
Happy Reading 😊
Danish dan Lula sedang makan malam di rumah Ibu Naura, mereka berdua memutuskan untuk menginap selama dua hari di Florida.
"Bagaimana kabar Darren sekarang? aku sudah lama tidak berkomunikasi dengannya," ucap Lula di sela makannya.
Danish yang mendengar Lula menyebutkan nama Darren menjadi tidak suka.
"Aku juga sudah lama tidak mendengar kabar dari Darren, tapi aku dengar Darren telah menikah," jawab Ibu Naura.
Lula dan Danish terkejut saat mendengar ucapan Ibunya itu.
"Menikah?" seru keduanya bersamaan.
"Menikah dengan siapa bu? apakah dia sudah normal?" tanya Lula spontan.
Danish dan Ibu Naura memandang Lula karena merasa aneh dengan perkataan-nya.
"Maksudnya apa sayang? apanya yang normal?" tanya Danish penasaran.
Lula menutup mulutnya langsung dengan kedua tangannya. Dia benar-benar keceplosan dan tidak sadar telah mengatakan itu.
"Lula, kenapa tidak di jawab pertanyaan Danish?" tanya Ibu naura.
"Iya sayang, jangan bikin aku penasaran," ucap Danish.
Lula menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan-nya perlahan.
Apakah dia harus menceritakan rahasia Darren yang selama ini dia tutupi, tapi sepertinya Lula memang sudah terlanjur keceplosan sehingga mengakibatkan Danish dan Ibu Naura menjadi penasaran.
"Baiklah aku akan menceritakan rahasia yang selama ini aku sembunyikan dari semua orang, Darren itu mempunyai penyakit yang selama ini dia tutupi dan hanya aku saja yang tahu karena Darren menganggap ku sahabat satu-satunya yang bisa di percaya, dia itu sebenarnya seorang gay," ucap Lula hati-hati.
"APA!!!"
"Seorang gay!!"
Ibu Naura mengelus dadanya ketika mendengarkan berita yang sangat mengejutkan itu.
"Ya Tuhan!!" seru Ibu Naura tidak percaya.
Danish langsung mengambil tangan Lula dan mencium punggung tangannya.
"Aku lega kalau ternyata dia seorang gay sayang, berarti dulu kalian berbohong padaku donk saat mengatakan bahwa kalian berdua alan menikah?"
"Tidak, aku tidak berbohong karena dulu Darren memang sempat melamar ku, dia berniat untuk sembuh juga," jawab Lula.
Danish melotot tidak percaya.
"Mana mungkin dia mengajakmu menikah kalau memang dia itu gay beneran, kalau begitu apakah Darren hanya berpura-pura mengalami kelainan agar dekat denganmu sayang?" tanya Danish.
"Tentu saja tidak Danish, bahkan Darren mempunyai kekasih pria!" jawab Lula tegas.
Ibu Naura merasa kepalanya pusing mendengar penuturan Lula itu.
"Benar-benar penuh kepalsuan Darren ini, untung saja aku tidak jadi menyuruhnya untuk menikahmu sayang, aduh pusing kepala Ibu mengetahui kenyataan yang sebenarnya ini," ucap Ibu Naura mengambil air putih di atas meja dan meminumnya.
__ADS_1
"Iya Ibu, Lula kan belum resmi bercerai denganku, tentu saja dia tidak boleh menikah dengan pria lain," ucap Danish mengelus rambut Lula yang sudah terlihat panjang itu.
"Tapi kamu harus berjanji Danish untuk tidak akan pernah menyakiti Lula lagi, dia putri Ibu satu-satunya, kalau sampai Lula menangis gara-gara kamu bisa kupastian Lula akan aku sembunyikan dari pria sepertimu ini," tunjuk Ibu Naura pada Danish.
Danish menelan salivanya kasar, tentu saja dia sangat takut akan ancaman ibu mertuanya itu, pria itu tidak ingin kehilangan Lula lagi, sudah cukup Danish bersusah mendapatkan hati Lula kembali dengan susah payah, pria itu akan selalu menjaga sang istri dengan sepenuh jiwa dan raganya.
"Tentu saja Bu, aku berjanji akan menjaga Lula dan tidak akan pernah menyakiti nya lagi," jawab Danish memandang ke arah Lula dan tersenyum.
Lula juga sangat senang ketika Danish mengucapkan janji di hadapan sang Ibu itu.
Tok, tok, tok.
Tiba-tiba terdengar suara pintu ketuk.
"Siapa yang malam-malam begini bertamu bu?" tanya Lula.
"Entahlah sayang, akan kulihat ke depan dulu," jawab Ibu Naura.
Perlahan Naura berjalan ke arah depan untuk melihat tamunya yang datang.
Tok, tok, tok!!
Suara ketukan pintu itu semakin keras.
Naura membuka pintu perlahan tapi tiba-tiba pintu itu di dorong oleh seseorang yang mengakibatkan Naura mundur dan hampir terjatuh.
"Dasar wanita jalang!!" seru seorang wanita yang tidak lain adalah Amber, istri pertama suaminya.
"Kamu menggoda Andreas lagi, iyakan!!" seru Amber mendorong Naura hingga wanita itu terjatuh ke lantai.
Lula dan Danish segera berlari ke arah ruang tamu kala mendengar teriakan Amber.
