
Liam perlahan melepaskan tangannya, kubuka kedua mataku.
"Ya Tuhan, tempat apa ini ? apa sekarang aku berada di surga ?" batinku
Aku tak sanggup mengeluarkan kata-kata apapun, dengan wajah tercengang sekaligus kagum. Tubuhku seperti terbawa dalam suasana tempat seluas ini.
Atmosfirnya yang sangat nyaman dengan keindahan yang tak bisa kuungkapkan.
"Tempat apa ini Liam ?" tanyaku yang masih fokus menatap ke sekeliling tempat tersebut
"Masuk lah Rumi" ajaknya menarik lembut kedua tanganku.
Begitu banyak Bunga-bunga indah yang bermekaran, tertata rapi, di rawat dengan sangat baik dan saling melengkapi keindahannya.
Bunga-bunga dengan berbagai macam warna, begitu banyak jenis dan ukurannya, tumbuh subur dan cantik di tempat ini. Seperti rumah yang begitu nyaman bagi mereka untuk tumbuh.
Aku berkeliling melihat tempat indah itu, tak ada satu bunga pun yang lepas dari pandanganku. Aku sangat bahagia melihat bunga-bunga ini di rawat sangat baik, begitu harumnya menguasai setiap sudut.
"apa kau senang Rumi ?" tanya Liam
Dari belakang, Liam selalu memandangiku dan mulai tersenyum puas melihatku yang tengah bahagia.
Aku berbalik menatap Liam yang berdiri di hadapanku sekarang.
"Liam,,,apa ini ?"
"Apa kau menyukainya ?" tanya balik Liam
"iya aku suka sekali, tapi tempat apa ini ?"
"ini milikmu Harumi, kau bisa kemari dan menghabiskan waktumu di tempat ini"
"Tunggu dulu, maksudnya ? milikku ? aku baru mengenalmu Liam. Tidak wajar jika kau memberi sesuatu yang seperti ini kepadaku" jawabku yang mulai tampak kebingungan
Liam hanya diam, ia tidak langsung menjawab pertanyaanku.
Ia berjalan mendekatiku, mulai menenangkanku dengan menyentuh lembut wajahku.
"Bisakah kita berteman baik mulai sekarang ? bukankah tadi kau mengatakan kita sebagai teman " jawab Liam dengan lembut.
"tapi Liam ini sudah terlalu berlebihan, aku memang sangat menyukai semua hal tentang Bunga. Tapi aku..."
"aku tidak akan memaksamu, jika kau menganggap ini terlalu berlebihan. Kau bisa datang ke sini, jika kau mau saja. Aku hanya ingin kau sendiri yang merawat bunga-bunga ini dan memberikan kehidupan di tempat ini" jelas Liam
__ADS_1
"bukankah kau bisa menyewa seorang tukang kebun ?"
"aku sudah memiliki tukang kebun disini, tapi sentuhan tangan dari mu tidak akan sama dengan mereka. Apa kau tidak kasihan melihat bunga-bunga ini di rawat dengan orang yang tidak mengerti ? "
"aku tidak bisa Liam, aku punya pekerjaan, belum lagi mengurus keperluan rumah, dan pasti suamiku tidak akan mengizinkanku"
"apa aku saja yang meminta izin pada suamimu ?" goda Liam
"kau selalu saja senang mengejekku, baiklah, aku akan mencoba membicarakannya dulu dengan Anton, aku akan mengabarimu"
"aku mau keputusannya besok Rumi, aku tidak suka menunggu"
Aku sudah terlanjur bingung dan tidak bisa berfikir panjang. Liam hanya ingin meminta bantuanku sebagai Teman, hanya itu yang bisa ku sematkan dalam pikiranku sekarang.
"Jika aku bisa, aku tidak mungkin setiap waktu ke sini, hanya ketika aku ada waktu luang saja. Kau tau perjalanan ke sini lumayan jauh " pintaku dengan tegas
"Anggap saja aku merekrutmu sebagai Kepala Pengurus Bunga, dan aku akan menggajimu" Liam sempat terkekeh menyebut diriku Kepala Pengurus Bunga, sebutan yang memang sangat Aneh.
"Sekarang kau menyebutku "Kepala Pengurus Bunga" , "Gadis Bunga" apa wajahku terlihat seperti Serbuk sari !!" jawabku dengan kesal
"Haahaa, kau memang seperti Bunga Dandelion, jika di tiup mudah sekali terbang,,..aku mungkin akan kembali ke California 2 hari lagi. Aku akan mengirimkan Taylor untuk siap mengantar dan menjemputmu jika kau ingin kesini. Kau tinggal menghubunginya, di sini walaupun aku tidak ada kau bisa meminta bantuan Taylor ataupun para pelayan."
