Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 14 Kebohongan Pertama


__ADS_3

"Benar Non, Tuan Roberto Pemilik Perkebunan Anggur di daerah tempat tinggal saya. Ia orang yang sangat di segani sekaligus di takuti oleh orang-orang disana"


"Di takuti ?"


"Iya , karena menurut rumor yang ada dia adalah salah satu Petinggi Organisasi Besar Mafia yang sangat terkenal di Italy. Jadi, kami tidak ada yang berani membuat masalah dengannya. Pernah waktu itu, ada salah satu Karyawan Perkebunannya menyalahgunakan pemasokan anggur sehingga Tuan Seymour mengalami kerugian besar, karyawan tersebut langsung di pecat dan dua minggu kemudian ia ditemukan Tewas akibat kecelakaan. Kami menduga itu semua perbuatan dari para Oknum Tuan Seymour."


"Benarkah Pak Tom ? apa memang ada bukti dari kepolisian mengenai kejadian itu ?"


Aku semakin penasaran dengan semua pernyataan Pak Tom.


"Pihak Kepolisian tidak bisa sepenuhnya kita percaya Non, karena Tuan Seymour punya koneksi yang sangat Kuat dengan para Pejabat Kepolisian"


"Saya harap Nona Harumi tidak terlibat masalah apapun dengan Tuan Liam, walaupun Tuan Seymour sudah meninggal dunia setahun lalu, tapi sebaiknya saran saya Nona harus lebih berhati-hati" Lanjut Pak Tom


"Terimakasih, saya pasti akan mengikuti saran Pak Tom."


Tak lama kemudian, aku memberhentikan Taksi di pinggir jalan.


"Pak saya pulang duluan ya" pamitku yang memberikan senyuman kepada Pak Tom yang sudah kuanggap seperti Ayahku sendiri.


"Iya Nona Harumi, hati-hati di jalan"


Rumah Harumi dan Anton


Pukul 7.35 pm


Saat pulang, ternyata mobil suamiku sudah terparkir di garasi.


Memasuki rumah kulihat ia berada di dapur membuat secangkir kopi.


Aku melihat punggung Anton,membuatku berjalan dan memeluknya dari belakang. Aku sangat merindukan kehangatan tubuh suamiku. Sudah lama aku ingin melakukan ini.


"Sayang, kau sudah pulang!!" rasa bahagiaku ketika ia pulang lebih cepat dari biasanya.


Aku bisa merasakan hangat dan rasa aman ketika memeluknya, tubuh bidang Anton yang selalu kurindukan.


Anton hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun, suara Anton mengaduk kopinya tiba-tiba terhenti.

__ADS_1


Ia lepaskan kedua lenganku yang melingkar ditubuhnya. Anton berbalik melepaskan pelukanku, kini ia berhadapan dan menatapku dalam diamnya.


Aku menunggu ia mengucapkan sesuatu.


"sayaang, ada apa ? maaf aku pulang terlambat" tanyaku yang masih menatap manja wajah suamiku.


"kau tidak usah melanjutkan usahamu lagi. Aku tidak suka dengan sikapmu terhadap para pelanggan-pelangganmu di Toko" jawab tegas Anton


"Hah ? Tapi Anton, apa kau marah mengenai pesan singkat yang kukirim tadi siang ? aku hanya pergi makan siang dengan salah satu pelanggan ku karena ia ingin meminta maaf. Aku tidak melakukan apapun, makanya aku memberitahumu agar tidak ada kesalahpahaman"


Aku berusaha meyakinkan suamiku, karena memang tidak ada yang terjadi apapun antara aku dengan Liam. Tidak mungkin aku menutup usaha Toko Bungaku yang sudah kujalankan selama 3tahun. Hanya itu satu-satunya rutinitas yang bisa kulakukan selain berada di rumah.


"Apa Kau tidak mau menuruti perkataanku, Rumiiii !!!!" bentak Anton dengan nada yang sangat tinggi


"Aku mohooon Anton, hanya itu satu-satunya yang bisa kuandalkan, jika harus di tutup apa yang bisa kukerjakan lagi, aku hanya sendirian dirumah, Kau selalu sibuk berangkat sangat awal pulang sampai larut malam, bahkan Weekend pun kau masih tetap pergi mengerjakan proyek-proyekmu"


Kutahan airmata yang sudah mulai memaksa keluar dari pelupuk mataku, kali ini aku harus Kuat dan berani karena sudah cukup sikap Anton selama 3tahun ini yang selalu mengaturku dengan sikap Egoisnya.


