
Hari itu, Harumi dan Cathy puas berjalan-jalan mengelilingi New York. Mengembalikan ingatan mereka akan tempat-tempat semasa mereka kuliah dulu. Mengunjungi Brooklyn Bridge, Fordham University tempat mereka kuliah dan mengambil beberapa gambar di sana.
Harumi tampak sangat bahagia, ia begitu menikmati keramaian kota New York saat sore hari.
Hanya berpenampilan sederhana dan simpel dengan Jeans warna Fresh Blue dan Coat long berwarna brown , ia tampak membaur dengan masyarakat perkotaan.
Selain jalan-jalan, kuliner, tentu saja Cathy tak bosannya dan sangat bersemangat berbelanja pakaian, perhiasan dan tas untuk besok malam.
"Bukannya pakaianmu sudah banyak, kenapa membeli lagi"
Cathy tak memperdulikan ocehan sahabatnya itu, ia masih fokus memilih gaun malam di sebuah Butik di pinggir jalan.
Harumi hanya mengikuti langkah Cathy, walau kadang sesekali ia melihat-lihat Gaun-gaun cantik yang tergantung di etalase toko.
Tak ada bedanya dengan Cathy, Harumi pun sangat mengagumi kecantikan tiap model gaun modis yang dilihatnya. Sebenarnya ia mampu membelinya, tapi Harumi bukanlah wanita yang senang shopping seperti Cathy dan wanita pada umumnya. Bagi Harumi selama pakaiannya masih layak, untuk apa membeli begitu banyak jika akan tersimpan saja di lemari.
"Ini cocok untukmu" tegur Cathy menarik satu stel gaun hitam panjang dari gantungan dan menempelkannya ke tubuh Harumi.
Harumi kaget, ia langsung melihat model gaun yang dipilih sahabatnya itu dengan mata membesar.
"Ini seperti jaring laba-laba" balas Harumi mengerutkan Kedua alisnya.
Menurut Harumi gaun hitam panjang tersebut terlalu seksi, apalagi bagian belakang terlalu terbuka dan sangat mengekspos punggung pemakainya.
Hanya sedikit tali tipis yang tersulam menutupi bagian pundaknya. Berbahan sangat rapuh dari satin dan pastinya akan memperlihatkan lekukan tiap inci tubuh Harumi jika mengenakan pakaian ini.
"hmmm, ini gaun paling tertutup diantara semuanya." jawab Cathy dengan santai.
"aku seolah ingin di perko** jika mengenakannya" Harumi langsung menggantung kembali gaun itu.
"Ok, I'll Get it. Anggap hadiah dari ku " seolah tak mendengarkan perkataan Harumi, Cathy mengambil kembali gaun hitam tersebut membawanya ke kasir.
"Tapi Cathy aku tidak akan memakainya"
Cathy langsung berbalik dengan mata berkilat, menyipitkan kedua matanya, memandang seolah ingin merobek mulut sahabatnya itu.
__ADS_1
"Turuti saja, kau pasti cantik. Sudah kubilang selama di sini follow me, trust me, ingat kita pergi ke Acara Elit dengan semua orang terpandang dan pendidikan yang akan hadir, bukan ke diskotik kelas bawah. Percayalah pakaianmu jauh lebih tertutup daripada tamu wanita yang akan hadir disana"
Harumi sudah tak sanggup mengomentari keinginan gila sahabatnya tersebut. Ia cuma bisa menuruti pilihan Cathy.
Memang Harumi hampir tidak pernah menghadiri acara pesta malam. Jika ada pesta perayaan yang diadakan perusahaan tempat suaminya bekerja, Ia hanya berpakaian formal dan itupun jarang dilakukannya.
Tapi pesta besok malam memang sangat berbeda, karena banyaknya tamu yang tak biasa akan hadir di sana. Bahkan akan banyak Media Wartawan yang meliput selama acara berlangsung.
***
Malam Acara Pesta
Di Kamar pakaiannya, Liam sedang bersiap mengenakan kemeja putih bersih, setelan jas hitam dan dasi kupu-kupu.
Ia berdiri di cermin yang memperlihatkan keseluruhan postur tubuhnya tengah siap dengan penampilannya.
Ukuran jas yang dikenakannya sangat sesuai dengan bahu bidang Liam dan postur tingginya.
Pesona pria itu memang sangat berbeda, tak ada cacat sedikit pun dari penampilan luarnya. Semua terlihat sempurna untuk ukuran Pria super Mapan dan memiliki segalanya.
