Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3)


__ADS_3

Happy Reading 😊


Zarco Ferguson adalah putra dari Zicko Ferguson dan Zivanna Ferguson, siapa yang tidak tahu dengan Zicko dan Zizi? putra dan putri angkat dari Nickolas dan Liora.


Zicko dan Zizi memiliki dua putra, Zarco dan Bruno. Usia Zarco saat ini dua puluh empat tahun, sedangkan Bruno baru sembilan belas tahun.


Sedangkan Sherena adalah putri Arshel dan Evelyn, yang di mana para kedua orang tua mereka Daddy Darren dan Danish bersahabat.


Meskipun masa lalu Opa-opa mereka antara Darren dan Nickolas pernah menjalin hubungan terlarang atau sesama jenis. Tetapi rahasia itu sudah tertutup rapat tanpa ada yang tahu. Mereka seakan melupakan dan menganggap bahwa hubungan mereka tidak pernah ada. Karena setelah Darren maupun Nickolas menikah, semua skandal itu langsung terkubur rapat.


"Sher, besok ikut ke Washington DC ya, aku mau menagih janji Regina yang katanya mau memberi jawaban atas ungkapan cintaku." Ucap Aland yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


"Aland, bisa gak sih kalau masuk kamar itu ketuk pintu dulu!" Sherena langsung berkacak pinggang melihat Aland yang masuk begitu saja.


Bukannya minta maaf, pria itu langsung duduk di atas ranjang sambil mengambil bantal kesayangan Sherena di buat untuk bantalan.


"Eh, siapa yang mengizinkan mu memakai bantal kesayangan ku!" Sherena menarik bantal itu membuat Aland langsung duduk kembali.


"Sher, aku lagi gak mau berdebat!" Ucap Aland.


"Lalu mau kamu apa Om, biasanya kalau kamu mencariku hanya untuk mengajak berdebat?"


Aland menarik tangan Sherena menyuruh nya untuk duduk di sisinya.


"Besok ikut aku ke Washington DC,"


"Kenapa tidak kamu sendiri saja, aku masih banyak pekerjaan." Jawab Sherena.


"Aku malu."


Sherena tergelak mendengar ucapan Aland.


"Memangnya kamu punya rasa malu?" Tanya Sherena terkekeh.

__ADS_1


Aland menjitak kepala ponakannya itu. "Tentu saja masih punya, entah kenapa kalau menghadapi Regina aku benar-benar merasa malu, tapi aku juga sudah rindu setengah mati sama dia." Ucap Aland sendu.


Sherena sebenarnya ingin tertawa melihat Aland yang tiba-tiba berubah menjadi melankolis.


"Kamu beneran cinta sama Regina?"


"Tentu saja, aku benar-benar jatuh cinta sama dia, rasanya pengen cepat-cepat nikahin dia biar bisa selalu bersama." Jawab Aland.


Sherena benar-benar tidak percaya bahwa Aland telah berubah 180 derajat.


Dulu Sherena benar-benar ingat bagaimana Aland tidak pernah peduli dengan Regina, selalu mengacuhkan bahkan terkesan cuek dan dingin. Tapi entah kenapa sekarang tiba-tiba Aland berusaha menjadi pria yang sedang di perbudak oleh cinta.


"Sekarang kamu baru kena karmanya, jadi bucin sama Regina dan bagaimana kalau ternyata Regina sudah tidak mencintai mu lagi?" Tanya Sherena.


Aland langsung menatap tajam ke arah Sherena, seakan tidak terima dengan ucapannya.


"Dia masih mencintai ku, aku yakin itu, Regina tidak mungkin melupakan ku begitu saja." Jawab Aland.


"Mudah-mudahan saja, aku hanya bisa mendoakan semoga masih ada sisa untuk mu, Om."


Bahkan terkadang bisa sampai berhari-hari Regina membalas pesannya. Sebenarnya Aland selama ini hanya berusaha berpikiran positif tentang Regina, mungkin gadis itu masih sibuk dengan pekerjaannya. Aland hanya bisa memaklumi.


Tapi entah kenapa setelah mendengar ucapan Sherena membuat hati Aland merasa sedikit cemas.


"Besok weekend, aku akan menemanimu pergi ke Washington DC untuk bertemu dengan Sherena, takutnya nanti kamu tidak akan ada sandaran buat nangis saat Regina menolakmu," ucap Sherena.


"Terima kasih, aku akan segera memesan tiket untuk dua orang kalau begitu." Ucap Aland yang kemudian pergi keluar dari dalam kamar Sherena.


Keesokan harinya.


Sherena dan Aland sudah bersiap-siap untuk pergi ke bandara.


"Salam buat Aunty Daniella dan Uncle Zack ya," ucap Mama Evelyn.

__ADS_1


"Iya, Ma.. aku dan Aland pergi dulu." Ucap Sherena berpamitan pada kedua orang tuanya.


Saat Sherena akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ada sebuah Mobil mewah masuk ke halaman rumah. Aland terlihat mengerutkan keningnya ketika menatap pria yang baru saja keluar dari dalam mobil yang mewah itu.


"Sher, siapa pria itu?" Tanya Aland.


Sherena yang sudah masuk ke dalam mobil terlihat mengeluarkan kepalanya dari jendela untuk melihat siapa pria yang di sebutkan oleh Aland.


Mata Sherena membulat sempurna. "Zarco?" Gumam gadis itu.


"Hai, aku Zarco kekasihnya Sherena, kedatangan ku kesini, aku mau mengajak Sherena pergi kencan." Ucap Zarco pada Aland.


"Kekasih?" Aland menatap ke arah Sherena. Kemudian berganti menatap Zarco.


"Iya, aku kekasih Sherena." Jawab Zarco tersenyum.


Sherena yang mendengar itu langsung keluar dari dalam mobil. Dia benar-benar belum siap untuk mengatakan pada Aland bahwa dia di paksa untuk menjadi kekasih dari Zarco.


Tapi Sherena juga tidak mau kalau Aland semakin meledaknya, gadis itu tahu kalau Aland pasti akan menertawakan nya kalau tahu bahwa Zarco yang memaksa nya untuk menjadi kekasih.


"Iya, dia Zarco, kekasih ku," Sherena memeluk lengan pria itu membuat si empunya merasa terkejut.


Tidak biasanya gadis itu bersikap manja seperti ini. Tentu saja hal itu membuat hati Zarco berbunga-bunga.


Hal itu di jadikan Zarco mencari kesempatan untuk memeluk pinggang Sherena erat.


"Kamu mau kemana sayang? kok udah rapi banget sih?" Sherena mencubit perut Zarco.


"Kami mau ke Washington DC." Jawab Aland.


"Oh, benarkah sayang? kalau begitu aku ikut kalian."


Sherena melotot tidak percaya.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2