"Dengar Harumi,, apakah pantas seorang istri pergi dengan pelanggan Pria untuk makan siang ?"


Aku terdiam sejenak lalu menghirup nafas panjang berusaha meredam emosi dan sedihku. Aku harus menghentikan pertengkaran ini, jika di teruskan kami akan saling menyakiti.


"Maaf, aku yang salah, aku tidak akan mengulanginya lagi. Tapi aku berani bersumpah tidak terjadi apapun. Aku mohon Anton jangan memaksaku menutup Usahaku, aku mohoon " Kutatap kedua mata suamiku dengan memohon kepadanya. Kubuang semua harga diriku dihadapannya, kugenggam erat tangannya meminta belas kasihnya.


Ia Diam lagi tanpa mengatakan apapun, di lepaskannya genggamanku. Lalu ia pergi meninggalkanku yang hanya berdiri mematung di dapur. Ia berjalan menaiki tangga tanpa keputusan apapun yang diucapkannya.


Seperti itulah Anton Riandra suamiku sekarang, tidak bisa kutebak apa yang ada dipikìrannya. Ia sangat berbeda jauh ketika aku pertama kali bertemu dengannya. Aku tau, suamiku masih ada kekecewaan yang sangat besar terhadapku. Tapi aku masih sangat menyayanginya, aku cuma berharap ia bisa berubah.


Keesokan Harinya


Aku bangun lebih awal hari ini, pergi memasak, menyiapkan sarapan dan bekal untuk suamiku


Tepat jam 6 pagi, Anton sudah selesai mandi. Tak lupa aku menyiapkan pakaian seperti setelan jas dan kemeja kerjanya.


Setelah siap dengan penampilannya, Anton menuruni anak tangga.


Aku berdiri menyambutnya di ruang makan, semua sudah kusiapkan, sarapan lezat seperti Roti panggang mentega, asparagus, daging asap dan jus jeruk tersedia di meja makan.

__ADS_1


"Sayang, sarapan dulu ya" ajak ku menarik lengan Anton menuju meja makan.


"aku harus ke kantor sekarang"


"Kenapa terburu-buru ? Kumohon makan lah sedikit, aku juga membuatkan bekal untukmu"


"hari ini, CEO Perusahaan akan datang memimpin Rapat, aku tidak ada waktu sekarang"


Mendengar perkataan suamiku yang menyebutkan bahwa CEO nya akan datang ke perusahaan tempatnya bekerja, aku mulai terdiam dan mengingat sesuatu.


"itu pasti Liam, kemarin saat makan siang ia sempat berucap akan meeting dengan Anton besok, yang berarti hari ini. Kenapa aku jadi merasa khawatir dan tidak nyaman jika ia bertemu Anton ?" batinku yang mulai gelisah, karena pada kenyataanya aku belum bercerita kepada suamiku siapa sebenarnya pelangganku yang mengajak makan siang kemarin.


"CEO ? kenapa mendadak ia datang ? siapa dia ?" aku berpura-pura menanyakan kepada Anton hanya ingin memastikannya.


"Liam Seymour, ia CEO dari Seymour Group Architects Company. Sebaiknya kau saja yang makan sarapan itu, aku harus berangkat sekarang"


Anton melangkah menuju pintu, ia ingin bergegas menuju mobil. Aku pun sambil berlari kecil mengikutinya dari belakang membawa bekal makanan yang sudah kubuat sedari pagi dengan mata mengantuk.


Kuletak kan tas bekal makanan di jok samping Anton.


"Selamat bekerja sayang, habiskan makanannya ya " kulambaikan tanganku sampai mobil suamiku menghilang.


Anton memang sangat jarang menghabiskan bekal makanan yang kubuatkan setiap hari. Aku selalu melihat bekalnya masih tersisa banyak dan terkadang masih utuh. Padahal makanan yang aku buat tidak lah buruk, setidaknya keluarga dan sahabatku masih bisa lahap memakannya.


Saat memasuki rumah menuju kamar, aku mendengar suara panggilan masuk dari Handphoneku. Kulihat no asing yang sama sekali belum kuketahui.


"hallo" jawabku


"Hallo Gadis Bunga"


Aku mengenal suara ini, bagaimana ia bisa mengetahui no handphoneku.


#Jangan lupa vote ya


Dukung Author dengan like, koment dan Vote ya


Thanak you 🥰

__ADS_1


__ADS_2