"Liam,,aku belum memutuskannya, hmmm"
Liam membelai puncak kepalaku dengan lembut. Ia menatap manis wajahku, seolah tidak ingin berpisah lama.
"heiiii....tidak ada teman pria dan wanita apalagi sudah menikah yang saling merindukan, aku sudah mulai tidak waras menghadapimu Liam. Aku hanya menganggapmu sebagai Teman Sekaligus Customer ku"
"apakah seorang teman tidak bisa saling merindukan dan memiliki perasaan sayang ? "
"Apa kau tidak bisa berhenti Bercanda, aku tidak mempan dengan gombalanmu!!" aku langsung berbalik dan berjalan meninggalkan Liam dengan wajah cemberut
Hari sudah mulai sore, suasana pun sudah hampir menuju petang. Kulihat arlojiku waktu sudah menunjukkan pukul 5 lebih 10 menit.
"Aku harus kembali ke Toko, sudah waktunya Beatrix pulang."
"Baiklah."
Liam mengantarkanku kembali ke Toko, tapi Sekretaris Will belum kulihat kembali sampai aku pulang.
"Terimakasih sudah mengantarkanku"
"Jika ada apapun yang kau perlukan, kau tinggal memintanya padaku," pinta Liam
Aku hanya mengangguk menanggapi permintaan Liam, kami memang baru dua kali bertemu. Aku masih belum bisa sepenuhnya mempercayainya. Banyak sekali pertanyaan di pikiranku tentang Liam.
__ADS_1
"Bagaimana ia mengetahui hampir semua tentang diriku padahal baru kemarin kami pertama kali bertemu ? bagaimana ia memiliki sebuah Taman Bunga seindah dan sebesar itu seolah ia sudah mempersiapkannya sejak lama ?" batinku yang tak henti-hentinya mempertanyakan itu semua terus memenuhi pikiranku.
Nami Florist
Pukul 5.45 pm
"Beatrix maaf ya, aku pulang terlambat, bagaimana keadaan toko selama kutinggal pergi ?"
Kuperhatikan Beatrix tampak fokus membereskan meja kerjaku.
"Aman Bu, tadi ada beberapa pelanggan yang datang" jawabnya
"Kenapa ibu baru kembali ? Jangan-jangan ibu berkencan yaa dengan Pria Tampan tadi, heeheee" goda Beatrix yang tersenyum nakal.
"jangan bicara yang tidak-tidak Beatrix, aku sudah menikah bagaimana bisa berkencan dengan Pria lain !!" Kubuka lebar kedua mataku dan melempar tatapan tajam padanya.
"Bu, aku kan cuma bercanda. Tapi aku senang melihat ibu dengan Pria tadi, kalian sangat cocok satu sama lain heehee"
Beatrix yang tak hentinya menggodaku, langsung berlari mengambil tas nya.
"Bu, saya pulang! sampai ketemu besok !" teriak Beatrix
Aku mulai bersiap pulang, membereskan Toko dan melihat kembali ke layar Handphoneku. Tapi belum juga ada balasan dari suamiku, hanya beberapa chat masuk dari pelangganku.
Tak lama menuju keluar dari Toko, aku bertemu Pak Tom si pemilik Kebun.
"Pak Tom, sedang apa ?" tegur ku kepada Pria paruh baya tersebut yang sedang melintasi Toko.
"Saya tadi dari Supermarket sebelah sana Nona Rumi, Nona sudah mau pulang ?"
"Iya Pak, sudah waktunya saya pulang, saya sedang menunggu taksi "
"Tadi sore saya ke sini non, mengantar beberapa pesanan bunga yang Nona minta. Kata Beatrix nona sedang keluar, mohon maaf non kalau bapak lancang, saya sempat melihat non keluar dari mobil dengan Tuan Liam Seymour ya ?" pertanyaan Pak Tom membuatku terkejut karena ia menyebutkan nama Liam.
"Iya pak Tom, Liam salah satu pelanggan di Toko saya juga. Ada apa pak ? Bapak mengenalnya ?" tanyaku yang mulai penasaran dengan jawaban Pak Tom
"Tidak apa-apa non, saya tidak terlalu mengenal Tuan Liam, hanya saya mengetahui tentang ayahnya Tuan Roberto Seymour. Ia pemilik lahan perkebunan yang berhektar-hektar di daerah tempat tinggal saya."
"Pemilik Perkebunan ?"
Pak Tom tinggal di desa yang tak jauh dari Kota Bristol. Ia memang sering ke kota untuk mengantarkan pesanan Bunga dari kebunnya dan terkadang ber belanja kebutuhan bulanan.
#jangan lupa vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
__ADS_1
Thank you 🥰