
Suasana sempat menimbulkan banyak ketegangan ketika beberapa email dan panggilan masuk yang tidak berhenti untuk sesaat saja.
"Apa yang akan anda lakukan ? masalah ini cukup menyita banyak perhatian para investor kita yang lain. Mr. Palmer dan Mr. Burke sejak sejam lalu meminta konfirmasi lebih lanjut mengenai proyek di Santa Monica." tatapan Sekretaris Will serius sambil menyerahkan sejumlah dokumen penting di atas meja kerja
Liam menatap dokumen-dokumen tersebut dan Sekretaris Will melihat kilau sinis yang sudah familier kembali ke matanya.
Sesaat ekspresi Liam menggambarkan tekanan yang kuat menyeruak keluar dan sulit menahannya lebih lama.
Kekacauan yang terjadi secara tiba-tiba membuatnya tidak bergeming walau harus berhadapan dengan masaah sebesar apapun, karena baginya inilah resiko yang harus ditanggungnya sebagai Pengusaha Besar sepertinya.
Mendadak mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan, bukan hal baru baginya. Setiap hari, setiap waktu akan banyak masalah yang siap menghadangnya.
Proyek Santa Monica, merupakan rencana besar yang sudah dipersiapkan Liam dengan sangat matang.
Sebagai seorang Pengusaha Kaya Raya yang sukses tentu saja Liam tidak pernah merasa puas untuk melebarkan sayapnya dalam pengembangan bisnisnya terutama bidang Properti dan Real Estate.
Pembangunan Resort super mewah dan sangat luas, tentu saja membutuhkan perencanaan yang tidak mudah. Dan tidak ketinggalan pembiayaan yang sangat fantastis.
Liam menggandeng beberapa Investor besar yang bekerja sama dengannya. Kelancaran pembangunan proyek tersebut sudah mencapai 60%.
Tapi, ia tidak menduga masalah sebesar ini hadir begitu cepat dan secara tiba-tiba tanpa pembicaraan.
Sekretaris Will menatap atasannya tersebut dengan rasa empati, ketika ia menyadari punggung bidang pria itu tampak tegang dan raut wajah yang sangat dingin "Apa sebaiknya Tuan membatalkan Konferensi Pers tersebut, karena kekacauan ini akan berdampak melebar jika media mulai mencium masalah ini ?"
"Tidak ada yang berubah, semua tetap berjalan sesuai rencana" lirikan tajam dan respon sarkastiknya sarat makna yang diluar dugaan
Sekretaris paruh baya itu mencemaskan Liam, bagaimanapun atasannya tersebut tampak tidak stabil dan tidak mempertimbangkan keputusannya saat ini "Baik, Tuan" mengiyakan dengan berat hati
...****************...
"Anda tidak perlu bangun dulu, apapun yang anda perlukan cukup katakan saja"
Tubuh Harumi masih terasa lemas dan cukup sulit mengangkat bahunya dengan benar.
Selang infus masih melekat di lengannya, wajahnya masih tampak pucat, rambut hitamnya terurai sedikit berantakan.
Harumi bisa merasakan bibirnya kering, dan tenggorokannya pun begitu. Ia menelan salivanya saat pandangannya mengitari ruangan.
Melihat reaksi tersebut, Mrs. Martha berjalan mengambil segelas air mineral dan memberikannya pada Harumi "Minumlah, anda pasti sangat haus dan terasa lemas"
Harumi menatap dengan heran, tapi tanpa merespon ia menerima gelas dari wanita tersebut dan langsung meminumnya dengan terburu-buru.
"Pelan-pelan saja"
Harumi benar-benar seperti sudah melakukan perjalanan sangat jauh, ia tampak kelelahan dan kehausan. Tidak menunggu lama, ia dengan cepat menghabiskan segelas air itu tanpa jeda.
"A-apa yang terjadi ?" Harumi tiba-tiba merasa canggung dan melihat dirinya yang mengenakan seragam Rumah Sakit dengan mata yang agak sembab "K-kenapa..."
Sesaat Mrs. Martha hanya menatap tanpa ekspresi, lalu samar-samar bibir wanita itu melengkung "Anda sempat tidak sadarkan diri di Kamar Mandi"
Harumi terkejut, kedua bola matanya melebar "What ?!" ia sulit mengingat apa yang terjadi padanya, Harumi berusaha menjernihkan pikirannya tapi justru ia merasakan dadanya terasa sangat perih
"Anda sudah baik-baik saja sekarang, hanya perlu beristirahat beberapa hari di sini"
Harumi menatap wanita itu yang makin membuatnya bingung dengan sosok asing tersebut "Anda siapa ?"
