
Happy reading š„°
Lula saat ini tengah menikmati setiap hentakan yang di berikan oleh sang suami, Danish bergerak dengan tempo cepat dan mencium bibir Lula penuh hasrat.
Sudah hampir dua jam mereka melakukan kegiatan yang hampir setiap hari tidak pernah absen itu, Danish selalu beralasan butuh asupan vitamin dari Lula dan akan merasa lemas tidak bertenaga kalau sehari saja tidak memasuki sang istri. Butuh asupan imun katanya.
Peluh sudah membanjir tubuh keduanya, padahal di kamar itu AC juga menyala, tapi panasnya adegan mereka mengalahkan suhu dingin AC itu.
"Lebih cepat lagi sayang," rintih Lula menahan kenikmatan dari setiap hujaman senjata pamungkas Danish.
Tempo permainan semakin cepat, sehingga setelah beberapa saat terdengar alunan merdu dari kedua pasangan suami istri tersebut.
Danish langsung ambruk di samping tubuh Lula, dia mencium pipi Lula berkali-kali.
"Terima kasih sayang," tidak pernah lupa Danish selalu mengucapkan kata-kata itu setelah mereka selesai bercinta.
Lula tersenyum dan memainkan dada bidang Danish.
"Sayang, apa kita tidak keterlaluan kalau harus memisahkan Zack dan Ell, mereka masih sama-sama muda, aku takut kalau Zack atau Ell akan nekat," ucap Lula masih betas mengukur pola abstrak di dada Danish.
"Sebenarnya Dimitri telah mengatakan padaku akan memberi kejutan pada putranya, tapi aku juga tidak tahu kejutan apa itu sayang," jawab Danish menangka tangan Lula yang sedari tadi menggelitiknya itu.
"Eh, kenapa tanganku di kunci Danish?"
Lula tampak terkejut ketika Danish tiba-tiba sudah berpindah di atas tubuhnya.
"Tanganmu ini sedari tadi menggoda terus sayang, jangan salahkan aku kalau senjataku meminta untuk mengeluarkan amunisi lagi," ucap Danish langsung menyerang bibir Lula dengan ciuman mautnya.
###
Zack memandang gadis di depannya itu dengan tatapan datar, dia berusaha menurunkan emosinya saat Amoera mendatanginya lagi dengan berlinang air mata.
"Aku harus bisa bersama dengan Billy, kamu harus menolong ku Zack!" Seru Amoera terisak.
Zack menarik rambutnya ke belakang,Ā kenapa sekarang Billy yang menjadi rebutan, kemarin Ara, sekarang Amoera. Sungguh sangat malas untuk berurusan dengan para gadis yang menurutnya sangat tidak penting itu.
Dasar gadis pengganggu!
Padahal dia sendiri juga sedang di hadapkan masalah tentang percintaannya dengan Daniella, Zack sudah seminggu ini tidak bisa menemui sang kekasih.
"Kalau kamu menginginkan Billy jangan mencariku, aku sendiri sedang banyak masalah dan jangan menambahi beban ku Amoera," Jawab Zack dingin.
__ADS_1
"Tapi dia tidak mau menemui ku Zack."
"Itu bukan urusan ku, mengerti!" ZackĀ berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan gadis pengganggu itu.
Sedangkan di sisi lain.
Ara mencium bibir Billy dengan mesra, sepertinya dia harus mengikat Billy kali ini, kedatangan Amoera yang ingin menjadikan Billy kekasihnya sangat membuat Ara cemburu buta.
"Billy, aku ingin memperjelas status kita!"
Billy menarik Ara dan mengangkat nya ke atas meja. Dia sangat bahagia melihat Ara yang selalu cemburu pada Amoera itu.
"Baiklah Ara, apa kamu sudah mau menerimaku?" Tanya Billy mendekatkan wajahnya.
"Tentu Billy, aku menerimamu dan sekarang kita adalah sepasang kekasih!" Jawab Ara merangkul leher Billy mesra.
Tentu saja hal itu membuat Billy sangat bahagia. Dia mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Ara, mereka berciuman kembali.
Hal itu tidak luput dari mata seorang gadis yang sudah merah karena menangis.
