
"Kau yakin dia pulang ke rumahnya ?" sambung Liam seolah tak percaya dengan laporan Sekretarisnya sendiri.
"Tidak Tuan, Taylor diam-diam mengikuti Taksi yang ditumpangi Nona Harumi dari belakang. Ternyata Nona tidak pulang ke rumah, Taksi mengarah ke Airport."
Langkah Liam terhenti, saat Sekretaris kepercayaannya tersebut menyebutkan kata Airport. Sorot matanya berubah, bolamatanya membesar, dan ia sedikit menyeringai. Liam sudah memang menduga sebelumnya, kalau Harumi diam-diam membohonginya lagi.
Kini mereka sudah berdiri di depan pintu kamar tidur, Liam berbalik.
"Kemana Dia ?"
"New York" jawab singkat Pak Will
Sekretaris Will langsung menanyakan kembali tindakan Liam selanjutnya "Apa Tuan ingin menyusulnya atau...?"
"Memang kita akan ke New York besok, siapkan penerbangan. Untuk sementara, biarkan si Gadis Bunga bebas kemanapun ia pergi. Akan ada waktunya, si pemburu mengambil tindakan. Dan mengejar buruan akan menjadi Sangat Manyenangkan jika bidikannya sudah sesuai sasaran" potong Liam dan senyuman licik kini menghiasi wajah tampannya.
***
John F.Kennedy International Airport
Harumi sudah tiba di New York, sambil menunggu jemputannya. Wanita ini duduk santai di sebuah kedai kopi tak jauh dari bandara.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, belasan jam dilewatinya selama di pesawat.
Secangkir Kopi panas, sangat membantu memulihkan energinya kembali.
Saat ini sudah pagi hari waktu New York, Harumi menunggu Catherine yang berjanji akan menjemputnya.
Selang tak berapa lama, seorang wanita cantik tinggi, rambut panjang blonde smooth, berpenampilan seksi dengan tank top dress silver diatas lutut slim memperlihatkan hampir semua lekukan tubuhnya dan Heels dengan warna senada.
Ia berjalan bak seorang model, hembusan angin yang menyapu rambut indahnya makin menambah pesona Catherine, terutama lipstik merah on point dari semua penampilannya. Dia lah Catherine Jones, wanita lajang Mandiri dengan pesona Seksi Wanita Metropolitan Masa Kini, luar biasa dan tentu saja setiap langkah kakinya membuat setiap pria seketika membelokkan bolamata ke arahnya.
"Rumiiii..." panggil Catherine melambaikan tangannya.
"Cathy..."
__ADS_1
Harumi langsung berdiri dari duduk menyambut sahabat lamanya. Memeluk Catherine, teman semasa kuliahnya dulu.
"Kau tidak berubah, masih dengan penampilan rumahan. " komentar Cathy melihat penampilan Harumi dari ujung kaki sampai kepala. Lalu ia tertawa puas mengejek sahabatnya tersebut.
Mereka tidak langsung pergi, sembari menikmati suasana nostalgia mereka di kedai kopi tersebut.
Cathy memesan Americano dingin, mengambil kotak Rokok dari tas miliknya. Ia duduk sangat santai, bersandar menyilangkan kaki jenjangnya.
Membuat lekukan tubuh dan pinggang rampingnya semakin nampak, Cathy seolah tak peduli dengan pandangan nakal para lelaki pada penampilannya.
"Kau juga selalu seperti ini, tidak ada yang berubah." balas Harumi tersenyum, bahagia bisa bertemu kembali dengan Cathy
"Haha, jangan panggil namaku jika ada lelaki yang tak mau membuka kedua pahanya. Itulah gunanya lekukan indah ini."
Cathy sangat modern, ia berbeda dengan Harumi. Mulai dari penampilan sampai cara pemikiran mereka, Cathy lebih bebas dan tak ingin terikat dengan hubungan asmara yang membosankan. Baginya, cukup dua minggu dengan dua kali kencan. Tidur bersama, that's it No Feeling. And then its Over.
Cathy tidak menyukai komitmen dan pernikahan. Baginya, Pria hanya sebagai mengisi kekosongan dan waktu luangnya saja, Terutama hubungan Se*s yang menjadi kebutuhan utamanya.
"Bagaimana dengan pernikahanmu ?" Cathy bertanya di sela ia menyalakan putung rokoknya.
