
Taylor tidak menjawab karena yang perlu dilakukannya sekarang adalah tetap berada di dekat mereka, bertugas untuk melindungi mereka. Hanya itu.
Nami menatap pria itu dengan rasa ingin tahu bercampur cemas “Bagaimana mereka bisa saling mengenal ?”
Sekali lagi, Taylor hanya diam tidak menjawab sepatah kata pun. Ia hanya berdiri berjaga di dekat pintu. Pria itu sadar, itu bukan wewenangnya untuk menjawab.
“Tuanmu memang sangat tampan dan kaya raya. Dia pria yang sopan, sangat perhatian dan sepertinya sangat menyayangi Mrs. Harumi” sela Beatrix santai
Wanita paruh baya itu menoleh cepat “Kau pernah bertemu dengannya ?”
Beatrix mengambil kursi lalu duduk tak jauh dari Nami “Yah, dia pernah kemari dan memesan sebuah rangkaian bunga di sini.”
Jawabannya makin membuat Nami mengerutkan keningnya “lalu ? Apa dia sering ke sini ?”
Beatrix sempat diam sejenak, “aku hanya pernah melihatnya sekali, setelah itu ia tidak pernah kemari lagi.”
“Sewaktu dia kemari, apa Harumi sudah mengenalnya ?”
Wanita itu menggeleng cepat “Sepertinya itu kedua kali mereka bertemu. Pria itu dua kali memesan bunga di sini, awalnya hanya Sekretarisnya yang turun dari mobil, setelah itu ia sendiri yang datang.”
“Bagaimana rupanya ? Apa ia terlihat seperti pria yang jahat ?” Mata Nami menyipit
Beatrix tertawa “Pria Jahat ? Hmmm…Bahkan pertama kali melihatnya, aku langsung terpesona. Dia ramah, sopan, tentu saja wajahnya sangat tampan, pakaiannya rapi, dan tatapannya pada Mrs. Harumi seolah ia sangat mengaguminya.”
“Apa ia datang kemari hanya untuk memesan karangan bunga ?” Wanita itu makin bingung
“Iya, lalu ia mengajak Mrs. Harumi makan siang.”
Guratan cemas makin membayangi di wajah wanita paruh baya tersebut, ia sibuk dengan pemikirannya sendiri. Seolah mencoba menghubungkan peristiwa demi peristiwa, yang sama sekali sulit di percaya olehnya.
Apakah mungkin Pria itu hadir di dalam kehidupan Harumi hanya kebetulan ? Tidak mungkin Pria sepertinya, datang ke Kios Bunga kecil ini hanya sebentar bertemu dan mencoba merayu wanita yang nyatanya Harumi adalah istri dari bawahannya sendiri.
Pria sekelas dirinya, tidak sulit mencari latar belakang kehidupan wanita seperti Harumi. Jika ia sudah mengetahuinya, kenapa ia masih tetap ingin merebut Harumi dari sisi Anton ? Apa tujuan pria itu sebenarnya ? Padahal ia seharusnya sudah mengetahui resiko besar yang harus diterimanya dari hubungan terlarang ini ?
Semua pertanyaan itu menusuk-nusuk kepala Nami dengan sangat tajam, ia merasa pikirannya sudah penuh sesak oleh semua masalah yang dihadapinya.
Belum lagi, masalah besar yang sedang menimpa suaminya. Nami hanya bisa duduk, diam dalam tekanan.
Wajahnya pucat, tubuhnya melemah jika bayangan masalah Putrinya kembali hadir dalam pikiran. Semua hujatan-hujatan keras dari Media Sosial sangat tidak mengenal ampun, menyudutkannya secara bertubi-tubi.
Bagaimanapun memikirkan cara yang terbaik untuk menyelesaikan semua permasalahan ini tidak mudah, benar-benar tidaklah mudah.
