
Happy Reading 😊
Seminggu kemudian.
Washington DC 8 a.m
Pagi itu di perusahaan Alvares, Franklin masuk ke dalam ruangannya, entah kenapa seminggu ini dia merasa tidak semangat sama sekali.
Setelah malam pesta perusahaan waktu itu dia merasa hidupnya berbeda tidak seperti biasanya.
Hidupnya merasa hampa dan tidak bergairah, dia merasakan perasaan yang sama sekali belum pernah di rasakan.
Franklin ingat bagaimana Fanny meninggalkan dirinya setelah melamar wanita itu, dengan tegas dia di tolak mentah-mentah oleh partner ranjangnya.
Flashback on
Fanny menatap tajam ke arah pria di atasnya ini, raut wajah yang menggambarkan kekecewaan terpancar jelas di wajah wanita itu.
"Aku tidak menerima lamaranmu Tuan Franklin, sekarang lepaskan aku!" jawab Fanny.
Franklin begitu terkejut mendengarnya, bukankah selama ini Fanny menyukainya dan ingin memiliki status dengannya, tapi apa yang dia dengar ini, Fanny menolak lamarannya dengan dengan tegas.
"Kenapa Fanny? aku serius padamu! bukankah kamu menginginkanku dari dulu? kenapa sekarang kamu tidak mau menerima lamaranku?" Franklin terlihat kecewa.
"Maaf, aku bukan seorang pengemis cinta, kamu pria yang sama sekali tidak punya hati dan perasaan, seenaknya mengatakan ingin menikah denganku setelah kamu menyentuh dan mencium wanita lain? bahkan aroma parfum wanita itu masih tercium dengan jelas di tubuhmu ini, maaf aku tidak bisa menerima mu, aku sudah punya pria lain yang jauh lebih baik darimu dan memberikan cinta yang besar," Fanny mendorong kuat tubuh Franklin yang masih berada di atasnya sampai pria itu hampir terjungkal.
Kemudian wanita itu berlari keluar dari apartemen dengan hati yang sakit dan mata yang sudah basah karena air matanya yang mengalir deras merasa hanya di anggap wanita pemuas n4fsu Franklin.
Flashback off.
Franklin menyugar rambutnya ke belakang, setelah kejadian itu Fanny seperti menghilang bak di telan bumi. Bahkan dia di kabarkan sudah keluar dari Alvares CORP cabang pusat.
Fanny sama sekali tidak memberi kesempatan pada Franklin meskipun hanya sekali, dia tidak menyangka kejadian itu seakan merubah hidupnya.
Tiba-tiba ponselnya berdering, dengan malas dia menjawab panggilan dari bosnya itu.
"Halo bos, ada apa?"
"Ke ruangan sekarang."
"Hem, baiklah," Franklin memasukkan ponselnya ke saku dan segera keluar dari ruangannya.
Danish menunggu asistennya itu dengan membuka berkas-berkas penting yang akan dia periksa dan tandatangani.
__ADS_1
Ada sebuah perusahaan besar ingin mengadakan kerjasama dengan perusahaannya.
Ceklek.
Franklin masuk ke dalam dengan lesu, Danish melihat asistennya itu dengan menghela nafas.
"Sebaiknya kamu liburan selama tiga hari, aku akan memberimu cuti, melihat wajahmu yang setiap hari seperti tertutup awan hitam itu membuatku muak!" ucap Danish.
Franklin duduk di kursi depan Danish, dia memang seperti tidak semangat bekerja saja, asisten yang di kenal sangat rajin dan selalu kompeten dalak bekerja itu seperti bukan menjadi dirinya sendiri.
"Liburan untuk apa bos? aku baik-baik saja," Franklin menyandarkan tubuhnya.
"Kalau kamu baik-baik saja tunjukkan sikap yang baik juga jangan seperti orang pemalas seperti ini," Danish memberikan berkas ke depan Franklin.
"Ada perusahaan dari Florida ingin bekerjasama dengan Alvares GROUP, kita harus mengambil kerjasama ini karena sangat menguntungkan," ucap Danish.
Franklin membaca berkas tersebut.
"State Corp dengan CEO Nickolas Ferguson?"
