
Happy Reading 😊
Arshel menatap kedua orang berbadan tegap di hadapannya ini dengan tatapan menyelidik. Saat ini dia dan Farra sedang bertemu dengan target di sebuah tempat makan di sudut kota.
Tempat itu tidak terlalu besar, tapi rapi dan bersih, Arshel akhirnya menyanggupi permintaan Farra yang menyuruhnya bertugas dengan berpura-pura menjadi suaminya.
Kedua orang itu tampak serius menjelaskan pada Farra dan Arshel tentang keunggulan senjata ilegal itu.
Sepertinya semua senjata itu adalah hasil penyelundupan dari pasar gelap.
"Senjata ini tidak ada yang bisa membuatnya, pelurunya di desain khusus untuk bisa menembak pada jarak yang cukup jauh dan pastinya seratus persen selalu menengenai sasaran, apakah anda mengerti mengenai senjata Nona Ve?" tanya pria bertato di lengannya itu pada Farra yang sedang menyamar itu.
"Suamiku lebih paham dengan senjata, aku hanya suka mengoleksi saja," Arshel menoleh pada Farra yang menatapnya sambil tersenyum.
"Hahahaha, suamimu ini masih sangat muda, apakah kamu bisa puas dengannya?" Farra menatap tajam ke arah pria yang berkepala botak itu.
Bisa di lihat sejak tadi pria itu menatapnya dengan tatapan mesum, melihat kemolekan tubuh Farra yang memakai dress ketat memperlihatkan paha mulusnya membuat para pria itu menelan ludah.
"Maaf tuan, jangan kurang ajar ya, tentu saja aku sangat puas dengan suamiku ini!" Farra berkata agak keras dan sedikit terpancing.
Entah kenapa dia tidak suka para pria itu mengejek Arshel yang masih memanmuda seakan tidak bisa memuaskan nya.
Arshel berdehem mencairkan suasana, dia begitu mengakui akting Farra yang begitu bagus, sedangkan dia hanya diam saja malas untuk meladeni mereka.
"Sebaiknya cepat segera kita selesaikan transaksi ini!" ucap Arshel dingin.
Tiba-tiba ponsel salah satu pria di depannya itu berdering.
"Halo? apa? ada mata-mata dari FBI?"
"( ... .....)"
"Iya aku sedang bertransaksi dengan dua pasangan suami istri, hem! baik!"
Farra dan Arshel saling menatap, sepertinya target mereka mendapatkan bocoran bahwa mereka sedang di awasi.
"Baiklah, oke kami akan segera keluar," Pria itu menatap ke arah Arshel dan Farra.
"Sepertinya kami harus segera pergi, ayo Cop!" pria itu langsung mengambil tas berisi beberapa amunisi ilegal dan segera pergi dari hadapan Arshel dan Farra.
"Hei, tuan tunggu!" seru Farra berusaha mengejar target itu.
Gadis itu segera menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Target sudah curiga, mereka akan melarikan diri, cepat kepung mereka!" seru Farra di telepon.
Wanita itu terlihat mengumpat kasar karena rencana mereka hampir gagal.
"Tenanglah Farra, sebaiknya kita cepat pergi dari sini dan menyelamatkan diri sebelum orang-orang itu mencurigai kita," Arshel mengajak Farra untuk keluar dari tempat itu dan langsung masuk ke dalam mobil.
Sedangkan di sisi lain.
Evelyn sedang berada di kantin untuk makan siang, tapi sedari tadi gadis itu hanya mengaduk-aduk makanannya, rasanya sangat tidak berselera makan.
Entah kenapa tiba-tiba dia berharap bahwa ada calon baby di dalam perutnya, padahal sebelum itu Evelyn sangat takut kalau dia akan hamil.
Bagaimana kalau dia menelepon Arshel untuk memberitahu tentang kabar itu, biarkan Arshel tahu bahwa dia tidak hamil agar pria itu bisa lebih tenang saat menjalankan tugas.
"Aku harap kamu tidak akan kecewa sayang," Evelyn memanggil nomer Arshel.
Tuut .... tuut ... tuuutt...!
Tidak di angkat.
