Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Aku Mau Kamu


__ADS_3

Happy Reading 😊


Mature content 🔞


"Eve, ayo ikut aku!" Arshel tiba-tiba menarik lengan Evelyn masuk ke dalam ruangan lain.


"Eh ada apa Arshel," Evelyn terkejut dengan yang di lakukan pria itu.


Tapi Evelyn hanya menurut saat Arshel terus menggenggam tangannya dan membawanya ke lantai atas.


Evelyn mengernyit saat kekasihnya itu membuka sebuah pintu kamar.


Arshel mengajak Evelyn masuk ke dalam kamarnya, entah kenapa sejak beberapa hari ini pikiran pria itu sedikit kacau.


"Ada apa Arshel? Kenapa kamu membawaku ke kamar? Acaranya belum selesai?" Tanya Evelyn heran.


Arshel menarik rambutnya kasar, dia bingung harus menjelaskan dari mana, tapi Evelyn harus tahu kalau dia akan segera pulang ke markas militer karena ada panggilan dadakan.


"Eve, maafkan aku, Lima hari yang lalu aku mendapatkan panggilan dari markas dan mengatakan bahwa seminggu lagi aku harus kembali ke sana," ucap Arshel menatap mata coklat itu, Evelyn masih mencerna.


"Maksudnya kamu dua hari lagi harus kembali ke markas militer di kota M?" Arshel mengangguk.


"Tapi katanya kamu ada cuti sebulan, ini masih kurang sepuluh hari lagi," Evelyn menatap tidak percaya pada Arshel.


Rasa kangennya belum sepenuhnya sembuh dan terobati.


"Aku juga bingung kenapa tiba-tiba harus secepatnya kembali ke sana, aku juga sudah tanya pada komandan tapi dia hanya mengatakan bahwa jendral ingin bertemu," Evelyn menunduk ketika mendengar ucapan Arshel.


"Tapi kamu sudah janji padaku kalau minggu depan akan mengajakku ke taman pelangi," ucap Evelyn sendu, Arshel yang melihat itu langsung memeluk kekasihnya erat.


Dia juga tidak ingin pergi secepat ini, masih banyak hal yang di inginkan Arshel bersama Evelyn, mengungkapkan segala rasa di hatinya pada gadis itu.


"Aku janji setelah lulus akademi militer aku akan mengajakmu ke Camp, kita akan tinggal bersama di sana sayang," Arshel mencium pucuk kepala Evelyn lama.


Dia bisa merasakan tubuh Evelyn bergetar menandakan gadis itu sedang menangis.


"Tapi setelah ini kamu membutuhkan waktu dua tahun lagi untuk bisa cuti, hiks, kita harus berpisah lagi selama dua tahun!" Evelyn menangis tersedu.


Di moment yang seharusnya di warnai kebahagiaan oleh semua orang tapi tidak untuk Arshel dan Evelyn.


Mereka seakan merasakan kesedihan yang luar biasa. Evelyn menatap wajah tampan sang kekasih. Matanya mengunci tatapan Arshel. Gadis itu benar-benar jatuh cinta pada pria di hadapannya ini dari semenjak mereka masih kecil.


Evelyn mengalungkan tangannya ke leher Arshel. Masih dengan menatap dengan mata berkaca-kaca, sungguh hatinya sangat sakit apabila harus di tinggal pas sayang-sayangnya.

__ADS_1


Bukan di tinggal karena wanita lain tapi ini karena urusan Negara.


"Aku akan selalu menunggu mu sayang, sampai waktu di mana kita bisa hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan, cintaku selalu abadi hanya untukmu," Ucap Evelyn dengan pipi yang masih basah sambil menyelami mata hazel Arshel.


Arshel menarik pinggang Evelyn merapatkan ke tubuhnya.


"Tunggu aku, jangan pernah berpaling dariku sayang, aku akan berjuang demi dirimu!" Ucap Arshel langsung mencium bibir gadis itu.


Bibir mereka saling bertautan, menyesapi rasa yang bergelora di hati mereka, saling mencurahkan rasa cinta yang selama ini mereka simpan.


Arshel membawa tubuh Evelyn ke atas ranjang dengan bibir yang masih bertaut. Dia semakin memperdalam ciumannya. Saling melilit di dalam mulut dengan bertukar saliva.


