Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Part 5


__ADS_3

Happy Reading 😊


PLAKK!!


Zack memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari Daniella.


"Br3ngs3k kamu Zack!!"


Daniella menahan amarahnya ketika baru saja mendapatkan ciuman dadakan dari pria di hadapan ini. Bahkan dia masih merasakan tangannya kebas karena menampar keras pipi kiri Zack hingga membekas merah di wajah tampannya.


"Ell, tunggu dulu!" Zack mengikuti Daniella yang melangkah pergi meninggalkannya itu.


"Ell, tunggu dulu, please jangan marah!" Daniella berhenti ketika Zack menghadangnya.


"Aku tidak bermaksud Ell, please jangan pergi!"


Zack masih berusaha menahan Daniella untuk pergi.


"Aku sangat membencimu, pria br3ngs3k yang tidak tahu diri, aku bukan kekasihmu Zack tapi kenapa kamu bertindak lancang dengan mencium ku seperti tadi!!" Daniella berteriak meluapkan segala emosinya.


"Kalau begitu jadilah kekasihku," ucap Zack tiba-tiba sambil menatap mata Daniella dalam.


Pria itu benar-benar merasa frustasi dengan gadis di depannya ini, entah kenapa sikap Daniella yang begitu sombong menurutnya itu semakin membuatnya penasaran.


Saking penasarannya dengan sikap dingin Daniella membuat gadis itu selalu muncul di pikirannya setiap saat. Rasa penasaran yang akhirnya berubah menjadi selalu memikirkan.


"Aku tidak sama dengan wanita yang selalu menggodamu dan berakhir di ranjang denganmu, aku tidak sama dengan para gadis yang selalu meneriakkan namamu dan menggilaimu, dan aku tidak suka dengan pria yang sudah memiliki kekasih tapi masih suka bermain dengan wanita lain, ingat bahwa kamu masih mempunyai kekasih dan mulai saat ini jangan pernah muncul di hadapanku lagi!!"


Daniella berkata tanpa ekspresi, gadis itu melangkah pergi meninggalkan Zack yang masih berkecamuk dalam hatinya tenang ucapan dari Daniella.


Dua hari kemudian.


Mia menatap ponselnya berkali-kali, gadis itu masih terus menunggu sebuah pesan dari sang idola.


Sudah dua hari seharusnya Kenzo mengirimnya pesan untuk memberikan buku yang di pinjamnya di perpustakaan itu kepadanya. Tapi sepertinya hal itu tidak mungkin.


Mia kamu terlalu berharap bahwa Kenzo menghubungi mu? jangan bermimpi terlalu tinggi Mia, Kenzo bagaikan langit yang tidak bisa di gapai sedangkan kamu hanya butiran pasir di dasar laut yang paling dalam.


Mia mendesah pelan, memang seharusnya dia tidak usah meng-idolakan pria tampan itu, bahkan hanya untuk mengaguminya saja rasanya dirinya sungguh tidak pantas.


Ting


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Mia sudah malas untuk membuka pesan itu, harapan bahwa Kenzo akan mengirimkan pesan sudah tidak dia harapkan lagi.


Mia berdiri dan berlajan keluar dari dalam kelas, dia memutuskan untuk segera pulang dan berangkat ke tempat kerja part time-nya.


Mia memang bekerja paruh waktu setelah kuliah, dia bekerja di sebuah toko roti terkenal di kota itu.


Drrtt ... drrttt


Ponselnya bergetar, Mia menghentikan langkahnya ketika mendengar ada panggilan masuk.

__ADS_1


Gadis itu mengambil ponsel di sakunya dan melihat siapa yang menelepon.


"Nomer tidak di kenal," gumam Mia melihat layar ponselnya.


"Halo," Mia mengangkat teleponnya.


"Halo Mia, ini Kenzo, kamu sudah pulang belum?"


Deg, deg, deg.


Jantung Mia berdetak kencang kala mendengar suara itu. Kenzo, apa benar Kenzo menghubunginya.


"Halo Mia, kamu bisa mendengar ku?"


"Eh, iya halo Kenzo," jawab Mia gugup.


"Kamu masih di kampus?"


"I ... iiya aku masih di kampus," Mia berusaha menetralkan detak jantungnya.


"Bisa ketemu gak? aku ada di perpustakaan, kamu bisa ke sini? aku mau ngasih buku yang kemarin itu,"


"Tentu saja Kenzo, aku akan ke perpustakaan sekarang," Mia mengangguk-angguk.


"Baiklah, aku tunggu di tempat kemarin ya,"


Kenzo mematikan panggilannya. Mia tersenyum lebar, ternyata Kenzo benar-benar menepati janjinya.


