
Lansing, Michigan
"Bagaimana keadaannya ?" ucap Luciano langsung memulai pembicaraan setelah beberapa menit ia hanya diam sambil mengamati beberapa sudut ruangan
"She's fine" tegas Anton
Pria paruh baya itu kembali mengarahkan pandangannya pada penampilan Anton "dua hari lagi aku akan ke Napoli, Italia. Bertemu dengan beberapa Familia, dan aku ingin kau ikut denganku."
"For what ?"
"Tentu saja, memperkenalkanmu dengan para Pimpinan disana."
Pria itu mengernyit "Apa maksudmu ?"
Luciano berdiri, ia melangkah secara perlahan lalu berhenti pada sebuah lukisan besar seseorang dan menunjukkannya pada Anton "Kau mengenalnya ?!"
Anton diam, matanya mengikuti lalu menggeleng.
Samar-samar tampak Luciano menyeringai "Dia adalah orang yang sangat di Segani, diHormati. Orang yang sangat berpengaruh di Itali."
"Who ?"
"Dia Pimpinan Mafia terbesar di Italia,
Dante Corradeo Seymour"
Anton cukup terkejut setelah mendengar Luciano menyebutkan nama terakhir seseorang yang berada di Lukisan tersebut "Seymour ?"
"Yah"
"Maksudmu orang itu adalah ... "
"Bisa dikatakan Kakek buyut Keluarga kami"
Anton semakin tidak faham, ia melemparkan pandangan penuh tanda tanya "Lalu, apa ada hubungannya dengan maksud kau ingin mengenalkanku pada mereka ? Aku masih tidak mengerti, a-ku bukan bagian dari keluarga Seymour. Kenapa aku harus bertemu dengan..."
"Of course, kau pasti akan menanyakan hal itu. Tidak ada yg salah dengan pertanyaanmu. Seseorang yang tidak memiliki darah Seymour untuk apa diperkenalkan dan menjadi bagian tertinggi di Klan Organisasi kami. Yah itu benar."
"Lantas apa alasanmu membawaku ke Napoli ?"
"Apa kau masih tidak mengerti juga, tentu saja. Karena kau adalah bagian dari keluarga Seymour"
__ADS_1
Refleks Anton tertawa sumbang "Kau bercanda, itu tidak mungkin." Ia menatap Luciano tidak percaya "pernyataanmu terlalu klise, dengarlah jangan katakan itu hanya sebagai siasat agar aku mempercayaimu, aku...."
"Elena atau dulunya adalah Roseanne, your mother. Dia mengandung seorang anak dari seseorang yang bahkan sampai sekarang kau sendiri tidak pernah mengetahui identitas ayah kandungmu. Kau pernah melihat dan bertemu dengannya beberapa kali, tapi Roseanne tidak pernah mengenalkanmu dengannya. Bahkan aku yakin kau selalu bertanya-tanya kenapa identitas kalian berubah. Roseanne telah mengubah namanya sendiri dan namamu. Yah, masih banyak pertanyaan lainnya di benakmu yang ibumu selalu mengelak untuk menjawabnya."
Tampak jelas Anton berusaha mengatur suasana hatinya, ia berulang kali menarik nafas dalam. Dan mencoba menenangkan emosinya, ia mengepal kedua tangannya sekuat tenaga. Hingga tampak guratan kekesalan di wajahnya "Jadi selama ini, ibuku sudah membohongiku dan menyembunyikan hal sebesar ini dariku. " suaranya berat dan mulai bergetar
"Sekarang kau faham alasanku menemuimu waktu itu untuk pertama kalinya. Dan mengajakmu menjadi bagian dalam rencanaku."
Anton tersenyum dingin, pikirannya sesak dengan banyaknya pertanyaan yang selama ini disimpannya dan terjawab hanya dengan pernyataan singkat. Ia menggeleng "Aku masih tidak bisa mempercayai ini, aku tidak bisa menerima jika..."
"Kau tidak bisa menerima karena Liam adalah adik kandungmu sendiri." Luciano tersenyum santai. "Kau tentu saja sulit menerima bahwa selama ini pria yang sudah merebut istrimu adalah Adikmu."
"YOU LIE !!! Jika ini hanya bagian dari rencanamu, maka kebohongan ini hanyalah sebuah kamuflase." hardik Anton dengan tawa sumbang di bibirnya "Kau pasti memiliki maksud lain, untuk apa kau menghancurkan keluargamu sendiri."
"Menghancurkan ?!" Luciano menatap tidak terima dengan pernyataan Anton "Aku hanya mengambil apa yang seharusnya bukan milik Liam"
Matanya keduanya saling beradu "Aku tidak percaya dengan semua perkataanmu."
Luciano melangkah menuju pada lemari kayu yang cukup besar membukanya dan tampak berbagai laci menghiasi dibagian dalamnya. Pria paruh baya itu membuka salah satu laci bagian atas, dengan sebuah kunci yang sudah diambilnya sejak ia tiba di rumah itu tepat di laci nakas di sebelah Lemari tersebut.
Dia mengambil sebuah dokumen dengan map berwarna hitam dari dalam.
"Aku yakin ini akan membuatmu sedikit terkejut dan bisa mempercayaku." Luciano meletakkan dokumen itu diatas meja kerja
Mata Anton mengikuti sampai ia terhenti pada dokumen itu, tapi ia tidak langsung menurutinya.
