
Harumi menatap Ameera dan mendengarkan setiap kata-kata nya dengan sangat baik.
Entah respon apa yang harus diberikan Harumi tentang ini semua, ini hal yang sangat mengejutkan baginya. Sebuah rahasia keluarga di masa lalu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena Anton dan Ameera tampak sangat dekat dan tidak terlihat bahwa mereka tidak memiliki hubungan darah.
Keheningan yang sangat canggung menggantung dalam ruangan, Ameera merasakan itu. Tapi, dengan cepat wanita itu mencairkan suasana "Kau adalah bagian dari keluarga kami, sudah seharusnya kau mengetahui mengenai masa lalu keluarga ini." Ameera tersenyum
Sorotan mata Harumi penuh simpatik dan terharu dengan pernyataan Ameera yang membuatnya benar-benar menjadi bagian dari keluarga mereka. "Lalu, bagaimana dengan Mama Elena ?" tanya nya dengan sangat hati-hati karena dia tidak ingin menyinggung perasaan sedikitpun.
"Ayah bertemu dengan Elena setelah lima tahun kepergian ibuku. Mereka bertemu di sebuah Restauran Cepat saji, dan Elena adalah salah satu pelayan di tempat tersebut." Ameera mengambil kapas dan micelar water makeup sembari mengusap wajah Harumi dengan perlahan.
Lalu, wanita itu melanjutkan ceritanya sambil tangannya bergerak menggunakan satu per satu alat kosmetik ke wajah Harumi "Mereka mengambil keputusan untuk menikah hanya dalam kurun waktu yang sangat singkat tiga bulan setelah pertemuan pertama. Aku bertemu Anton di usianya ketika itu sebelas tahun. Awalnya aku sempat terkejut dengan keputusan ayah yang akan menikah lagi, tapi setelah aku mengenal Elena lebih dekat. Aku mulai menyukainya, dia sangat baik. "
Elena adalah wanita yang sangat lembut dan cantik, ia memiliki aura yang sangat baik kepada siapapun yang ditemuinya. Kesan itu pula yang dirasakan Harumi ketika pertama kali bertemu dengannya. Harumi sangat diterima dengan sangat baik oleh Elena sebagai calon menantunya saat Anton mengenalkan Harumi.
Tidak ada sedikitpun keburukan didiri Elena, bahkan dia hampir menjadi wanita yang sangat sempurna. Sudah sewajarnya, Teddy Riandra ayah Ameera langsung jatuh hati kepada Elena saat pertama kali mereka bertemu dan memutuskan segera menikah.
"Apa kau tahu, Rumi ? Elena bukanlah nama sebenarnya." tukas Ameera
Harumi mengerjap "M-maksud...maksudnya..."
wanita itu berkata datar "Lalu nama sebenarnya siapa ? dan kenapa ia harus mengganti namanya ?"
"Roseanne, ayah selalu memanggilnya dengan panggilan Rose. Entahlah apa alasan nya mengganti identitas, dia melakukannya setelah kecelakaan yang menimpa ayah sepuluh tahun lalu. Begitu halnya dengan Anton, sebenarnya pertama kali aku bertemu dengan anak itu. Namanya adalah Anthony. Tapi, Elena meminta ku agar memanggilnya Anton, dan tidak menjelaskan apapun tentang alasannya."
Setelah memahami apa yang telah didengarnya, dalam sekejap Harumi mencoba untuk menerima semua fakta itu sekaligus hari ini.
Harumi menarik napas pendek, menatap dirinya di cermin. "Anthony, Roseanne. Ini sangat asing bagiku " gumam wanita itu terus meresapi dan mencoba menerima kenyataan lain dibalik masa lalu suaminya.
Bahkan Anton sendiri pun, tidak pernah bercerita padanya. Mengingat itu, membuat kekecewaan menguasai hati Harumi saat ini.
Sudah seharusnya ia sebagai istri Anton mengetahui ini semua langsung dari bibir suaminya. Ini seolah, Harumi hanya seperti orang asing yang bukan bagian dari kehidupan Anton.
__ADS_1
"Aku harap kau tidak salah paham, Rumi. Karena aku yakin Anton memiliki alasan khusus kenapa ia tidak ingin menceritakan ini kepadamu. Karena sebenarnya ini sudah terjadi lama, dan mungkin Anton tidak ingin membuka lembaran masa lalunya kembali" Ameera berbalik menatap wajah Harumi di cermin dan melayangkan senyuman.
"Bagaimana dengan ayah kandung Anton ?" tanya Harumi dengan cepat
Ameera langsung menghembuskan napas panjang, lalu menggelengkan kepalanya "Aku tidak pernah tahu tentangnya, Elena tidak pernah bercerita apapun mengenai itu. Tapi...."
