Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 49 When I see You again


__ADS_3

Hubungan Harumi dengan Anton tidak ada kemajuan setelah mereka tak bertegur sapa walaupun Anton selalu menghubunginya setiap waktu, tapi setelah hari kedua barulah Harumi memutuskan menghubungi Anton lebih dulu.


Awalnya Anton sangat cemas, berusaha ingin mencari keberadaan Harumi. Tapi tetap saja Harumi tidak akan memberitahu suaminya, ia yakin tak akan pernah terbesit dalam pikiran Anton jika istrinya menginap di Mansion mewah milik atasannya.


Harumi berusaha meyakinkan suaminya, agar memberinya waktu sejenak untuk menyendiri.


Setelah perdebatan yang panjang lewat telepon, akhirnya Anton menyetujui keinginan Harumi untuk berpisah sementara waktu. Tak mudah bagi Anton untuk menyepakati keputusan ini, kalau bukan Harumi yang terus mendesak. Tapi dengan satu persyaratan dari Anton, agar istrinya jangan mengacuhkan panggilan masuk darinya.


Mereka harus tetap saling rutin berkomunikasi, agar Anton tidak terlalu mencemaskannya. Mungkin dengan begini ia bisa sedikit lebih tenang.


Terasa sangat berat bagi mereka berdua, tapi dengan berjalannya waktu, semua perlahan mereka lalui dengan baik. Berdamai dengan keadaan, cara terbaik untuk mereka saat ini.


Setiap hari Anton selalu menghubungi Harumi, sekedar menanyakan kabar, mengingatkan makan, kegiatan yang sedang ia lakukan masing-masing. Walaupun Harumi terkadang menutupi kegiatannya selama di sini agar Anton tidak curiga.


Awalnya Harumi merasa canggung dengan perubahan Anton yang selalu menghubunginya. Karena seingat Harumi, sebelum mereka bertengkar tak ada sama sekali kepedulian Anton untuk menghubunginya bahkan untuk sekedar say Hello, menanyakan kabar.


Ketika jam kerja, Anton sangat tidak menyukai komunikasi dengan istrinya. Ternyata masalah mampu mengubah sedikit kebiasaan buruk Anton.


Dan untuk Liam, komunikasi Harumi dengannya semakin lancar. Selama lima hari ini, pagi siang malam, ia tak hentinya menghubungi Harumi. Bahkan kini, Harumi mulai mengikuti keinginan Liam untuk saling berkomunikasi lewat Video Call dan tak hentinya selalu mencerca banyak pertanyaan tentang keberangkatannya.


Harumi membatasi Liam agar memanggil Video Call hanya malam hari karena pagi dan siang ia fokus dengan rutinitas yang membuatnya sibuk selama di Mansion, selain mengurus tanaman, mulai melakukan kegiatan memasak, belajar menjahit, menyulam, membuat Kue-kue.


Semua pelayan sangat menyukai dengan adanya kehadiran Harumi, Mansion Liam yang selalu tampak sepi kini lebih berwarna. Tak jarang mereka selalu mencoba masakan menu baru yang di buat Harumi, apalagi aroma kue yang selalu semerbak di dapur.


Harumi selalu memperlakukan para pelayan seperti anggota keluarga, tak lupa Neva yang sudah dianggap Harumi seperti adik perempuannya.


Tak lupa Harumi membalas semua chat dari Ibunya dan juga Andrea yang menanyakan kabarnya. Karena mereka melihat Toko Harumi yang sudah lima hari tutup. Harumi berusaha menjelaskan perlahan keadaannya saat ini, walaupun banyak yang masih ditutupinya karena tak ingin membuat mereka semakin khawatir. Ia mengatakan saat ini ingin menyendiri dulu di rumah, dan mereka sangat menghargai keputusan Harumi.


Tanpa pertanyaan apapun yang memberatkan, hanya ingin Harumi tetap selalu menjaga kesehatan. Terutama ibu, ia selalu mengingatkan Harumi untuk makan, Ibu seorang yang berpikiran terbuka tak sedikit pun ia mencampuri urusan rumah tangga Harumi dengan Anton.

__ADS_1


Mengetahui Harumi dalam keadaan baik, itu sudah lebih dari cukup.


Sedikit demi sedikit Harumi mulai terbiasa dan menikmati kegiatannya selama disini.


Tapi...ada hal yang mendadak sudah diputuskan Harumi, ia akan berangkat ke New York lebih cepat dari jadwal yang diinginkan Ibu mertuanya. Harumi merencanakan untuk berangkat Lusa, ia ingin lebih lama di New York.