"Bukalah"
Anton tidak merespon, ia masih memilih diam tanpa bergerak.
Ia mematung dengan wajah tegang bercampur keingintahuan yang begitu intens.
"Anthony, open it. Disitulah semua jawaban yang ingin kau ketahui selama ini."
Anton menggeleng tegas "Aku tidak perlu itu semua."
"Kau menuduhku berbohong, maka aku memberimu bukti. Tapi sikapmu menolak. Apa kau masih belum bisa menerima kebenaran itu atau kau berusaha untuk lebih baik tidak mengetahui apapun juga."
"Stop !!"
Mata pria itu menunjuk "Di dalam berkas itu, salah satunya berisi Dokumen hasil tes DNA antara kau dan Roberto. Roberto is My Brother, Your---Father."
__ADS_1
Anton menghembuskan nafas kasar, dadanya sesak bergemuruh oleh amarah yang tidak dapat dilampiaskannya pada siapapun kecuali pada dirinya sendiri. Ia bisa merasakan tubuhnya kaku membeku oleh suasana yang bahkan dia sendiri tidak sanggup menghadapinya. Kepalan tangannya semakin kuat hingga pembuluh darahnya memanas mengalir deras di seluruh tubuhnya.
"Roberto meninggalkanmu dan ibumu, dan memilih membesarkan William. Dengan semua kasih sayang yang melimpah, kekayaan, hidup yang serba mewah, kedudukan dan kekuasaan yang besar. Roberto dan Anita membesarkan William dengan menjadikan anak itu Pewaris Tunggal semua kekayaan yang kau sendiri pun tidak bisa menilainya, betapa besar yang diterima William. Anita bukanlah ibunya, tapi ia menyayangi anak itu. Adikmu memiliki masa depan cerah yang tidak terbayangkan sebagai Miliyarder muda dengan harta melimpah. Sedangkan kau... Lihatlah hidupmu. Berbanding terbalik, kau dan ibumu mengalami banyak kesulitan hidup. Kau adalah Anak Tertua Keluarga Seymour, kau memiliki darah kami. Apa yang sekarang dimiliki Liam, seharusnya MILIKMU SEJAK DULU."
"HENTIKAN !!" hentak Anton tegas
"Aku cukup mengenalmu, Kau sangat ambisius. Kau rela mengejar keinginanmu dengan berbagai cara apapun. And I like it, thats good. Itulah yang dibutuhkan Keluarga kita, Sifat Kompetitifmu yang keras menggambarkan Darah Seymour yang sebenarnya." ungkap Luciano dengan sorotan menusuk
Anton kembali mengalihkan tatapannya pada Lukisan itu lagi, yang lebih mengerikan seketika wajahnya tersenyum miring "Apa Liam sudah mengetahuinya ?"
"Of course, dia sudah mengetahuinya. Bahkan istrimu sendiri pun sudah. Mereka berdua sudah mengetahui ini."
Senyuman itu memudar seketika "Hanya aku yang tidak mengetahui kebenaran ini, bahkan Harumi ...."
"Mereka tetap menjalin hubungan, tidak peduli dengan kebenaran itu. Bahkan dengan santai mereka berani mempublikasikannya di depan semua media. Sangat miris, Liam sudah mengambil semua hak yang seharusnya milikmu dan merebut wanita yang kau cintai. Apa kau masih tetap akan diam saja, melihatnya masih hidup senang sedangkan kau semakin terpuruk."
Anton menunduk, memperhatikan tangan dan jemarinya. Gemetar. Sorotannya memanas, api itu membakar habis dirinya. Ia merasa menjadi orang paling Bodoh, dengan semua kehidupan yang sudah mempermainkannya selama ini.
Anton atau Anthony, anak tertua keluarga Seymour yang bahkan tidak menerima sepeser pun harta warisan dari Roberto. Bahkan sampai akhir hayatnya, Ayahnya sama sekali tidak pernah mengharapkannya.
Dan kini yang lebih menyakitkan baginya, Harumi yang masih berstatus istrinya. Menjalin hubungan dengan adik kandungnya sendiri, semuanya terlihat miris ketika ia harus mendapati dirinya mengetahui kebenaran ini diusianya yang sudah melewati 30 tahun tanpa sempat bertemu ayahnya.
Sosok ayah yang ternyata sangat dekat didepan matanya, tapi bertahun-tahun ia tidak pernah mengetahuinya. Sosok yang selama ini dicarinya, ternyata ia begitu dekat dengannya.
Bertahun-tahun bekerja pada Perusahaan Seymour, pernah bertemu dengan Roberto di saat menjalankan tugas perusahaan. Tidak pernah terbayangkan, bahwa ia adalah ayah kandungnya selama ini.
Ibunya Roseanne benar-benar sudah mencuci otak Anton agar sama sekali tidak pernah mempertanyakan apalagi mencari sosok ayahnya.
Ini sangat menyakitkan baginya, kenyataan itu bahwa musuh yang dihadapannya sekarang ini. Orang yang sangat ingin dilenyapkannya ternyata
Adalah Adiknya sendiri.
Anton mengangakat wajahnya, tampak samar kedua matanya berkaca sambil menahan emosi ia mengeluarkan suaranya "Aku akan ikut denganmu ke Napoli"
Luciano menyeringai lebar "Thats My Boy."
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Komen dan Vote
Thank you
__ADS_1