Reaksi Harumi berubah semakin penasaran, kedua sorot matanya melebar menatap Ameera.
Sempat diam sejenak, Ameera melanjutkan ceritanya kembali "Tapi aku pernah tanpa sengaja mendengar pembicaraan ayah dan Elena, seingatku dari apa yang kudengar, ayah kandung Anton adalah seorang pengusaha kaya raya yang sangat berpengaruh dan terkemuka. Tapi, entah siapa dan dimana dia ? aku tidak tahu, bahkan Anton pun juga."
Alis Harumi mengernyit "Pengusaha ? tapi, apa Anton tidak pernah sekalipun bertemu dengannya ?"
Sekilas Ameera menaikkan bahunya "Sepertinya belum pernah, entahlah. Anton tidak pernah membicarakannya padaku. Kau tahu sifat si bodoh itu yang selalu dingin apalagi menyangkut hal yang sangat pribadi."
"Apa Anton tidak ingin mencari ayahnya ?" suara Harumi merendah
Ameera menatapnya dengan seksama "Aku yakin, sebenarnya Anton sedang mencari-cari ayah kandungnya. Apalagi ia pernah mengatakan kalau obsesinya ingin meniti Karirnya dalam kalangan bisnis salah satunya adalah untuk menemukan seseorang. Dan aku yakin, seseorang itu yang dia maksud adalah ayahnya."
Apa ini alasannya ia selalu menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk pekerjaannya ? untuk menjadi seseorang yang memiliki jabatan tinggi agar bisa menemukan ayahnya ? itu memang pernah dikatakannya dulu, sewaktu kami bertemu di kedai kopi sebelum keberangkatan ku ke New York
Ameera melanjutkan aktivitas makeupnya kembali, kali ini polesan terakhir yaitu lipstik di bibir Harumi agar lebih merona. "Akhirnya selesaiii !" ucap wanita itu setengah teriak dengan puas melihat hasilnya
Harumi tidak mendengar apapun, ia hanya terdiam dengan pikirannya yang melayang penuh dengan segala tanda tanya dan fakta-fakta yang masih membuatnya shock mengenai masa lalu Anton.
Wanita itu melamun dengan bulumata hitamnya yang merendah, bahkan ia tidak menyadari dengan kegembiraan Ameera yang bahagia melihat perubahan Harumi.
"Rumi...Rumi" panggil Ameera sambil sedikit mengguncang bahu Harumi
Akhirnya Harumi kembali pada kenyataan dan lamunannya berakhir. Wajahnya berbalik menatap Ameera "Yah ?"
"Coba lihat di cermin " wanita itu menunjuk ke cermin
__ADS_1
Perlahan tatapan Harumi beralih ke cermin menatap dirinya dengan hatinya bergejolak sangat terkejut.
Sebenarnya, Ameera hanya memberi sedikit saja polesan pada wajah Harumi tapi dia sudah sangat cantik. Perubahannya luar biasa, awalnya dengan wajah yang sangat polos dan hampir terlihat pucat. Kini Harumi berubah lebih fresh dan mempesona.
Kulit wajah Harumi yang putih, tanpa noda dan lembut, tentu saja tidak akan sulit memberi polesan makeup padanya.
Senyuman lebar tergambar jelas di wajah cantiknya, sesekali ia merasa sedikit malu menatap perubahan ini menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"aku jadi tidak percaya diri, ini benar-benar hebat, kak Ameera sangat pandai"
Ameera pun menyambut reaksi Harumi dengan respon yang sangat menyenangkan "tugasku sudah selesai, saatnya kita pergi. Sesekali meluangkan waktu untuk diri kita sendiri tidak ada salahnya kan. Kau juga harus lebih sering memperhatikan penampilanmu"
Untuk sejenak, apa yang dikatakan Ameera memang benar Harumi menyadari ia hampir tidak pernah memperhatikan tentang penampilan dirinya.
Banyak wanita yang diusianya saat ini, sudah menjadi wanita sukses yang berpenampilan stylist, modis dan selalu update dengan mode masa kini. Tapi, berbeda halnya dengan Harumi yang selalu tampil kasual dan sederhana.
Bahkan, tampak dari cara Harumi berpenampilan yang sudah ketinggalan zaman.
"Kita lunch dimana ?" tanya Harumi
Ameera yang sedang bersiap memasukkan barang-barang pribadi yang perlu di bawanya, dimasukkan ke dalam tas berwarna merah yang tampak dari kejauhan sekalipun, itu bukanlah tas biasa. Melainkan tas tangan yang bernilai tinggi.
"Kita akan ke sebuah Restaurant yang sangat terkenal di California, kau pasti akan menyukainya. Di sana, tempat yang paling diminati para orang-orang terkenal seperti selebritas, Model dan para Pengusaha terkemuka."
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank You ❤
__ADS_1