
"Tuan Seymour ingin bicara dengan Nona" Taylor memberikan Handphonenya kepada Harumi.
Harumi yang ketika itu sedang sibuk di Ruangannya, terkejut dengan kehadiran Taylor sudah di hadapannya.
"Hah ? Liam ?" ucap Harumi kebingungan.
Harumi langsung menyambut Handphone Taylor, dan menjawab panggilan masuk Liam.
"Hallo ?" jawab Harumi pelan.
Taylor langsung pergi meninggalkan ruang kerja Harumi, setelah Ia di beri kode.
"Aku menghubungimu berulang kali , kau tidak mengangkat sama sekali !! " Liam tampak marah, ia mengatur nafas agar tidak semakin terbawa emosi.
"Kau menghubungiku ? handphoneku sedang diisi dayanya, aku mungkin terlalu fokus merangkai bunga jadi tidak mendengar. Ada apa Liam ?"
"Jam berapa kau pulang ke rumah ?"
"Liam, kau menghubungiku cuma ingin menanyakan hal itu saja ? Aku sedang sibuk mengurus pesanan pelangganku. Hari ini Valentine, semua pasangan banyak yang memesan karangan bunga. Aku mungkin akan lembur menyelesaikan semuanya." jawab Harumi dengan cepat. Ia bicara sambil menloadspeaker handphone tersebut agar Harumi tetap bisa sambil bekerja.
"Aku sungguh ingin bersamamu saat ini"
Harumi terkejut dengan perkataan yang terlontar dari mulut Liam. Jarak memang memisahkan mereka, Harumi mengira itu akan membuat Liam bisa melupakannya. Tapi justru sebaliknya, tiap hari Liam menghubungi dan selalu memberi perhatian pada Harumi.
Harumi selalu mengingatkan Liam agar mengerti dengan situasinya. Tidak mungkin ada hubungan lebih dalam bagi mereka berdua. Sangat berbahaya kalau terus dilanjutkan, memang Harumi mulai memiliki perasaan yang sangat aneh dan mengganggu membuat jantungnya berdebar setiap ia bicara dengan Liam. Perasaan itu dikubur jauh-jauh oleh Harumi.
Ia tidak bisa terus-terusan mengikuti keinginan dan hasrat berbahaya ini.
"Liam, aku sedang bekerja. Aku memiliki tanggung jawab yang harus kuselesaikan. Kau paham kan, karena kau juga seorang Pebisnis. Tanggung Jawab harus segera di selesaikan. Aku janji akan menghubungimu kalau sudah selesai pekerjaanku. Tapi perbedaan waktu kita terpaut sangat jauh. Jika aku disini baru selesai malam, kau pasti sudah hampir pagi disana." Harumi memberi pengertian kepada Liam dengan lembut.
Sikap Harumi yang lembut dan penyayang ini lah, yang membuat Liam semakin jatuh Cinta padanya.
"Oke aku tunggu jam berapa pun tidak peduli, Selamat Hari Valentine Gadis Bunga."
"Selamat Hari Valentine juga Pria Usil" jawab Harumi sambil tertawa kecil.
Mereka mengakhiri pembicaraan di telepon tersebut, Harumi memberikan handphone itu kepada Taylor yang sibuk mempacking karangan bunga bersama Beatrix.
Akhirnya Waktu menunjukkan jam 8 malam. Semua pesanan Karangan Bunga untuk Valentine selesai. Termasuk karangan Bunga milik Jonah. Sangat Indah, Harumi membuatkan Spesial untuk nya.
__ADS_1
Tampak Taylor dan Beatrix yang kelelehan terduduk di depan etalase. Taylor yang awalnya datang dengan setelan jas rapi dengan kacamata hitamnya. Kini penampilannya berubah, jas dilepas, dasi dilonggarkan, tinggal kemeja putih yang digulung di bagian lengannya. Yang paling mencolok Kacamata hitam yang selalu dikenakan Taylor di lepas juga.
Wajahnya Taylor seperti keturunan Australia, matanya biru terang, postur dan cara bicaranya pun memang seperti itu.
Tapi Harumi sangat senang akhirnya pekerjaannya selesai.
Ia kembali mengambil Handphonenya yang dari tadi tak sempat di sentuh olehnya.
Ada beberapa Panggilan masuk yang tak terjawab, salah satunya dari Anton suaminya sejam yang lalu.
Harumi kaget, ia tak menyangka suaminya menghubunginya sampai 4 kali missed call.
Harumi menghubungi Anton dengan cepat. Ia khawatir jika ada berita apapun yang tak diduganya.
"Hallo " ucap Harumi
Anton langsung mengangkat panggilan Harumi.
"Hallo, apa pekerjaanmu sudah selesai ?"sahut Anton
"Tinggal sedikit lagi mungkin 20 menit lagi, kenapa ?"
