus menatap punggung pria itu hingga sosoknya pun perlahan menghilang di antara para kerumunan tamu.


Wanita itu menarik napas panjang, dadanya bergejolak hebat jika ia memikirkan tentang apa yang sudah dilaluinya.


Harumi mengenal satu hal dari Liam, Pria itu Pantang Menyerah. Dan itu yang membuat Harumi harus beradu dengan semua hal yang benar-benar membuatnya Dilema.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you❤


__ADS_2