
Happy Reading 😊
Zack masuk ke dalam mobilnya, saat ini dia akan pulang ke rumah dan menggantinya pakaian. Hatinya masih kacau karena Danish melarangnya untuk bertemu dengan Daniella semester ini.
Saat menstater mobilnya tiba-tiba ponsel Zack berdering, dia melihat Ara sedang meneleponnya.
Sebenarnya Zack sangat malas mengangkat telepon itu, tapi dia sudah sering mengabaikan panggilan dari Ara.
"Baiklah, akan ku angkat kali ini!"
Zack menggeser layar ke arah tanda hijau.
"Halo, ada apa?"
"Zack, tolong aku, hiks Billy dia meninggalkan ku bersama gadis lain, aku harus bagaimana!"
"Memangnya Billy pergi sama siapa?"
"Aku tidak tahu siapa gadis itu, tapi aku bisa lihat mereka seperti sudah lama mengenal, bantu aku Zack!"
Zack menyugar rambutnya ke belakang. Sebenarnya ada apa lagi dengan Billy, bukankan dia hanya mencintai Ara, tapi kenapa sekarang pergi dengan gadis lain. Batin Zack.
"Kamu di mana sekarang? aku akan berbicara dengan Billy,"
"Aku sedang berada di rumah, Billy langsung pergi menemui gadis itu, aku harus bagaimana?"
"Tenanglah Ara, nanti akan ku bujuk dia, saat ini aku juga sedang dalam masalah, aku tutup teleponnya dulu."
Zack mematikan panggilan Ara, dia langsung melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Aku harus meminta bantuan kepada Mama, aku tidak bisa jika harus berpisah dari Daniella. Batin Zack.
Zack tidak mau kalau dia dan Ell harus di pisahkan, tapi sebelum itu Zack memberi pesan kepada Billy agar datang ke rumahnya.
Dia sudah bisa memastikan bahwa gadis yang bersama Billy adalah Amoera. Ah, gadis satu itu datang di saat yang tidak tepat.
###
Mama Sarah memukul pelan kepala putranya itu.
"Dasar anak tidak berguna, sebenarnya siapa yang kamu tiru, Papa dan Mama tidak ada yang tingkahnya seperti kamu Zack!" seru Sarah menahan amarah lagi-lagi karena kelakuan putranya.
__ADS_1
Sarah sudah tidak terlalu menjaga Zack atau menyuruh orang untuk mengawasi nya tapi ternyata saat ini malah putranya jatuh ke lubang yang sama.
"Mama harus membantuku, aku ingin melamar Ell Ma, tolong Mama bicara sama Papa agar mau melamarkan Daniella untukku!"
Sarah mengusap dadanya kali ini, usia Zack dan Ell masih sembilan belas tahun. Tapi sepertinya keseriusan Zack untuk bersama Daniella bisa terpancar di wajahnya.
Sarah menghela nafas panjang, dia akan membicarakan masalah ini dengan Dimitri tentang keinginan putranya, mungkin lebih baik menikah muda dari pada harus menjadi masalah lebih buruk lagi.
Zack melihat Billy dan Amoera datang ke rumahnya berdua. Eh kenapa harus bersama Amoera, jadi benar yang dikatakan Ara bahwa Billy pergi bersama gadis dan ternyata adalah mantan kekasihnya dulu.
Tapi Zack memilihat ada yang aneh dengan sikap Billy.
Dia bisa melihat Billy ingin menghindar dari Amoera yang selalu menempel ketat padanya itu.
Melihat Billy memberikan kode dari matanya membuat Zack paham akan situasi yang terjadi.
"Amoera, sebaiknya kamu tidak usah masuk ke dalam rumahku, atau lebih baik pulang saja karena aku ada urusan dengan Billy," ucap Zack.
"Memangnya apa urusan apa?"
"Urusan laki-laki," jawab Zack tersenyum lebar.
###
Sudah dua hari Daniella di rawat di rumah sakit, rencananya hari ini sudah bisa di bawa pulang karena kondisinya sudah semakin membaik.
Daniella nampak murung, dia merasa tidak bersemangat meskipun sudah di perbolehkan pulang.
"Ell, kenapa wajahmu jelek begitu!" Kenzo menoel hidung mancung saudara kembarnya itu.
"Ken, jangan menggangguku!" Kenzo menghindar ketika tangan Daniella akan memukulnya.
Arshel dan Evelyn hanya tertawa melihat dua orang yang selalu bertengkar kecil itu. Evelyn belum memutuskan untuk pulang ke Florida selama Arshel masih di rumah.
"Mobil sudah siap Nona Muda, kenapa kamu terlihat tidak senang?" Arshel membelai rambut Daniella lembut.
"Kenapa Zack tidak menemaniku di rumah sakit? bahkan dia tidak menjengukku sama sekali, sebenarnya apa yang terjadi padanya?" tanya Daniella sendu.
Ya dia murung karena merasa Zack sama sekali tidak datang waktu Ell siuman sampai dua hari ini.
Apalagi semua orang hanya diam saja ketika ditanya soal Zack yang tidak pernah datang.
__ADS_1
"Zack sedang sibuk kuliah, kamu tidak usah mengkhawatirkan calon suamimu itu ya?" Kenzo mengusap pipi Ell dan mencium keningnya.
Evelyn bisa melihat betapa besar rasa sayang yang ditujukan oleh Arshel dan Kenzo pada Daniella.
"Tapi dia juga tidak menelepon ku, atau jangan-jangan Zack sudah memiliki gadis lain!"
"Eh kenapa berkata seperti itu, Zack itu sangat mencintaimu Ell, jangan pernah meragukannya," seru Kenzo.
Akhirnya mereka memutuskan untuk langsung membawa Daniella pulang ke rumah besar mereka.
🌹🌹👈
Daniella menatap layar ponselnya, sama sekali tidak ada tanda-tanda dari Zack yang menghubungi nua.
Lula masuk ke dalam kamar putrinya sambil tersenyum.
"Nak, saat Mommy berusia sembilan belas tahun, itu adalah pertama kali Mommy merasa jatuh cinta," ucap Lula duduk di sisi Ell.
"Sama siapa Mom?" Daniella menoleh.
"Sama Daddy mu sayang, siapa lagi, dulu Mommy hanya gadis biasa yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan Daddymu sudah menjadi manager di perusahaan Kakek, dulu tidak pernah Mommy bayangkan bisa menikah muda dengan Daddy, kita sempat berpisah selama Lima tahun, tapi ternyata Tuhan memang telah mentakdirkan Dad dan Mom untuk bersatu," cerita Lula.
Daniella masih belum mengerti apa maksud perkataan Mommy-nya itu.
"Maksudnya apa Mom, Ell tidak mengerti?"
"Sayang, kamu dan Zack harus berpisah dulu, sama-sama mengejar cita-cita kalian, nanti kalau sudah waktunya pasti Zack akan datang kepadamu," ucap Lula menangkup pipi putrinya.
"Kenapa harus berpisah Mom, aku tidak mau berpisah dari Zack, jangan pisahkan kami Mommy!!"
Lula memeluk Daniella dan mengelus punggungnya lembut.
"Kami tidak memisahkan mu Nak, hanya saja untuk tidak bertemu selama beberapa hari ini," Daniella merasa dadanya sakit.
Dia tidak bisa jika harus berpisah dengan Zack. Rasanya ingin menangis dan tidak akan semangat hidup.
Bersambung.
Bukan maksud gantung yaðŸ˜
bunga dan kopi dulu 🌹🌹👈👈 👉👉☕☕
__ADS_1