
Happy Reading 😊
"Kenapa besar sekali!!" seru Candy.
"Kenapa sayang?" tanya Darren dengan tatapan mata yang sudah menahan nafsu gairah.
"Apa junior sudah bereaksi?" tanya Candy.
Darren tidak menjawab, pria itu kemudian memangut bibir Candy dan menyesapi rasa manis yang seperti permen menurutnya.
Darren membuka kemejanya. "Sepertinya terapinya sudah mulai bekerja dengan baik," ucap Darren.
Candy hanya menatap Darren dengan tatapan yang bingung. Gadis itu memang masih polos dan belum mengerti apa-apa.
"Nanti pasti juga terbiasa, kamu harus berkenalan dulu dengan junior," ucap Darren
"Bagaimana aku bisa berkenalan?" tanya Candy ragu.
Darren mencium bibir Candy kembali dengan lembut, pria itu benar-benar bisa membuat Candy melayang hanya dengan ciuman saja.
Candy yang seperti kerbau di cucuk hidungnya langsung menurut saja.
Ini tidak bisa di biarkan, bagaimana dia bisa sembuh kalau yang di masuki masih lubang yang sama!! Batin Candy.
Darren benar-benar merasakan kepalanya yang sudah pening karena menahan sesuatu.
"Aaggrrhh!!"
"Aakkk sakit!!!" Pekik Candy saat Darren memasukinya.
__ADS_1
Darren sempat mematung dan sedikit terkejut kala dia merasakan lubang yang lain, sensasi yang luar biasa dan sangat berbeda tentunya.
"Sayang, kenapa rasanya benar-benar berbeda?" tanya Darren.
Gadis itu berusaha menahan sakit yang benar-benar sakit saat pertama kali junior memasuki-nya.
Bagi Darren itu sebuah keberhasilan yang luar biasa, karena kalau bukan Candy yang mengarahkan, sudah di pastikan junior tetap masuk ke jalan yang salah.
####
Hiks, hiks ... !!!
Candy menangis meraung di pelukan Darren saat mereka sudah selesai melakukan kegiatan penyatuan itu.
"Kenapa menangis? heemm?" Tanya Darren mengelus rambut panjang Candy.
"Ssstt!! tenang saja Candy, bukankah aku sudah berjanji akan menikah denganmu besok? asisten ku sudah mendaftarkan pernikahan kita di kantor catatan sipil, jadi besok kita harus datang untuk mengambil foto kita dan langsung tanda tangan di buku nikah, beres kan?" jawab Darren.
Candy mengehela nafas panjang, meskipun dia sedikit lega tapi Candy sadar semua ini sangat tergesa-gesa.
"Aku tahu Darren, pernikahan kita nanti tidak di dasari dengan rasa cinta, tapi aku berjanji padamu bahwa aku sangat serius dengan hubungan ini, meskipun aku masih kecil tapi aku akan berusaha bertanggung jawab dengan pernikahan kita yang serba dadakan itu," ucap Candy.
"Siapa bilang pernikahan ini tidak di dasari oleh rasa cinta?" tanya Darren.
"Ya bukannya kamu tidak mencintaiku? kamu cinta-nya sama sejenis kan?"
"Eh, stop, mulai sekarang aku sudah sembuh ya, jadi jangan mengataiku seperti itu lagi, hemmmm!" jawab Darren mendusel-ndusel di dada Candy membuat si empunya merasa geli.
"Hahaha, jangan begini Darren, iya deh aku percaya kamu sudah sembuh, itu juga karena aku yang lurusin!"
__ADS_1
Darren tersenyum melihat Candy yang sudah bisa tertawa kembali, dia juga senang bisa mengenal Candy, perasaannya memang bukan sekedar sayang, tapi Darren sepertinya mulai membuka hatinya untuk gadis kecil di pelukan-nya ini.
Entah mungkin karena sudah terbiasa bersama dan juga tekad Darren yang begitu kuat untuk sembuh sehingga dengan mudah dia bisa membuka hatinya kepada Candy.
"Candy, aku ingin belajar mencintaimu, menyayangi mu dan juga akan menjagamu selama-nya, aku tahu semua ini memang begitu cepat, bahkan kita baru kenal beberapa bulan, tapi hatiku sudah memantapkan padamu sayang," ucap Darren membelai pipi Candy.
"Aku juga akan belajar mencintai mu dengan sepenuh hati, aku akan selalu mendukung setiap jalan yang kamu pilih, ya meskipun aku masih kecil tapi sifatku ini sudah dewasa lo," ucap Candy yang mendapat kan cubitan di hidungnya.
"Ugh gemes banget, Candy cantik, Candy manis, calon istri ku ini masih sangat muda, eh kamu beneran masih kecil banget, bahkan usia kita berjarak dua belas tahun," ucap Darren dengan menghitung memakai jarinya.
"Iya-iya aku juga sadar kalau aku masih kecil, tapikan bikin nagih," ucap Candy sambik mengelus dada bidang Darren.
"Sayang, jangan menggodaku ya," ucap Darren merasa tidak tahan dengan sentuhan lembut tangan Candy.
"Siapa yang menggoda?" tanya Candy bingung, tapi dia masih asyik menggambar pola abstrak di dada Darren membuat si empunya semakin merasa nafsu.
"Dari tadi aku sudah menahan diri karena sarang junior masih sakit, tapi kalau kamu terus menggoda seperti ini jangan salahkan aku kalau kita memulai ronde yang ke dua," ucap Darren menarik dagu Candy dan langsung memangut lembut bibir manisnya.
Dan akhirnya ronde kedua pun terjadi dengan posisi yang berbeda tentunya.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 part khusus Darren dan Candy bagian dua sudah goll ya 🤣🤣🤣
jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1