
Sepuluh menit berlalu, semenjak Harumi meninggalkan lantai dansa. Anton tengah bersamanya bersikap seolah acuh tak acuh dengan keberadaan Harumi yang tengah berdiri disampingnya.
Pria itu hanya fokus berbincang-bincang dengan beberapa tamu penting, membicarakan pekerjaan, bisnis dan berbagai hal yang sama sekali tidak dimengerti oleh istrinya.
Tapi satu hal yang dipahami olehnya, pembicaraan para pria-pria ini berkaitan dengan pengembangan Perusahaan dan Anton disini berusaha mengambil perhatian dari berbagai orang-orang penting untuk pengembangan karirnya.
Tidak ada hal yang menarik bagi Harumi, ia cuma bisa menatap mereka dan sesekali melihat ke layar ponselnya. Memastikan sesuatu yang mulai membuatnya gelisah.
Harumi paham kalau ia tidak cukup berpengalaman dalam hal berbisnis kecuali usahanya di bidang Bunga. Dan itu cukup membuatnya bungkam di antara para pria hebat pebisnis terkenal tersebut.
Harumi sudah meneguk dua gelas wine, dan itu cukup membuatnya mual. Dia mencoba mengajak Anton untuk berbicara setidaknya mengajak suaminya tersebut menikmati pesta dengannya, tapi reaksi Anton justru kebalikannya. Pria itu dingin, ekspresinya datar dan setelah Harumi meninggalkan lantai dansa sikap Anton berubah. Yah, tentu saja dia memang menjengkelkan tapi sekarang dia semakin parah.
Bahkan, Harumi merasa seolah Anton tidak menganggapnya. Dapat terlihat, ketika ada tamu yang menyapa Harumi. Anton hanya menjawab singkat dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
Dan disaat Harumi mengajaknya bicara, suaminya tersebut sering memalingkan wajahnya dan berkata kalau ia sedang tidak ingin membicarakan apapun dengan Harumi.
Anton seakan tidak menginginkan apa pun kecuali dibiarkan sendiri.
Kemudian, sosok yang tidak terduga hadir menghampiri mereka.
Harumi menatap dengan mata yang melebar ketika sosok itu berjalan dengan anggun menuju ke arah mereka, Harumi bisa mengenalinya walaupun ia mengenakan topeng di wajahnya.
"Selamat Malam" ucapnya dengan lembut
Yah, tentu saja Harumi mengenalinya. Dia adalah wanita bergaun merah yang bersama Liam tadi. Wanita yang bertubuh ramping, rambut gelombang panjangnya yang terurai dan setiap potongan gaun merah itu melekat indah disetiap lekukan tubuhnya. Wanita itu seperti tanpa cela sedikitpun, secara visual Dia sangat sempurna.
Wanita itu menyapa para pria tersebut dengan sangat ramah, tutur katanya begitu sopan, suaranya lembut dan ia sering mengubar senyum kepada orang-orang yang ditemuinya.
"Wah, Selamat Malam Miss Hayek" sapa salah satu Tamu Pria
"How are you Mr. Anderson, Mr. Kendrick ?" bibir wanita itu melengkung, rona lipstik merahnya merona indah ketika wanita itu mendaratkan senyuman.
Para pria tersebut menatapnya lama, bahkan Anton pun tidak melepaskan pandangannya ke arah wanita itu.
Benar saja, mungkin hal yang wajar jika Liam dikelilingi banyak wanita sesempurna wanita ini.
"Kau selalu menawan dan mempesona" goda Mr.Anderson dengan tatapan nakal melihat setiap lekukan tubuh wanita itu
Seolah ia tidak ingin meladeni para pria-pria hidung belang tersebut, wanita itu melirik ke arah Anton dan Harumi "Sepertinya aku baru melihat anda"
"Ini adalah Mr anda Mrs Riandra, mereka dari Bristol" ucap Mr. Kendrick
__ADS_1
Anton mengulurkan tangannya ke arah wanita itu, lalu disambut olehnya "Kimberly Hayek, you can call me Kim"
Mata Kimberly yang kelam dan penuh misteri khas wanita, bertemu dengan mata Anton "Anton Riandra, and she is My wife Harumi Nayaka"
"Hello, Mrs. Riandra" sapa Kimberly dengan hangat menatap Harumi
"Harumi, just Harumi" jawabnya kaku, karena tidak nyaman bagi Harumi mendengar wanita itu berbicara formal dengannya
"She is a Top Model, mungkin kalian tidak asing dengan namanya. Wajah wanita cantik ini selalu muncul di majalah Fashion Dunia." Mr. Anderson memuji Kimberly
Kimberly tersenyum, tapi wanita itu tidak bereaksi apapun secara berlebihan "Aku suka melihat gaun silver yang kau kenakan, sangat cocok dan cantik dikenakan olehmu" ia melirik gaun yang dikenakan Harumi
Harumi merasa warna wajahnya semakin merah, karena seringnya ia mendengar reaksi orang-orang ketika melihat penampilan Harumi malam ini.