Evelyn mengeluarkan suara merdunya kala Arshel sudah berpindah mencium tengkuknya. Menyesapi leher jenjang itu.


"Aahh!!" Evelyn terpekik kala tangan Arshel sudah bergerilya menyusuri dua bukitnya.


Ciuman itu turun ke bawah, ke atas benda kenyal milik Evelyn yang masih berbalut dress kuning.


Tiba-tiba Arshel menarik dress itu dengan sekali tarikan ke atas. Mata Arshel berbinar kala melihat tubuh putih mulus milik Evelyn.


Evelyn merasa malu di tatap seperti itu, pada saat tangan Evelyn akan menarik selimut tiba-tiba tangannya di cegah oleh Arshel.


"No Eve, jangan di tutup, aku mau kamu sayang!"


"Aakkk, Sakit!" Evelyn menjerit saat Arshel berusaha memasuki nya, pada hentakan kedua milik Arshel berhasil menerobos gawang sempit itu.


Evelyn terlihat menitikan air matanya saat merasakan benda asing memasuki tubuhnya.


Arshel menggerakkan tubuhnya perlahan sambil membungkam mulut Evelyn dengan ciuman lembut dan penuh hasrat.


Di sisi lain.


Hari sudah mulai beranjak sore, acara pernikahan Kenzo dan Mia benar-benar meriah, yang awalnya hanya ingin sederhana tapi memang tidak bisa.


Siapa dulu yang punya hajatan, orang besar dan berpengaruh di kota itu tentu saja banyak petinggi perusahaan dan para kolega penting yang datang tanpa di undang.


Senyum menawan tidak pernah pudar dari bibir Kenzo dan Mia.


"Selamat ya Kenzo, semoga selalu bahagia."


"Mia akhirnya kamu beneran menikah sama pangeran kampus ya," ucap salah satu teman Kenzo.


Tidak banyak teman kampus mereka yang datang karena memang acara pernikahan itu tanpa mengundang siapapun.

__ADS_1


"Terima kasih karena kalian sudah datang." Kenzo menyalami mereka dengan senyuman lebar.


Setelah tamu sedikit berkurang Kenzo mengajak Mia untuk istirahat di kamarnya dan mulai saat ini akan menjadi kamar mereka berdua.


"Sayang, aku bantu melepaskan gaunmu," Kenzo mendekati Mia yang akan membuka resleting gaun itu.


Mia tersenyum dan mengangguk. Perlahan Kenzo menarik resleting gaun itu ke bawah, memperlihatkan punggung putih mulus Mia.


Kenzo menelan salivanya ketika melihat pemandangan yang begitu menggiurkan itu. Hasratnya langsung naik hanya melihat tubuh mulus sang istri.


"Sayang, kenapa berhenti," Kenzo tersadar dari keterpanaannya.


"Eh iya sayang, aku teruskan," Kenzo menarik lebih turun hingga sampai pinggul.


"Terima kasih suamiku, aku mandi dulu ya," Mia berjalan ke arah kamar mandi tapi langsung di tahan oleh Kenzo.


"Kita mandi barengan ya sayang," Kenzo langsung mengangkat tubuh Mia membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"Tutunkan aku Ken!" pekik gadis itu.


Kenzo menurunkan tubuh Mia di samping bathup. "Tapi aku gak mau ngapa-ngapain dulu ya," ucap Mia menyilang kan tangannya di depan dada.


"Iya-iya, jangan khawatir sayang, aku akan bersabar sampai nanti malam!" jawab Kenzo harus menahan hasratnya karena memang acara pesta nya belum selesai.


Di kamar sebelah.


Evelyn mematung kala Arshel melakukan pelepasan di dalam tubuhnya, padahal Arshel tidak memakai pengama saat ini.


Cup.


Evelyn mengerjap ketika mendapatkan ciuman sekilas di bibirnya.


"Sayang, apa kamu menyesal?" tanya Arshel menatap mata Evelyn yang terlihat kosong itu.


Evelyn menggeleng. "Aku tidak menyesal tapi aku takut karena kamu mengeluarkan nya di dalam, nanti kalau aku hamil bagaimana?"


Bersambung.


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.


Terima kasih ❤️😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2