Menjauh sebentar dari kesibukannya, beban, masalah. Mungkin akan sedikit membuat Harumi lebih bisa fokus untuk dirinya sendiri.


Tak pernah sekalipun terbesit dalam pikirannya untuk menghindari masalah, tapi dengan menyendiri setidaknya bisa membangkitkan kembali semangat hidup Harumi yang sempat tergoyahkan karena sempat ada keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


***


California


Pukul 07.13 pm


"Akhirnya Mama bisa makan malam lagi di meja yang sama denganmu. " sapa Anita, ibu Liam yg sekarang duduk bersama dengan anaknya.


"Kau sangat sibuk. Bahkan sarapan pun sudah tidak pernah lagi kau lakukan bersama Mama. Mama merindukanmu Anakku" sahut Anita, tersirat dari kedua matanya kalau ia sangat kesepian. Pandangannya sangat sendu mengisaratkan ia ingin mendekap erat Putera satu-satunya itu yang sangat jarang ia temui walaupun mereka serumah.


Tak ada balasan apapun terucap dari bibir Liam, ia fokus menyendokkan sup jagung hangat ke mulutnya.


Matanya tak membalas sedikit pun pandangan Anita yang ingin mengajaknya berbicara, berbagi cerita.


"Maafkan Mama, Liam. Mama mengerti sejak dulu kita tidak pernah dekat, Mama memang selalu sibuk dengan segala kegiatan di luar rumah. Tapi rasa sayang mama padamu sangat besar" Anita masih tak menyentuh makanan di piringnya.


"Aku sudah selesai" balas Liam, meletakkan kembali sendoknya di samping mangkuk dan meneguk segelas air mineral. Ia masih tak menoleh ke arah Anita. Saat hendak berdiri dari duduknya, Anita langsung menghentikan.


"Mama yang melarang Bibi Martha ke Bristol !" potong Anita seketika membuat Liam duduk kembali dan menatap wajah ibunya dengan Tajam.

__ADS_1


Anita menyambung kembali "Siapa wanita itu, Liam ? Mama bisa dengan mudah mendapatkan informasi mengenai identitas wanita itu, tapi aku ingin mendengar langsung dari mu"


Liam mengepal erat kedua tangannya di atas meja, tampak ia tak suka dengan pertanyaan Anita.


"Kenapa kau menyembunyikannya ? Mama tidak pernah menghalangimu untuk menjalin hubungan dengan Wanita manapun. Tapi, kenapa Wanita itu, Liam ?" suara Anita semakin tinggi.


"Aku tidak peduli dengan pendapat siapapun. Ini urusanku." Balasnya


"Kumohon anakku, tidak ada kah Wanita lain lagi selain dia. Bukan mengenai latar belakang kepribadiannya, tapi Dia masih berstatus Wanita bersuami. Apa yang ada dipikiranmu Liam ?" Anita semakin kesal dengan prilaku anaknya sudah menyembunyikan Harumi dan menjalin hubungan dengan nya.


Liam tidak bergeming sedikit pun, tak ada bantahan atau jawaban yang keluar dari bibirnya.


Berdiri kembali dari duduknya, ia tak melepas pandangannya.


"Jangan mengusik kehidupanku, jangan sekali-sekali mengganggunya" ancam Liam, sorot matanya geram.


Anita tidak pernah melarang Putra nya menjalin hubungan dengan wanita manapun, ia selalu membebaskan Liam memilih wanita yang akan mendampinginya. Tapi, tidak untuk Harumi. Anita sama sekali tidak menyukainya, karena status pernikahan Harumi.


"Mama tidak akan sudi menerima wanita itu di rumah ini. Ingat baik-baik Liam !!! Kau tidak akan pernah bahagia dengannya, wanita penggoda sepertinya hanya ingin Memanfaatkanmu, Ia hanya mengincar kekayaan" Anita setengah berteriak, berdiri dengan lantang memperingatkan Putera satu-satunya.


Liam berbalik membelakangi sang ibu, ia terus melangkah meninggalkan Anita seorang diri di ruang makan.


Hubungan Liam dan ibunya tidak harmonis, sejak kecil ia selalu di didik keras oleh ayahnya. Bahkan karena terlalu disiplin, tak jarang Liam kena pukulan dari Roberto.


Anita tak pernah menghiraukan keadaan Puteranya, ia sibuk dengan urusan yang tidak penting.


Hanya semenjak Roberto divonis mengidap Kanker Pankreas, Anita berubah. Ia mulai memperhatikan Liam, tapi tidak bagi Puteranya. Karena sejak lama, ia tidak percaya lagi dengan ibunya walaupun dalam hatinya Liam masih menyayangi Anita.


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you ❤


__ADS_2