
Setelah selesai bersiap diri, Harumi keluar kamar dan menuju lantai bawah. Saat Dia menuruni anak tangga tanpa membawa apapun selain tas tangan kecil dan gaun pesta hitam yang terakhir kali dikenakannya saat Malam Pesta itu, memang benar ketika ia tiba di sini Harumi tidak membawa barang-barang miliknya dan ia tidak ingin membawa apapun dari sini karena itu semua bukan miliknya walaupun selama di Penthouse Liam sudah memberikan banyak barang-barang mahal untuk Harumi.
Bagi Harumi ia tidak berhak dengan semua kemewahan itu.
Dia melihat Scarlett berdiri menunggunya di samping meja makan dengan hidangan yang sudah tersedia di atas meja.
"Selamat Pagi, Mrs. Harumi" sapa ramah Scarlett saat melihat Harumi sambil mempersilakannya untuk duduk di kursi makan
Harumi tersenyum "Pagi, Scarlett. Kau tidak perlu berbicara formal denganku. Kau bisa memanggilku Harumi."
Di meja sudah tersedia berbagai menu sarapan yang lezat dan sangat memanjakan indera penciuman Harumi. Tapi, Wanita itu sebenarnya tidak berselera makan. Harumi hanya merespon dingin melihat semua makanan itu.
"Aku tidak lapar." jawab singkatnya
Scarlett sempat terdiam lama, lalu akhirnya membuka bibirnya "tapi, anda harus sarapan.
Mr. Seymour berpesan agar anda makan."
Harumi memperhatikan semua makanan tersebut, dengan jantung yang berdentam-dentam. Mendengar perhatian kecil dari Liam seperti itu bahkan sudah membuat diri Harumi hilang arah.
Cukup, Harumi ! Jangan semakin hanyut dalam semua perhatiannya. Aku harus bangkit dan kembali ke kehidupanku yang sebenarnya. Apalagi kedatangan Anton.
Senyum lembut Harumi menyingkirkan sedikit kegundahan dalam dirinya "Ok, tapi kau harus sarapan bersamaku"
"Tapi..." Mata Scarlett membesar dengan ekspresi terkejut
Harumi terkekeh "Don't Panic, ini hanya sarapan bersama, aku tidak menyuruhmu terjun ke jurang. Jadi hilangkan ekspresi mu seperti itu"
Akhirnya Scarlett mengikuti ajakan Harumi untuk duduk bersama di meja makan sambil menghabiskan menu-menu lezat itu. Mereka sarapan bersama dengan suasana lebih santai.
Harumi jauh lebih bisa mengontrol dirinya, walaupun debaran-debaran itu masih terasa di dadanya jika ia mengingat kepergian Liam yang sangat tiba-tiba.
Saat Harumi mengunyah potongan kecil daging, lalu mengambil segelas jus orange di sampingnya. Wanita itu menatap Scarlett yang sudah mengosongkan piringnya "Hmmm... jam berapa Liam keluar tadi ?"
"Mr. Seymour pukul 7 tadi sudah berangkat dengan Sekretaris Will"
Setelah itu Harumi tidak merespons apapun lagi dari jawaban Pengawal Wanita tersebut. Bahkan Harumi tidak mengajukan pertanyaan apapun lagi, ia hanya diam dalam suasana yang tiba-tiba hening.
Lalu Harumi bangkit "We go Now ?"
***
Apartemen Cathy, Manhattan
__ADS_1
Mobil mewah yang mengantarkan Harumi berhenti tepat di depan gedung bertingkat tinggi. Dia sudah tiba di Apartemen Cathy.
Selama dalam perjalanan, Harumi hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun bahkan sejak ia meninggalkan Penthouse. Di dalam hanya ada Sopir pribadi Liam dengan Scarlett yang duduk di sebelahnya. Harumi duduk di kursi penumpang belakang seorang diri.
Wanita itu hanya menatap pemandangan di balik jendela mobil. Tatapannya sendu, dan ia tidak bisa menutupi kegundahan hatinya ketika ia meninggalkan tempat Liam. Langkahnya berat, seolah ia sudah meninggalkan sebagian dirinya di sana.
Sewaktu dalam perjalanan tadi, Harumi sempat mengirimkan pesan singkat kepada Cathy mengenai kedatangannya. Dan ia disambut sahabatnya dengan bahagia, karena sudah merindukannya walaupun beberapa hari lalu mereka sempat bertemu di Penthouse.
"Mrs. Harumi ?" panggil Scarlett yang tak disadari oleh nya sejak beberapa detik lalu ia sudah berdiri membuka kan pintu mobil untuk Harumi.
Harumi mengangkat wajahnya dan membangkitkannya dari lamunan "Maaf Scarlett, aku tidak menyadarinya"
"Mrs. Harumi are you Ok ?"
Harumi mengangguk dan tersenyum kaku "Its Ok."
Mereka pun berjalan memasuki gedung tersebut bersama.
