
Happy Reading 😊
Kita sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain.
Jangan terlalu senang mempermainkan hati yang benar-benar jatuh cinta kepadamu karena suatu saat nanti setelah ia memutuskan untuk pergi, kamu akan menyesalkan hal itu.
Nanti kamu akan sangat merindukan sesuatu hal yang kamu rasakan saat ini, ketika kamu kehilangan momen tersebut.
Kata-kata Matthew yang di tunjukkan untuk Aland selalu terngiang dipikirannya. Matthew memberikan beberapa pesan untuk bos nya itu ketika mengalami down seperti saat ini.
Pria itu merasa menyesal karena telah menyia-nyiakan Regina yang dulu begitu tulus padanya. Tetapi saat ini Aland juga sudah berubah, dia benar-benar merasa kehilangan Regina saat gadis itu mulai menjauhi nya. Bahkan pada saat Aland bersama Susy, ia hanya ingin membuat Regina cemburu.
Sikap Aland yang seperti itu memang tidak ia sadari kalau sebenarnya pria itu sudah mencintai Regina. Tapi dasarnya otak Aland yang lemot dan bodoh kalau soal perasaan terhadap gadis yang sebenarnya di sukainya itu. Aland berpikir kalau dia tidak suka dengan sikap Regina. Tetapi setelah Regina berhenti mengganggu nya, pria itu baru sadar kalau sikap manja dan over posesif Regina sangat dia rindukan.
Rindu masa-masa di mana Regina selalu memberikan senyum yang cantik dan tulus padanya.
Aku menyesal Re, aku kangen sama kamu yang dulu!
"Regina, aku tetap ingin jadi kekasihmu!!"
"Aland, kenapa kamu memaksa terus sih!! aku tidak mau ya tidak mau, jangan seenaknya sendiri donk, aku ini single dan bukan milik siapa pun!"
Aland benar-benar tak habis pikir dengan watak yang di miliki oleh Regina. Seharusnya dia senang bukan saat pria yang sukainya itu juga menyambut perasaannya
"Re, please beri aku kesempatan?" Rengek Aland.
"Aland, sudah kubilang kalau aku sedang fokus untuk bekerja dan menjalankan bisnis, jadi jangan paksa aku tuk menjadi kekasihmu, obat dalam sebuah hubungan itu harus didasari oleh rasa cinta." Ucap Regina.
"Iya, aku tahu, karena aku juga sayang padamu Regina," jawab Aland serius. Regina menghela napas.
Gadis itu benar-benar bingung menghadapi sikap Aland yang seperti ini. Di saat dirinya sudah rela dan ikhlas melepaskan perasaannya terhadap pria itu, lalu kenapa sekarang malah Aland mengutarakan isi hatinya. Sungguh sangat rumit.
"Kasih aku satu kesempatan aku janji akan menebus semua kesalahanku padamu, Jujur aku benci kamu terluka karena sikapku, aku hanya ingin kamu dan cintamu hanya untukku, Re." Ucap Aland sedih.
Sepertinya dia harus berjuang mendapatkan hati Regina kembali.
"Cinta, aku udah gak percaya sama yang namanya cinta, bagiku cinta itu bukan lah kebutuhan hidupku sekarang, aku yakin suatu saat nanti cinta sejatiku akan datang sendiri padaku." Jawab Regina.
__ADS_1
"Iya tentu saja dia akan datang padamu karena sekarang cinta sejatimu sudah ada di hadapan mu." Aland nampak serius dengan ucapannya.
Regina hanya memutar bola matanya malas.
"Dasar tukang paksa!"
Visual babang Aland si tukang maksa.
####
Saat ini Aland dan Regina berkumpul di ruang makan untuk makan malam. Regina sedari tadi terus bermain dengan ponselnya sambil menyuapkan sendok ke dalam mulutnya sendiri.