"Sudah kuduga, That's Why I hate Marriage, membosankan, jenuh, lihatlah penampilanmu sekarang, Saat kuliah penampilanmu sudah sangat menyedihkan apalagi sekarang kau mirip paru-paru kekurangan oksigen, lebih parah daripada si Anthony teman kuliah kita yang kehilangan ****** ******** saat di kamar mandi, ia keluar dengan bolanya terus menggantung di depan semua orang di kampus"
"Aku masih ingat kejadian itu hahaha" Cathy sangat menghibur, setidaknya Wanita setengah gila ini mampu membuat Harumi tertawa terbahak.
"Selama di New York, kau harus lebih gila dariku. Ingat...Apapun yang terjadi di New York cukup stay di sini, jangan kau bawa kembali ke Bristol."
Harumi mengerti maksud pembicaraan Sahabatnya tersebut.Tapi, ia tidak akan melakukan masalah sedikit pun selama Di New York. Harumi hanya ingin menenangkan dirinya, menyegarkan kembali pikirannya.
"Apa rencanamu selama di sini ?" tanya Cathy seraya menghisap kembali rokoknya.
"Selain jalan-jalan, aku ingin ke Klinik Rumah Sakit bertemu dengan Seorang Dokter yang direkomendasikan seseorang padaku."
"kau ingin..."
"Yah, aku ingin Check up mengenai organ reproduksiku, seorang dokter di Bristol menyarankan ku bertemu dengan dokter di Rumah Sakit di sini."
__ADS_1
Cathy yang sedari tadi hanya bisa bercanda tak serius, diam seribu bahasa mendengar kata organ reproduksi dari bibir sahabatnya mengingatkan pada kejadian tiga tahun lalu peristiwa yang menimpa Harumi, bagaimana terkejutnya Cathy setelah mendengar kabar kecelakaan tersebut menimpa sahabatnya.
"Kenapa Anton tidak menemanimu ?" pertanyaan Cathy membuat Harumi merendahkan pandangannya.
"Sebenarnya ia ingin ikut, cuma aku menolaknya. Anton tidak mengetahui jika kunjunganku ke New York untuk itu."
"Hei, kalian berdua harus saling terbuka."
"Kau tidak mengerti situasiku, Anton berubah setelah kejadian itu, ia sangat berubah. " Harumi nampak menutupi kesedihannya, ia memandang cangkir kopi di depannya yang di geser-gesernya pelan.
Pandangan Harumi berubah, pundak nya seolah melemah ketika membicarakan tentang kecelakaan itu dan perubahan Anton.
"Sudahlah sepertinya cukup pembahasan itu, setidaknya kau harus bersenang-senang selama di sini. Tugasku untuk menghiburmu, oh ya. Besok malam ikutlah denganku." Cathy mematikan putung rokoknya di asbak.
"Kemana ?"
"Besok malam ada Pesta Pembukaan Gedung Baru Galery Seni di Manhattan, ikutlah denganku karena aku akan bekerja disana. Aku pindah pekerjaan menjadi Kurator Seni, kau masih ingat kan"
"Pesta ? aku lebih baik tidak ikut."
"kenapa ? jangan bilang alasan mu tidak ada gaun dan bla bla bla...cukup...itu bisa di atur"
Harumi hanya berdehem, ia sangat tau sifat Cathy jika sudah menginginkan sesuatu.
"Tenanglah, kau akan terhibur selama di sana. Para Tamu undangan yang hadir bukan orang sembarangan, semua Pria kalangan atas akan berdatangan. ehmmm...Sudah saatnya, kuntum bunga ini beraksi." Cathy menyeringai puas
"Tapi Cathy...aku bukan bagian dari tamu undangan"
"Hey, aku di perbolehkan membawa partner. Kau akan hadir di sana bersamaku. Daaaan aku mendengar rumor, katanya Anak Pemilik Galery juga ikut hadir besok malam. Setauku ia adalah seorang Pengusaha Kaya Raya paling terpandang super seksi, Tampan dan tentunya masih lajang, waaahhh kau tau Harumi, Kuntum bunga milikku semakin berdenyut bahkan belum bertemu dengannya."
"Hmmm Cathy .... belum tentu Pria itu baik, walaupun ia kaya raya. Jangan mudah percaya hanya dengan penampilannya."
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
__ADS_1
Thank You 💞