Visual Mia



###


Kenzo tersenyum melihat Mia yang datang menghampirinya itu, gadis di depannya ini masih malu-malu dan melangkah mendekatinya.


"Ini bukunya Mia, maaf ya baru baru bisa ngasihnya siang ini, aku masih merasa kesulitan di beberapa bab," ucap Kenzo.


"Tiada apa-apa, terima kasih Kenzo," Mia mengambil buku itu dari tangan Kenzo.


"Hai Ken, kamu dapat undangan party dari Ara kan? bagaimana kalau kita berpasangan? aku tau kalau kamu belum ada pasangan juga!" seru sebuah suara yang datang dari arah samping.


Kenzo dan Mia menatap seorang gadis cantik yang datang dengan kedua temannya.


"Shella, kenapa kamu ada di sini?" Kenzo menatap malas dengan gadis yang bernama Shella ini.


"Ken, kenapa sih kamu selalu bersikap seperti ini, apa kamu masih marah padaku? ayolah Ken aku dan Edwin tidak ada hubungan apapun, hanya kamu yang ku suka bukan Edwin," ucap Shella.


Shella dan Kenzo memang pernah dekat, bahkan Kenzo sudah mulai membuka hatinya untuk gadis itu, tapi ternyata Shella tidak sebaik yang Kenzo kira, dia malah jalan bersama Edwin salah satu teman Kenzo bahkan di ketahui mereka menginap sekamar di sebuah hotel.


"Ayo Mia, kita pergi dari sini, di larang ribut di perpustakaan" Kenzo menarik lembut lengan Mia dan mengajaknya pergi.

__ADS_1


"Ken, siapa gadis culun ini!! dasar gadis jelek, jangan mencoba mendekati Kenzo!!"


"Shella!! jangan asal bicara!!" Kenzo sangat emosi dengan ucapan Shella yang mengejek Mia seperti itu.


"Hei gadis culun, kamu berusaha menggoda Kenzo ya, hahahaha jangan harap bisa mendekati Kenzo karena dia milikku." Mia menunduk ketika di ejek seperti itu.


Kedua teman Shella juga ikut menatap sinis ke arah Mia. "Aku tetap ingin pergi ke pesta Ara denganmu Ken, jangan menolak!"


Kenzo menatap tajam Shella benar-benar kesal karena gadis itu selalu memaksa.


"Tapi aku sudah punya pasangan," ucap Kenzo menoleh ke arah Mia yang masih menunduk itu.


"Aku akan pergi ke pesta Ara bersama Mia jadi jangan memaksaku lagi Shella, Mia ayo pergi," ucap Kenzo membuat Mia melongo tidak percaya.


Kenzo berjalan dengan menggandeng tangan Mia keluar dari perpustakaan itu.


Sedangkan Shella sudah mengepalkan tangannya karena menahan amarahnya.


"Aku akan menyingkirkan gadis culun dan jelek itu dari sampingmu Ken!!"


"Mia, maafkan aku ya, tadi aku melibatkan mu dalam masalahku bersama Shella," ucap Kenzo saat mereka sudah sampai di tempat parkir.


Mia menggeleng cepat.


"Tidak apa-apa Kenzo, aku malah senang bisa membantu mu," jawab Mia tersenyum.


"Ehm, kalau begitu maukah kamu menemaniku ke pesta besok malam?"


Mia melotot sempurna ketika mendengar ucapan Kenzo yang memintanya menemani ke pesta Ara.


Ya Tuhan apa aku sedang bermimpi? kalau memang ini mimpi aku belum ingin bangun dulu. Batin Mia senang.


###


Ara dan Zack sudah berada di villa di mana nanti malam akan di adakan acara pesta ulangtahun dengan tema couple.


"Sayang, sebelum kita bersiap-siap untuk pesta aku ingin bermain dulu," ucap Ara yang sudah bergelayut manja di lengan Zack.


"Ara, nanti dulu, aku harus menelepon Billy," Zack mengambil ponselnya tapi Ara merebut ponsel itu.


"Kamu kenapa sih Zack, aku hanya merindukanmu tapi kamu selalu alasan saja!"


Zack menatap gadis yang menjadi kekasihnya itu. Kemudian dia mendekat bibirnya dan mencium bibir Ara, mereka berciuman panas di atas sofa, bahkan tangan Zack sudah meremas gunung kembar milik Ara.


Tapi tiba-tiba Zack merasa bahwa dia berciuman dengan Daniella, bibir manis Daniella masih dia ingat rasanya. Tiga hari ini Daniella benar-benar menghindar dari Zack.


"Ell ... " guman Zack di sela ciumannya.


"Apa? kamu menyebut nama siapa Zack?" tanya Ara melepaskan ciuman mereka.


Bersambung.

__ADS_1


Alurnya mulai ketebak kan akak reader 🥰


__ADS_2