Lalu langkah Harumi berhenti saat beberapa kaki menuju Lift tepat di hadapan Scarlett.
Ia berbalik "Scarlett, sebaiknya kau kembali. Cukup sampai di sini saja kau mengantarkanku. Aku bisa ke atas sendiri"
Dengan ekspresi kaku, Scarlett menolak dengan lantang "Maaf Mrs. Harumi, tapi saya harus selalu menemani anda"
Harumi menyunggingkan salah satu sudut bibirnya "Apa Liam yang memintamu ?"
"Baiklah, aku menghargai karena ini adalah tugas yang diberikan untukmu, tapi kumohon aku perlu waktu untuk bersama sahabatku dan aku memiliki kehidupan yang tidak bisa selalu kau ikuti kemanapun."
"Tapi Mrs. Harumi..."
Alis Harumi berkerut "Aku yang akan bicara dengan Liam, kau tidak perlu khawatir. Sebaiknya sekarang kau harus kembali"
Sempat menolak permintaan Harumi beberapa kali saat itu, akhirnya Scarlett melunak.
"Thank you Scarlett. Take care." Harumi melemparkan senyuman lebar kepada Pengawal pribadinya tersebut. Lalu berbalik berjalan menuju Lift.
Pengawal wanita bertubuh tinggi dengan setelan suit rapi tersebut masih berdiri menatap Harumi dari belakang sampai Wanita itu sudah memasuki lift dan ketika pintu Lift sudah tertutup rapat barulah ia berjalan meninggalkan tempat itu.
Setengah jalan Lift menuju Lantai Apartement Cathy, Harumi terus menatap layar ponselnya. Dari tatapan kekecewaan itu, tergambar jelas bahwa apa yang di lihatnya dilayar bukan sesuatu yang diharapkannya. Yah tentu saja, tak ada pesan atau panggilan masuk dari Liam sejak ia meninggalkan Harumi tadi pagi.
Liam tidak menghubungi ataupun sekedar mengirimkan pesan singkat kepada Harumi. Hanya secarik kertas yang ia tinggalkan di atas tempat tidur. Itu saja.
Ada kilatan kekesalan dalam sorotan matanya, dan banyak pertanyaan yang memenuhi pikirannya.
__ADS_1
Ini seperti bukan kebiasaan Liam, sebelumnya ia tidak pernah berhenti menghubungi Harumi bahkan di saat ia sibuk.
Pintu Lift terbuka.
Harumi berjalan keluar, saat sudah di depan pintu Apartemen sahabatnya tersebut. Ketika ingin menekan bel, seolah Cathy memiliki insting yang kuat. Ketika itu juga secara bersamaan ia membuka pintunya.
Respon Harumi sangat terkejut, ia tak menduga kalau sahabatnya itu sedang menunggu kedatangannya.
"Rumi !" Cathy menyambut Harumi dengan bahagia sambil menahan volume suaranya. Senyuman Cathy terihat kaku.
Harumi merasa ada yang tidak beres, kedua alis nya menyatu "What..."
Seakan Cathy memberi kode, Harumi masih heran dan kebingungan. Ia tak mengerti dengan sikap sahabatnya itu.
"Bagaimana kau tahu aku sudah..."
"Ssst..." Cathy menaikkan satu jarinya menutupi bibirnya dengan cepat.
"Ada apa Cathy ?" Sorot mata Harumi mengecil, ia makin dibuat bingung dengan sikap aneh sahabatnya.
Saat keduanya masih berdiri di ambang pintu, Harumi melihat Cathy menggigiti bibir bawahnya dan ia terlihat gugup "hmm..."
Tatapan tidak percaya melintas di wajah Harumi saat dia mendorong pintu.
Lalu, Harumi memaksa masuk karena ini sudah cukup mencurigakan. Dan ia tidak ingin berlama-lama di luar melihat tingkah aneh Cathy.
Harumi berjalan menuju ke dalam, ketika ia sudah memasuki Ruang tamu.
Matanya tak berkedip dan ia tersentak melihat seorang pria sedang duduk di sofa membelakanginya.
Pria itu hanya diam, lalu ia perlahan berdiri dan berbalik. Seakan kedatangan Harumi sudah ditunggu olehnya.
Mata Harumi melebar sekaligus tubuhnya membeku berdiri dihadapan Pria itu.
Pria itu bertubuh tinggi, mengenakan setelan santai dengan t shirt putih dibalut jas abu, rambutnya rapi dengan kilatan coklat.
Tatapannya tajam mengarah ke Harumi, ia hanya berdiri tak melepas pandangannya dari Wanita itu. Menatap Harumi cukup lama. Tercipta Suasana hening bercampur dengan ketegangan di antara keduanya.
Jantung Harumi berdentam-dentam tak karuan, ia mengepal kuat kedua tangan di sampingnya.
Anton ?
#Jangan Lupa Vote ya
__ADS_1
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