Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 129 The Gift


__ADS_3

Kediaman Keluarga Ameera


Kedatangan Elena di sambut bahagia oleh Putrinya Ameera, Menantunya Harumi dan kedua cucu perempuannya Alana dan Julie.


Wanita paruh baya itu langsung di peluk oleh kedua cucunya yang berlari antusias menyambutnya. Mereka sangat menunggu kedatangan neneknya.


"Oh Tuhan, Kalian tumbuh besar dengan cepat" dengan pelukan hangat Elena mendekap erat kedua cucunya.


Lalu, Ameera mendekat dengan perasaan haru sambil memeluk ibunya.


Harumi yang melihat pemandangan mengharukan itu hanya bisa tersenyum senang dan berharap ini akan menjadi pemandangan yang bisa selalu disaksikannya seumur hidup.


Elena menghampiri menantu perempuanya tersebut, memeluk dengan penuh kerinduan.


"Rumi, Mama sangat merindukanmu."


Elena adalah ibu mertua yang sangat menyayangi Harumi, ia sangat baik dan penuh perhatian.


Bahkan, ia tidak pernah menganggap Harumi sebagai menantu melainkan sebagai anak nya sendiri.


"Hei, kenapa kau terlihat semakin kurus " Elena mengamati penampilan Harumi


"Benarkan ? aku sudah menyuruhnya untuk makan yang banyak, tapi dia selalu menjaga bentuk tubuhnya. Entahlah, sepertinya Harumi ingin menjadi Model Papan Atas" sindir Ameera dengan gelak tawa


Harumi tersenyum simpul "Mungkin aku merindukan masakan Mama"


Elena mengangkat alisnya "Tenanglah, hanya dua hari aku akan membuat kalian berdua gemuk"


"Wow, aku yang seharusnya Diet. Karena setelah melahirkan tubuhku semakin melebar" tukas Ameera


Suasana santai dan kekeluargaan yang nyaman terasa kuat di momen itu, Harumi dan Ameera tertawa lepas sambil bersamaan mereka melangkah memasuki rumah.


Harumi merasa paling beruntung bisa mengenal dan masuk ke dalam lingkungan Keluarga Anton, karena mereka begitu menyayanginya. Harumi diterima dengan sangat terbuka oleh mereka, bahkan sejak pertama dia diperkenalkan oleh suaminya hingga saat ini.


Tidak ada cela ataupun kekurangan mereka yang membuat Harumi tersiksa. Semua tampak berjalan baik.


Tapi...


Semua sangat berbanding terbalik dengan hubungan Rumah tangganya.


***


Sudah dua hari berlalu semenjak kedatangan Elena di rumah Ameera.


Rumah Ameera terlihat semakin ramai dan penuh suka cita terutama bagi ketiga anaknya. Alana dan Julie sangat dekat dengan sang nenek, bahkan setiap malam Elena mengantarkan mereka tidur dan selalu membacakan buku cerita terutama Julie.


Dan Setiap pagi, Elena selalu merawat bayi mungil yang merupakan cucu ketiganya yaitu Jamie. Dia melakukannya seorang diri tanpa bantuan babysitter. Sang Nenek ini sangat menyayanginya hingga ia tidak pernah lupa selalu mengganti popok cucu kecilnya tersebut.

__ADS_1


"Robert sudah pergi ke kantor ?" tanya Elena yang menghampiri Ameera di Ruang tengah sedang memompa ASI.


"Yah, pagi-pagi sekali ia sudah berangkat, katanya ada meeting perusahaan."


Elena mencodongkan tubuh ke depan, matanya tampak serius "Meera, apa hubungan Anton dan Rumi baik-baik saja ?"


Ekspresi Ameera terkejut "Why you asking me ?"


"Aku hanya merasa mereka sedang menutupi sesuatu dariku, entahlah apa mungkin hanya perasaan ku saja ?"


"Mom, its Marriage, semua pasti mengalami masalah dalam pernikahan." wanita itu menghela napas dalam-dalam.


Ketegangan mendadak di bahunya berlawanan dengan responnya yang kurang antusias terhadap jawaban Ameera "Ada yang aneh dengan mereka"


"Oh God, Mom. Please Stop. Mereka sudah sama-sama dewasa, Biarkanlah mereka menyelesaikan masalahnya. Kita tidak perlu ikut campur." Ameera melepas pompa dan meletakkannya di meja, lalu ia berdiri dan melangkah menuju dapur.


Elena masih terpaku pada dirinya yang merasa ada kejanggalan dan harus di uraikannya segera. Dan ia merasa Ameera menutupi sesuatu.


Dia berusaha menahan diri, tapi itu sulit.


Waktu makan malam pun tiba, semua keluarga tersebut berkumpul di meja makan.


Suasana makan malam sangat tenang.


Mereka berbincang ringan satu sama lain, kecuali Robert dan Anton yang sudah diketahui sebelumnya bahwa hubungan kedua pria itu tidaklah baik.


"Kudengar Acara Pesta Amal terbesar yang selalu diadakan tiap tahun tersebut akan diadakan dua hari lagi di Manhattan. Benarkan ?" sahut Robert menatap tajam Anton yang tengah menuang wine di gelas miliknya.