"Bohong!! kalau kamu tidak menggodanya lalu kenapa dia menyerukan namamu saat kami berhubungan intim, dia selalu berteriak menyebut namamu Naura, aku yakin kamu menginginkan Andreas kembali kan!!" seru Amber dan hampir menampar pipi Ibu dari Lula itu.
Tapi Danish langsung menahan tangannya. "Lepaskan!!" seru Amber menghempaskan tangan Danish.
"Tante Amber, kamu salah, Ayah lah yang menginginkan Ibuku, bahkan dia memaksakan kehendaknya, tapi meskipun mereka melakukan hubungan suami istri itu wajar-wajar saja karena mereka memang masih belum bercerai, jadi apa hak mu melarang Ayah dan ibu!!" seru Lula hampir menitikan air matanya.
Dari dulu Ibunya sudah sering di hina, sebagai wanita jal*ng atau wanita perebut suami orang, padahal Ibunya sebenarnya adalah korban dari kebohongan Ayahnya sendiri.
"Dia kamu anak jal*ng!!! kamu tidak perlu ikut campur!!" seru Amber emosi.
Naura hanya bisa menangis dan menahan sakit di dadanya. Tiba-tiba dada Naura terasa sakit dan sesak.
"Ibu, ibu kamu kenapa ibu!" seru Lula saat melihat ibunya hampir terjatuh dan di tangkap langsung oleh Danish.
"Lihat saja Amber, kalau sampai Ibu mertuaku kenapa-napa aku pastikan usaha suamimu hancur dan bangkrut saat ini juga!!" ancam Danish sambil menunjuk wajah Amber.
"Kita bawa Ibu ke rumah sakit Danish!" seru Lula yang sudah menangis itu.
Akhirnya Danish menggendong Ibu mertuanya itu dan langsung memasukkannya ke dalam mobil.
Dengan secepat mungkin Danish dan Lula langsung membawa ibunya ke rumah sakit terdekat.
Setelah beberapa saat mereka sampai di rumah sakit dan langsung di tangani para dokter di UGD.
__ADS_1
Lula dan Danish hanya bisa menunggu di depan ruang UGD dengan gelisah.
Liora sedang mendorong kursi roda Nickolas, dia seperti melihat seseorang yang tidak asing.
"Bukankah itu Danish dan Lula, kenapa mereka di rumah sakit lagi?" gumam Liora.
"Ada apa Liora?" tanya Nickolas.
"Nick, kita hampiri kedua orang itu ya, mereka sepertinya sedang butuh bantuan," ucap Liora menunjuk ke arah Lula dan Danish.
"Baiklah, terserah kamu saja," jawab Nickolas tersenyum.
"Lula, Danish, kenapa kalian ada di sini?" tanya Liora.
Danish dan Lula menoleh dan menatap Liora yang sedang mendorong kursi roda Nickolas.
"Nickolas!!" seru Lula terkejut.
"Apa kalian saling mengenal?" tanya Liora.
Sedangkan Danish dan Nickolas saling menatap. Sedangkan Lula menutup kedua mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Bukankah Nickolas adalah kekasih Darren, lalu kenapa dia bisa bersama Liora. Batin Lula.
"Siapa kamu?" tanya Nickolas kepada Lula.
"Maaf Liora, Nickolas saat ini sedang amnesia, dia mengalami kecelakaan dan sekarang dia sudah menjadi suamiku," jawab Liora tersenyum.
"Menikah? ya Tuhan sudah berapa lama aku meninggalkan Florida? kenapa semuanya sudah berubah!" seru Lula tidak percaya.
Bahkan dia juga mendengar kabar bahwa Darren juga sudah menikah, sepertinya Nickolas mengalami Amnesia dan tidak ingat siapa dia sebenarnya.
Mudah-mudahan saja dengan amnesia Nickolas dia bisa berubah menjadi pria sejati, secara dia sudah menikah dengan wanita tulen. Batin Lula.
Seorang dokter keluar dari dalam ruang UGD.
Lula dan Danish langsung menghampiri dokter tersebut.
Sedangkan Nickolas dan Liora langsung pergi dari tempat tersebut.
####
Liora mendorong kursi roda Nickolas memasuki sebuah kamar berukuran besar, pria itu menatap sekeliling bernuansa putih dan peach itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Kamar itu adalah kamarnya terdahulu di rumah sang Papa yang sudah lama tidak di tempati. Saat ini Liora memang memutuskan untuk membawa pulang Nickolas setelah hampir sebulan pria itu di rawat, pemulihan Nick memang begitu cepat, luka-luka di seluruh tubuhnya bahkan sudah hampir 90% sembuh.
Bahkan terapi kakinya juga mengalami kemajuan yang baik, Nick sudah bisa berdiri walaupun belum sempurna.
"Mulai saat ini kita akan tinggal bersama di kamar ini, tidur bersama dan ngapa-ngapain bersama," ucap Liora tersenyum dan berjongkok di hadapan Nickolas.
"Ajari aku Liora, aku ingin bisa menjadi suami yang baik untukmu," jawab Nickolas.
"Tentu saja sayang," jawab Liora.
Bersambung.
__ADS_1
Maaf ya kalau masih ada typo 🙏🏻
jangan lupa dukungannya 🥰🥰