
"Roberto sudah mengetahui hubungan Anita dengan pria itu, tapi ia seolah seperti tidak peduli dengan keburukan istrinya. Seakan ia menutup mata dan membiarkan semua terjadi begitu saja" Mr. Yarrow menatap Liam heran "Kau pergi dengan Noah dalam keadaan sangat marah waktu itu, setelah itu apa yang terjadi pada kalian ?"
Udara yang lembab dan menekan menyelimuti Liam seperti jubah tebal menyesakkan. "Kedatanganku bukan untuk bernostalgia denganmu, sudah cukup pembicaraan yang memuakkan. Aku tidak akan menghabisimu secepat itu. Kau masih bisa kumanfaatkan." Mulutnya terkatup rapat dan matanya berkilat-kilat tidak sabar
Ekspresi pria itu sedikit lega, walaupun ia masih menahan sakit di kakinya setelah Liam melepaskan peluru tepat disana. Setidaknya nyawanya masih terselamatkan, itu jauh lebih penting daripada harus kehilangan seluruh hidupnya "Terimakasih, Liam. Aku akan mengikuti semua perintahmu. Asalkan kau tidak membunuhku." seringai tergambar diwajah pria paruh baya tersebut
"Aku ingin kau tetap menjalin komunikasi dengan Anita, seolah-olah tidak pernah terjadi apapun saat ini. Semua informasi apapun yang kalian rencanakan, tidak akan pernah luput dari pengawasanku. Kau harus melaporkan seluruhnya padaku. Jika tidak....." suaranya sekeras tatapannya yang tidak simpatik "Aku akan membuatmu hidup dalam penderitaan bahkan sampai di mana kau akan memohon-mohon berlutut untuk berharap pada kematian." Sudut bibir Liam terangkat, tapi Mr.Yarrow meyakini bahwa itu bukanlah senyuman memaafkan, tapi itulah bukti bahwa Liam memiliki sisi gelap yang sangat berbahaya.
...****************...
"Apa kau mencintainya ?!"
"Apa semudah itu kau berpaling, aku tahu perasaanmu padanya hanya sebuah pelarian dan rasa aman. Itu bukanlah bentuk Cinta. Aku yakin kau masih memiliki perasaan itu padaku. Karena apa yang kita lalui bersama-sama tidak akan sebanding dengan apa yang kau jalani dengannya saat ini. Tidak akan sebanding, karena perasaan cinta bukan terjadi hanya sebulan dua bulan. Sedangkan kita bertahun-tahun bersama, tidak hanya cinta yang tumbuh tapi saling ketergantungan satu sama lain."
"Ingatlah, Rumi. Aku memang suami yang memiliki banyak kekurangan, tapi aku tidak pernah sekalipun mengkhianati pernikahan kita. Hubungan yang dihasilkan karena merebut milik orang lain, akan berujung rasa sakit. Apa kau akan menjamin ia tidak akan melakukan hal yang sama seperti ini pada wanita lainnya ?"
"Aku TIDAK AKAN PERNAH merestui hubunganmu dengan Liam. Liam dan Anton adalah kedua Puteraku, tidak akan kubiarkan mereka berselisih hanya karena perempuan seperti mu. Menantu yang selalu kuanggap seperti anakku, tidak kuduga kau akan bertindak sejauh itu. BERKHIANAT. KAU BUKAN MENANTUKU LAGI, RUMI. KAU SUDAH MENCORENG KEPERCAYAANKU"
Suara air mengalir terdengar dari balik kamar mandi dengan pintu yang sedikit terbuka, tampak Harumi duduk sambil melipat kedua kakinya di lantai keramik yang dingin tepat dibawah shower yang menyala.
Seluruh tubuhnya basah, ia bahkan masih mengenakan pakaian lengkap yang sama ketika ia pergi keluar tadi.
Harumi menundukkan kepala dan menyembunyikan wajahnya diantara kedua lutut kakinya.
Ia diam dalam keheningan dan hanya suara air yang menggaung di telinganya sambil terus memeluk kakinya, air pancuran yang mengalir turun membasahi tubuhnya. Terasa dingin yang menusuk, tapi Harumi sama sekali tidak menghiraukannya.
Rambut panjangnya yang hitam pekat, basah tergerai di pundaknya.
"Berapa harga yang ditawarkan Liam padamu, apa kau tidak sadar sudah menjual dirimu padanya. Liam Seymour adalah pria ambisius, apa kau masih belum menyadari bahwa pria sepertinya hanya menjadikan wanita sebagai barang koleksi yang menawan dan jika ia merasa itu sudah tidak menarik lagi. Maka tidak sulit baginya untuk membuangmu. Seperti yang sudah ia lakukan dengan memecatku dari Perusahaan, padahal aku tidak pernah melakukan kesalahan yang merugikannya."
Kulit wajah Harumi memucat, ia merasakan seluruh pikirannya penuh sesak. Pusing, lelah, terombang-ambing oleh beban yang tidak kunjung berkurang. Kilatan awan gelap yang terus menyelimutinya seolah tidak ada habisnya.