"Apa Arshel sedang sibuk bertugas bersama Farra? aku coba sekali lagi!"
Tuutt ... !
"Halo sayang, maaf aku sedang menyetir, nanti aku telepon kembali ya, aku merindukan mu!"
Arshel nampak mengerem mobilnya.
Farra sedikit terkejut dengan kelakuan Arshel yang mengerem mendadak itu.
"Astaga Arshel, bisa hati-hati gak sih!"
Evelyn bisa mendengar suara wanita di sebrang telepon nya. Entah kenapa ada rasa tidak rela saat Arshel bertugas menjadi pengawal Farra.
"Maaf Farra, kekasih ku sedang telepon, dia mau bicara penting, aku keluar dulu ya," Arshel memutuskan untuk keluar dari dalam mobil untuk mendengarkan penjelasan Evelyn.
"Sayang, jangan kaget ya dengan berita yang akan ku sampaikan," Arshel mengangguk.
"Iya sayang, memangnya bagaimana hasil pemeriksaannya?" tanya Arshel antusias.
Farra bisa melihat ekspresi wajah Arshel dari kaca jendela mobil. Sepertinya pria itu memang sangat mencintai sang kekasih.
Sedangkan Arshel sudan memasang telinga nya untuk mendengarkan ucapan Evelyn.
__ADS_1
"Sayang, aku tidak hamil, maaf!"
Ashel merubah raut wajahnya menjadi sendu, dia bisa mendengar helaan nafas panjang dari sebrang.
"Jangan khawatir sayang, kita bisa coba lagi nanti, aku akan berusaha lebih giat lagi agar Arshel junior segera hadir di dalam rahimmu!" jawab Arshel berusaha menguatkan dirinya.
Farra nampak menutup mulutnya tidak percaya, dia yang turun dari mobil karena ingin mencari udara tidak sengaja mendengar ucapan Arshel yang menurutnya sangat blak-blakan itu.
Apa aku tidak salah dengar? Arshel berusaha mencetak seorang bayi dengan sang kekasih! batin Farra menjerit!
Tapi Farra melihat raut kekecewaan di wajah Arshel membuat hatinya sedikit tercubit.
Sepertinya Arshel terlihat begitu kecewa, seperti apa sebenarnya kekasihnya itu? apa iya dia sangat ingin memiliki anak? tapi bukankah dia masih bersekolah di militer dan tidak di perbolehkan memiliki anak ataupun istri!
"Baiklah sayang, nanti aku akan meminta cuti lagi setelah tugasku selesai, aku sangat mencintaimu Evelyn," sebuah kecupan dari bibirnya dia hantarkan lewat telepon.
Farra memicingkan matanya ketika mendengar semua ucapan Arshel.
"Apakah kamu sudah selesai?" Arshel terkejut mendengar ucapan Farra yang tiba-tiba itu.
"Ah iya Farra, ayo kita segera pergi dari tempat ini," Arshel berjalan melewati Farra dengan tatapan datar kembali.
Dia sudah merubah raut wajahnya dan sedikit mengonntrol emosi agar Farra tidak mengetahui isi hatinya.
Jujur setelah mendengarkan ucapa Evelyn yang mengatakan bahwa dia hanya terkena asam lambung membuat Arshel sangat sakit hati. Entah kenapa harapannya seakan hancur melihat kenyataan bahwa Evelyn tidak hamil.
"Arshel, minggu ini aku akan ada tugas di Florida, kamu harus bersiap-siap," ucap Farra tiba-tiba.
"Apa? Florida? tugas apa yang mengakibatkan mu harus sampai di kota itu Farra?" tanya Arshel serius.
Dia berharap bisa bertemu dengan Evelyn kalau bertugas di Florida.
"Ada sebuah tugas untuk ku di sana, dan kamu juga harus ikut!" ucap Farra tegas
"Terima kasih Farra," Arshel berucap.
"Terima kasih untuk apa!"
Arshel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak mungkin kan kalau dia mengatakan yang sebenarnya kepada Farra bahwa di kota Florida adalah ada seseorang yang sangat spesial di hidupnya.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
__ADS_1
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