Gadis itu tidak seolah tidak peduli dengan obrolan orang tuanya dan juga pria tukang paksa itu. Sebenarnya Regina sedang berbalas chat dengan Sherena. Karena Regina kesal sama sepupunya itu yang tidak jadi ikut ke Washington DC.
Tetapi Sherena beralasan kalau Mama Evelyn sedang sakit. Padahal dia tahu kalau Tante-nya itu baik-baik saja. Bahkan Regina bertanya langsung pada Evelyn dan ternyata Tantenya itu sangat sehat bahkan baru saja melakukan olah raga malam. Regina hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
Sepertinya gadis itu tidak menyadari kalau sedari tadi ada seseorang yang selalu meliriknya.
Pria itu tidak fokus makan, yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah Regina yang terlihat sangat tidak peduli padanya, membuat Aland benar-benar harus ekstra sabar.
"Bagaimana kabar Paman Darren dan Bibi Candy?" Tanya Zack pada Aland.
"Daddy baik-baik saja, Uncle." Jawab Aland singkat sambil melirik Regina.
Sepertinya Zack melihat tingkah pria muda itu yang selalu memperhatikan putrinya.
Re, kenapa kamu begitu acuh, aku menyesal, Re,, kamu jangan dekat-dekat dengan pria mana pun! aku sangat tidak rela! Batin Aland.
Entah kenapa Aland benar-benar harus di uji tentang perasaannya terhadap Regina.
"Aku sudah selesai." Ucap Regina meletakkan sendok dan garpu nya kemudian berdiri. Aland semakin merasa bahwa Regina sedang menghindar darinya.
"Aku juga sudah selesai." Ucap Aland.
Pria itu berdiri dan berjalan menyusul Regina yang Sudah pergi lebih dulu ke kamarnya.
__ADS_1
Zack dan Daniella hanya saling memandang, melihat tingkah laku kedua remaja tersebut.
"Sayang, apa mereka sedang ada masalah?" tanya Zack pada istrinya.
"Entahlah sayang, aku juga tidak tahu, tapi sepertinya memang Rere terlihat sedang marah terhadap Aland, lihat saja dari tadi Regina hanya diam dan sangat cuek." Jawab Daniella.
"Apakah mereka saling memiliki perasaan? apa sebaiknya kita jodohkan mereka saja?" Daniella mencubit perut suaminya.
"Jangan ngawur, kalau kita seenaknya menjodohkan mereka yang ada nanti akan terjadi pernikahan paksa, iya kalau mereka saling suka, kalau tidak kan gawat." Jawab Daniella.
"Ya, memang benar, tapi sedari tadi aku melihat Aland menatap Regina dengan tatapan yang sangat dalam." Daniella hanya mengangkat kedua bahunya.
"Kenapa Regina mirip sekali dengan mu sayang, keras kepala dan suka marah-marah.. tapi nganenin kalau lagi ngambek!"
"Namanya juga putriku.." Jawab Daniella yang langsung mendapatkan ciuman dari Zack.
Sedangkan Aland sedang mencari keberadaan gadis itu. Dia benar-benar tidak bisa di abaikan seperti ini.
Aland melihat Regina masuk dalam kamarnya. Setelah sore tadi dia dan gadis itu pulang ke rumah dan akhirnya memutuskan untuk menginap di rumah Zack dan Daniella.
Regina segera masuk ke dalam kamar mandi setelah masuk ke kamarnya. Terlihat pintu kamar belum tertutup rapat, dan Aland bisa melihat celah di pintu itu.
"Apa aku harus masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu agar aku bisa leluasa bicara dengan Regina?" Gumam Aland.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
Untuk Novel yang Haruskah Aku Berbagi Cinta sudah ganti judul ya.. Judul nya jadi : Berbagi Cinta : Pilih Aku, Suamiku
Jangan lupa ya akak Reader semuanya...
Salam sayang dari othor ya 🥰
__ADS_1