Setiap perkataan yang dilontarkan Anton dan Elena tidak henti-hentinya menggelitik pikiran Harumi semenjak pertemuan mereka.
Harumi baru mengetahui kenyataan bahwa Liam sudah memecat Anton dari Perusahaan. Dan sampai saat ini Liam tidak memberitahunya.
Harumi tidak menyangka, Liam akan berbuat sejauh itu. Baginya ini masalah pribadi di antara mereka, kenapa harus semakin melebar.
__ADS_1
Dingin yang menusuk-nusuk kulit putihnya sama sekali tidak dapat membantu Harumi untuk tenang.
Sungguh ironis, pikir Harumi tanpa daya. Pilihan yang diambilnya akan berbuntut panjang dan semakin melebar. Bahkan dampak dari keputusannya, semua orang merasakan penderitaan.
Entah sudah berapa lama ia membungkam dirinya dan berada dalam posisi yang sama, duduk di tengah-tengah air shower yang mengguyurnya terus menerus.
Sedangkan di luar, tepat di Ruang tamu.
Scarlett baru saja menerima panggilan masuk dari atasannya.
Liam.
"Where is she ?"
"Mrs. Harumi sedang berada di kamar pribadinya. Semenjak tiba di rumah, Nyonya hanya mengurung diri di kamar"
"Aku berulang kali menghubunginya, tapi tidak diangkat. Apa kau sudah memeriksanya ?"
"Belum, Mr. Seymour. Saya pikir mungkin Nyonya sedang lelah dan beristirahat. Saya hanya tidak ingin mengganggunya."
"Kau harus jujur padaku, seharian ini dia kemana saja ?" suara serak Liam seakan mensiratkan ancaman
"Aku tidak suka jika ada yang disembunyikan dariku."
"Tidak ada yang disembunyikan, Mr. Seymour."
Ucap Scarlett menyembunyikan dengan suara yang meyakinkan
"Periksa ke kamarnya"
"Baik, Tuan."
Scarlett langsung bergegas menuju kamar tidur sesaat Liam memberikan perintah, kamar Harumi berada di lantai dua. Sambungan masih terhubung di ponselnya, suara langkah kakinya terdengar.
Tepat di depan pintu kamar, ia mengetuk pintu perlahan sambil memanggil dengan suara pelan "Nyonya ? Apa anda sudah tidur ?"
Tapi, tidak ada balasan. Scarlett kembali bersuara sambil terus memegang ponselnya. Ia berdiri di ambang pintu sambil mendekatkan telinganya "Nyonya ? Apa anda baik-baik saja ?"
__ADS_1
Sekali lagi, tidak ada suara apapun yang terdengar dari dalam kamar.
Tampak sangat sunyi dan hening.
Scarlett mengernyit "Nyonya ? Maaf jika saya lancang" perlahan wanita itu meraih gagang pintu dan ternyata tidak terkunci.
Dia membuka pintu dan memasukkan sebagian tubuhnya lebih dulu sembari terus memanggil-manggil "Nyonya Harumi ?"
Pandangannya langsung tertuju pada tempat tidur yang tampak kosong. Scarlett berjalan masuk sambil terus mengitari pandangan pada sekeliling kamar tidur utama yang tampak sangat luas tersebut.
Sorotan matanya mencari-cari, tapi ia belum menemukan Harumi. "Nyonya ? Anda dimana ?"
Perhatiannya teralihkan pada suara shower yang terdengar cukup jelas, Scarlett berjalan dengan hati-hati menuju kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka dan cahaya lampu tampak menyelip pada celah yang terbuka.
Scarlett tidak langsung masuk, ia masih memanggil melalui ambang pintu "Apa Nyonya di dalam ?"
Wajahnya mulai cemas, karena belum ada jawaban sekalipun dari Harumi. "Nyonya, jawablah. Apa anda di dalam ?"
Dia melihat ponsel Harumi tergeletak di atas nakas, dan tempat tidurnya masih tampak bersih. Seprei dan selimut masih tertata rapi seolah tidak ada yang menidurinya semenjak tadi.
"Kumohon Nyonya jawablah, jika anda belum ada jawaban juga maka maafkan saya jika saya masuk tanpa izin"
Scarlett mendorong tepi pintu, dan disaat bersamaan sesuatu yang sangat mengejutkan. Sebuah pemandangan yang tidak disangka-sangka.
Mata birunya melebar, Scarlett terkejut ketika sorotannya terhenti pada ruang Shower dimana Harumi tegeletak tak sadarkan diri dibawah guyuran air yang membanjiri tubuhnya.
"Ya Tuhan, Nyonya !!!"
Harumi terbaring tak berdaya, tubuhnya terasa dingin dan kaku. Wajahnya sangat pucat. Saat Scarlett berlari dan mengangkat tubuhnya.
Ia langsung memeriksa denyut nadi ditangan Harumi, dan detaknya melemah.
"Mr. Seymour....N-Nyonya...." wanita itu histeris memegang ponselnya
"What ?!!!! Apa yang terjadi ? KATAKAN !!!!"
# Jangan Lupa Vote ya
__ADS_1
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