Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 94 Shoot Me If You can


__ADS_3

Insting Liam sangat kuat untuk bisa memperkirakan gerakan Pria bertubuh kurus itu saat mengacungkan sebilah pisau ke arahnya dari belakang punggung Liam.


Liam berbalik sangat cepat dan mendapati Penyerang itu mengacungkan pisau lalu mengayunkannya dengan gerakan melebar.


Insting Liam mengambil alih dan dia merunduk ke bawah ayunan menusuk Pria itu lalu meloncat bangun ke belakangnya. Pria itu berbalik dan Liam menangkap tangannya. Dia mengangkat lutut Pria itu, menghantamkan kakinya ke perut sehingga Pria itu terpental mundur. Si Penyerang jatuh, kepalanya menghantam tembok bangunan, dan selesailah sudah. Pria bertubuh tinggi kurus tersebut jatuh pingsan.


Liam menatap ke bawah dengan tatapan sinis.


"Oh, Tuhan" seru Harumi sambil menekankan tangannya ke pipi dan mengangkat matanya yang membelalak "Oh, Tuhan, Liam." Harumi hanya bisa menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Dia pun tahu, dirinya tidak bisa berbuat apapun untuk membantu Liam.


Yang memenuhi dalam pikiran Harumi saat ini hanyalah bagaimana bisa serangan ini terjadi kepada mereka, seolah kedua Pria itu sudah mengetahui setiap gerak gerik Liam dan Harumi. Bahkan mereka seperti sudah tahu bahwa hari ini Liam tidak dalam pengawalan sehingga memudahkan mereka dalam melakukan penyerangan.


Seandainya, ia bisa menghubungi Sekretaris Will, tapi karena kecerobohannya Harumi baru ingat kalau ponselnya tertinggal di mobil, gara-gara ketegangan yang harus di hadapinya dalam situasi ini. Membuatnya tidak bisa berpikir jernih dan berkonsentrasi dengan baik.


Liam berdiri mengatur napasnya melemparkan tatapan menusuk kepada Pria yang sudah jatuh pingsan tadi memastikan bahwa ia sudah tidak sadarkan diri, sedangkan Pria bertubuh besar satunya berusaha bangkit lagi setelah menerima banyak serangan dan pukulan dari Liam , ia mulai akan menyerang Liam balik dari belakang. Bersiap melemparkan kepalan tinju ke arah Liam, ayunan pukulan itu sempat mengenai wajah Liam saat dia berbalik.


Membuat wajah Liam terlempar ke samping dengan keras.


Secercah darah segar mengalir dari tepi bibir Liam setelah ia menerima pukulan dari Pria tersebut, ia berbalik menghadap dengan tatapan lebih mengerikan "Pengecut !!!" cetus Liam tak ada rasa kesakitan sama sekali di wajah nya, bahkan dengan santai ia mengusap darah itu dari bibirnya.


Amarah Liam memuncak, sorotan matanya berapi dan hasratnya untuk membunuh sudah menguasainya. Dan Ia menyerang balik, dan kali ini ia takkan mengampuni Pria tersebut.


Pukulan bertubi-tubi kembali di layangkannya ke wajah dan perut bergantian, bahkan Pria itu tidak ada kesempatan sedikit pun menyerang balik serangan yang sudah dilakukan Liam.


Pria itu melangkah mundur semakin ke belakang. Hanya bisa merasakan tubuhnya melemah terombang ambing.


Liam bukan Pria Lemah dalam hal berkelahi dan membuat takluk lawannya, apalagi ia tidak akan mengampuni seseorang yang menyerang nya dari belakang karena bagi Liam itu hanya untuk Orang yang Pengecut.


Pria itu tersungkur jatuh ke lantai, ia makin melemah dan sudah mulai menyerah. Tapi tidak bagi Liam, ini belum selesai sampai Pria itu berakhir dengan Kematian.

__ADS_1


Liam mengeluarkan senjata dari balik kemejanya, Pistol yang sudah ingin di gunakannya sejak tadi, tapi ia menahannya sampai ada moment pistol ini akan beraksi.


Otot-otot keras seluruh tubuh Liam semakin menegang, memompa kekuatan yang tak ada habisnya bahkan ia masih sanggup jika harus bertarung lagi dengan banyak penyerang lainnya.