***
“Scarlett, kau melihat ponselku ? Seingatku, aku meletakkannya di meja makan tadi pagi.” Harumi berjalan mengitari ruang makan sambil mencari-cari di setiap sudut, matanya terus menyoroti sudut-sudut yang mudah terjangkau
__ADS_1
Pengawal pribadinya itu menggeleng “Tidak, Nyonya.” Jawabnya singkat
Kening Harumi mengerut “Aku yakin meletakkannya di sini, apa… di kamar tidur, tapi aku sudah mencarinya di sana.”
Suara dering ponsel berbunyi, Harumi berbalik cepat. Ia mengira suara ponselnya, ternyata itu milik Scarlett.
Panggilan masuk dari Liam.
Scarlett mengangkat.
“Nyonya, ada panggilan masuk dari Tuan Liam” Scarlett mengarahkan ponselnya kepada Harumi
Harumi yang berjongkok di bawah meja makan, masih berusaha mencari-cari ponselnya. “Siapa ?” Jawabnya sambil tetap fokus meraba-raba permukaan lantai tepat di bawah meja.
Pengawal itu mendekat “Ini dari Tuan Liam”
Harumi mendongak, lalu berdiri dan meraih ponsel itu “oh, ok”
“Hallo ?” Sambil menghembuskan napas, lalu ia melangkah menuju teras
“What’s wrong ?”
“Aku sudah lelah mencari ponselku di seluruh sudut rumah ini, tapi belum menemukannya”
“Aku yakin meletakkannya di meja makan sewaktu kita sarapan tadi. Tapi, entah kenapa aku tidak menemukannya sama sekali sekarang. Hilang begitu saja.” Suara kesal wanita itu terdengar cukup jelas
“Tenanglah, Scarlett akan membantu mencarinya. Sementara, Aku akan membelikanmu yang baru agar aku bisa menghubungimu. Sekretaris Will akan mengirimkannya.”
Dengan sedikit lemas, dan wajah kecewa karena kehilangan ponselnya. Harumi hanya bisa mengiyakan keinginan Liam untuk saat ini “where are you ? Still work ?”
“Yes, aku masih di Santa Monica. Dan ada beberapa urusan pekerjaan yang harus kuselesaikan. Tapi, aku pastikan pulang lebih awal.”
“Hmm…Liam ?”
“Yah”
“Kenapa di luar sepertinya ada beberapa Pengawal baru yang berjaga-jaga ? Aku merasa tidak nyaman ?”
“Tidak apa-apa, mereka hanya menjaga keamanan. Mereka tidak akan mengganggu rutinitas rutin yang kau jalani sehari-hari.”
“Tapi aku hanya merasa tidak nyaman jika harus dikelilingi dengan banyak Pengawal di rumah ini.”
“Sayang, aku berjanji itu hanya sementara. Aku merasa tenang jika ada yang menjagamu selama aku pergi.”
“OK ok Baiklah, oh ya, mulai besok aku ingin membuatkanmu bekal makan siang yang bisa kau bawa saat bekerja. Apa kau tidak keberatan ?”
__ADS_1
Mendengar sesuatu yang diucapkan Harumi barusan, sontak membuat Liam diam.
“Liam ?”
Ini masih terasa asing baginya, bekal makan ? Yah tentu saja, Liam mengerti hal itu. Tapi, ia tidak pernah sekalipun dibuatkan hal seperti itu seumur hidupnya.
Liam masih mengingat, bagaimana ia pernah merasa cemburu dimana waktu itu ia melihat di atas meja ada sebuah Bekal Makanan yang di siapkan Harumi untuk Anton sewaktu ia kunjungan kerja ke Perusahaannya. Sebuah perhatian kecil, yang membuatnya pernah terbakar cemburu. Bahkan jika mengingatnya saja, perasaan itu kembali hadir.
Ketika itu, Liam merasakan perasaan yang terus membuat dirinya gusar, gelisah dengan semua perhatian Harumi pada Anton. Tentu saja, ia merasa iri, cemburu dengan posisi Anton dalam kehidupan Harumi.
