
Happy Reading ๐
Florida
Sore hari di sebuah pantai dengan hamparan pasir putih yang luas, birunya laut dan ombak yang tenang, semilir angin sepoi berhembus membuat ke tiga bumil itu menikmati suasana sore di pantai itu.
Lula , Candy dan Liora saling berpegangan tangan, sambil berjalan menelusuri pasir putih di pinggir pantai itu.
Terkadang kaki mereka terkena ombak membuat para bumil berteriak kegirangan, pasir yang tergerus menjadikan kaki tidak seimbang dan seakan ikut terseret arus.
Mereka tertawa bersama menikmati keindahan sore itu.
"Candy, di sini kamu paling muda, tapi usia kandungan mu yang paling tua loh," ucap Lula.
Saat ini usia kehamilan Candy memasuki 9 bulan, beda satu bulan dengan Lula. Sedangkan Liora baru masuk bulan ke enam.
"Iya, aku juga tidak menyangka sekali tembak langsung jadi," Candy terkekeh.
"Berarti Darren memang hebat," Liora menimpali.
"Suami kita hebat semua, nanti kalau sudah lahir pasti mereka tumbuh besar bersama," ucap Lula.
"Lihat, ombaknya datang lagi!" pekik Candy.
Mereka langsung berpegangan tangan dan berteriak bersama.
Para Daddy sedang membakar ikan di sisi jauh, Danish, Darren dan Nickolas menjadi koki hari ini, di temani beberapa pelayan yang Nickolas bawa, mereka menyiapkan makanan untuk makan malam nanti.
"Para bumil sepertinya sedang menikmati keindahan alam di sini, aku rasa udara di pantai bagus untuk mereka, masih alami dan sejuk," ucap Danish.
"Ya betul sekali, Candy selalu merengek meminta ku untuk mengajaknya refreshing, katanya sungguh bosan berada di rumah, melihat istriku yang tertawa senang jadi lega karena setiap hari aku harus memijit kakinya yang bengkak, tapi aku senang melakukannya, yah aku tahu bagaimana rasanya membawa calon Baby di perut pasti berat sekali," ucap Darren.
Nickolas dan Danish tersenyum sambil membalik ikan yang mereka bakar.
"Kalau Liora sudah mulai mau makan, awal kehamilan dia sangat susah untuk makan, tapi setelah memasuki trimester kedua pola makannya berubah drastis, Liora jadi sering lapar dan makan apapun yang di suguhkan oleh pelayan," Nickolas terkekeh.
"Kemana putrimu Zizi? kenapa dia tidak di ajak ke sini?" tanya Darren.
__ADS_1
"Zizi sedang sakit, aku suru Bella menjaganya, tadinya juga mau ikut, tapi aku tidak mengizinkan, sebenarnya juga kasihan kalau Zizi harus tinggal si rumah sedangkan kita bersenang-senang, awalnya Liora juga hampir membatalkan untuk ikut ke sini tapi Zivana bisa mengerti kalau kita harus pergi, jadi dia yang menyuruh Liora untuk tetap ikut ke pantai," jawab Nickolas.
Danish bisa melihat kedua pria tersebut sudah berubah 180% menjadi pria yang sejati, tidak pernah di bayangkan mereka dulu adalah pasangan sejenis.
Tapi berkat para wonder woman itu akhirnya mereka berdua bisa sembuh dan saling menerima dan memaafkan.
Setiap orang pasti punya khilaf, tergantung apakah kita bisa membenahi diri dan belajar menjadi lebih baik lagi.
Penyesalan sudah wajar kalau memang selalu terlambat tapi kalau kita masih berusaha memperbaiki hidup apa salahnya? toh Tuhan juga maha pengampun. Danish khilaf telah menyia-nyiakan Lula istrinya, Darren dan Nickolas telah melakukan perbuatan terlarang tapi ketika calon Daddy itu menyadari dan akhirnya bisa merubah jalan hidup mereka.
Kemudian di pertemukan dengan para wanita yang hebat dan kuat, tidak Hanya cantik, Lula, Candy dan Liora juga cerdas untuk bisa menaklukkan hati para pria hebat itu.
