Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Candy dan Darren


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜Š


Candy merasa aneh dengan dengan ucapan sekretaris suami nya itu, entah mengapa seakan-akan dia sengaja memanasinya. Padahal sekretaris itu sudah tahu kalau Candy adalah istri dari Darren, atasannya.


"Seorang wanita? maksudmu klien wanita? setahuku suamiku tidak mempunyai sahabat wanita?"


"Saya tidak tahu Nyonya, tapi tadi ada seorang wanita datang dan masuk ke dalam ruangan tuan Darren." Candy menghiraukan ucapan sekretaris tersebut.


Entah kenapa Candy merasa kesal dengan sekretaris itu. Tapi yang dia pikirkan saat ini adalah ucapan sekretaris itu, yang mengatakan bahwa ada seorang wanita sedang berada di dalam kantor suaminya. Tentu saja hal itu sangat wajar menurut Candy.


"Bukankah banyak klien wanita yang bekerjasama dengan Darren." Gumam Candy berjalan menuju pintu ruang CEO.


Candy menghela nafas. Entah kenapa pikirannya tiba-tiba berubah menjadi tidak enak. Sebenarnya apa sih yang salah dengan ucapan sekretarisnya tadi? saat ini pikiran Candy benar-benar merasa bahwa Darren sedang melakukan hal-hal yang aneh dengan tamu wanitanya tadi.


Wanita yang tengah hamil itu memegang handle pintu. Tiba-tiba jantungnya berdetak sangat keras. Candy meraba dadanya yang sedang bertalu kencang itu.


"Apa-apaan ini Ya Tuhan..! apa yang sedang kamu pikirkan Candy, kalau kamu ingin mengetahui faktanya tinggal membuka pintu Ini kan? buat apa berpikir yang macam-macam coba?" Batin Candy.


Tangannya ingin mengetuk pintu tapi dia urungkan. Sepertinya Candy ingin langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Perlahan Candy memutar handle pintu itu. Wanita itu membukanya perlahan, meskipun dengan perasaan yang masih berdebar akhirnya Candy melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.


Deg, deg, deg!


"Kalian!!" seru Candy sambil menunjuk ke arah depan.


Darren membulatkan matanya ketika melihat sang istri yang berada di ruangannya itu. Dia segera mendorong wanita yang berusaha untuk memeluknya tadi.


"Sayang, untung kamu datang!" ucap Darren berjalan ke arah sang istri yang masih menatapnya tajam.

__ADS_1


Wanita itu menatap Candy dan berdecih tidak suka. "Apa kalian masih ada urusan lagi?" tanya Candy berusaha meredam amarahnya.


Wanita yang terlihat masih muda itu akan menjawab tapi Darren langsung menyelanya.


"Sudah tidak ada sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini!"


"Tapi..!"


"Hey Gadis kecil, kamu sudah dengar sendiri yang di katakan oleh suamiku kalau dia sudah tidak ada urusan denganmu lagi, silakan keluar dan kamu sudah tahukan di mana jalan keluarnya!" ucap Candy


sambil menunjuk ke arah pintu.


Wanita itu berjalan sambil menghentakkan kakinya terlihat kesal karena masih ingin meminta bantuan pada Darren.


Setelah wanita itu menghilang dibalik pintu Candy berjalan melewati suaminya begitu saja. Perasaannya sungguh kacau ketika melihat sang suami berpelukan dengan wanita lain.


"Sayang, kumohon jangan salah paham dulu,, aku tadi tidak melakukan apapun dengan wanita itu." Ucap Darren berusaha memegang tangan Candy tapi istrinya itu langsung mengangkat tangannya dan pura-pura sibuk dengan ponselnya.


Darren terlihat frustasi melihat sikap acuh Candy, dia lebih suka kalau Candy marah-marah dan bertanya tentang siapa wanita tadi yang telah berani memeluknya.


Darren menyugar rambutnya ke belakang, dia tidak menyangka bahwa istrinya akan datang ke kantor.


"Sayang, wanita tadi adalah ..."


"Darren, aku akan pulang, tadinya aku ingin mengejutkanmu, tapi ternyata malah aku yang di kejutkan di sini, sekarang mood ku benar-benar tidak baik. Aku akan pulang saja." Ucap Candy tenang.


Meskipun sebenarnya dia berusaha mengontrol perasaan emosinya itu, tapi Candy harus menjaga hatinya agar tidak merasa sedih, dia tidak ingin kalau semua itu mempengaruhi kehamilannya apalagi di usianya yang sudah tidak muda lagi.


Emosi yang meluap akan mengakibatkan kandungannya tidak baik dan bisa mengakibatkan keguguran.

__ADS_1


Darren mencegah sang istri akan pergi, dia mengikuti langkah Candy dan langsung memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi, tolong jangan bersikap seperti ini sayang," Candy masih berusaha menahan emosinya.


"Lepaskan..!" lirih Candy


Wanita itu tidak ingin membuang waktunya sia-sia hanya untuk memarahi suaminya. Seharusnya Darren paham bagaimana kondisi istrinya saat ini.


Terkejut, terguncang,arah, sedih, kecewa dan masih banyak lagi perasaan yang campur aduk.


Saat Candy berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya, tiba-tiba ponsel Darren berdering.


Darren mengabaikan panggilan itu, saat ini dia harus secepatnya menjelaskan tentang wanita yang memeluknya tadi.


"Sayang, dia itu adalah temannya Nickolas, aku tidak tahu kenapa wanita itu datang ke ruangan ku, dia meminta tolong padaku, tapi aku menolaknya, kemudian dia memelukku seperti itu pada saat kamu datang, padahal aku sudah akan mendorongnya." Jelas Darren.


"Angkatlah telepon mu," Ucap Candy.


Darren benar-benar merasa bingung melihat Candy yang tidak merespon penjelasannya.


"Apa kamu akan terkejut kalau aku mengatakan bahwa wanita itu adalah wanita jadi-jadian sayang?"


Bersambung.


Aku selipkan sedikit cerita untuk para orang tua ya, sebelum mendekati akhir cerita.


Mohon dukungannya ya, jangan lupa like, komen, bunga dan kopinya ๐ŸŒนโ˜•


__ADS_1


__ADS_2