Rambutnya ditata ke belakang dengan rapi dan berkilat, mata coklatnya yang tajam, dagunya dengan sedikit rambut halus menuju rahangnya yang tegas, Liam tampak sangat Manly.
Sekretaris Will menyambut tak kalah rapi dengan setelan jas hitam ala pesta sedang menunggunya di ambang pintu.
Beberapa Bodyguard mengikuti Liam dan Sekretaris pribadinya itu dari belakang, Mereka berjalan dengan gagah apalagi pesona Liam malam itu.
Perpaduan Tampan dan Elegan sangat cocok menggambarkan sosok Liam dengan langkah cepat menuju keluar gedung.
Waktu menunjukkan pukul 7 malam, di dalam mobil Liam menyandarkan tubuhnya, menyorot pandangan keluar jendela. Ponsel yang tak hentinya ia tatap sedari tadi menggusarkan pikiran Liam.
Masih tak ada kabar dari Harumi, otak Liam sebenarnya sangat kacau sejak kemarin, Like a drugs, seperti itulah Harumi bagi Liam. Ia sudah sangat kecanduan dengan sosok wanita mungil itu.
Mobil langsung melaju meninggalkan Gedung bertingkat tersebut. Sebelum menuju tempat acara, mobil Liam terlebih dahulu menjemput ibunya.
Tampak Anita dengan pakaiannya super Glamor, dress silver cerah dipilihnya malam itu. Bertabur kristal di setiap potongan bajunya, long dress potongan duyung yang didesain khusus oleh desainer terkenal paris di persiapkan Anita sejak lama untuk acara malam ini.
__ADS_1
Ia akan jadi sorotan utama saat acara berlangsung, wajahnya akan terpampang headline di setiap media eletronik besok.
Tak ingin ada kekurangan sedikit pun, ia harus sempurna bahkan lebih mewah daripada para tamu undangan yang hadir. Anita sangat merawat dirinya hingga kerutan di wajahnya hampir tidak tampak sedikitpun.
Ia duduk di samping anaknya di dalam mobil, Anita sudah sangat antusias.
"Kau sangat tampan Liam, Mama bahagia di acara spesial ini ditemani Putera kesayanganku"
Liam tak menghiraukan sang ibu, pandangannya malas menanggapi tiap perkataan Anita. Ia hanya meneguk wine di tangannya.
***
"Ini terlalu seksi, hawa dingin mulai menusuk punggungku" keluh Harumi di Ruang tengah berdiri gelisah dengan rambut yang dinaikkannya tinggi ke belakang.
Ia sudah siap mengenakan Gaun hitam yang di belikan Cathy untuknya.
Harumi berdiri di sebuah cermin , memandangi dirinya. Ia seolah melihat sosok wanita lain dibalik cermin tersebut, karena ini bukan seperti dirinya biasa mengenakan Gaun seksi hitam di New York, ke pesta yang ia sendiri bukanlah bagian dari tamu undangan dan lebih parahnya ia pergi ke acara dengan sahabat gila nya.
"Hey, kau sudah seperti Perawan yang baru keluar kurungan" komentar Cathy bukannya memuji justru membuat Harumi semakin tak karuan.
"Baik.. aku lebih baik tidak pergi, cukup...cukup...sepertinya otakku sudah error yang terus mengikutimu."
"Hey,,,hey...Rileks..ok...U'll be fine. Biarkan rambut panjangmu tergerai di belakang, and that's it. Its Ok right" Cathy mencoba memberi saran kepada Harumi.
Rambut Indahnya dibiarkan tergerai bergelombang di pundaknya. Saran Cathy cukup bagus agar sedikit menyamarkan potongan bajunya bagian belakang yang terbuka.
Sebenarnya malam itu Harumi sudah sangat Cantik hanya ia kurang nyaman dengan gaun yang dikenakannya.
Walapun ia hanya menggunakan makeup tipis, bibir pink soft, aksesoris minimalis di bagian lengan dan jarinya. Ia sangat anggun dan mempesona bak Dewi Cinta dalam kisah Romawi.
Harumi tak perlu banyak polesan, sudah dasarnya ia adalah ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Kulit Putih susu yang mulus sangat terlihat indah kontras dengan gaun hitam polos itu. Pinggulnya yang ramping selaras dengan tingginya dan ukuran payu**ra nya.
Semua sudah tampak serasi di tubuh Harumi, Gaun, Aksesoris, tas dan heels yang dikenakannya.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
__ADS_1
Thank you 🥰