"Martha, saya merupakan Kepala Pelayan di Kediaman Keluarga Seymour."
Harumi mengamati wanita itu sejenak, tapi tetap saja ia tidak habis pikir dengan siapa yang ada dihadapannya "Where's Scarlett ?"
"Scarlett sedang keluar membeli beberapa keperluan, anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Sebaiknya anda istirahat kembali" wanita paruh baya yang mengenakan terusan berwarna hitam dengan rambut yang digulung kebelakang begitu rapi tersebut tersenyum santai
Tidak berhenti sampai disitu saja, Harumi masih melemparkan pertanyaan "Kenapa anda bisa sampai disini Mrs. Martha ?"
"Anda tidak perlu memanggil saya dengan formal, Tuan muda biasa memanggil saya dengan panggilan Bibi Martha. Anda bisa memanggil saya seperti itu."
__ADS_1
Harumi mengernyit "Tuan muda ?"
Martha tersenyum "Yah, Tuan Muda Liam. Kekasih anda."
Entah dorongan yang tidak terduga apapun itu sudah membuatnya merasa aneh, mendengar kata "Kekasih" itu sontak membuat pipi Harumi yang awalnya pucat sedikit merona.
"Apa Liam yang meminta anda ?"
Martha menggeleng " Mrs. Anita yang meminta saya"
Ekspresi Harumi berubah, dan itu cukup membuatnya keheranan. Ia sempat mematung bak pajangan di toko-toko pakaian "What ?!Liam's Mother ?"
Suara dering ponsel berbunyi. Sebelum Martha membuka bibir.
Ternyata itu ponsel Harumi, Martha segera mengambilkan.
Tapi, Harumi tidak terkejut dengan suara ponselnya hanya saja ia masih tidak percaya dengan terjadi saat ini.
Mrs. Anita, seseorang yang tidak pernah ditemuinya sekalipun dan ia sudah mendengar dari Liam bahwa ibunya tersebut sangatlah kejam dan tentu saja sangat menentang keras hubungannya dengan Liam.
Sekarang, wanita itu justru mengirimkan seseorang untuk menjaganya.
Pikiran Harumi semakin tidak karuan, yang pertama terbesit di benaknya adalah siapa yang sebenarnya harus di percaya.
Harumi bisa melihat ketika Liam menceritakan tentang sosok ibunya, dan ia mempercayainya karena Liam tampak sangat tidak menyukai ibunya.
Sebagai ibu dan anak hubungan mereka sangat renggang.
Walaupun Harumi sudah mengetahui bahwa Anita bukanlah ibu kandung Liam, tapi tetap saja Anita adalah ibu yang sudah membesarkannya selama ini.
"Hallo"
"Rumi ? Oh God !" suara serak yang sangat dikenali Harumi
Liam.
Harumi bergegas merapikan rambutnya yang berantakan, karena ia menyadari penampilannnya saat ini benar-benar sangat menggangu, ia mensetting ponselnya dan mengaktifkan Facetime
Ia langsung tersenyum saat melihat wajah seseorang yang benar-benar sangat dirindukannya tampak dilayar ponsel miliknya.
Liam tampak sumringah, wajahnya bahagia ketika ia kembali bisa menatap wajah wanita yang sangat dicintainya "Bagaimana bisa kau selalu cantik"
Mata Harumi menyipit "Jangan berbohong, gombalanmu basi"
Liam tertawa "Iam sure, Youre so pretty anytime. Saat kau tidur, memasak, bahkan saat kita berhubungan melakukan hal..."
Harumi sontak terkejut dan salah tingkah, dan memberi kode pada kekasihnya itu untuk berhenti "Liam...."
Liam tertawa sambil mengejek "Melihatmu seperti itu, sangat manis. Rumi, Aku sangat mencemaskanmu, ini membuatku gila karena tidak bisa setiap saat disampingmu"
Harumi menggigit bibirnya lalu beralih menatap Martha yang sedang mengambil teko kaca untuk melangkah keluar ruangan.
Martha sadar akan posisinya dan memberi privasi pada majikannya.
Setelah Martha benar-benar sudah keluar ruangan, baru Harumi bisa kembali fokus.
"What ? Ada siapa di sana ? Scarlett ?"
Harumi menggeleng "Bukan"
"Who ?"
"Bibi Martha"
Ekspresi Liam berubah seketika "Bibi Martha ? How ?"
__ADS_1
"Your Mother"
Tatapan Liam gelap, ia hanya diam.
"Its Ok, kau tidak perlu khawatir Bibi Martha sangat baik padaku."
