
Happy Reading 😊
Aland keluar dari dalam kamar menuju ke balkon, pikirannya masih tidak tenang karena terus kepikiran tentang Regina. Apalagi saat ini Regina sedang bersama dengan Edward.
Mereka bermalam di mana ya? lalu apa yang mereka lakukan? apa jangan-jangan mereka saling menyukai lalu melakukan hal itu?
Aland menggeleng cepat, mengusir pikiran tentang Regina dan Edward yang tidak-tidak.
"Sial, kenapa gadis itu benar-benar membuatku stres!" Aland mengumpat dalam hati.
Merasa kesal karena terus pikiran tentang Regina.
Pria itu mengambil rokok di saku dalam jaketnya kemudian menyalakan rokok tersebut. Biasanya Aland kalau tidak bisa tidur memang menghabiskan banyak putung rokok.
Aland bukan pria yang suka minun minuman keras, pria itu akan mengalihkan rasa penat atau pusing di kepalanya dengan menghisap rokok.
Tiba-tiba saja ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya, tangan putih mulus itu memeluknya erat. Aland tahu siapa pemilik tangan itu Ya tentu saja kekasihnya Susy.
"Sayang, Kenapa belum tidur, apa masih belum ngantuk ataukah ada yang mengganggu pikiranmu?" Aland langsung memutar tubuhnya.
Pria itu menatap dalam ke arah wajah cantik sang kekasih. Entah kenapa sekarang dia merasa biasa saja, tidak ada ada rasa bergetar ataupun berbunga-bunga seperti biasanya ketika menatap wajah Susy.
"Apa kamu sedang memikirkan gadis itu?" Tanya Susy.
Aland menegang, entah kenapa dia merasa bersalah ketika Susy bertanya seperti itu. Sejujurnya Aland memang masih kepikiran tentang Regina.
"Gadis siapa? maksudmu Regina?" Susy mengangguk.
"Bukankah Regina tidak kembali ke villa sampai sekarang?" Tanya wanita itu.
Aland menghembuskan napas perlahan.
"Bukan, aku tidak sedang memikirkan apapun." Aland memegang bahu Susy.
"Benarkah?" Susy tidak percaya.
"Tentu saja sayang, buat apa aku memikirkan gadis lain, sekarang tidurlah, aku tidak bisa tidur," ucap Aland mengelus rambut Susy.
"Baiklah, kamu juga segeralah tidur." Susy mencium pipi Aland dan kemudian pergi kembali ke arah tempat tidur.
Aland mengusap wajahnya, dia benar-benar bimbang kali ini. Tiba-tiba hatinya merasa sangat tidak nyaman, ada rasa tidak tenang yang menyeruak.
Regina,,, aku harus mencarinya.
"Aku akan keluar, nanti kalau sudah mengantuk aku akan segera kembali, tidak perlu menungguku." Ucap Aland pada Susy.
__ADS_1
"Hem, baiklah," jawab Susy sendu.
Aland melangkah keluar dan menutup pintunya hati-hati. setelah kepergian Aland, Susy membuka matanya dan mengambil ponsel diatas nakas.
'Kalian ada di mana? sepertinya Aland akan mencari keberadaan kalian.'
Pesan terkirim.
'Aku dan Regina masih berada di pondok kecil, dia tidak akan menemukan kita, kalau sampai Aland kemari aku pastikan rencana mu akan gagal.'
Susy meremas ponselnya geram. Kenapa dia bisa bertemu dengan Edward di sini. Pria itu benar-benar membuat nya pusing.
"Aku harus bagaimana? Aland tidak boleh tau kalau aku sedang merencanakan sesuatu dengan Edward, gara-gara pria itu memgancamku membuatku jadi tidak bisa tenang." Gumam Susy.
'Aku tidak bisa menahannya, Aland hanya mengatakan akan mencari udara segar, dia tidak akan menemukan kalian, bisa ku pastikan kalau kamu akan mendapatkan Regina.'
Susy ingat tadi siang saat dia membeli beberapa baju ganti di sebuah toko, tiba-tiba Edward mendatangi dan mengatakan akan membayar Susy berapa harganya.
Flashback.
"Apakah aku bisa mendapatkan layanan yang memuaskan kalau aku bisa membayar mu? berapa harga tubuhmu ini?"
Susy menatap Edward dengan dengan tatapan yang menggoda. "Apa maksudmu?"
