Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Masalah Yang Rumit


__ADS_3

Happy Reading 😊


Arshel menatap sang Mommy dengan wajah yang sendu. Berharap bahwa jawaban Mommy-nya melegakan hatinya. Setelah tadi malam mengungkapkan rahasianya kepada sang Mommy, kali ini dia ingin meminta Mommy Lula agar bisa membujuk Daddy Danish.


"Mom, Mommy please!!" Arshel menggoyangkan tubuh Lula yang duduk di sampingnya, seperti anak kecil yang merengek meminta di belikan mainan.


"Arshel, Mommy masih pusing dengan sikapmu yang seperti itu, lihatlah bagaimana Daddy menghukum Zack dan Daniella gara-gara mereka kelewatan? Mommy tidak menyalakan mu tapi saat ini sepertinya Daddy masih belum bisa untuk diberitahu tentang kabar ini," ucap Lula menenangkan putranya yang gelisah itu.


"Jadi Mommy belum memberi tahu Daddy kalau aku dan Evelyn sudah pernah tidur bersama? lalu apakah Momny sudah membujuk Daddy untuk mengizinkan ku keluar dari Akmil?"


Lula mendesah kasar, dia bingung dengan keadaan putra satunya ini.


"Mommy masih belum bicara apapun dengan Daddy, nak sebaiknya kamu bertanya pada Evelyn, apakah dia hamil atau tidak?" ucap Lula.


Karena informasi itu sangat penting, kalau Evelyn hamil dia akan membujuk Danish untuk merestui mereka.


"Memangnya kenapa Mom, aku hanya ingin Mommy membantuku membujuk Daddy, agar Dad mau memberikan ku izin untuk keluar dari akademi militer, kalau masalah Evelyn hamil itu adalah kemauanku!" Arshel berdiri dan berjalan meninggalkan Mommy-nya sendiri.


Sepertinya pemikiran Arshel dan Mommy Lula berbeda jalur, niat Arshel ingin Mommynya membantu membujuk sang Daddy agar di izinkan keluar dari Akmil dan bisa dekat dengan Evelyn, sedangkan Mommy Lula malah memikirkan masalahnya yang telah meniduri anak orang itu.


Terdengar suara gaduh di atas sana, sepertinya Arshel memang memiliki masalah paling berat di bandingkan dengan saudara yang lain.


Lula hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat putra yang di lahirkan pertama kali itu.


###


Evelyn mendapatkan telepon dari kekasih nya, gadis itu langsung mengangkat panggilan itu dengan sumringah.


"Halo sayang."


"Iya sayang, sekarang lagi ngapain?"

__ADS_1


"Baru selesai ikut kelas memasak, bagaimana sayang? Apa kamu sudah ke kota M?"


"Eemmm belum, besok aku akan berangkat dan izin keluar dari Akmil."


Evelyn tersenyum.


"Aku selalu menunggumu."


"Bolehkah aku bertanya sayang?"


"Mau bertanya apa? Kenapa meminta izin?" jawab Evelyn terkekeh.


Gadis itu merasa senang dengan sifat Arshel yang begitu sayang dan perhatian padanya.


"Apa kamu sudah hamil sayang?"


Evelyn terkejut mendengar pertanyaan kekasihnya itu.


"Aku tidak tahu, tapi bulan lalu aku sempat datang bulan, sepertinya aku belum hamil karena belum lama juga kan kita berhubungan lagi?" Jawab Evelyn malu. Pipinya sudah merona hanya karena mengatakan hal yang sangat intim itu.


Terdengar suara ******* di balik telepon. Evelyn mengernyit tidak mengerti apa yang di pikirkan oleh kekasihnya itu.


"Tidak ada apa-apa sayang."


"Baiklah, sebentar lagi kelas akan masuk lagi, sampai jumpa lagi ya, nanti aku telepon kembali kalau sudah tidak sibuk."


"Baiklah sayang, sampai jumpa."


Evelyn mematikan teleponnya, gadis benar-benar tidak paham dengan pemikiran Arshel yang sangat menginginkan dia untuk hamil.


Sedangkan disisi lain.

__ADS_1


Zack dan Daniella terlihat sudah rapi, mereka akan pulang ke rumah orang tua Zack dan tinggal di sana.


Setelah bermalam di hotel tempat acara pesta pernikahan dan buka segel di salah satu kamar VIP nya, pengantin baru itu akan menjalani hidup baru sebagai pasangan suami istri.


Zack membuka pintu mobil untuk Daniella. "Silahkan istriku, hari ini akan menjadi momen spesial karena mulai sekarang kita akan melangkah ke depan sebagai suami istri, masuk mobil pertama kali untuk istri," Zack mencium kening Daniella kemudian menutup pintu mobilnya.


Setelah Zack masuk ke kursi kemudi, dia pun langsung melaju menuju ke rumah orang tuanya.


"Sayang bagaimana dengan gadis itu?" Zack menoleh ke arah sang istri.


"Gadis itu? Maksudnya Felicia?" Daniella mengangguk.


"Dia mengatakan akan pindah ke apartemen barunya setelah kita menikah, jujur aku masih sangat marah dengan gadis itu! Aku sama sekali tidak menyangka kalau Felicia ternyata sangat menyeramkan!"


"Dia itu seperti ular yang mempunyai bisa yang mematikan, sudah berani main pakai obat terangsang, cih sangat memalukan!" Ucap Daniella geram.


Gadis itu masih meradang kalau mengingat bagaimana liciknya Felicia untuk menjebak suaminya itu.


"Iya sayang, aku akan memberi pelajaran kalau sampai dia berani melakukan hal itu lagi, aku tidak akan membiarkan gadis manapun untuk bisa menyentuhku, aku tidak ingin menyakitimu hanya karena para gadis yang belum move on sayang," Daniella mengerucutkan bibirnya sambil komat kamit.


"Kenapa bibirnya seperti itu sih?" Zack tertawa melihat ekpresi sang istri.


"Dasar playboy cap narsis, iya-iya yang mantan kekasihnya banyak, bahkan belum pada move on, padahal aku saja masih murni belum pernah di sentuh oleh pria manapun," Ucap Daniella bersungut.


Zack langsung mencium pipi Lula gemas. Terlihat sangat bahagia pasangan satu ini, mereka juga belum mengetahui masalah tentang saudaranya yang lain.


Bersambung


mudah-mudahan alurnya tidak Rumit nya akak😁


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹

__ADS_1


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.


Terima kasih ❤️😘😘😘


__ADS_2