Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Fakta Baru


__ADS_3

Happy Reading 😊


Lula dan Danish sudah berada di Washington DC, selama seminggu kemarin mereka telah menghabiskan waktu bulan madu di Dubai.


Saat ini mereka sudah berada di


perusahaan Alvares GROUP.


"Sayang, kemarilah, aku mendapatkan undangan resepsi pernikahan dari Darren dan Candy, akhirnya mereka mengadakan resepsi pernikahan juga," ucap Danish memanggil Lula yang baru saja masuk ke dalam ruangan nya.


Lula berjalan mendekat ke arah Danish dan melihat undangan itu, Darren dan Candy akan melakukan resepsi seminggu lagi.


"Aku sangat bahagia akhirnya Darren bisa sembuh dari penyakitnya, dia juga mendapatkan istri yang sangat cantik, apalagi saat ini Candy telah hamil," ucap Lula.


Danish menuntun sang istri untuk duduk di sofa, pria itu mengecup punggung tangan Lula dan menatap wajah cantiknya itu.


"Sayang, aku sangat mencintaimu, mudah-mudahan Danish junior bisa segera hadir di dalam sini," ucap Danish mengelus perut Lula lembut, berharap akan ada sebuah keajaiban yang datang menghampiri mereka.


Lula tersenyum, dia sudah bisa sedikit tenang dengan keadaannya itu.


"Tentu saja, aku sangat yakin usaha kita akan membuahkan hasil sayang," jawab Lula.


Danish mencium bibir Lula mesra, mereka berdua saling memangut dan bertukar saliva. Danish membaringkan tubuh sang istri.


Wajahnya turun ke leher jenjang Lula dan menciumnya. Lula mendesah kala Danish meremas gunung kembarnya itu.


"Aahh jangan Danish, ini di kantor," ucap Lula menghentikan wajah Danish yang sudah mencumbunya di mana-mana.


"Tapi ini kantorku, tidak akan ada yang melarang sayang," jawab Danish.


Lula terpekik ketika Danish menggendong Lula ala bridal style dan membawanya ke sebuah kamar yang terletak di ruangannya.


Kamar itu tidak terlalu besar, hanya ada tempat tidur, lemari dan kamar mandi di dalamnya.


Danish membaringkan tubuh Lula tanpa melepaskan pangutan mereka. Perlahan mereka melucuti pakaiannya satu-persatu.


Danish menyusu seperti bayi yang sedang kelaparan, dia begitu menyukai milik istrinya yang begitu kencang dan besar itu.


Lula meremas rambut Danish lembut, merasakan sensasi luar biasa yang di berikan sang suami.


Wajah Danish turun ke arah perut Lula dan menciumnya berkali-kali, sambil tangannya tetap meremas benda favoritnya.


Lula semakin merasa melayang kala Danish mengecup miliknya, menyapukan lidahnya di tempat itu dan menekannya berkali sambil memasukkan jarinya.


Lula semakin menggila, sepertinya dia sudah merasa tidak tahan dan akan meledak. Danish yang melihat itu langsung menghentikan kegiatan nya.


Lula mendesak kecewa saat Danish berhenti. Tapi tiba-tiba Lula merasakan benda asing memasukinya, Danish sedikit mengangkat kaki Lula dan melebarkannya agar pusakanya bisa masuk sempurna.

__ADS_1


Perlahan Danish menggerakan tubuhnya dengan tempo sedang, suara indah Lula mengalun merdu di telinga nya.


Tidak pernah merasa bosan kala Danish merasakan hangatnya sarang hangat sang istri.


Akhirnya siang itu mereka melakukan penyatuan di dalam kamar sempit itu.


###


Liora mendatangi sebuah rumah yang tidak terlalu besar, dia mendapatkan informasi bahwa rumah itu adalah sebuah tempat yang di datangi oleh Jane setiap hari di jam yang sama.


Liora memakai kacamata hitam dan masker agar tidak ada yang tahu siapa dirinya. Diapun mengetuk pintu rumah itu perlahan.


Ceklek.


Pintupun terbuka, Liora melihat seorang wanita paruh baya yang sedang menggendong anak kecil berusia sekitar Empat tahunan.


"Anda siapa?" tanya wanita itu.


"Aku adalah temannya Jane Nyonya, namaku Livya," jawab Liora memperkenalkan dirinya dengan nama samaran.


Wanita paruh baya itu menatap Liora dengan tatapan aneh.


"Anda tidak perlu curiga, Jane dan aku sudah seperti saudara, bolehkah aku masuk?" tanya Liora.


"Bibi Ana, wanita cantik ini siapa?" ucap gadis kecil itu.


"Hai cantik, namaku bibi Livya, aku punya mainan, kamu mau gak?" ucap Liora.


Ana mengangguk membuat gadis kecil tersenyum senang.