Pistol itu sudah diarahkan kepada Pria tersebut, bahkan Liam siap menarik pelatuknya tepat ke arah kepalanya. Sekali pelatuk ini di tarik Liam, Pria itu tidakkan mampu berbuat apapun lagi selain menghadapi kematiannya.


Pria itu mengangkat kedua tangannya melebar memohon pengampunan kepada Liam "Please, Forgive Me" dengan serak berusaha menahan Kesakitan di tubuhnya, ia terus mengeluarkan darah di hidungnya dan memuntahkan darah dari mulutnya.


Wajahnya sudah cukup babak belur dengan ruam-ruam biru dan benjolan-benjolan di kedua pelipis matanya. Ia sudah tak ada kekuatan lagi untuk bangkit apalagi menyerang balik. Ia terkujur kaku di jalan gang itu tanpa ada sandaran apapun ditubuhnya dan melihat Liam yang berdiri di hadapannya.


Liam hanya diam sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya "Menyentuh sehelai rambutnya maka Kematian semakin dekat kepada Kalian" di saat Kematian sudah di depan mata Pria itu.


"JANGAN...!! Kumohon Liam " teriakan Harumi sampai ke indera pendengaran Liam, wanita itu berdiri dan keluar dari persembunyiannya, ia berjalan mendekati Liam dengan langkah yang bergetar. Matanya berkaca menahan ketakutan yang menguasainya "Kumohon Jangan Membunuh, Jangan Bunuh Pria itu"


Harumi merasa ketakutan , cemas, semakin memuncak meradang di seluruh tubuhnya ketika ia melihat sisi lain Liam saat itu. Liam yang dikenalnya lembut, kini untuk pertama kalinya ia melihat Liam berbeda dan sangat asing, ini bukan Liam yang dikenal Harumi sebelumnya.


Ini seperti sisi Tergelap Liam, Sisi Hitam yang baru Ia tampakkan kepada Harumi.


Entah apa yang dirasakan Harumi saat ini, semua bercampur aduk. Sisi Liam yang sangat asing baginya kini, harus ia terima. Ia tahu setiap manusia memiliki sisi gelap dalam dirinya.


Liam berbalik, melihat Harumi berjalan mendekatinya.


Dengan tubuh kecilnya, wanita itu berjalan mendekati dan memandangi sorotan mata Liam dengan kelembutan penuh permohonan. "Kumohon Liam, Hentikan...Ampuni dia"


Kedua pasang mata itu saling bertemu, Liam bisa merasakan tatapan Harumi membuka pikirannya, tatapan Harumi yang menghangatkan mampu mencairkan ketegangan dan kebencian di dalam diri Liam saat itu.


Harumi adalah bentuk Kekuatan hebat sekaligus Kelemahan terbesar bagi Liam. Liam sangat memuja Harumi, hanya wanita bertubuh mungil berambut hitam itulah yang mampu membangkitkan Iblis dalam diri Liam sekaligus mampu meredamkan Amarahnya dalam seketika.


Tapi Sedetik kemudian, tatapan Liam berubah ia mengalihkan pandangannya ke lain arah di belakang Harumi. Ada sesuatu yang mengganggu pandangannya. Sesuatu yang berjalan tepat di belakang Harumi.

__ADS_1


Mengikuti Wanita itu dari belakang, langkah kaki Harumi seolah bergema secara bergantian di jalan setapak gang tersebut.


Ternyata Liam salah memperkirakan kedatangan kedua Penyerang tersebut yang memasuki Mini Market, Mereka tidak hanya berdua.


Melainkan, Bertiga.


Dan salah satu Penyerang lainnya tepat berada di belakang Harumi menodongkan pistol tepat ke arah Kepala Wanita itu.


Kedua mata Liam membesar, ini untuk pertama kali dalam hidupnya dan bahkan setelah ia menghadapi penyerangan dari kedua Pria Misterius itu, Liam merasakan Kepanikan dan Ketakutan sangat besar.


Hidup Harumi sedang berada di ujung


Kematian.


"Awaaaass !!" seru Liam menggema


Harumi terkejut membuat langkahnya terhenti, saat Wanita itu akan berbalik.


Dorrr !!!


Suara pelatuk Pistol yang ditarik menggema sangat keras, mengeluarkan peluru panas tepat di sasarannya.


Peluru itu Bersarang di Kepala.


Awan Hitam seakan menyelimuti Gang tersebut menjadi mencekam. Atmosfir saat itu berubah menjadi gelap, meruntuhkan semua nya menjadi Puing-puing.


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like , Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2