"Sepertinya itu adalah perusahaan Nickolas, pria yang dulu pernah menyimpang, tapi sekarang dia sudah memiliki seorang istri," ucap Danish.
"Wow!! maksudnya menyimpang dia punya kelainan se*ual bos?" seru Franklin.
"Bukan bos, aku hanya penasaran dengan kisah hidup CEO ini, kok bisa dia menikah? padahal setahuku seorang gay akan sangat sulit untuk sembuh, kan jadi pengen tahu bos," Danish memukil kepala Franklin dengan map tebal.
"Aww bos kenapa di pukul!!" seru Franklin memegang kepalanya.
"Biar otakmu itu normal kembali!" jawab Danish.
"Otakku masih normal bos, aku hanya penasaran dengan CEO Nickolas Ferguson, bagaimana caranya dia bisa menjadi normal kembali? ingin tahu resep apa yang dia pakai? apakah hatiku akan sembuh seperti ketidak normalnya?" ucap Franklin.
"Kamu itu sedang patah hati, apa kamu tidak sadar telah jatuh cinta pada Fanny, cinta bisa merubah hidup seseorang, kalau patah hati ya bisa gila seperti dirimu ini, tapi kalau kita bisa bersama wanita yang kita cintai hidup juga akan lebih berwarna, bahagia dan tentu saja memberikan energi positif untuk kita," nasihat Danish.
Franklin hanya diam, selama ini dia memang tidak pernah merasakan cinta, dia hanya suka bersenang-senang dengan wanita-wanita yang di kenalnya, tapi Fanny lah wanita yang selama ini hampir selalu bersamanya.
Meskipun Fanny telah pindah ke kota Seattle tapi dia juga masih sering kembali ke Washington DC dan menemui Franklin.
Franklin sama sekali tidak menyadari bahwa cinta Fanny ternyata berpengaruh besar di hidupnya itu.
###
Florida 9 a.m
__ADS_1
Candy memoles wajahnya di depan cermin, entah kenapa semenjak hamil dia sangat suka berdandan. Apalagi memakai lipstik yang berwarna cerah, Candy merasa ingin selalu tampil cantik dan fresh.
Siang ini dia ingin pergi mengunjungi Liora, semenjak pesta resepsi pernikahannya waktu itu Candy dan Liora menjadi semakin dekat.
"Ah, sudah siap, dress juga sudah cantik, pipi cubby yang merona, aku akan segera mengunjungi Liora, semenjak hamil muda dia benar-benar teler, tidak seperti ku!" Candy mengambil tasnya yang berada di lemari kaca.
Kemudian dia keluar dari apartemen dengan senyuman yang mengembang wajah cantiknya.
Liora memang telah hamil, usianya baru 8 minggu, tapi kehamilan Liora benar-benar membuat wanita itu harus bed rest total.
Ting.
Pintu lift terbuka, Candy keluar dari dalam lift dan mencari ponselnya di tas untuk menghubungi sopir pribadi Darren.
Tiba-tiba ada seorang wanita yang menabraknya dari belakang membuat tubuh Candy terhuyung ke depan dan jatuh dengan tengkurap.
"Aawww!!!"
"Maaf-maaf, aku tidak sengaja!" ucap wanita itu.
"Hei, tunggu kamu dasar wanita jal*ng!!" wanita itu menoleh dan menatap seorang pria yang mengejarnya.
"Aku harus pergi Nona," Candy di tinggalkan sendiri oleh wanita tadi.
Candy memegang perutnya yang terasa sakit itu, dia berusaha bangun dan di bantu oleh beberapa orang yang melihatnya.
"Nona, lihatlah ada darah mengalir di kakimu! ayo kita ke rumah sakit!" seru seorang pria yang menolong nya.
Candy begitu terkejut, dia masih merasakan sakit di perutnya.
"Darren," lirih Candy.
Diapun merasa lemah dan pandangannya menggelap.
Bersambung.
Othor jangan di marahi ya🙏🏻😂😂
Jangan lupa mampir di novel othor yang lain ya
dengan judul Cinta Terlarang Dengan Murid Ku
Kisah Alea dan Steven dengan cover baru
__ADS_1