
Happy Reading 😊
Florida
Sore itu cuaca memang cukup dingin, angin musim dingin sudah mulai berhembus menembus kulit.
Evelyn dan sang Mommy sedang berjalan-jalan di area taman dekat rumah. Ada beberapa pengawal yang menjaga mereka dari jarak yang cukup jauh. Sebenarnya Evelyn merasa sedikit risih kalau harus di kawal seperti itu. Tetapi sang suami dan Daddy-nya selalu saja menyuruh pengawal-pengawal untuk mengikutinya.
"Daddy dan Arshel benar-benar membuatku kesal, kita jadi tidak bebas melakukan apapun kalau setiap pergerakan kita selalu diawasi oleh mereka." Evelyn mengarahkan matanya kearah para pengawal itu.
"Mommy sudah terbiasa sayang, dari dulu Daddymu memang selalu seperti itu," jawab Candy.
"Tapi semenjak aku menikah, Daddy dan Arshel tambah cerewet saja, tidak boleh ke sini, tidak boleh ke sana, kan aku jadi merasa tidak bebas." Evelyn masih menggerutu.
Rencananya mereka akan menikmati waktu sore itu dengan berjalan-jalan melihat kawasan sekitar, tetapi orang-orang berpakaian hitam itu melarang mereka berjalan lebih jauh.
"Mom, sedang apa?" tanya Evelyn yang melihat Mommy-nya tiba-tiba terdiam.
"Sayang, sepertinya perut Mommy mengalami sedikit kram,, aduh bagaimana ini?" Candy mengaduh sambil memegangi perutnya bagian bawah.
Usia kandungan Candy saat ini memasuki 8 bulan, membutuhkan waktu sekitar sebulan lagi untuk bisa melihat calon putranya itu. Tapi akhir-akhir ini memang sering mengalami keram tapi tidak separah saat ini.
"Apa Mommy baik-baik saja?" tanya Candy panik.
"Ehmm, cepat telepon Daddy mu biar dia segera pulang," Ucap Candy.
"Tetapi Mommy tidak apa-apa kan?"
"Mommy hanya ingin Daddy, jangan lupa suruh Arshel juga pulang." Candy mengedipkan sebelah matanya.
"Nyonya, apa anda baik-baik saja?" tanya salah seorang pengawal yang mendatangi Candy dan Evelyn.
"Cepat telepon Daddy, sepertinya mami tidak baik-baik saja!" seru Evelyn kepada pengawal tersebut.
__ADS_1
"Baik Nona muda, saya akan segera menelepon Tuan Darren." Pengawal langsung mengambil ponsel dan segera menghubungi tuannya.
"Kita akan menyusahkan para suami," bisik Candy kepada Evelyn.
Evelyn menggangguk, entah apa yang di rencanakan oleh Mommy nya itu.
Di kantor Sky Group.
"Baiklah aku akan segera pulang," Darren mematikan panggilannya.
Wajahnya terlihat sangat gelisah. Arshel baru saja masuk ke dalam ruangan sama papa mertua. Pria itu melihat Darren yang sedang membereskan berkas-berkas di meja kerjanya. Padahal waktu jam pulang kantor masih setengah jam lagi.
"Ada apa Dad? apa ada masalah dengan Mommy dan Evelyn?" tanya Arshel melihat kepanikan sang Papa mertua. Arshel paham dengan gelagat Darren kalau sudah panik seperti itu pasti menyangkut dengan Mommy atau Evelyn.
"Mommy katanya mengalami kram di perutnya, aku takut terjadi apa-apa dengan kondisi kandungan Mommymu, kamu tahu sendiri kan Mommy sudah tidak muda lagi." Jawab Darren.
"Apakah serius Dad?"
"Tuan Darren dan Tuan Arshel, kalian akan pergi kemana?" tanya Melisa melihat atasannya itu seperti sedang terburu-buru.
"Melisa aku akan pulang lebih dulu bersama Arshel," jawab Darren menghentikan langkahnya.
"Oh baiklah Tuan." Jawab Melisa sambil melirik ke arah Arshel.
Para lelaki tampan dan hebat yang sangat setia kepada istrinya, aku jadi iri,, kapan aku bisa mendapatkan pria seperti mereka. Batin Melisa.
Wanita itu menatap kepergian Darren dan Arshel dengan tatapan yang sulit diartikan.
Di perjalanan pulang Darren lagi lagi terlihat sangat gelisah. Dia benar-benar tak bisa tenang ketika mendengar kabar bahwa saya istri mengalami kram.
"Tenanglah Dad, aku yakin Mommy baik-baik saja, ada Evelyn juga yang saat ini bersamanya." Ucap Arshel.
Pria itu sungguh salut dengan perhatian Papa mertua nya terhadap sang istri.
__ADS_1
"Ya,, Aku hanya takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti waktu itu, Mommy-mu memang sempat mengalami pendarahan dan aku terlambat datang. Kamu tahu bagaimana reaksinya?" Arshel menggeleng.
"Daddy dilarang untuk menyentuh Mommy selama 2 hari, hal itu benar-benar membuat Daddy frustasi Arshel."
Rasanya Arshel ingin tertawa mendengar jawaban Papa mertuanya itu, Tapi tentu saja dia tidak mungkin tertawa di depan Darren. Arshel hanya tertawa di dalam hati melihat kebucinan sang Papa mertua kepada Mama mertua.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Darren dan Arshel sampai di rumah.
Darren langsung keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan sang istri.
"Bagaimana kondisi Mommy, Evelyn?" Tanya Darren melihat sang istri sedang berbaring di atas ranjang di dalam kamar mereka.
"Mommy dari tadi merasa kesakitan Dad," jawab Evelyn.
"Apakah kita bisa memanggil dokter pribadi?" tanya Arshel mendekati istrinya.
"Tidak perlu," ucap Evelyn cepat.
Darren duduk di sisi ranjang dan melihat istrinya yang sedang menutup mata sambil masih menahan sakit.
"Sayang, aku panggilkan dokter pribadi ya, aku benar-benar tidak kuat melihat kamu yang seperti ini" Darren mengelus perut Candy lembut.
Candy menggeleng pelan. "Tidak perlu, aku hanya ingin kamu ada disini menemaniku " ucap Candy membuka matanya.
Evelyn mengajak Arshel untuk keluar dari dalam kamar tersebut. "Sayang,, kenapa kita keluar? bagaimana dengan kondisi Mommy?" tanya Arsel bingung, karena Evelyn terus menarik tangannya menuju ke dalam kamar mereka.
"Kita biarkan saja sayang, Mommy sudah ada Daddy yang mengurusi." Jawab Evelyn merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Sepertinya rencana Candy yang ingin membuat Darren merasa sedikit panik itu berhasil.
Bersambung.
Jangan lupa like, bunga dan kopinya ya akak Reader semuanya 🥰
__ADS_1