Dan kini….seolah dunia berputar pada pusaran yang tidak terduga. Liam merasakan apa yang benar-benar diinginkannya, bukanlah kekayaan, kemewahan atau kekuasaan tertinggi.
Inilah keinginannya, sebuah posisi tertinggi di dalam kehidupan Wanita yang dicintainya. Menjadi bagian hidup Harumi.
“Tentu saja, aku tidak akan keberatan. Aku pasti akan menghabiskannya.” Senyuman kecil membuat wajah tampan pria itu terlihat bahagia
“OK, aku akan menunggumu pulang. Take care”
***
“Jadi ini rencana yang kau Maksud ?!!!” Anton membanting pintu dan melempar tatapan tajam penuh amarah
Noah berdiri dari kursi kerjanya “hei, Calm down. Ini masih permulaan. BOM yang sebenarnya belum waktunya kita keluarkan.”
“Kau berjanji padaku tidak akan menggunakan Harumi dalam masalah ini ! “ pria itu menunjuk-nunjuknya dengan rasa Kecewa
“Bagaimanapun Wanita itu adalah kunci nya, tidak mungkin kita tidak melibatkannya. Seharusnya kau sudah mempertimbangkan semua itu. Liam akan mengekang wanita itu, aku mengenalnya.”
“Mengekang ?”
Noah menyandarkan tubuhnya pada tepi meja sambil menyilangkan tangan di dada “Yah, Liam pria Posesif, jika ia menginginkan sesuatu ia mampu berbuat apapun untuk mendapatkannya dan jika ada yang berani merebut miliknya ia akan semakin menyembunyikan itu. Mengurungnya. Menciptakan tembok besar mengelilinginya. Situasi ini akan membuatnya semakin mengekang wanita itu, mengatur hidup Harumi. Menjadikan hidupnya bagai Tawanan. Dan satu hal lagi, tidak ada wanita manapun yang ingin hidupnya terkekang dan diatur. Perlahan-lahan itu akan merusak hubungan mereka.”
“Tapi, aku tidak ingin menyakiti Harumi. Aku hanya ingin MENGHANCURKAN LIAM. Membuatnya benar-benar hancur”
Kerlip kegelisahan masih tampak jelas di wajah Anton, ia memeras tepi kursi dengan keras membayangkan bagaimana pengkhianatan yang sudah dilakukan Harumi padanya. Tapi, ia tidak ingin menyakitinya. Anton masih mencintai Harumi. Tentu saja, tidak mudah melupakan Wanita itu. Walaupun mereka sudah saling menyakiti, tapi ia ingin istrinya kembali. Ia ingin merebut nya dari tangan Liam dan membalas semua perbuatan pria itu.
Noah menyeringai licik “wanita itu lah kelemahannya, jika ingin menghancurkannya maka mulailah dari titik kelemahan lawan. Berita ini, akan mempengaruhi reputasi kepemimpinan Liam. Dan tentu saja, pemberitaan media sosial yang kejam akan mempengaruhi sirkulasi Saham Perusahaan. Yah, para Pemegang Saham akan berpikir dua kali untuk mempertahankan seorang CEO yang memiliki reputasi hitam. Pemecatanmu, juga akan berdampak pada kinerjanya. Memang, ini bukan pertama kalinya Liam diberitakan memiliki skandal dengan banyak wanita, tapi Skandal ini tampak berbeda karena wanita yang diberitakan adalah Harumi dengan status pernikahannya. Setelah semua ini berjalan, rencana selanjutnya berada di tanganmu. Aku memiliki proyek yang bisa kau manfaatkan. Sebuah proyek Liam yang sedang dijalankannya di Santa Monica. Karena salah satu orang kepercayaannya memiliki hubungan keluarga dengan ku. Aku bisa pastikan Rencana ini akan berjalan mulus.”
“Aku tidak peduli Apapun yang sedang kau rencanakan, aku ingin Harumi kembali. Dan MEMBUNUH PECUNDANG ITU DENGAN TANGANKU”
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank You 🙏🏻
__ADS_1