
Happy Reading 😊
Franklin meremas botol kaleng soda yang di bawa-nya, dia merasa hatinya sangat sakit dan patah.
Danish dan Lula merasa kasihan melihat asistennya yang seperti itu.
"Jangan pernah menyesal asisten Franklin, anggaplah ini suatu pelajaran yang berharga dalam hidup, biarkan Fanny memilih keputusannya, kalau memang kalian berjodoh pasti suatu saat akan bisa bersama entah apa halangan yang merintang, kalau memang kalian di takdirkan bersama semua pasti akan indah pada waktunya," Lula memberi nasihat kepada asisten itu agar tidak semakin terpuruk.
Danish mengajak Lula keluar dari apartemen Franklin, dia juga sudah berulang kali memberi nasihat agar Franklin bisa bangkit kembali.
"Sayang, sebenarnya aku sangat merasa bersalah terhadap asisten Franklin, awalnya aku yang menyuruh Fanny untuk mencari pria lain untuk mengetahui perasaan asisten kepada Fanny yang sebenarnya, tapi ternyata Fanny benar-benar melakukan hal itu, mencari pria hanya untuk membuat asisten Franklin cemburu, alhasil Fanny dan Harry malah sama-sama saling jatuh cinta dan berakhir seperti ini," ucap Lula sendu.
Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah, Danish tersenyum dan mengambil tangan Lula kemudian menciumnya.
"Jangan merasa bersalah sayang, kamu sudah memberikan ide yang bagus untuk Fanny, biarkan Franklin merenungkan nasibnya saat ini, sudah sejak dulu aku menyuruhnya untuk serius terhadap Fanny, wanita yang selalu berada di sisinya ketika masih bekerja dengan ku, tapi Franklin selalu acuh dan tidak peduli dengan perasaan Fanny, kita doakan saja yang terbaik untuk hubungan mereka," Danish mengecup tangan Lula kembali.
Dia sudah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan wanita yang di cintainya, dulu dia juga mengabaikan Lula begitu saja hanya demi egonya.
Tapi ternyata Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bisa merebut hati wanita yang di cintainya itu.
Khilaf Terdalam yang Danish rasakan sudah dia tebus dengan kasih sayang yang melimpah untuk Lula.
Bahkan kehidupannya sudah sangat bahagia dengan kehadiran calon triplet baby yang akan segera lahir di dunia.
Beberapa bulan kemudian.
Daren baru saja pulang dari kantor dan melihat Candy yang sedang berbincang dengan Mamanya di ruang keluarga, Mama Darren begitu menyayangi Candy sebagai menantunya.
"Sayang, kamu sudah pulang?" ucap Candy ketika Darren tiba-tiba mencium pucuk kepalanya.
"Iya sayang, aku ingin mengajak mu keluar malam ini, ayo bersiaplah," jawab Darren.
__ADS_1
"Kamu mau kemana nak? kenapa harus mengajak istrimu yang sedang hamil malam-malam begini?" tanya sang Mama.
"Aku tadi di undang makan malam oleh salah satu kolega, katanya dia ingin mengenal istriku, sebenarnya sudah beberapa kali kolegaku itu mengajak makan malam bersama istrinya, karena merasa tidak enak setiap kali bertemu makanya aku mengiyakan ajakannya kali ini," jawab Darren.
Kemudian pria itu merangkul pinggang Candy dan membawa ke kamarnya yang ada di lantai bawah. Darren memang sengaja memilih kamar di lantai bawah karena tidak mau membuat Candy kesulitan naik turun tangga.
Karena akan sangat akan berbahaya mengingat usia kandungan Candy yang sudah cukup besar itu.
"Memangnya kita mau bertemu dengan siapa sayang?" tanya Candy yang mulai melepaskan dasi di kerah suaminya.
"Tuan Rio Osawa sayang, dia dan istrinya mengundang kita makan malam di rumahnya, istrinya masih muda seperti kamu, tapi dia belum hamil padahal usia pernikahannya sudah satu tahun lebih," jawab Darren.
Candy meletakan dasi Darren di atas tempat tidur. Kemudian dia membuka kancing baju suaminya satu persatu.
"Kenapa dia sangat penasaran dengan ku?" tanya Candy melepaskan kemeja Darren.
"Ya mungkin dia penasaran dengan istri dari CEO SKY GROUP yang cantik dan imut ini," jawab Darren terkekeh.
Darren menatap wajah cantik Candy yang memang selalu tampil manis itu. Sedangkan tangannya sudah terangkat ingin memegang sesuatu milik Candy.
Darren begitu tidak tahan melihat perubahan bentuk tubuh istrinya itu, Candy terlihat semakin berisi, hamil membuat dada Candy menjadi tambah besar tiga kali lipat dari yang awalnya tidak terlalu besar itu.
"Tapi sebelum mandi aku ingin menengok Baby kita sayang, boleh ya?" Daren mengelus perut buncit Candy yang sudah berusia 7 bulan itu.
Darren mendekat dan mencium bibir manis Candy yang selalu membuatnya ketagihan itu.
"Tapi emmhhh," Candy sedikit terkejut ketika Darren mengangkat tubuh Candy ke atas ranjang.
"Aku ingin dirimu sayang, kasihan Junior kalau dia tidak bisa menyalurkan hasratnya dan memasuki lubang kesukaannya," jawab Darren memohon.
Candy sudah menyerah ketika melihat perlakuan dari suaminya itu, akhirnya dia mengangguk pasrah.
__ADS_1
Darren terlihat sangat bahagia ketika Candy memperbolehkan dirinya untuk menjemput kepuasan.
Perlahan pria itu membuka pakaian terusan yang di pakai Candy dan membuangnya asal. Darren mencium bibir manis sang istri dan memangutnya.
Candy hanya pasrah ketika sang suami mulai mengarahkan juniornya ke lubang surgawi itu.
"Tunggu dulu!" Candy menghentikan Darren.
"Ada apa sayang?" tanya Darren frustasi karena harus menahan sesuatu.
"Jangan keras-keras ya, nanti Baby kesakitan," ucap Candy.
"Tentu saja aku akan melakukannya dengan sangat lembut sayang," jawab Darren mengarahkan kembali junior kesayangannya.
"Stop! aku ingin gaya lain, kalau seperti ini sudah bosan!"
Darren menepuk jidatnya, dia benar-benar harus bersabar menghadapi sikap bumil yang satu ini.
"Sudahlah sayang, aku sudah tidak tahan!" Akhirnya Darren langsung memasukkan juniornya ke dalam lubang surgawi.
Candy terpekik ketika suaminya menggerakan tubuhnya diatas Candy dengan ritme sedang dan tempo yang teratur.
Akhirnya sore itu Candy dan Darren melakukan hubungan suami istri sebelum mereka keluar untuk makan malam bersama kolega Darren.
Bersambung.
Yuhuuu akak reader 🥰🥰
Bagi yang mau tau cerita Franklin dan Fanny tidak akan di ceritakan di novel ini ya karena di sini berfokus pada ke tiga pasangan saja.
Jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
__ADS_1
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