"Ayolah, tidak perlu berpura-pura di depanku aku tahu siapa kamu sebenarnya? Susan Margaretha seorang wanita malam yang bekerja di sebuah Club terkenal di Florida." Susy membelalakkan matanya tidak percaya.
"Maaf sayang hajya p, anda salah orang, aku Susy Elisabeth, bukan Susan Margaretha." Jawab Susy pura-pura tenang.
Padahal hatinya sangat berkecamuk. Dia takut kalau usahanya untuk bisa mendapatkan putra Darren itu akan gagal.
"Hahaha, kamu kira aku bisa dibohongi begitu saja? melihat kelakuanmu aku sudah tahu kalau kamu hanya menginginkan harta dari Aland? aku tahu bahwa kamu hanya wanita malam yang bekerja dengan menjual tubuhmu..!"
"Baiklah," sela Susy.
"Aku akan memuaskan mu, tapi syaratnya kamu harus menutup mulut dan jangan sampai Aland tahu siapa aku sebenarnya."
Edward menaikkan sebelah alisnya.
Usahaku akan sia-sia kalau pria ini sampai mengatakan pada Aland siapa aku yang sebenarnya. Rencanaku untuk menjadi Nyonya kedua di keluarga Darren Rodriguez akan hancur. Bahkan aku sudah berusaha mati-matian menjadi wanita yang di sukai oleh Aland.
"Hahahaha, kata kamu memang benar-benar wanita murahan ya? hanya karena harta dan derajat kamu sampai rela melakukan sandiwara yang menjijikan seperti ini." Susy mengepalkan kedua tangannya.
"Sebenarnya apa maumu?" Tanya Susy geram.
"Aku tidak tertarik padamu, aku hanya ingin mengetes mu saja."
__ADS_1
"Lalu untuk apa kamu memberikan tas padaku seperti ini." Edward mendekatkan wajahnya.
"Kamu kenal sepupunya Sherena?"
"Maksudmu Regina? kenapa dengan gadis itu?" Tanya Susy penasaran.
"Aku tahu kalau Susy mengukai Aland, tapi aku menyukai Regina, aku ingin membuat Rencana untuk mengikat Regina di sampingku." Jawab Endward memainkan pucuk rambut Susy yang panjang itu.
"Itu hal mudah, aku akan membantumu!" Jawab Susy tersenyum sinis.
"Tidak semudah itu, Aland dan Sherena pasti tidak akan setuju, mereka akan curiga pada kita."
"Lalu apa rencanamu?" Susy benar-benar kesal dengan pria di depannya ini.
"Aku ingin membuat skenario di mana nanti seolah-olah aku dan Regina sama-sama terjebak."
"Baiklah, terserah kamu saja, yang penting di sini aku tidak ingin terlihat terlibat."
Akhirnya malam itu sebenarnya Edward tahu sejak awal kalau Susy sedang memainkan peran yang bagus untuk bisa mendapatkan cinta dan harta dari Aland.
###
Aland berjalan di sepanjang jalan sambil menelepon nomer seseorang.
Pria itu terus menelepon nomer Regina tapi sampai sekarang tidak tersambung juga. Tiba-tiba.
Apa aku harus meminta bantuan Daddy hanya untuk menemukan keberadaan Regina? pasti Daddy akan sangat marah kalau tahu Regina marah dan pergi dan itu gara-gara aku.. Batin pria itu.
"Ah, dapat! sepertinya mempunyai sahabat yang jago teknologi canggih bisa di andalkan juga." Gumam Aland.
Akhirnya dia bisa menemukan keberadaan Regina dan Edward. Aland menyuruh melacak nomer ponsel Edward dan akhirnya Aland bisa menemukan titik tempat di mana mereka berada.
"Tempat ini jauh sekali dari sini! sebenarnya apa yang di lakukan Edward sampai harus membawa Regina ke tempat yang jauh! Aku harus segera menyusul mereka." Batin pria itu.
Sepertinya Aland masih tidak menyadari bahwa dia sesungguhnya peduli pada Regina.
Bersambung.
Bagaimana kelanjutannya?
Sebenarnya Edward pria baik atau jahat?
Kasih kopi dulu ya ☕☕☕☕ biar othor semakin semangat.
Jangan lupa mampir di karya othor yang lain.
__ADS_1
judulnya Haruskah Aku Berbagi Cinta.
Terima kasih 🥰