"Billy, kamu jahat ya!! sudah merenggut kesucian ku tapi tidak mau bertanggung jawab! Dasar pria brengsek!" Teriak Amoera dari luar kelas.
Ara sangat terkejut mendengar hal itu, dia tidak menyangka bahwa Billy telah tidur dengan gadis lain selain dirinya.
Billy merasa sangat emosi dengan kehadiran Amoera yang membuat hidupnya menjadi sangat sulit.
"Ara, jangan dengarkan dia, itu semua hanya masa lalu, aku hanya melakukan itu sekali dan kemudian kita sama-sama melupakannya," Jawab Billy berusaha menjelaskan kepada Ara.
"Aku ingin sendiri dulu Billy, selesaikan saja masalah mu dengan gadis itu."
Ara berlari keluar dari dalam kelas dan menabrak bahu Amoera, kedua orang itu saling menatap tajam menyirat ketidaksukaan.
"Ara tunggu!" seru Billy mengejar gadis yang baru saja menerima cintanya itu.
"Kamu jangan bicara macam-macam lagi Amoera, ingat dulu kita melakukan itu one night stand tanpa ada paksakan dan perasaan, jadi lebih baik jangan menggangguku lagi, kalau sampai itu terjadi aku tidak akan membiarkan dirimu tenang!" ancam Billy.
Amoera tampak begitu takut melihat mata Billy yang sudah merah menahan amarah.
Sedangkan di sisi lain Ara berlari dan tiba-tiba tubuhnya menabrak seseorang. Zack langsung menangkap Ara yang akan terjatuh itu.
Sedangkan Billy yang melihat Ara di peluk Zack langsung menghampiri mereka dan menarik Ara ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Zack, terima kasih karena telah menangkap kelinci imut ini, dia tadinya akan kabur dariku!" ucap Billy tersenyum lebar.
Sedangkan Ara meronta minta di lepaskan. Zack hanya diam saja dan langsung berjalan menuju ke mobilnya.
Billy yang melihat itu langsung menarik Ara dan menghampiri Zack.
"Tunggu dulu Bro! sepertinya kamu sedang banyak masalah? apa yang terjadi?" tanya Billy khawatir dengan sahabatnya itu.
Ara yang tadinya ingin marah dia urungkan ketika melihat raut wajah dingin dari Zack. Belum pernah dia melihat aura kelam yang ditunjukkan oleh pria yang pernah menjadi kekasihnya itu.
"Apa kalian bisa membantu ku?" tanya Zack datar.
Billy dan Ara saling memandang. Kemudian mereka menatap Zack dan langsung mengangguk antusias.
"Kami akan membantumu, memangnya ada masalah apa? apakah ini tentang Daniella?" Billy bertanya.
"Aku juga baru sadar loh kalau beberapa hari ini kalian tidak terlihat bersama? apa memang ada masalah? aku akan membantu mu Zack," ucap Ara.
Zack menghela nafasnya kasar.
"Bagaimana kalian bisa membantuku? aku dan Ell tidak ada masalah, tapi Uncle Danish melarang kami untuk bertemu, aku harus bagaimana?" tanya Zack frustasi.
"Hahahahaha, oalah Danish ternyata hanya karena itu?" ucap Ara tergelak.
Billy langsung menarik Ara dan membisikkan sesuatu.
"Sayang, jangan di tertawakan, lihatlah ekspresi Zack saat ini?" bisik Billy di telinga Ara.
Sotak langsung membuat Ara menutup matanya.
"Zack, menurut ku kamu harus melakukan ini," Ara mengungkapkan idenya agar Zack dan Ell bisa bertemu kembali.
"Sayang, apakah ini tidak terlalu cepat? tanya Billy kenapa Ara.
"Tidak apa-apa dari pada harus menerima hukumam seperti ini, lebih baik kita jalankan rencana ini untuk Zack agar bisa bersama dengan Daniella lagi," Billy memangguk.
Zack merasa ide Ara lumayan bagus.
"Aku terima ide itu, kalian harus membantu ku!"
Bersambung.
__ADS_1
Minta vote nya donk akakš„°š„°š„°ā¤ļøā¤ļø