"Kenapa wanita itu mengirimkan Bibi Martha, apa lagi yang direncanakannya ?!!!!" geram Liam, menyugar rambut dengan tangan dan mondar-mandir melintasi ruangan menuju jendela kaca besar "Beraninya mencampuri urusanku"
"Liam, kurasa ibumu hanya ingin bersikap baik. Tidak ada masalah"
"DIA LICIK. Jangan terpedaya olehnya." mulut Liam menegang "Where's Scarlett ? Berulang kali aku menghubunginya, ia tidak mengatakan soal Bibi Martha. WHERE'S SHE ?!!!" suaranya tajam dan Liam tampak sangat marah
Harumi menggeleng-geleng dalam penyangkalan yang naluriah "Please, Liam. Jangan memecatnya."
"Dia sudah berbohong, aku memerintahkannya untuk menjagamu. Seharusnya ia menuruti perintahku, melaporkan semua dengan benar."
"Liam dengarkan aku, Aku yang memintanya berbohong. Akulah yang seharusnya kau salahkan. Ia hanya tidak ingin mengecewakanku."
"Sekarang posisiku sangat jauh darimu, kau tidak akan bisa membayangkan bagaimana aku harus membagi pikiranku saat ini."
Harumi menghela napas dan menunduk "Iam sorry, karena aku terlalu lemah. Kumohon mengertilah."
"Bertahanlah sedikit lagi. Aku berjanji saat aku kembali, semua akan baik-baik saja. I Promise"
...****************...
Kilatan cahaya kamera semerbak menghiasi ruang pertemuan tidak ada henti-hentinya yang dipenuhi berbagai pihak media cetak maupun elektronik.
Semua wartawan tengah duduk dan memegang banyak pertanyaan ditangan masing-masing.
Mereka sangat antusias dan menunggu moment ini semenjak pemberitaan itu meluas.
Ketegangan semakin memuncak ketika salah seorang wartawan mengajukan sebuah pertanyaan pembukaan.
"Mr. Liam Seymour tentu saja selain anda seorang CEO dari banyak perusahaan dan merupakan Miliarder tidak jarang berbagai skandal pemberitaan pernah menghampiri anda, Posisi anda yang begitu dikenal Publik, kenapa pemberitaan Skandal dengan seorang wanita yang masih berstatus menikah ini menjadi sangat serius, apa anda tidak takut dengan dampaknya pada reputasi anda ?!"
Liam duduk dihadapan mereka dengan sangat tenang, ia menatap wartawan yang mengajukan pertanyaan tersebut dengan tatapan dingin "Tidak" jawabnya singkat
"Lalu bagaimana dengan situasi yang mulai diperdebatkan semua orang, tidak sadarkah anda. Anda seolah menciptakan opini bahwa perselingkuhan itu menjadi hal yang lumrah, seorang istri bermain-main dengan banyak pria untuk kepuasannya ?"
"Kau tidak berhak menilainya. Dan satu hal lagi, kenapa aku membuka sesi tanya jawab lebih dulu sebelum menjelaskan semua perihal pemberitaan itu kerena aku tidak akan berbasa basi. Bahwa itu semua memang benar, Aku tidak menutupi hubungan kami"
Tampak semua wartawan menulis dengan tulisan versi mereka masing-masing setiap kali Liam membuka suaranya.
Wartawan lain ada yang berdiri "Suami dari wanita itu adalah Karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan anda, benarkah ?"
"Yah"
"Dan anda memecatnya ?!!!"
"Yah" tegasnya
"Kegilaan macam apa ini ? Demi melancarkan hubungan terlarang kalian, Anda merusak karir dan Rumah Tangga orang lain. Sadarkah anda, ini SANGAT BURUK ?! Sebaiknya anda segera Sadar dengan tindakan anda !!" wartawan itu melemparkan pertanyaan yang menyudutkan
"Lalu, bagaimana dengan siklus saham yang menurut informasi mengalami penurunan yang sangat signifikan, apakah ini adalah akhir dari Kejayaan Seymour Company ?"
"Apa kelebihan wanita ini hingga membutakan anda ? Ini benar-benar mengacaukan dari semua aspek, pertimbangan apa yang anda pikirkan saat itu ?"
"Harap Tenang." moderator berdiri dan menenangkan situasi yang makin memuncak
Satu lagi seorang wartawan wanita yang duduk di deretan tengah berdiri "Banyak spekulasi, bahwa wanita ini hanya menginginkan status dan uang ? Bahkan diduga ia merupakan Wanita Pelac*r yang biasa melayani para Konglomerat ?"
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
__ADS_1
Thank you 🥰