Robert tersenyum angkuh "Wah apa kau menerima undangan acara tersebut ? Sungguh mengesankan." suara serak Pria bertubuh besar tersebut mengisyaratkan perlawanan


Anton terkekeh dan meletakkan botol wine "Of Course." Ia bersandar lalu memperhatikan Robert sambil mengangkat gelas winenya ke arah Robert lalu meminumnya


Tampak seringai mengejek di wajah Anton saat itu.


Memang lah benar, Pagelaran Pesta Amal berkelas ini sangatlah penting dan akan berlangsung sangat megah yang selalu diadakan setiap tahunnya. Dan hanya bisa dihadiri oleh orang-orang terkemuka dan tentu saja semua berasal dari kalangan Atas di seluruh dunia.


Hanya para pengusaha, Pejabat penting Pemerintahan, Kalangan Selebritas dan orang-orang berkedudukan tinggi saja yang menerima undangan langsung di Sebuah Komite Penyelenggara Acara.


Tidak semua orang mampu menghadiri acara tersebut, bahkan hanya orang-orang tertentu saja.


Oleh karena itulah, Robert sangat terkejut mendengar bahwa Anton juga akan menghadiri acara besar tersebut.


Baginya hal yang sangat mustahil, Anton bisa menerima undangan tersebut. Kedudukan Anton masih sebagai Direktur Utama dalam sebuah Perusahaan Cabang. Bukan CEO ataupun Pemilik Perusahaan.


"Bagaimana kau bisa menerima undangan itu, apa kau sudah bermain belakang dengan seseorang ?" sindir Robert.


Ameera langsung menggenggam tangan suaminya, ia memberi isyarat untuk menghentikan pembicaraan keduanya yang mulai tegang.

__ADS_1


Ameera sangat mengenal baik suaminya, ia tahu Robert tidak ingin Anton bisa bersaing dengannya.


Anton mengedikkan sebelah bahu, meremehkan "Jangan memaksakan semua harus sesuai dengan pemikiranmu. Aku benar-benar merasa kasihan padamu."


"Cukup, Anton ! Hentikan" potong Elena dengan tegas.


Anton menyeringai sinis dan ia semakin menjadi-jadi "Setidaknya aku lebih beruntung darimu. Sedangkan kau hanya bisa mengharapkan pertolongan dari kebaikan kedua orangtuamu." Pria itu berdiri dari duduknya lalu melemparkan dengan keras kain serbet ke atas meja. Dan ia dengan santai berlalu pergi meninggalkan suasana suram pada semuanya.


Anton hanya menampakkan garis-garis keras dan kuat.


Harumi hanya bisa diam, tanpa merespon apapun. Anton tetaplah Anton, Pria itu yang masih berstatus suaminya tidak akan pernah berubah dengan sifat keras kepalanya tersebut.


Harumi memejamkan sekilas kedua matanya, berusaha menenangkan dirinya, lalu ia menatap ke arah Robert yang tampak sangat kesal. Tapi, Ameera terlihat berusaha menenangkannya.


Begitu pula Elena, ia hanya bisa terdiam dengan amarah yang memuncak melihat sikap Puteranya yang tidak pernah berubah.


Anton yang selalu mudah terbawa Emosi dan Tempramen.


Robert pun juga memutuskan meninggalkan meja lebih dulu lalu diikuti Ameera menuju kamar tidur mereka.


Elena menoleh menatap simpati ke arah Harumi yang murung, "Rumi,,,"


Disaat yang bersamaan, bel berbunyi.


Alana berlari membuka pintu, lalu tak lama Gadis remaja itu pun berjalan sambil membawa sebuah Kotak cukup besar berwarna silver dengan pita berwarna senada. Sebuah bingkisan yang dikemas sangat Cantik.


"Apa itu, Alana ?" tanya sang nenek


Alana membawa Kotak itu ke arah Harumi "Tadi kata orang yang mengantarkannya, ini Paket yang dikirimkan untuk Bibi Harumi."


Harumi menoleh dan matanya membesar "Untukku ?" wanita itu tampak kebingungan


Dia meraih kotak tersebut yang lebih mirip seperti sebuah Kado "Apa orang itu mengatakan ini dari siapa ?" tanyanya lagi


Alana hanya menggelengkan kepala, lalu gadis itu mengajak sang nenek "Granny, ayo kita ke kamar. Granny berjanji mau menceritakan satu cerita lagi kepada kami" kemudian Elena mengikuti keinginan cucunya ia berdiri dan mengajak Julie bersamanya juga


"Rumi, Mama ke kamar mereka duluan ya."


"Yah mah" sahut Harumi


Setelah Elena dan kedua cucunya meninggalkan meja makan, Kedua mata Harumi masih tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya saat ini.


Awalnya Dia hanya terus menatap Kado itu, butuh waktu sejenak untuknya sampai ia akhirnya membuka Kado tersebut.


Siapa yang mengirimkannya untukku ?


#Jangan Lupa Vote ya

__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Komen, dan Vote


Thank you 😘


__ADS_2