Matahari semakin turun ke ufuk, hari sudah menggelap, ketiga bumil langsung kembali ke gazebo dengan kaki yang sudah kotor karena pasir yang basah.
"Aku lelah sekali, tapi sangat senang," seru Candy duduk di samping Darren.
"Iya, kita juga sudah lapar," sambung Lula.
Liora hanya tersenyum dan duduk di samping Nick.
Akhirnya mereka ber enam makan malam di bawah sinar rembulan yang menyinari langit itu.
###
Beberapa minggu kemudian.
Lula merasakan perutnya sedikit mulas, saat ini dia sedang berjalan-jalan di area taman belakang rumahnya.
"Bibi Ellen, perutku mulas sekali, tolong bawa aku masuk ke dalam," ucap Lula.
Bibi Ellen langsung memapah Lula dan membawanya masuk ke dalam rumah, perut Lula dengan kondisi mengandung triplet baby menjadikannya terlihat semakin susah bergerak menjelang hari-hari persalinannya.
"Nona, ada cairan yang mengalir di kaki anda!" seru Bibi Ellen.
Lula menatap ke bawah dan melihat ke arah kakinya dan ternyata cairan itu memang mengalir dari area sensitifnya.
"Bibi, cepat telepon Danish, sepertinya aku juga mengalami kontraksi, rasanya sangat sakit," Lula menahan perutnya yang besar dengan tangannya.
__ADS_1
"Baik Nona," bibi Ellen langsung mengambil ponselnya dan langsung mendial nomer majikannya itu.
Lula merasa sangat sakit di perutnya, diapun berusaha berjalan ke arah sofa di ruangan itu.
Sedangkan di kantor Danish langsung panik dan segera mangambil kunci mobilnya.
"Franklin, aku akan pulang, Lula sepertinya mau melahirkan!" seru Danish.
"Bukankah belum jadwalnya bos?"
"Entahlah, tolong handle perusahaan dulu selama aku mengurus persalinan Lula," Franklin mengangguk.
Kemudian Danish langsung berlari keluar dari dalam ruang kerjanya.
Memang hari perkiraan lahir masih dua minggu lagi, Lula sengaja ingin melahirkan normal, meskipun dokter sudah mengatakan akan sedikit beresiko karena kondisi Lula yang semakin melemah.
Franklin menatap kepergian Danish dengan senyuman tulus, dia merasa bangga dengan atasannya itu, kisah cintanya yang akhirnya menemukan kebahagiaan dengan bersatunya kembali dengan sang istri.
Tidak seperti dirinya yang masih menelan kekecewaan telah di tinggalkan oleh Fanny, rasa sakit itu masih terasa sampai saat ini.
Franklin menyesali semua perbuatannya, dia juga tidak mau memaksa Fanny untuk bersamanya kembali, wanita itu sudah memutuskan pilihannya, Franklin bahagia kalau melihat Fanny juga bahagia bersama Harry.
Danish keluar dari dalam mobil dan langsung berlari ke dalam rumah, dia melihat Lula yang sudah merintih menahan sakit yang luar biasa pada perutnya.
"Bibi Ellen, bantu aku membawa Lula ke dalam mobil! suruh pengawal mempersiapkan semuanya," Danish sangat panik.
Semua orang yang berada di situ juga merasa khawatir, Lula berusaha tenang agar Danish ikut tenang, tapi ya begitulah Danish, dia tidak bisa tenang kalau melihat keadaan Lula yang seperti ini.
Akhirnya Danish dan Lula pergi bersama Bibi Ellen dengan dua pengawal yang berada di kursi depan.
Bersambung.
Panik gak, panik gak, panik gak??๐คฃ
Nanti nama-nama dari rekomendasi akak reader akan aku pilih satu persatu untuk anak-anak Danish dan Lula.
Siap-siap part selanjutnya ya, tapi sebelum itu jangan lupa bunga ๐น๐น๐นdan kopi โโโbiar othor gak ngantuk ketiknya๐๐๐
__ADS_1