"Aku akan menjemputmu"
"Tidak usah, aku akan menjemputmu. Setengah jam lagi aku akan ke sana. Ok"
Anton langsung memutuskan panggilan tersebut.
Batin Harumi bergejolak, "Ada apa ini ? kenapa Anton tiba-tiba bersikap seperti itu, apakah ada yang ingin dibicarakannya ?, Atau ia membuat masalah ?"
Harumi mulai tidak tenang, ia semakin penasaran dengan tingkah suaminya sendiri.
"Bu, semua pesanan sudah beres dan sudah diantar semua, aku pulang ya" Beatrix mengejutkan Harumi, lamunan Harumi pun buyar.
Harumi melangkah keluar ruang kerjanya, kondisi bagian depan kasir dan etalase sudah rapi. Awalnya penuh dengan karangan bunga, berhamburan kini semua kembali tertata sangat rapi.
"Kalian berdua ternyata bisa jadi Tim yang solid, aku senang kalian lebih akrab." Goda Harumi seraya memberikan dua kupon Nonton pertandingan Baseball kepada mereka.
"Whaaatt !!! kereeen bagaimana mendapatkannya, aku sudah memesannya jauh-jauh hari tetap tidak kebagian. Anda memang luar biasa, Yeaaay Makasih Mrs. Harumi" Beatrix tampak sangat Girang. Ia langsung mengambil Kupon tersebut.
__ADS_1
"Kalian bisa menontonnya berdua, kau juga suka pertandingan Baseball kan Taylor ?" Tanya Harumi berbalik ke arah Taylor sudah berdiri dengan setelannya kembali Rapi.
"Maaf Nona Harumi, saya masih banyak tugas."
"Tenang Taylor, anggap aja ni sebagai ucapan rasa Terimakasihku karena sudah membantuku dan Beatrix hari ini, sesekali kau harus Refreshing. Soal Liam, nanti aku yang akan meminta izin kepada atasanmu itu. Lagipula, Pertandingannya hari Minggu ini weekend juga kan, bersenang-senang lah. Oke."
Taylor hanya diam, ia mengangguk ragu-ragu. Ini pertama kali baginya, seorang yang dibantunya memberi perhatian dan ucapan terimakasih kepadanya.
Harumi memberikan satu kupon itu kepada Taylor, Harumi mendaratkan senyuman kepada nya.
"Kalian harus pergi nonton bersama, baiklah selamat hari Valentine ya. Terimakasih untuk hari ini, kalian boleh pulang dan beristirahat. "
"Sama-sama. Aku pulang dulu ya" Beatrix bergegas mengambil mantel dan tasnya, lalu melangkah keluar Toko.
"Kau juga boleh pulang Taylor, istirahat lah. Tidak usah khawatir, aku sudah katakan pada Liam. Ia faham kau sudah lelah membantuku seharian."
"Baik Nona Harumi." sahut Taylor, ia menunduk memberi hormat kepada Harumi lalu melangkah perlahan keluar Toko dan masuk ke mobil.
Tak lama Jonah datang menghampiri Harumi, ia tampak terengah-engah habis berlari. Ia dari seberang jalan, setelah terlihat Toko Roti nya tutup ia langsung menemui Harumi.
"Maaf Mrs. Harumi, aku mau mengambil pesananku. " sapa Jonah terbata-bata.
Jonah memang Lelaki yang pendiam, penampilannya tampak sederhana dan ia selalu mengenakan Kemeja kotak-kotak dengan jaket polos berwarna Navy gelap.
Tatanan rambut Jonah yang pirang selalu rapi di sisirnya ke samping, bola matanya yang besar berwarna biru dan pipinya yang di penuhi Frakles selalu membuat Jonah tampak seperti Siswa SMA. Padahal usianya sudah 27 tahun, Secara penampilan Jonah memang sangat tidak mengikuti trend masa kini.
Ia malu-malu berbicara pada Harumi untuk mengambil pesanan bunga miliknya.
"Apa kau ingin memberikannya pada Beatrix ?" tanya Harumi sambil memberikan karangan tersebut.
"Hmmm...Bukan"
"Benarkah ? bukankah kau menyukai Beatrix, sejak lama kulihat kau selalu menjemputnya hampir setiap hari jika Beatrix pulang"
"Ia menolakku beberapa waktu lalu, aku paham dengan alasannya. Aku bukan tipe pria idamannya." jawab Jonah lalu menundukkan kepalanya, ia merasa malu di hadapan Harumi.
"Ya Ampun Jonah, kau benar-benar Pria yang sangat baik. Aku sangat senang jika Beatrix menerimamu, tapi bagaimana pun juga perasaan tidak bisa dipaksakan. Kalau boleh tau karangan ini untuk siapa ? Maaf ya aku jadi penasaran"
#Jangan Lupa Vote ya
__ADS_1
Dukung Author dengan Like Komen dan Vote
Thank You ❤