Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2)


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜Š


Kesehatan Danish semakin membaik dan dia hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang. Sudah 10 hari Danish tidak mengurusi kantor dan selama itu pula perusahaan dipegang oleh putranya Kenzo yang memang menekuni jurusan bisnis.


Sedangkan Arshel belum bisa untuk memimpin sebuah perusahaan karena itu memang bukan bidangnya. Arshel sendiri masih belajar tentang bisnis yang nantinya juga akan menjadi pewaris tunggal dari Darren dan Candy sang mertua.


Karena Putri Darren hanya satu yaitu Evelyn, jadi sudah dipastikan bahwa kelak yang akan meneruskan perusahaan SKY Grup milik Darren adalah sang menantu Arshel.


Mobil yang ditumpangi Danish dan Lula sudah sampai di depan rumah. Akhirnya Danish sudah bisa pulang karena kondisinya yang sudah membaik.


Saat ini Lula tengah mempersiapkan kursi roda untuk suaminya, meskipun banyak orang yang bisa membantunya, tetapi Lula tidak mau karena dia ingin mengurusi suaminya sendiri, tanpa ikut campur tangan orang lain.


Sungguh Lula memang istri yang sangat berbakti dan setia kepada suaminya. Begitu menyayangi Danish dengan merawatnya sepenuh hati.


Kenapa Lula melakukan semua itu untuk suaminya? Karena Danish sendiri juga begitu perhatian dan sangat menyayangi Lula dan anak-anaknya.


Ketika Danish sakit seperti itu, seluruh perhatian anak-anaknya dan juga istrinya langsung tertuju padanya.


Perfect Husband dan Hot Daddy banget Danish ini. Lula tentunya sangat bersyukur mempunyai suami yang setia dan sangat mencintainya.


Para pelayan dan pengawal sudah siap di depan rumah untuk menyambut Tuan Danish. Mereka terlihat begitu bahagia melihat kepulangan majikannya itu.


Ketika mengetahui Tuan Danish masuk rumah sakit, membuat semua orang begitu sedih dan sangat khawatir.


"Selamat datang Tuan Danish, saya bahagia sekali melihat anda sudah sehat dan bisa berkumpul dengan keluarga besar lagi." Ucap Bibi Ellen tersenyum bahagia.


Bibi Ellen adalah kepala pelayan yang sudah bertahun-tahun bekerja bersama Danish.


Danish tersenyum lemah sebagai jawaban, para pelayan menunduk ketika Danish lewat di hadapan mereka sambil duduk di kursi roda dan Lula mendorongnya.


"Bibi Ellen Tolong persiapkan dan rapikan kamar tuan Danish ya?" ucap Lula menatap kepala pelayan itu.

__ADS_1


Selama 10 hari di memang tidak pernah pulang ke rumah nya sama sekali.


"Iya Nyonya Lula, sudah saya persiapkan, mari saya antar ke kamar utama."


"Tidak perlu Bibi, biar saya sendiri bibi mempersiapkan yang lain saja," jawab Lula tersenyum.


Bibi Ellen sangat mengagumi sosok Nyonya besarnya ini. Sifatnya yang baik, ramah, dan lemah lembut membuat seluruh pelayan menyukainya.


Lula tidak pernah berkata kasar ataupun angkuh terhadap orang lain, dia juga sadar bahwa semua manusia itu sama, Lula yang terlahir dari orang bisa selalu menghargai semua orang karena Lula juga membutuhkan mereka.


Setelah itu Lula mengajak Danish ke kamarnya dan beristirahat setelah ah selama 10 hari dia juga merasa sangat kurang istirahatnya.


Arshel dan Evelyn juga ikut pulang kerumah, mereka sudah berada di dalam kamar karena Arshel ingin Evelyn istirahat total.


"Dokter mengatakan kalau kamu harus istirahat total sayang, ingat kamu terlalu kelelahan sampai mengakibatkan kandunganmu lemah. Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengan calon bayi kita," ucap Arshel menyentuh perut sang istri.


"Iya sayang aku tahu, mungkin karena aku terlalu mengabaikan jadinya seperti ini," jawab Evelyn merasa bersalah.


Evelyn merasa dia baik-baik saja dan ngotot untuk pergi ke Washington DC saat itu, setelah mendapatkan kabar bahwa Daddy Danis masuk rumah sakit.


Memang sangat rentan apalagi kondisi kandungan sedang dalam keadaan yang lemah, terkadang Evelyn juga masih merasa mual di pagi hari tapi dia selalu meminum vitaminnya dan setelah itu merasa baikan.


Arshel tidak mau terjadi apa-apa dengan calon bayinya, apalagi kalau sampai Evelyn keguguran. Pasti dia akan merasa sangat sedih dan merasa sangat bersalah.


"Aku berjanji akan menjaga diri dengan baik dan juga akan menjaga calon bayi kita." ucap Evelyn memegang tangan Arshel.


"Bagus lah aku senang kalau kamu menurut seperti ini sayang." Evelyn bisa melihat gurat kekhawatiran di wajah suaminya itu.


Apalagi mengetahui kepanikan Arshel waktu itu, Evelyn kasihan terhadap suaminya, semua itu juga karena Evelyn tidak mau menurut.


"Apakah ada yang ingin kamu makan sayang?" tanya Arshel mengalihkan kesedihan sang istri.

__ADS_1


Dia tahu kalau Evelyn sedang sedih saat ini. "Tidak sayang, aku hanya ingin kamu ada disini, aku tidak ingin makan apapun," jawab Evelyn lemah.


"Bagaimana kalau kita pergi main ke suatu tempat? pasti kamu merasa bosan kalau hanya di kamar saja sayang?"


Evelyn terlihat memikirkan sesuatu, tiba-tiba matanya terlihat berbinar dan tersenyum lebar.


"Aku ingin melihat kamu latihan menembak, seperti pada saat kamu masih menjadi Army."


Arshel menatap tidak percaya dengan apa yang di ucapkan istrinya itu.


"Benarkah kamu ingin melihatku menembak, apa kamu tidak takut?"


Evelyn menggeleng semangat.


"Jangan bilang kalau ini permintaan baby kita ya?" Evelyn mengangguk dan tersenyum lebar.


###


Kenzo dan Mia masih sibuk di kantor, saat ini mereka sedang meeting bersama klien penting. Mia sedari tadi merasa kepalanya sedikit pusing. Tapi dia menahan nya karena tidak mau mengecewakan Kenzo.


Kenzo melihat raut wajah yang sang istri yang terlihat begitu pucat, bahkan Mia mengeluarkan keringat di dahinya,, padahal di tempat itu ada AC yang menyala.


"Sayang, apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Kenzo di sela Meeting mereka.


"Entahlah, kepala ku terasa sangat pusing," jawab Mia.


"Beristirahatlah di ruangan ku, di sana ada kamar pribadi Daddy," ucap Kenzo mengelus bahu sang istri.


Mia menggeleng, dia merasa masih kuat kalau harus ikut meeting kali ini, padahal Kenzo sudah ada Franklin yang bisa membantunya.


"Aku tidak mau jauh darimu sayang," ucap Mia sendu.

__ADS_1


Bersambung.


Mana nih Like dan bunganya ๐Ÿ‘๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ‘ˆ


__ADS_2