
Happy Reading 😊
Florida
Darren masih betah duduk di sofa ruang tengah sendiri, pria itu melonggarkan dasinya dan membuka dua kancing atas bajunya. Sore itu rumah memang sepi karena Evelyn dan Arshel sedang pergi keluar.
Darren mengusap wajahnya kasar, entah kenapa rasa bersalah terhadap sang istri masih bersemayam di hatinya. Apalagi setelah pulang malam itu, Darren yang masih terkena efak obat perangs*ng langsung melampiaskan hasratnya kepada Candy.
Malam itu Darren sedikit memaksakan kehendaknya meskipun Candy selalu menuruti keinginannya.
Sedangkan di dalam kamar.
Candy termenung di balkon kamarnya, dia tahu bahwa suaminya telah pulang karena mendengar suara deru mobil. Tetapi sedari tadi Darren belum juga masuk ke dalam kamarnya itu.
Entah kenapa perasaan Candy menjadi sedikit tidak nyaman, apa lagi malam sehabis pulang dari pesta, tiba-tiba Darren langsung mengajaknya bercinta.
Hasrat suaminya sungguh besar, tidak seperti biasanya, malam itu benar-benar kuat dan meminta di puaskan berkali-kali. Seperti baru saja minum obat penguat. Bahkan senjatanya tidak mau tidur walaupun sudah keluar tiga kali.
Meskipun Candy sedang hamil besar, tetapi tidak dipungkiri bahwa hasratnya juga semakin besar apalagi mendekati hari-hari perkiraan lahir.
Tetapi Candy merasa aneh dengan suaminya itu, apakah di pesta itu Darren telah di beri obat? Candy merasa takut kalau Darren melakukan hubungan itu dengan wanita lain.
Tetapi tidak ada tanda-tanda aneh di tubuh sang suami. Hanya tercium aroma parfum wanita dan wine dari mulutnya. Huft..!! parfum wanita ya, Candy benar-benar mencium aroma parfum yang sangat dia kenal. Seperti parfum milik seorang wanita, tetapi dia tidak mengingat siapa wanita itu.
Darren tidak menceritakan apapun, membuat Candy bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Biasanya Darren selalu bercerita apa saja setelah dia pulang ke rumah. Entah itu setelah dari kantor ataupun setelah pulang dari acara pertemuan dengan sahabat atau klien pentingnya.
Candy merasa resah.
__ADS_1
Apa ada yang disembunyikan oleh Darren dariku? batin Candy.
"Tidak-tidak,, dia tidak mungkin melakukan itu," Candy menggeleng gelengkan kepalanya. mengusir semua pikiran buruk tentang suaminya itu.
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar di perut besarnya, deru napas hangat mengenai ceruk lehernya yang memang tidak terhalang oleh rambut, karena Candy menguncir rambutnya ala kuda poni.
"Sayang, maafkan aku," tubuh Candy menegang setelah mendengar bisikan itu.
Jantungnya berdegup kencang, kenapa Darren meminta maaf padanya? apakah benar yang telah dipikirkan olehnya tadi bahwa Darren telah bermain wanita di belakangnya.
"Kenapa meminta maaf? apa kamu berbuat salah?" Candy menyentuh tangan Darren di perutnya, berusaha menghilangkan pikiran buruk itu.
Darren semakin mengeratkan pelukannya, membuat dada Candy tiba-tiba sesak.
"Sayang, kenapa kamu menangis?" Darren membalikan tubuh istrinya.
"Kamu jahat! hiks, kenapa kamu melakukan semua ini padaku!" Candy memukul dada Darren sambil menangis tersedu.
Darren merasa bingung dengan sikap istrinya ini. "Aku melakukan apa sayang?" tanya Darren.
"Kamu melakukan apa? seharusnya aku yang bertanya padamu? Kenapa kamu meminta maaf? apakah ada sesuatu hal yang membuatmu merasa bersalah kepadaku? hah??" Candy mendorong dada Darren.
Membuat pria itu sekarang paham dengan situasinya. Tadi dia ingin meminta maaf tentang masalah Melisa dan akan menceritakan semuanya kepada sang istri.
Eh, ternyata Candy sudah merasa curiga duluan. Sepertinya Darren memang tidak bisa menyembunyikan apapun terhadap istrinya.
"Kenapa senyum-senyum!! jadi beneran kamu selingkuh??" Candy melotot ketika melihat sang suami yang malah senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Aku suka ekspresi wajahmu kalau sedang merajuk sayang," Darren menarik tubuh Candy dan mendekapnya. Pria itu menghujami kecupan kecupan di pucuk rambut Candy.
"Apa kamu curiga kalau aku telah selingkuh darimu?"
"Kalau gak curiga kenapa baju kamu baunya parfum wanita?" Candy memicingkan matanya.
Tangisnya sudah berhenti.
"Sebenarnya aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu sayang?" Wajah Darren berubah serius.
Sepertinya dia ingin sedikit menikmati wajah sang istri yang merasa cemburu itu.
Yang penting aku tidak selingkuh dari mu sayang. Batin Darren.
"Apa, apa, apa?!!" Candy sedikit berteriak.
Eghemm!!
Darren berdehem sebentar, membuat Candy menjadi tidak sabar ingin segera mengetahui cerita dari suaminya itu.
Bersambung.
Kalau mau othor up lagi, tinggalkan jejak dulu, like, like, like, bunga dan kopi🥺🙏
Maaf ya akak Reader, belum bisa up novel yang terbaru, soalnya sedang menunggu balasan dari editor. mohon dukung terus ya dan juga jangan lupa mampir baca Karya othor yang berjudul Haruskah Aku Berbagi Cinta karena novel ini sedang ikut event.
Terima kasih, lope buat akak reader tersayang 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1