"Para pria ini pasti membuatmu bosan, bukan ? mereka hanya membicarakan tentang bisnis, bisnis, uang, bisnis....bla..bla...bla..." Kimberly menatap Harumi dengan tatapan malas sambil memutar bola mata
Harumi mengangkat alis "Hah ?" ia cukup terkejut melihat respon wanita itu
"tapi, kami senang wanita secantik dirimu menghampiri kami" Mr. Anderson tidak ada hentinya melemparkan godaan kepadanya, pria bertubuh sintal tersebut bahkan berani menyentuh lengan Kimberly
Tapi, wanita itu langsung menangkisnya dengan sopan "Sebaiknya tangan anda diletakkan di tempat yang tepat, kusarankan tangan itu di letakkan di balik saku celana anda agar tidak menimbulkan masalah, Mr. Anderson" tatapan tajam berbahaya tersirat dari sorotan matanya.
Kimberly menoleh kembali kepada Harumi "Mungkin kau bisa bergabung dengan kami, daripada kau mematung mendengarkan obrolan mereka"
Harumi mengernyitkan keningnya "Bergabung ?"
"Yah, dengan para tamu wanita lainnya. Membicarakan hal-hal menarik lainnya seperti pakaian, travelling dan hal lainnya yang tidak ada hubungannya dengan Bisnis"
"Ooh, ehmm..Tapi ..."
Kimberly beralih kepada Anton "Apa aku boleh meminjam istri anda ? setidaknya mengajaknya menikmati Pesta."
Awalnya Anton tidak bereaksi apapun, tapi kemudian pria itu mengangguk sekali "Silahkan" bahkan dia tidak menanyakan lebih dulu kepada istrinya
"Ok. Follow me " Kimberly menarik lengan Harumi
Dengan ekspresi yang masih kebingungan, Harumi memaksakan dirinya mengikuti keinginan wanita itu. Ia berjalan dengan banyak pertanyaan yang berputar-putar di otaknya.
Apa yang diinginkan wanita ini ? aku baru mengenalnya, bahkan kami belum banyak bicara.
Tatapan Harumi terarah ke wajah Kimberly, disaat keduanya berjalan bersama "Kita kemana ?"
__ADS_1
Sejenak wanita itu menoleh "Liam yang memintaku untuk membawamu" bisiknya ke telinga Harumi
"What ?!" bibirnya hampir menganga
Kimberly lalu tertawa kecil sambil menutup bibirnya.
Dan itu semakin membuat Harumi heran.
"Liam benar-benar sudah diperbudak oleh Cinta, dia banyak berubah"
Entah apa yang membuat pikiran Harumi terasa berat, wine yang diminumnya tadi atau perkataan wanita ini. Tapi, ini benar-benar sudah mengguncang akal sehat dan perasaan Harumi terlalu kuat.
"Kenapa kau diam saja sejak tadi ?" tanya Kimberly mengubah ekpresinya
Harumi mendesah "aku hanya bingung"
Kimberly menyeringai "apa Liam tidak membicarakan tentangku kepadamu ?" wanita itu berjalan santai lalu berhenti sejenak ketika seorang pelayan melewatinya
Harumi tidak dapat memaksakan dirinya untuk berbohong bahwa sebenarnya ia sempat cemburu pada wanita ini. Tapi, apapun itu Harumi tidak ingin dia tahu tentang perasaannya.
"We just Friend, aku bertemu dengan Liam sejak ia berusia 10 tahun karena aku adik kelasnya ketika itu." ia tertawa kecil lagi, karena kilatan memory sedikit mengingatkannya akan masa kecil mereka " Semenjak aku tidak sengaja melempar buku ke arah temanku dan ternyata aku justru mengenai kepala Liam. Dan yah sejak itu kami kenal dan akrab." sahutnya dengan santai lalu ia tersenyum
Harumi menyadari kedekatan mereka apalagi mereka sudah mengenal sejak lama "bagaimana kau..."
"Maksudmu bagaimana aku tahu tentang mu ?" wanita itu menarik napas lalu melanjutkannya "Saat ia berdansa denganmu, aku sudah menduga kalau kalian memiliki hubungan spesial. Karena aku mengenal sifat Liam, Dia tidak pernah menatap wanita seperti yang dilakukannya padamu. You Different"
Kimberly mengambil dua gelas wine dari nampan, dan memberikan salah satunya kepada Harumi "Dia menunggumu di taman, temuilah dia"
"tapi...a-aku tidak..."
"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa mengatur sisanya"
Harumi menarik napas dalam-dalam, dadanya terasa berdentam hebat "A-ku bingung apa yang harus kukatakan padamu"
Kening wanita itu berkerut "Bingung ? jangan bingung. Ok. Sebenarnya Aku tidak mendukung perselingkuhan, tapi aku tahu Liam tidak akan memperjuangkanmu begitu gigih kalau ia tidak memiliki alasan yang kuat. Dan Aku percaya padanya"
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Autho0r dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1