"Bibi Livya, aku mau," jawab gadis kecil itu.


"Tapi sebelum itu Bibi ingin tahu siapa namamu sayang?" tanya Liora.


"Namaku Zizi, Zivana," jawab Zivana tersenyum.


Kemudian Liora memberikan sebuah paper bag yang memang sudah dia persiapkan dari rumah.


Orang suruhannya memang mengatakan bahwa Jane selalu menggendong anak perempuan saat berada di rumah itu.


"Ini untukmu sayang," ucap Liora menyerahkan paper bag itu pada Zivana.


Ana tersenyum saat Zivana membuka hadiah dari Liora itu dengan senang.


"Hore, boneka Barbie, aku sangat suka boneka Barbie Bibi," seru Zivana terlihat sangat bahagia.


"Zizi main sama boneka Barbie dulu ya," ucap Ana menurunkan Zivana dan menyuruhnya bermain di dalam rumah.

__ADS_1


"Masuklah Livya, ini rumah ku, maaf kalau rumahnya kotor," ucap Ana.


"Tidak apa-apa Nyona," jawab Liora.


"Panggil saja aku Ana."


"Baiklah Bibi Ana, kapan Jane akan datang?" tanya Liora.


"Jane selalu datang ke sini sore hari, setelah bermain dengan Zizi dia akan menidurkan putrinya itu kemudian pergi keluar lagi," jawab Ana.


Liora sangat terkejut ketika Ana mengatakan bahwa Zivana adalah putri Jane. Apa benar kalau gadis kecil itu anak Jane dan Brian? tapikan mereka saudara sepupu? batin Liora.


"Kasihan Zizi, pasti Jane sebenarnya sangat berat menitipkan Zivana padamu ya Bibi Ana," ucap Liora pura-pura paham dengan situasi ini.


"Iya, Jane selama ini menyembunyikan Zizi dari keluarga besarnya, sampai sekarang keluarga Jane tidak tahu bahwa mereka mempunyai cucu yang sangat cantik seperti Zizi," jawab Ana.


Jadi benar bahwa Jane memiliki anak tapi selama ini di sembunyikan nya.


"Bibi, apakah Zizi sudah pernah bertemu dengan Papanya?" Liora memancing Ana.


Dia ingin memastikan Zivana anak Jane dengan siapa, karena Liora mencurigai Jane dan Brian pernah melakukan hubungan terlarang.


"Tidak, Papanya tidak tahu kalau Zizi ada di dunia ini," jawab Ana yang sudah masuk ke dalam perangkap Liora.


"Jadi Jane bukan hanya menyembunyikan Zizi dari keluarga besarnya tapi juga dari Papanya?"


"Livya tolong jangan katakan apapun pada Jane tentang hal ini ya, apalagi sampai dia tahu bahwa aku yang bercerita, nyawa Zizi pasti dalam bahaya karena sebenarnya Papa gadis kecil itu dari awal sudah menyuruh Jane untuk menggugurkan nya, tapi Jane tidak melakukan itu karena dia mencintai Brian dan ingin anaknya lahir, tapi mereka berdua adalah saudara sepupu, Brian tidak ingin keluarga besarnya tahu kalau Jane sampai hamil anaknya," cerita Ana.


Liora benar-benar terkejut dengan fakta baru itu, benar dugaannya, Brian adalah Papa biologis Zivana, dia merasa geram dengan sikap Brian dan Jane, sungguh sangat malang nasib gadis kecil itu, sejak awal dia sudah tidak di inginkan oleh Brian.


"Tenang saja Bibi, aku akan mengatakan apapun kepada Jane, kalau begitu aku pulang dulu ya, jangan bilang pada Jane kalau aku ke sini," ucap Liora berpamitan.


"Zivana, Bibi Livya pulang dulu ya, kapan-kapan Bibi main ke sini lagi," seru Livya.


Zivana berlari ke arah Liora dan langsung memeluknya.


"Terima kasih Bibi mainannya, jangan lupa janjimu ya," ucap Zivana tersenyum.


Liora benar-benar merasa kasihan dengan gadis cantik ini.


"Tentu saja sayang, sampai jumpa lagi ya," Liora melambaikan tangannya pada Zivana dan Ana.


Kecurigaan dia ternyata benar, Jane dan Brian memiliki seorang putri, tapi Brian tidak pernah tahu karena setahu pria itu Jane sudah menggugurkan kandungannya.


"Lihat saja Jane, apakah kamu akan tetap menyebarkan berita tentang Nickolas? aku bisa menggunakan Zivana untuk menghentikan langkahmu," batin Liora.


Bersambung.

__ADS_1


Makin seru gak?


Othor minta bunga lagi ya, biar Liora bisa menutup mulut ular berbisa kaya Jane😤


__ADS_2