
Happy Reading 😊
"Brengsek! jangan ganggu kekasihku!" teriak Zack.
Zack datang di saat yang tepat, dia melihat Daniella yang terpojok karena di ganggu oleh dua mahasiswa itu.
Kekasih Daniella itu langsung melayangkan pukulan ke arah dua pria tersebut.
Bug, bug, bug!
Seseorang menghentikan perkelahian itu dan menengahi agar tidak terjadi baku hantam lagi.
"Sayang, kamu tidak apa-apakan?" Zack langsung memeluk Daniella.
Tapi gadis itu langsung melepaskan diri dari pelukan Zack. "Kenapa di lepaskan My Love?" tanya Zack heran menatap wajah Daniella yang hanya terlihat datar.
Daniella langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Zack, entah kenapa dia merasa kesal karena tadi para pria itu mengatakan bahwa Zack berada di kantin bersama seorang gadis cantik.
"Sayang, tunggu aku! maaf kalau aku tadi sedikit terlambat, Felicia menyeretku untuk membelikan makanan di kantin, jadi aku terlambat datang ke sini!"
Daniella langsung berhenti dan menatap tajam tunangannya itu.
"Oh jadi kamu lebih mendahulukan sepupu mu itu dari pada aku?" Zack terkejut melihat Ell yang seperti marah kepadanya.
"Bukan begitu sayang, aku sama sekali tidak mendahulukan Feli!" Zack menarik tangan Daniella dan menggenggamnya lembut.
"Tadi itu Felicia keburu menarik tangan ku, aku sudah berusaha menolak sayang, jangan marah ya?" Zack berusaha membujuk Daniella.
Tapi lagi-lagi Daniella menepis tangan Zack. "Aku mau sendiri dulu Zack, aku butuh waktu!" ucap Daniella yang kemudian segera meninggalkan Zack di depan cafe itu.
Gadis itu merasa sedikit kesal ketika Zack lebih mementingkan Felicia, meskipun Ell tahu kalau Felicia adalah sepupunya tapi entah kenapa hati Daniella tidak suka.
Zack sangat marah dengan dirinya sendiri, dia juga kesal ketika Felicia seakan tidak mau lepas darinya.
__ADS_1
"Aku akan membuat perhitungan dengan Feli kalau gadis itu masih suka memaksa dan membuat Ell menjauhi ku!" gumam Zack mengepalkan kedua tangannya.
Pria itu mengambil ponsel dan berusaha menghubungi Daniella, tapi sang kekasih tidak mau mengangkat teleponnya.
"Sial!" Zack mengumpat berkali-kali ketika Daniella mengabaikannya.
###
Daniella melajukan mobilnya ke arah apartemen Kenzo, dia memutuskan akan menginap di sana nanti malam.
Sepertinya Daniella akan membuat Zack menyadari kesalahannya karena telah membuatnya kesal.
Salahkan bila aku harus bersikap seperti ini, salahkan bila aku terlalu egois dan hanya menginginkan mu hanya untuk ku saja. Batin Daniella.
Entah kenapa sekarang dia menjadi gampang melow, mungkin efek pernikahannya yang sebentar lagi akan di laksanakan.
"Ell, kenapa menangis," Mia membuka pintu apartemen dan mendapati Daniella yang sudah berlinang air mata.
Daniella berhambur ke pelukan Mia dan langsung menangis tersedu.
"Mia, aku mau meminta solusi padamu," Mia mengangguk.
Dia menuntun Daniella duduk di sofa ruang tamu. "Apa ada masalah dengan Zack? Apa dia menyakiti mu Ell," Tanya Mia.
"Zack, dia sekarang lebih mementingkan sepupunya dari pada aku Mia, apa aku terlalu egois meminta Zack lebih mendahulukan aku," Lirih Daniella.
Mia memeluk bahu Daniella dan mengelus perlahan.
"Sebenarnya tidak salah, mungkin karena memang Zack sedikit keterlaluan sehingga membuat mu jadi seperti ini, atau mungkin sepupunya Zack yang sedikit keterlaluan?" Daniella menoleh pada Mia dan mengerutkan keningnya.
"Aku tidak tahu, yang jelas sepupunya itu sangat cantik, dia selalu nempel sama Zack dan aku tidak suka Mia," Daniella memeluk Mia kembali.
"Ya Tuhan, kamu sedang cemburu ya Ell, aku kira sepupu Zack itu anak kecil, tapi kalau seperti ini ceritanya itu memang sudah keterlaluan, Zack seharusnya bisa lebih tegas dengan sepupunya itu, kalau Zack masih terap memprioritaskan sepupunya itu berarti memang dia pria yang brengsek!" Ucap Mia.
__ADS_1
Daniella menjadi semakin sedih mendengar ucapan iparnya itu.
"Kenzo kemana?" Daniella mengalihkan pembicaraan.
Dia sudah tidak mau membahas itu lagi.
"Tadi keluar sebentar, aku siapkan minum dulu ya Ell, kamu sementara di sini dulu," Ucap Mia berlalu pergi ke dapur.
Sedangkan di sisi lain.
Zack menghubungi Kenzo untuk meminta bertemu, dia merasa harus bisa bicara baik-baik pada Daniella tapi calon istrinya itu tidak mau mengangkat telepon nya.
Jadi dia memutuskan untuk menemui Kenzo di apartemen nya.
Kenzo baru saja keluar karena ada urusan, kebetulan Zack menelpon dan ingin bertemu dengannya. Akhirnya dia menyuruh Zack untuk menemuinya di apartemen.
"Hai Zack, ada apa?" Tanya Kenzo saat Zack sudah sampai di lobi.
"Ell marah dan tidak ingin bertemu denganku, aku harus bagaimana Ken?" Tanya Zack frustasi.
Kenzo bisa melihat raut wajah Zack yang terlihat sangat kacau.
"Tentu ada masalahnya kalau Ell bisa sampai marah sama kamu? Memangnya apa yang telah kamu perbuat sama Ell sehingga dia bisa marah sama Kamu."
Zack menjadi semakin merasa bersalah.
"Mungkin aku memang menyakiti nya karena Feli," Kenzo langsung menatap Zack dengan tatapan tajam.
"Kamu selingkuh?" Tanya Kenzo dingin.
Zack langsung menggeleng cepat.
"Tidak Ken, Feli itu sepupuku," Kenzo bernafas lega.
__ADS_1
"Baiklah, sepertinya kamu dan Ell harus bicara berdua, saat ini Ell ada di apartemen ku, tadi Mia sudah memberi pesan bahwa Ell masih sedih dan sekarang di apartemen, ayo kita temui sekarang," Kenzo mengajak Zack naik ke lift menuju lantai 9 di mana apartemen Kenzo berada.
Bersambung